Mengenali Diabetes Gestasional yang Dapat Mempengaruhi Ibu Hamil

Seorang wanita yang sedang hamil terkadang akan mengalami diabetes gestasional. Penting untuk mengetahui bagaimana perawatan agar tidak terjadi komplikasi.
455
Diabetes gestasional

Diabetes gestasional pertama kali didiagnosa pada masa kehamilan. Sama seperti diabetes tipe 1 dan tipe 2, diabetes gestasional menyebabkan kadar gula darah menjadi terlalu tinggi.

Ketika kamu makan, sistem pencernaanmu menguraikan sebagian besar makanan menjadi salah satu jenis gula yang disebut dengan glukosa. Glukosa memasuki aliran darahmu agar sel-sel tubuhmu dapat menggunakannya sebagai bahan bakar. Dengan bantuan insulin (hormon yang dibuat oleh pankreasmu), otot, lemak dan sel lainnya menyerap glukosa dari dalam darah.

Tapi jika kamu tidak menghasilkan cukup insulin, atau jika sel memiliki masalah dalam meresponnya, terlalu banyak glukosa akan tetap berada di dalam darah dan bukannya bergerak ke dalam sel dan diubah menjadi energi.

Ketika kamu hamil, tubuhmu secara alami menjadi lebih kebal terhadap insulin sehingga lebih banyak gula tersedia untuk menutrisi bayimu. Untuk sebagian besar calon ibu, hal ini bukanlah masalah: Ketika tubuh membutuhkan tambahan insulin untuk mengolah kelebihan glukosa dalam darah, pankreas menghasilkan lebih banyak lagi.

Tapi jika pankreas tidak bisa mengimbangi meningkatnya kebutuhan insulin selama kehamilan, kadar gula dalam darah meningkat terlalu tinggi karena sel-sel tidak menggunakan glukosa tersebut. Hal ini berakibat pada diabetes gestasional. Diabetes gestasional perlu segera dikenali dan dirawat secepatnya karena hal tersebut dapat menyebabkan masalah kesehatan untuk ibu dan anak.

Berbeda dari tipe diabetes lainnya, diabetes gestasional tidaklah permanen. Setelah bayi lahir, gula darah kemungkinan besar akan kembali normal dengan cepat. Namun, menderita diabetes gestasional memang meningkatkan kemungkinan berkembangnya diabetes di masa mendatang.

Apakah Aku Beresiko Terkena Diabetes Gestasional?

 

Siapa saja dapat terkena diabetes gestasional, dan tidak semua wanita yang mengalami kondisi ini memiliki faktor resiko yang diketahui. Sekitar 5 hingga 10 persen wanita hamil mengalami diabetes gestasional. Kamu lebih mungkin terkena diabetes gestasional jika kamu:

1. berusia 25 tahun atau lebih tua
2. memiliki kerabat dekat yang menderita diabetes
3. kelebihan berat badan, terutama jika indeks massa tubuh (BMI) kamu 30 atau lebih tinggi
4. memiliki sindrom ovarium polikistik (PCOS)
5. memiliki kondisi medis yang membuat diabetes berpeluang muncul, seperti tidak toleran terhadap glukosa
6. minum obat-obatan seperti glukokortikoid (untuk asma dan penyakit autoimun), beta-blockers (untuk tekanan darah tinggi atau detak jantung yang cepat), atau obat anti psikotik (untuk masalah mental)
7. telah memiliki diabetes gestasional sebelumnya
8. memiliki bayi yang besar sebelumnya (makrosomia)
9. adalah seorang Afrika Amerika, Pribumi Amerika, Asia Amerika, Hispanik, atau penduduk Pasifik

Sayangnya, tidak ada cara untuk menjamin agar kamu tidak terkena diabetes gestasional. Tapi ada cara untuk menurunkan risikonya. Mengadopsi gaya hidup yang sehat – makan diet yang seimbang dan melakukan latihan rutin – dapat mengurangi kemungkinan kamu mengalami kondisi tersebut.

Apa Gejala Diabetes Gestasional?

 

Sebagian besar wanita yang didiagnosa dengan diabetes gestasional tidak memiliki gejala. Itulah mengapa penyedia layanan kesehatanmu akan menawarkan tes untuk diabetes gestasional ketika kamu memasuki usia kehamilan 24 dan 28 minggu.

Jika kamu memiliki faktor risiko untuk diabetes gestasional, doktermu kemungkinan akan menyarankan tes lebih awal. Sebagian besar wanita yang menderita diabetes gestasional mengetahui bahwa mereka menderita masalah tersebut setelah menjalani tes.

Tes paling umum untuk diabetes gestasional adalah tes glukosa oral. Tes ini mengukur seberapa efisien tubuhmu memproduksi insulin. Pada hari tes, doktermu akan memberimu minuman manis untuk diminum. Satu jam kemudian, kamu akan menjalani tes darah untuk memeriksa kadar glukosa.

Jika tesmu menunjukkan bahwa gula darahmu terlalu tinggi, kamu harus menjalani tes lebih panjang yang disebut dengan tes toleransi glukosa. Untuk tes ini, kamu harus berpuasa sebelum diberi minuman manis. Darahmu akan diuji saat sedang puasa, kemudian tes lagi setelah satu, dua, dan tiga jam. Jika hasil dari dua tes menunjukkan gula darahmu terlalu tinggi, kamu akan didiagnosa dengan diabetes gestasional.

Kedua tes ini aman untukmu dan bayimu dan tidak ada efek samping besar. Tapi minum cairan ini mungkin tidak akan terasa enak dan membuatmu merasa mual setelahnya.

Apa Perawatan Untuk Diabetes Gestasional?

 

Banyak wanita bisa mengendalikan diabetes gestasional mereka dengan mengikuti rencana latihan dan mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang berdasarkan gandum utuh, protein tanpa lemak, sayuran, dan makanan lainnya yang melepaskan gula dengan perlahan. Namun, sekitar 15 persen wanita dengan diabtes gestasional perlu minum obat-obatan untuk menyeimbangkan gula darah mereka (obat anti-hiperglikemik).

Suntikan insulin adalah pengobatan medis yang paling umum untuk diabtes gestasional. Jika kamu membutuhkan insulin, kamu akan memiliki hingga tiga suntikan per hari, dan dokter akan mengajarimu bagaimana cara menyuntik dirimu sendiri.

Memonitor gula darahmu sendiri juga penting dalam rencana perawatanmu. Doktermu akan menunjukkan bagaimana melakukan tes sendiri dengan alat khusus. Tes ini meliputi menusuk jarimu dengan jarum kecil di pagi hari dan diulangi lagi satu atau dua jam setelah makan. Banyak wanita menganggap prosedur ini tidak nyaman dan adalah bagian terburuk dari perawatan untuk diabetes gestasional.

Bagaiman Diabetes Gestasional Mempengaruhi Kehamilan

 

Kebanyakan wanita dengan diabetes gestasional yang dapat menjaga kadar glukosa mereka akan memiliki kehamilan yang sukses dan bayi yang sehat. Tapi mengalami diabetes gestasional membuatmu dan bayimu berpeluang mengalami komplikasi tertentu.

Jika kamu memiliki diabetes gestasional, kamu lebih mungkin mengalami kelahiran lebih awal (kelahiran prematur). Bayi yang lahir lebih awal lebih mungkin mengalami masalah kesehatan dan mungkin juga membutuhkan perawatan ekstra setelah lahir. Kamu juga memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami tekanan darah tinggi atau preeklamsia. Kondisi ini membuat kelahiran lebih awal dapat terjadi dan dapat menimbulkan masalah kesehatan untukmu dan bayimu.

Bayi dari wanita dengan diabetes gestasional lebih mungkin menjadi lebih besar dari rata-rata (makrosomia). Karena ukurannya yang besar, bayi ini dapat tersangkut di jalan lahir ketika proses persalinan (distosia bahu), yang dapat melukai saraf pada leher dan bahu (cedera pleksus brakialis). Bayi besar kemungkinan besar akan dilahirkan melalui c-section atau operasi caesar.

Bayimu juga kemungkinan akan mengalami gula darah yang rendah (hipoglikemik) setelah lahir dan memiliki masalah pernapasan (gangguan pernapasan).

Bagaimana Aku Bisa Memiliki Kehamilan yang Sehat dengan Diabetes Gestasional?

 

Hal paling penting yang dapat kamu lakukan untuk memastikan kehamilan yang sehat adalah mengikuti rencana pengobatan yang direkomendasikan oleh doktermu. Hal ini meliputi patuh pada rencana makanan, memonitor gula darah, latihan secara teratur, dan selalu hadir dalam semua pertemuan prenatalmu.

Meskipun diagnosis diabetes gestasional dapat membuat Anda merasa marah dan cemas, dengan pengobatan yang tepat dan perawatan yang hati-hati, ada kemungkinan untuk memiliki kehamilan tanpa komplikasi dan bayi yang sehat.

Adalah hal yang wajar menganggap bahwa diabetes gestasional sulit untuk diatasi pada awalnya. Kamu mungkin akan merasa kehilangan ketika tidak bisa mengonsumsi makanan yang kamu sukai. Selain itu juga mungkin akan kesulitan memotivasi diri sendiri untuk olahraga terutama ketika merasa lelah dan lesu.

Kamu tidak sendirian dalam berjuang dengan perubahan ini. Tapi dengan mengubah gaya hidupmu dan makanan yang kamu makan, kamu memberikan bayimu kesempatan terbaik untuk memiliki awal yang sehat dalam kehidupannya.

Bahkan jika kamu merasa sulit untuk tetap pada rencana pengobatanmu, penting untuk mencoba yang terbaik. Dokter dapat menawarkan nasihat dan dukungan tambahan jika kamu mengalami kesulitan.

Kapan Aku Harus Menghubungi Dokter Jika Aku Menderita Diabetes  GGestasional

 

Jika kamu memiliki diabetes gestasional, kamu mungkin akan sering menemui penyedia layanan kesehatanmu. Tapi jika kamu merasa tidak sehat antara kunjungan atau melihat gejala yang tidak biasa, hubungi doktermu segera.

Gejala-gejala ini dapat menunjukkan bahwa gula darah kamu terlalu tinggi:

1. merasa sangat haus
2. kencing lebih sering dari biasanya
3. merasa sangat lelah
4. merasa mual
5. memiliki penglihatan kabur

Doktermu mungkin akan memintamu datang untuk pemeriksaan dan tes tambahan untuk memastikan bahwa kamu dan bayimu baik-baik saja. Jika kamu mengalami kesulitan menjaga gula darah pada tingkat yang sehat, doktermu dapat merujuk kamu ke dokter spesialis.

Kunjungi website Society for Maternal-Fetal Medicine untuk informasi lebih jauh dan untuk menemukan spesialis MFM di dekatmu.

Comment 2Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori

Harap diperhatikan bahwa konten pada website sehatly.com tidak bisa untuk menggantikan peran seorang dokter ataupun praktisi kesehatannya. Konten-konten sehatly hanya bertujuan untuk memberikan informasi.