Kolesterol Normal: Macam, Gejala dan Cara Mempertahankannya!

Menjaga kadar kolesterol normal ternyata harus memperhatikan sejumlah hal. Mulai dari mencari tahu apa itu kolesterol hingga mengetahui kadar normalnya.
228
5 (100%) 5 votes
kolesterol normal

Memiliki kadar kolesterol normal tentu saja menjadi dambaan setiap orang. Pasalnya, jumlah kolesterol normal kerap menjadi salah satu indikasi kesehatan. Tidak hanya itu saja, kondisi yang demikina ternyata juga dapat menghindarkan Anda dari berbagai macam masalah kesehatan yang berisikp fatal. Contohnya saja seperti serangan jantung hingga stroke yang kerap terjadi pada penderita kolesterol tinggi.

Namun, jangan salah, penderita kolesterol rendah ternyata juga berisiko terkena sejumlah masalah kesehatan. Tidak heran jika banyak orang yang berlomba-lomba untuk mendapatkan kadar koleserol normal. Kendati demikian, tidak ada salahnya jika Anda mengetahui sedikit mengenai kolesterol.

Macam-Macam Kolesterol dalam Tubuh

 

macam-macam kolesterol

Bagi Anda yang ingin menjaga kadar kolesterol normal, tentu tidak ada salahnya untuk mengetahui beberapa macam kolesterol yang ada di tubuh. Dilansir dari laman Webmd.com, kolesterol terbagi menjadi empat macam, yaitu:

  • Kolesterol Total

Jenis kolesterol yang pertama disebut dengan kolesterol total. Bisa dibilang, kolesterol total merupakan jumlah keseluruhan kolesterol yang terkandung di dalam darah. Termasuk kandungan kolesterol LDL (jahat) dan kolesterol HDL (baik).

  • Kolesterol LDL (Jahat)

LDL atau yang merupakan kepanjangan dari low-density lipoprotein ini merupakan salah satu bagian dari kolesterol total. Kolesterol LDL sendiri biasa disebut dengan kolesterol jahat. Pasalnya, kolesterol LDL sendiri membawa lemak dan protein menuju pembuluh arteri. Tidak heran jika kadar kolesterol LDL yang berlebih dalam darah justru akan menimbulkan masalah kesehatan. Misalnya saja penimbunan lemak yang menyebabkan aliran darah pada arteri tidak lancar.

  • Kolesterol HDL (baik)

Berbeda dari LDL yang kerap diidentikkan dengan kolesterol jahat, HDL atau high-density lipoprotein justru dikenal sebagai kolesterol baik. Pasalnya, kolesterol HDL justru menghilangkan kolesterol LDL yang tidak berada di tempat semestinya. Tentu saja hal tersebut akan menjaga tubuh terhindar dari sejmlah penyakit seperti serangan jantung.

  • Trigliserida

Jenis kolesterol satu ini merupakan bagian utama dari lemak yang terdapat pada tubuh manusia mau pun hewan. Trigliserida sendiri memiliki peranan untuk menyimpang lemak yang akan digunakan sebagai energi. Zat satu ini rupanya berasal dari kalori yang masuk ke dalam tubuh. Kendati tersimpan di sel lemak dan berguna sebagai bahan baku energi, terlalu banyak trigliserida ternyata dapat meningkatkan risiko serangan jantung.

Kadar Kolesterol Normal

 

kolesterol normal

Dilansir dari laman American heart Association, ternyata batas kolesterol normal memiliki ukuran yang berbeda setiap umurnya. Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk memperhatikan sejumlah keterangan berikut ini. Nah, kadar kolesterol normal berapa sih?

  • Kadar Kolesterol Normal pada Orang Dewasa

Orang dewasa yang berusia di atas 20 tahun ternyata diwajibkan untuk melakukan pengecekan kadar kolesterol terhadap 4 hingga 6 tahun sekali. Hal ini rupanya berkaitan dengan risiko kenaikan kadar kolesterol yang lebih tinggi dibanding usia di bawahnya. Bahkan, risiko terkena kolesterol lebih tinggi terjadi pada pria dibandingkan wanita.

Kendati demikian, wanita ternyata berisiko mengalami kenaikan kolesterol setelah mengalami masa menopause. Nah, untuk lebih jelasnya berikut kadar kolesterol normal pada orang dewasa yang wajib Anda ketahui:

  • Total Kolesterol

Kadar kolesterol normal dari kolesterol total orang dewasa seharusnya kurang dari 200 mg/dL. Sedangkan, ambang batas kolesterol normal jika jumlah kolesterol keseluruhan di dalam darah berada di rentang 200 mg/dL hingga 239 mg/dL. Namun, Anda patut khawatir jika kolesterol total di dalam darah melebihi angka 240 mg/dL yang berarti kadar kolesterol tinggi.

  • Kolesterol HDL

Jumlah kolesterol normal HDL yang harus ada di dalam darah adalah 40 mg/dL atau lebih. Namun, akan menjadi masalah jika jumlah kolesterol HDL di dalam darah kurang dari angka tersebut. Kondisi yang demikian ternyata menunjukkan indikasi jika Anda tengah mengidap kolesterol rendah.

  • Kolesterol LDL

Kolesterol jahat satu ini bisa dibilang memiliki kadar kolesterol normal jika jumlahnya kurang dari 100mg/dL. Namun, batasan dari jumlah tersebut bisa berkisar di angka 130 mg/dL hingga 159 mg/dL. Kendati demikian, jangan sampai meremehkan jumlah batas. Pasalnya, jumlah tersebut dapat melampaui angka 160 mg/dL yang mengindikasikan kolesterol tinggi.

  • Trigliserida

Kandungan trigliserida dalam kolesterol normal kurang dari 149 mg/dL. Sedangkan, Anda harus waspada jika jumlah trigliserida dalam darah mencapai angka 150 mg/dL hingga 199 mg/dL. Jika tidak segera diatasi, jumlah trigliserida dapat melonjak ke jumlah lebih dari 200 mg/dL yang menjadikan Anda menderita kolesterol tinggi.

  • Kadar Kolesterol Normal pada Anak-Anak

Kolesterol rendah atau pun kolesterol tinggi ternyata tidak hanya dialami oleh orang dewasa saja. Kondisi demikian juga menimpa anak-anak. Tidak heran jika anak-anak yang lebih aktif atau pun tidak mengalami obesitas tidak akan terkena risiko kolesterol. Namun, tidak ada salahnya menyimak kadar kolesterol normal berikut yang dirilis oleh National Institus of Health berikut ini:

  • Kolesterol Total

Kadar kolesterol normal keseluruhan yang ada dalam darah jika total jumlahnya kurang dari 170 mg/dL. Sedangkan jumlah kolesterol total yang berada di rentang  170 mg/dL sampai 199 mg/dL ternyata harus diwaspadai. Pasalnya, angka tersebut merupakan ambang batas dari kolesterol normal. Akan lebih berbahaya lagi jika kandungan jumlah kolesterol pada anak melebihi angka 200 mg/dL.

  • Kolesterol HDL

Bagi anak-anak yang memiliki jumlah kolesterol HDL di atas 45 mg/dL bisa dikatakan jika kadar kolesterol normal. Namun, jangan sampai meremahkan kondisi kesehatan anak Anda jika jumlah kolesterol HDL-nya mencapai  40-45 mg/dL. Apalagi jika jumlahnya kurang dari 40 mg/dL yang dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan yang biasa terjadi pada penderita kolesterol rendah.

  • Kolesterol LDL

Bagi Anda yang khawatir terhadap kesehatan si kecil, tidak ada salahnya untuk menjaga kadar kolesterol LDL kurang dari 110 mg/dL. Pasalnya, jumlah kolesterol LDL yang melebihi angka 130 mg/dL berisiko menimbulkan adanya penimbunan lemak pada pembuluh arteri yang sangat berbahaya. Salah satunya adalah meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

  • Trigliserida

Trigliserida sendiri kerap menjadi salah satu acuan dalam mengetahui kondisi kolesterol dalam tubuh. Jumlah trigliserida pada anak-anak ternyata bervariasi menurut usianya. Contohnya saja pada usia 0-9 tahun. Jumlah trigliseridanya dibilang normal jika kurang dari 75 mg/dL. Sedangkan pada anak-anak usia 10-19, kadar kolesterol normal trigliseridanya kurang dari 90 mg/dL. Namun, kondisi akan berubah mengancam jika anak-anak beruisa 0-9 tahun memiliki kandungan trigliserida melebihi angka 100 mg/dL dan angka 130 mg/dL bagi anak-anak usia 10-19 tahun.

Gejala Kolesterol Tinggi yang Harus Diwaspadai

 

gejala kolesterol tinggi

Anda perlu mewaspadai jika tubuh merasakan sejumlah gejala seperti berikut. Pasalnya, bisa dipastikan jika Anda tengah mengidap kolesterol tinggi.

▼ Artikel terkait

Kolesterol Tinggi: Gejala, Penyebab, Pengobatan –Sehatly

  • Familia Hypercholestrolemia

Salah satu gejala kolesterol tinggi yang biasa menyerang penderita adalah familia hypocholestrolemia. Kodnisi tersebut biasa ditandai dengan munculnya bercak-bercak berwarna kuning pada kulit. Selain bercak, kondisi tersebut juga bisa diamati dengan munculnya benjolan-benjolan di bawah lapisan kulit.

  • Mengalami Penyakit Jantung

Anda yang memiliki kadar kolesterol normal tentu tidak akan terserang penyakit jantung. Pasalnya, penyakit jantung biasa terjadi saat pembuluh darah arteri tersumbat oleh tumpukan lemak. Tumpukan lemak tersebut biasa dibawa oleh kolesterol LDL yang jumlahnya melebihi angka normal. Akibatnya, pembuluh darah menjadi tersumbat, terutama pada pembuluh yang mengarah ke jantung.

  • Tiba-Tiba Terserang Stroke

Kondisi kolesterol yang sudah tinggi ternyata dapat berakibat fatal. Siapa yang menyangka jika angka kolesterol LDL dan trigliserida yang melampaui batasannya dapat menyebabkan penderita mengalami stroke. Biasanya, masalah tersebut ditandai dengan kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh. Umumnya, stroke dapat diamati dengan menurunnya keopak mata dan bibir salah satu sisi wajah.

  • Menderita PAD

Gejala lain yang menunjukkan jika kadar kolesterol sudah melampaui batas normal adalah PAD. PAD merupakan kepanjangan dari peripheral arterial disease. Penyakit satu ini biasa menimpa penderita kolesterol tinggi. Tidak main-main, penderita PAD bahkan menjalani dua fase dengan gejala yang cukup berbeda.

Penderita yang mengalami fase awal PAD biasanya akan mudah terkena kram dan sering merasakan nyeri di sejumlah bagian tubuh. Tidak hanya itu saja, penderita juga akan merasa mudah lelah dari biasanya. Sedangkan gejala lanjutan dari PAD dapat diamati pada saat kulit penderita menjadi pucat. Anda pun akan mengalami kematian jaringan tisu yang biasa disebut dengan gangrene.

Gejala yang Dialami Penderita Kolesterol Rendah

 

gejala kolesterol rendah

Penderita yang mengalami kolesterol rendah rupanya memiliki gejala yang berbeda dari kolesterol tinggi. Berikut gejala kolesterol rendah yang harus Anda waspadai:

  • Hypocholestrolemia

Kondisi kesehatan satu ini ternyata diakibatkan oleh rendahnya jumlah serum kolesterol dalam darah. Tidak hanya itu saja, ternyata gejala satu ini baru bisa diamati jika Anda melakukan uji laboratorium. Umumnya, hasil uji laboratorium dari hypocholestrolemia tidak menampilkan kadar kolesterol HDL yang ada dalam darah.

  • Penderita Mudah Depresi

Gejala lain dari penderita kolesterol rendah adalah mudah mengalami depresi. Pasalnya, depresi ternyata berkaitan dengan jumlah kolesterol yang rendah. Terutam pada penderita yang sudah terinfeksi HIV/AIDS. Hal tersebut juga telah dibuktikan dengan pernyataan serupa yang diungkapkan dalam konferensi internasional tentang AIDS di tahun 2000 silam.

  • Mengalami Tangler Disease

Jangan salah, ternyata penderita kolesterol rendah juga dapat terserag tangler disease. Penyakit satu ini biasanya ditandai dengan munculnya amandel yang berwarna kekuningan. Tangler disease juga menyebabkan ukuran hati dan limpa pada penderita membengkak.

Cara Menjaga Kadar Kolesterol Normal

 

berolahraga menjaga kolesterol normal

Kendati Anda telah mengetahui sejumlah data yang menampilkan angka-angka seperti di atas, ternyata menjaga kadar kolesterol normal tidak mudah. Dibutuhkan usaha dan komitmen untuk menjaga kadar kolesterol tetap berada di angka aman. Nah, hal tersebut bisa dilakukan dengan sejumlah cara berikut:

  • Berolahraga Secara Teratur

Salah satu cara untuk menjaga kadar kolesterol normal adalah dengan berolahraga. Siapa yang menyangka ternyata aktivitas satu ini juga dapat berperan dalam mencegah kadar kolesterol dalam tubuh mengalami peningkatan arau pun penurunan. Dilansir dari laman Healtline.com, berolahraga ternyata dapat membantu membakar lemak. Hal tersebut ternyata berkaitan dengan peningkatan kolesterol HDL dalam tubuh.

  • Mengonsumsi Makanan Berserat

Serat merupakan salah satu bahan yang ampuh dalam menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh secara alami. Sebagai tambahan informasi, makanan berserat tinggi ternyata berperan penting dalam mengurangi jumlah kolesterol LDL dan juga trigliserida dalam tubuh. Anda bisa mendapatkan asupan serat dari buah-buahan dan sayuran.

  • Menyantap Lemak Baik

Selain serat, jenis asupan makanan yang harus Anda konsumsi untuk menjaga kolesterol normal adalah lemak-lemak baik. Lemak baik ini meliputi omega-3 yang biasa terkandung dalam minyak zaitun, avokad dan juga kacang-kacangan. Omega-3 yang ada pada lemak baik ternyata berperan sebagai zat anti-kolesterol.

  • Hindari Mengonsumsi Junk Food

Nah, salah satu cara yang mungkin dicap sebagai cara yang cukup berat adalah tidak mengonsumsi junk food. Hal ini rupanya berkaitan dengan kandungan lemak jenuh yang terdapat pada makanan-makanan cepat saji tersebut. lemak-lemak jenuh tersebut dapat menyebabkan kenaikan jumlah kolesterol LDL dan trigliserida dalam tubuh. Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk menghindari makanan-makanan seperti burger, hotdog, French fries untuk menjaga kolesterol normal.

  • Berhenti Merokok

Di antara berbagai cara di atas, ternyata merokok juga dapat mempengaruhi jumlah kolesterol dalam darah. Bahkan, laman everydayhealth.com menyebut jika berhenti merokok ternyata dapat menjaga kadar kolesterol normal. Pasalnya, kebiasaan merokok ternyata dapat mengubah kolesterol LDL (jahat) di dalam tubuh semakin bersifat ‘merusak’. Bahkan, kolesterol LDL pada perokok lebih sering menimbulkan plak pada pembuluh arteri.

  • Melakukan Pengecekan Secara Berkala

Tidak hanya menerapkan gaya hidup yang lebih sehat. Anda juga harus melakukan uji kolesterol secara berkala. Terutama bagi Anda yang sudah berusia di atas 20 tahun. Hendaklah untuk melakukan pengecekan kolesterol selama 4 hingga enam tahun sekali. Pasalnya, kondisi kolesterol di usia tersebut rentan mengalami kenaikan drastis yang berbahaya bagi tubuh.

Sedangkan pada anak-anak, tidak ada salahnya untuk melakukan pengecekan sejak usia dini. Terutama pada anak-anak yang memiliki risiko kolesterol berdasarkan genetik. Pasalnya, kondisi tersebut justru meningkatkan risiko anak dapat menderita kolesterol tinggi yang sangat fatal.

Makanan yang Dapat Membantu Menjaga Kadar Kolesterol Normal

 

makanan sehat

Salah satu penyebab terjadinya kolesterol tinggi atau pun kolesterol rendah ternyata berhubungan dengan asupan makanan. Tidak heran jika banyak para ahli yang menganjurkan penderita kolesterol untuk membatasi dan mengontrol jenis makanan yang disantap dalam sehari-hari. Nah, bagi Anda yang tertarik untuk menjaga kadar kolesterol normal dapat menambahkan sejumlah bahan makanan berikut pada menu harian.

  • Minyak Zaitun

Salah satu bahan yang dapat menjaga kadar kolesterol normal adalah minyak zaitun. Minyak zaitun atau yang dikenal dengan nama olive oil ini sudah lama digunakan sebagai salah satu obat-obatan alami yang berkhasiat dalam mengatasi beragam masalah kesehatan. Tidak hanya itu, minyak zaitun juga dapat digunakan sebagai pengganti minyak goreng yang pada umumnya mengandung lemak jenuh dan lemak trans.

Tak hanya digunakan untuk menggoreng, Anda dapat menggunakan minyak zaitun sebagai dressing pada salad sayur atau buah yang biasanya mengandung mayonnaise. Akan lebih baik lagi jika Anda menggunakan minyak zaitun murni atau yang lebih dikenal dengan extra virgin oil karena kandungan nutrisinya yang lebih beragam. Tidak hanya itu saja, pastikan untuk memasak minyak zaitun di suhu yang rendah. Pasalnya, kandungan nutrisi di dalam minyak zaitun akan rusak saat dimasak pada suhu tinggi.

  • Kacang-Kacangan

Penderita kolesterol tinggi mau pun kolesterol rendah biasanya akan dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung serat tinggi. Selain sayur dan buah, Anda juga dapat memenuhi asupan serat tersebut dari kacang-kacangan. Sebagai tambahan informasi, kacang-kacangan ternyata tidak hanya memberikan asupan protein saja. Namun, juga menjadi salah satu sumber serat yang tinggi. Sebut saja seperti kacang merah, kedelai hingga buncis yang dapat diolah menjadi sajian melezatkan.

Bahkan, kacang polong kalengan mengandung 50% lebih banyak sam folat dibandingkan dengan kacang polong yang kering. Sebagai tambahan informasi, asam folat merupakan salah satu jenis vitamin B yang sangat penting dalam menjaga kesehatan jantung Anda. Selain itu, mengonsumsi kacan-kacangan juga membuat Anda tidak bosan menyantap menu yang ampuh dalam menjaga kadar kolesterol normal. Pasalnya, kacang-kacangan dapat diolah dan dikombinasikan dengan berbagai jenis bahan makanan lain.

  • Ikan Berlemak

Penderita kolesterol tinggi kan tidak boleh mengonsumsi makanan berlemak, tapi ini kok malah disuruh menyantap ikan berlemak? Tenang! Ikan berlemak yang dimaksud di sini bukanlah ikan yang mengandung lemak trans atau lemak jenuh yang dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL dan trigliserida. Melainkan jenis ikan-ikan yang mengandung omega-3 di dalamnya. Ikan-ikan yang mengandung oemga-3 biasanya merupakan ikan laut seperti salmon, sarden hingga tuna. Namun, sejumlah ikan air tawar juga diklaim mengandung omega-3.

Bagi Anda yang tertarik untuk mengonsumsi ikan-ikan ini, laman kesehatan Health Line hanya menganjurkan untuk mengonsmsinya sebanyak dua kali dalam seminggu. Jumlah tersebut ternyata sudah memenuhi kebutuhan omega-3 dalam tubuh. Selain mengonsumsi daging ikan, Anda juga dapat menyiasatinya dengan meminum minyak ikan atau pun suplemen omega-3 yang terbuat dari ikan-ikan tersebut.

Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori

Harap diperhatikan bahwa konten pada website sehatly.com tidak bisa untuk menggantikan peran seorang dokter ataupun praktisi kesehatannya. Konten-konten sehatly hanya bertujuan untuk memberikan informasi.