5 Penyakit dan Kelainan pada Sistem Peredaran Darah

Masalah sirkulai peredaran darah adalah penyebab utama kecacatan dan kematian. Berikut ini 5 diantaranya.
2783
https://cdn0.vox-cdn.com/thumbor/K3L5jkL6L_v2yi2EIp22IG7WsiM=/0x23:4700x3156/1280x853/cdn0.vox-cdn.com/uploads/chorus_image/image/45941456/shutterstock_212309542.0.0.jpg

Sistem peredaran darah termasuk jantung, arteri, pembuluh darah dan kapiler. Disebut juga dengan sistem kardiovaskuler, jaringan ini membawa oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Sistem ini juga mengangkut sisa pembuangan ke ginjal, hati dan paru-paru untuk dikeluarkan. Sel, hormon dan zat kimia lainnya dikirim dari satu lokasi ke lokasi lainnya melalui sistem sirkulasi. Jantung dan masalah sirkulasi lainnya adalah penyebab utama kecacatan dan kematian. Penyakit kardiovaskuler adalah penyebab utama kematian yang terjadi di Amerika Serikat, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Tekanan Darah Tinggi

 

 

Tekanan darah tinggi, atau hipertensi, adalah kelainan sistem sirkulasi yang paling umum diantara masyarakat Amerika. Kurang lebih 1 dari 3 orang dewasa di Amerika menderita hipertensi, lapor Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit. Kebanyakan orang dengan tekanan darah tinggi umumnya memiliki hipertensi primer, artinya hal tersebut tidak disebabkan oleh penyakit lainnya. Meskipun tekanan darah tinggi umumnya tidak menimbulkan gejala apapun, hipertensi yang tidak diobati dapat berkontribusi pada terjadinya serangan jantung, gagal jantung, gagal ginjal dan stroke. Risiko hipertensi meningkat sesuai dengan usia. Faktor risiko lainnya termasuk kelebihan berat badan dan obesitas, diet tinggi garam, kurangnya kegiatan fisik rutin, terlalu banyak minum alkohol, dan riwayat keluarga dengan tekanan darah tinggi.

Aterosklerosis (Pengerasan Pembuluh Darah)

 

 

Aterosklerosis, atau pengerasan pembuluh darah, muncul ketika timbunan plak terbentuk di sepanjang bagian dalam dinding pembuluh darah sedang hingga besar. Plak terdiri dari sel yang meradang, jaringan ikat, kalsium, lemak tertentu dan komponen lainnya. Jika dibiarkan tanpa perawatan, plak aterosklerotik tumbuh dari waktu ke waktu tanpa menimbulkan gejala sampai aliran darah dan pengiriman oksigen ke daerah yang terpengaruh akan secara kritis berkurang. Aterosklerosis bertanggung jawab atas sebagian besar kejadian serangan jantung dan stroke. Kadar lemak darah yang tidak normal, merokok, tekanan darah tinggi dan diabetes adalah faktor risiko utama munculnya aterosklerosis.

Aneurisma (Melemahnya Dinding Pembuluh Darah)

 

 

Melemahnya dinding pembuluh darah menyebabkan tonjolan yang disebut dengan aneurisma. Kebanyakan aneurisma terjadi di arteri, karena pembuluh darah ini berada di bawah tekanan yang tinggi. Aneurisma yang tumbuh dengan cepat atau besar bisa pecah, mengakibatkan hilangnya darah dengan cepat dan membuat organ kekurangan suplai darah yang mendukung kehidupan. Sayangnya, aneurisma umumnya tidak menampakkan gejala sampai pembuluh darah sudah pecah. Aorta –arteri terbesar dalam tubuh– adalah lokasi umum terbentuknya aneurisma.

Kebanyakan aneurisma aorta terjadi di perut, tapi beberapa terjadi di dada. Aneurisma aorta yang pecah adalah keadaan darurat medis yang mengancam jiwa. Otak adalah lokasi lain yang sering terjadi aneurisma yang dikenal sebagai aneurisma otak. Aneurisma otak yang pecah umumnya menyebabkan stroke yang bisa berakibat fatal. Merokok dan tekanan darah tinggi adalah faktor risiko utama penyebab aneurisma.

Gangguan Trombotik (Pembekuan Darah)

 

Meskipun pembentukan pembekuan darah, atau thrombosis, bisa menyelamatkan jiwa ketika terjadi cedera, pembekuan darah spontan adalah sebuah kelainan sistem peredaran darah yang umum. Bahaya terbesar dengan terjadinya gumpalan darah spontan adalah hilangnya suplai darah ke organ vital. Gumpalan darah tersebut bisa terbentuk di pembuluh darah manapun, tapi beberapa lokasi lebih sering dari yang lainnya. Misalnya, deep vein thrombosis (DVT) atau thrombosis di pembuluh darah dalam yang umumnya muncul di pembuluh darah terdalam pada betis atau paha. DVT bisa mengancam jiwa jika potongan gumpalan tersebut terlepas dan bergerak ke paru-paru, sebuah kondisi yang disebut emboli paru. Otak adalah lokasi lain yang sering terjadi pembekuan darah. Pembekuan darah menjadi penyebab dari 87 persen stroke menurut Asosiasi Jantung Amerika. Pembentukan gumpalan darah di salah satu arteri yang menyuplai jantung sering memicu terjadinya serangan jantung. Faktor risiko untuk kelainan thrombosis ini termasuk merokok, aterosklerosis dan kurang bergerak.

Cacat Bawaan

 

 

Sebuah cacat jantung bawaan menjelaskan kelainan dalam pembentukan satu atau lebih bagian dari sistem peredaran darah. Kelainan ini relatif umum dan mempengaruhi 1 dari setiap 125 kelahiran hidup, menurut Asosiasi Jantung Amerika. Beberapa kelainan yang lebih umum bisanya ringan dan tidak membutuhkan perawatan. Misalnya, lubang kecil di dinding yang memisahkan ruang jantung – yang dikenal sebagai cacat atrium atau ventrikel septal – yang sering kali menutup dengan sendirinya. Namun, cacat jantung yang lebih berat, biasanya memerlukan koreksi bedah di awal kelahiran. Ateriovenous malformation atau AVM, adalah salah satu jenis cacat bawaan sistem peredaran darah. AVM adalah jalinan pembuluh darah yang melibatkan hubungan tidak normal antara arteri dan sirkulasi vena. AVM yang terbentuk di otak atau sumsum tulang belakang dapat menyebabkan masalah yang parah dan bahkan kematian. Beberapa kelainan genetis meningkatkan risiko cacat jantung bawaan, seperti sindrom Down. Namun, kecacatan ini sering kali muncul secara spontan dan tanpa penyebab genetik atau lingkungan yang dapat diidentifikasi.

Comment 4Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori

Harap diperhatikan bahwa konten pada website sehatly.com tidak bisa untuk menggantikan peran seorang dokter ataupun praktisi kesehatannya. Konten-konten sehatly hanya bertujuan untuk memberikan informasi.