Gejala Kolesterol yang Wajib Anda Perhatikan Mulai Dari Sekarang!

Gejala kolesterol kerap tidak terlihat di fase awal. Namun, jangan sampai mengabaikan jika Anda mulai mengalami sejumlah gejala seperti berikut.
672
5 (100%) 2 votes
gejala kolesterol

Gejala kolesterol seringkali tidak disadari oleh banyak orang. Tidak heran jika kebanyakn penderita kolesterol baru menyadari saat kadar kolesterol LDL (jahat) dan trigliserida di dalam tubuh sudah tinggi. Jika sudah terlanjur dalam kondisi yang demikian, tentu saja gejala yang kerap menandai Anda terserang kolesterol lebih mudah untuk diamati. Bicara soal gejala kolesterol, tidak ada salahnya jika Anda menyimak secara singkat pembahasan mengenai kolesterol sendiri.

Apa Sih Kolesterol Itu?

 

Kolesterol merupakan substansi yang menyerupai lemak dan diproduksi di bagian hati. Kolesterol sendiri memiliki tekstur yang lunak. Kendati demikian, rupanya tidak semua kolesterol identik dengan penyakit. Pasalnya, kolesterol yang masih dalam kadar normal ternyata sangat penting dalam pembentukan membran sel, vitamin D dan sejumlah hormone dalam tubuh. Sebagai tambahan informasi, kolesterol ternyata tidak dapat larut di dalam air sehingga substansi satu ini dapat beredar di seluruh bagian tubuh secara otomatis lewat aliran darah.

Mengenal Macam Kolesterol

 

Bicara soal gejala yang biasa menimpa para penderita kolesterol, tidak ada salahnya jika Anda mencari lebih dulu mengenai kolesterol. Siapa yang menyangka, ternyata kolesterol yang ada di dalam tubuh terbagi menjadi beberapa macam, seperti berikut:

  • Kolesterol LDL

Kolesterol LDL merupakan kepanjangan dari Low density lipoproteins. Substansi olesterol LDL juga disebut sebagai kolesterol jahat. Tak hanya itu saja, ternyata kolesterol satu ini ternyata kerap menyebabkan masalah kesehatan yang cukup seirus. Mulai dari penggumpalan darah, serangan jantung, dan yang paling parah dapat menyebabkan stroke.

  • Kolesterol HDL

Berbeda dengan kolesterol LDL, kolesterol HDL dikenal sebagai kolesterol baik. HDL adalah kepanjangan dari high densiy lipoproteins. Kolesterol satu ini ternyata memiliki peranan penting dalam mengembalikan kolesterol LDL (jahat) ke hati.

Tingginya kadar LDL di dalam tubuh tentu akan membuat kadar kolesterol HDL secara otomatis akan menurun. Kondisi yang demikian ternyata dapat menimbulkan timbunan lemak di dalam pembuluh darah. Timbunan lemak yang ada di pembuluh darah berisiko menimbulkan sejumlah masalah kesehatan yang cukup fatal.

Gejala Kolesterol Rendah

 

Gejala kolesterol rendah memang kerap diabaikan oleh banyak orang. Hal inilah yang membuat banyak orang telat menyadari jika sedang mengidap kolesterol. Parahnya kondisi tersebut baru disadari saat kadar kolesterol sudah tinggi. Dilansir dari laman livestrong.com, ternyata gejala kolesterol rendah dapat diamati dengan mudah. Salah satunya adalah pernyataan yang dirilis oleh American Heart Association. Menurut lembaga kesehatan satu ini, kandungan kolesterol dalam darah yang kurang dari 160mg/dL tergolong ke dalam kolesterol rendah.

  • Munculnya Hypocholestrolemia

Salah satu gejala kolesterol rendah yang muncul adalah hypocholesterolemia. Kondisi satu ini ternyata ditandai dengan kadar kolesterol yang rendah. Bahkan, serum kolesterol dalam tubuh juga ikut rendah. Gejala kolesterol rendah biasanya juga dibarengi dengan kadar kolesterol LDL serta trigliserida yang ikut menurun. Bahkan, kondisi yang menunjukkan gejala tersebut tidak menampilkan kadar kolesterol HDL dalam darah. Para ahli menganjurkan untuk melakukan uji hypocholestrolemia lewat uji laboratorium.

  • Penderita Akan Depresi

Dilansir dari laman livestrong.com, salah satu gejala kolesterol rendah yang dapat diamati adalah depresi. Bahkan, salah satu Konferensi Inetrnasional tentang AIDS di tahun 2000 silam menyebut jika depresi menjadi gejala kolesterol rendah yang biasa tampak pada penderita. Tidak hanya itu saja, dalam konferensi tersebut juga disebutkan jika depresi memiliki korelasi dengan kadar kolesterol di bawah angka 150 mg/dL. Kendati demikian, gejala yang demikian biasa terjadi pada penderita yang juga terjangkit HIV/AIDS.

  • Terjangkit Tangler Disease

Selain dua  tanda di atas, ada satu lagi gejala kolesterol rendah yang harus diperhatikan. Ialah munculnya Tangler Disease. Penyakit satu ini biasanya terjadi saat kadar kolesterol di dalam tubuh sangat rendah. Kondisi penderita kolesterol rendah yang juga terjangkit Tangler biasanya lebih mudah diamati. Pasalnya, penderita akan mengalami amandel dengan warna oranye kekuningan. Tidak hanya itu, gejala kolesterol rendah satu ini juga diikuti dengan pertambahan ukuran limpa dan hati.

  • Kolesterol Rendah Ternyata Berkaitan dengan Kanker

Siapa yang menyangka ternyata kadar kolesterol di dalam tubuh yang terlalu rendah berhubungan dengan kanker. Dilansir dari laman medscape.com, terlalu rendahnya kadar kolesterol dalam tubuh ternyata dapat membuat Anda berisiko tinggi terkena kanker. Terkait dengan hal satu ini ternyata sudah dibahas dalam dua paper yang dirilis pada Cancer Epidemiology, Biomarkers and Prevention.

Namun, dua penelitian tersebut justru menyebutkan jika terlalu rendahnya kadar kolesterol tidak menjadi penyebab utama dari risiko kanker. Kendati demikian, terungkap jika kadar kolesterol yang rendah pada pria ternyata dapat mengurangi risiko terkena kanker prostat. Sebagai tambahan informasi, kanker prostat memang kerap menjadi momok bagi kaum pria.

Gejala Kolesterol Tinggi yang Wajib Anda Ketahui!

 

Berbeda dengan gejala kolesterol rendah, biasanya gejala kolesterol tinggi juga bisa diamati. Dilansir dari laman healthline.com, gejala kolesterol tinggi biasa ditandai dengan penimbunan lemak pada dinding pembuluh darah. Kondisi yang demikian ternyata juga berisiko menimbulkan serangan jantung hingga stroke.

  • Gejala Kolesterol Tinggi: Familial Hypercholestrolemia

Gejala kolesterol biasanya ditandai dengan munculnya familial hypercholesterolemia. Penderita yang mengalami gejala kolesterol yang disertai dengan penyakit satu ini ternyata lebih mudah diamati. Pasalnya, kulit penderita akan dipenuhi dengan sejumlah bercak berwarna kuning. Tidak hanya itu saja, gejala kolesterol tinggi yang disertai dengan familial hypercholesterolemia juga dibarengi dengan adanya benjolan di bawah lapisan kulit.

  • Penyakit Jantung Koroner

Gejala kolesterol tinggi memang kerap menimbulkan masalah kesehatan yang cukup fatal. Salah satunya adalah penyakit jantung coroner. Namun, siapa yang menyangka ternyata gejala kolesterol dan penyakit jantung ini menunjukkan kondisi yang berbeda antara penderita pria dan wanita. Kendati demikian, gejala kolesterol tinggi yang dibarengi dengan jantung coroner bisa diamati jika Anda merasakan:

  • Nyeri pada bagian dada. Biasanya nyeri pada bagian dada yang tembus sampai bagian bunggung menjadi salah satu gejala kolesterol tinggi dan jantung koroner.
  • Mual, Jangan sampai mengabaikan gejala satu ini, Kendati kerap disepelekan, ternyat amual yang berlebihan dapat menunjukkan jika Anda tengah mengalami gejala kolesterol tinggi.
  • Mudah lelah menjadi gejala lain yang perlu diwaspadai terkait dengan gejala kolesterol tinggi.
  • Nafas yang pendek. Nafas yang pendek biasanya ditandai dengan cara bernafas Anda yang tampak seperti tersengal-sengal.
  • Nyeri pada bagian leher, rahang, perut abgian atas dan punggung.
  • Kerap mengalami mati rasa dan kedinginan,
  • Stroke Ternyata Merupakan Salah Satu Gejala Kolesterol Tinggi

Selain penyakit jantung koroner, ternyata gejala kolesterol tinggi juga bisa ditandai dengan stroke. Stroke umumnya disebabkan oleh pembentukan plak dalam pembuluh darah. Kondisi yang demikian merupakan salah satu gejala kolesterol tinggi yang banyak dialami oleh penderita. Akibatnya, pembentukan plak tersebut mengurangi jumlah asupan darah yang mengalir ke otak yang menyebabkan stroke.

Gejala kolesterol tinggi yang ditandai dengan stroke harus segera ditangani oleh ahlinya agar tidak menimbulkan kondisi yang lebih parah. Biasanya, penderita stroke akan mengalami:

  • Kehilangan keseimbangan secara tiba-tiba
  • Mengalami pusing-pusing
  • Bagian wajah mengalami penurunan, terutama pada bagian kelopak mata dan mulut. Kondisi satu ini hanya terjadi pada satu sisi wajah saja.
  • Tidak dapat menggerakkan sejumlah bagian tubuh atau satu sisi bagian tubuh
  • Mengalami mati rasa pada bagian waja, lengan dan kaki
  • Pandangan menjadi kabur atau bahkan menjadi gelap
  • Kerap mengalami sakit kepala secara tiba-tiba
  • Serangan Jantung pada Penderita

Tingginya kadar kolesterol LDL dan trigliserida dalam darah kerap mengakibatkan penyempitan pembuluh darah. Tidak heran jika kondisi tersebut kerap menimbulkan efek yang cukup fatal. Akibatnya, penderita kolesterol tinggi kemungkinan juga berisiko mengalami serangan jantung.

  • Ateroskeloris, Gejala Kolesterol Tinggi Lainnya

Kondisi penyempitan pembuluh darah yang membuat jantung kekurangan suplai darah ini biasa disebut dengan aterisklerosis. Kendati proses aterosklerosis ini terjadi dalam waktu yang lambat, jangan pernah berniat untuk menyepelekannya. Tidak hanya itu saja, aterosklerosis juga tidak menunjukkan gejala yang membuat penderita langsung merasakan reaksi fatalnya, yakni ischemia.

  • Ischemia, Sebabkan Serangan Jantung

Ischemia sendiri disebabkan oleh aterosklerosis. Kondisi tersebut terjadi lantaran jantung kekurangan darah yang kerap membawa oksigen dan nutrisi. Pada fase inilah fungsi kerja jantung akan terganggu dan menimbulkan serangan jantung yang berakibat cukup fatal. Bahkan, American Hearts Associaton menyebut jika serangan jantung terjadi setiap 34 detik.

  • Gejala Serangan Jantung

Sejumlah gejala kolesterol tinggi dan juga serangan jantung yang bisa diamati berikut mungkin dapat membantu Anda untuk lebih berhati-hati:

  • Merasakan nyeri pada bagian dada atau lengan. Biasanya penderita akan merasakan sensasi seperti sesak, terbakar dan begah pada bagian tersebut.
  • Kesulitan untuk bernafas.
  • Mudah cemas.
  • Penderita mudah mengalami pusing.
  • Mengalami mual, gangguan pencernaan, dan juga mulas.
  • Penderita akan mudah kelelahan yang sangat berlebihan.
  • Gejala Kolesterol Tinggi Ditandai dengan PAD

Salah satu gejala kolesterol tinggi yang perlu Anda waspadai adalah PAD alias peripheral arterial disease. Sesuai namanya, gejala PAD sendiri muncul di saat terjadinya pembentukan plak pada dinding pembuluh darah. Akibatnya, kondisi demikian menghambat aliran darah menuju daerah arteri. Padahal, pembuluh arteri sendiri memiliki peranan penting dalam mengalirkan darah ke bagian ginjal, lengan, perut, tungkai kaku dan juga telapak kaki.

  • Gejala Awal PAD

Bagi Anda yang khawatir terkena gejala PAD yang kerap terjadi pada penderita kolesterol ini, tidak ada salahnya untuk mengamati sejumlah hal berikut:

  • Mudah mengalami kram.
  • Sering sakit-sakitan.
  • Mudah lelah.
  • Mengalami nyeri pada bagian tungkai kaki saat sedang beraktivitas. Kondisi tersebut disebut dengan intermittent claudication.
  • Merasakan tidak nyaman, terutama pada bagian tungkai kaki dan telapak kaki.
  • Gejala Lanjutan PAD

Gejala awal PAD ternyata berbeda dengan gejala lanjutan. Nah, jika Anda mengalami sejumlah hal berikut, bisa dipastikan jika PAD telah memasuki fase lanjutan:

  • Kulit menjadi pucat, terutama pada bagian tungkai kaki dan telapak kaki.
  • Mengalami gangrene yang ditandai dengan matinya jaringan tisu. Kondisi tersebut terjadi lantaran kekurangan asupan darah.
  • Munculnya bisul pada bagian tungkai kaki dan telapak kaki yang penyembuhannya terbilang sangat lama.
  • Mengalami nyeri pada tungkai kaki meski tengah beristirahat.
  • Merasakan sensasi seperti terbakar pada jari-jari kaki.
  • Mengalami kram pada bagian kaku.
  • Mengalami penebalan pada bagian kuku jari-jari kaki.
  • Jari-jari kaki berubah menjadi berwarna kebiruan.
  • Bagian kaki memiliki suhu lebih tinggi dibanding bagian tubuh lainnya.

Sebagai tambahan informasi, rupanya penderita yang mengalami gejala kolesterol dengan PAD lebih berisiko tinggi mengalami sejumlah penyakit lainnya. Mulai dari serangan jantung, stroke hingga amputasi pada beberapa bagian tubuh.

Cara Memantau Kolesterol dengan Mengetahui Kadarnya

 

Gejala kolesterol memang dapat diamati. Namun, jangan sampai Anda mengabaikan hal tersebut dengan tidak melakukan pengecekan kadar kolesterol secara berkala. Cara memantau kadar kolesterol dalam tubuh tanpa harus mengalami gejala kolesterol rendah dan tinggi seperti di atas dapat dilakukan dengan melakukan uji laboratorium.

Jangan menunggu gejala kolesterol muncul untuk melakukan uji kolesterol. Terutama bagi Anda yang sudah melewati usia 20 tahun yang rentan mengalami gejala kolesterol. Pengecekan kolesterol secara berkala juga sangat penting bagi Anda yang memiliki penyakit genetik serangan jantung pada usia yang masih terbilang muda. Biasanya hal tersebut menyerang di tingkat nenek atau buyut.

Jangan Pernah Meremehkan Satu Gejala Kolesterol yang Muncul

 

Gejala kolesterol memang tidak akan tampak di fase awal. Hal inilah yang banyak membuat penderita telat mendapatkan perawatan atau pun pengobatan yang tepat. Maka dari itu, jangan sampai mengabaikan satu pun gejala kolesterol yang muncul. Baik itu gejala kolesterol rendah mau pun gejala kolesterol tinggi. Selain itu, jangan malas untuk menerapkan gaya hidup sehat untuk menjaga kesehatan tubuh.

Mulai dari mengatur asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh hingga melakukan olahraga secara teratur. Usahakan untuk memperbanyak menyantap makanan bernutrisi dan bebas lemas. Misalnya saja makanan yang mengandung protein, serat, omega-3 hingga vitamin. Kendati sudah menerapkan gaya hidup yang sehat, jangan lupa untuk melakukan pengecekan kolesterol di dokter langganan. Semoga sejumlah penjelasan mengenai kolesterol dan gejala kolesterol di atas dapat membantu Anda untuk hidup lebih sehat lagi.

Comment 2Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori

Harap diperhatikan bahwa konten pada website sehatly.com tidak bisa untuk menggantikan peran seorang dokter ataupun praktisi kesehatannya. Konten-konten sehatly hanya bertujuan untuk memberikan informasi.