Masalah Kesehatan Rematik Polimialgia dan Gejalanya

Rematik polimialgia menimbulkan rasa nyeri pada bahu dan leher. Jika dibiarkan, masalah ini bisa berakibat pada masalah lain seperti sakit kepala, rahang, hingga masalah penglihatan.
330
Rematik polimialgia

• Rematik polimialgia adalah kelainan peradangan yang menyebabkan nyeri otot dan rasa kaku terutama pada leher dan bahu.
• Ketika dibiarkan tanpa perawatan, rematik polimialgia dapat berakibat pada masalah pergerakan yang dapat mengganggu kegiatan sehari-hari.
• Rematik polimialgia umumnya diobati dengan kortikosteroid, seperti prednison. Kortikosteroid sangat efektif dalam mengurangi peradangan, dan gejalanya sering kali membaik dalam 48 jam.
• Masalah ini adalah kelainan peradangan yang menyebabkan nyeri otot dan rasa kaku pada berbagai bagian tubuh. Masalah ini paling umum mempengaruhi:

• bahu
• leher
• lengan
• pinggul

Gejalanya seringkali muncul dengan tiba-tiba dan cenderung memburuk di pagi hari.

Rematik polimialgia biasanya terjadi pada seseorang berusia lebih dari 65 tahun. Masalah ini jarang muncul pada mereka yang berusia di bawah 50 tahun. Penyakit ini juga lebih mungkin muncul pada wanita daripada pria. Masyarakat keturunan Eropa Utara dan Skandinavia juga memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap kondisi ini.

Beberapa orang dengan rematik polimialgia juga didiagnosa dengan kelainan yang terkait yang disebut dengan artritis temporal. Kondisi ini menimbulkan peradangan pada pembuluh darah di kulit kepala, leher, dan lengan. Artritis temporal juga bisa menyebabkan sakit kepala, sakit pada rahang, dan masalah penglihatan.

Apa Saja Gejala dari Rematik Polimialgia?

Nyeri dan rasa kaku pada leher dan bahu adalah gejala rematik polimialgia yang paling umum. Rasa sakit dan kaku ini bisa secara bertahap menyebar ke area lainnya seperti bahu, pinggul dan paha. Gejala ini biasanya mempengaruhi kedua sisi tubuh.

Gejala umum lainnya meliputi:
• kelelahan
• lesu
• kehilangan napsu makan
• berat badan menurun tiba-tiba tanpa direncanakan
• depresi
• demam ringan
• rentang gerak yang terbatasi

Gejala penyakit ini berkembang dengan cepat, biasanya dalam waktu beberapa hari. Dalam beberapa kasus, gejalanya terkadang muncul dalam semalam. Gejala ini cenderung memburuk di pagi hari dan secara bertahap semakin membaik dalam sehari. Bagi beberapa orang, menjadi tidak aktif dan diam dalam satu posisi untuk waktu yang sangat lama bisa membuat gejala yang muncul semakin parah.

Rasa sakit dan kaku pada akhirnya bisa menjadi begitu parah sampai penderita mengalami kesulitan dalam melakukan aktifitas sehari-hari, seperti berdiri di hadapan pelatih, memakai baju, masuk kek mobil. Terkadang, gejalanya bisa membuatmu merasa begitu kesulitan tidur.

Apa Penyebab Rematik Polimialgia?

Penyebab rematik polimialgia tidak diketahui. Namun dipercaya bahwa gen tertentu dan variasi gen dapat meningkatkan risiko terkena rematik polimialgia. Faktor lingkungan juga dapat berperan dalam pengembangan kelainan ini. Kasus baru rematik polimialgia sering kali terdiagnosa terjadi dalam siklus dan biasanya muncul musiman. Hal ini menunjukkan bahwa kemungkinan ada pemicu lingkungan, seperti infeksi virus, yang menimbulkan kondisi ini. Serangan mendadak dari gejala yang muncul juga menunjukkan bahwa penyakit ini kemungkinan disebabkan oleh infeksi. Namun, belum ada hubungan yang ditemukan dari keduanya.

Bagaimana Mendiagnosa Rematik Polimialgia

 

Gejala rematik polimialgia bisa sama dengan kondisi peradangan lainnya, termasuk lupus dan radang sendi. Untuk membuat diagnosis yang akurat, doktermu akan melakukan pemeriksaan fisik dan beberapa tes untuk memeriksa adanya peradangan dan kelainan darah.

Selama pemeriksaan, doktermu mungkin akan perlahan menggerakkan leher, lengan dan kaki untuk memeriksa rentang gerakanmu. Jika diduga menderita rematik polimialgia, dokter kemungkinan akan memerintahkan tes darah untuk memeriksa adanya tanda-tanda peradangan dalam tubuhmu. Tes tersebut akan mengukur sedimentasi eritrosit, dan kadar protein C-reaktif. Tingkat sedimentasi yang terlalu tinggi dan peningkatan tingkat protein C-reaktif biasanya menunjukkan adanya peradangan.

Doktermu mungkin akan menjadwalkan pemeriksaan USG untuk memeriksa peradangan pada sendi dan jaringan. USG menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menciptakan gambaran detail dari jaringan lunak pada bagian yang berbeda dalam tubuh. Hal ini dapat sangat membantu dalam membedakan rematik polimialgia dari kondisi lainnya yang menimbulkan gejala yang serupa.

Karena tidak ada hubungan antara rematik polimialgia dan radang sendi temporal, doktermu mungkin akan ingin melakukan biopsi. Biopsi ini adalah prosedur yang sederhana dan rendah risiko yang meliputi pengambilan sampel kecil jaringan dari pembuluh darah di pelipismu. Sampel tersebut kemudian dikirim ke laboratorium dan dianalisa untuk mencari tanda peradangan. Biopsi hanya perlu jika doktermu mencurigai peradangan pada pembuluh darah.

Tanda-tanda radang sendi temporal antara lain:

• sakit kepala yang membandel
• pandangan yang kabur atau berganda
• kehilangan penglihatan
• nyeri pada kulit kepala
• nyeri pada rahang

Bagaimana Merawat Rematik Polimialgia?

 

Tidak ada pengobatan untuk rematik polimialgia. Namun dengan perawatan yang tepat, gejalanya bisa membaik dalam 48 jam. Dokter akan memberikan resep kortikosteroid dosis rendah seperti prednisone, untuk membantu mengurangi peradangan. Dosis umumnya adalah 10 hingga 30 miligram per hari. Obat-obatan yang dijual bebas, seperti ibuprofen dan naxprofen, tidak efektif untuk mengobati gejala rematik polimialgia.

Meskipun kortikosteroid efektif dalam mengobati rematik polimialgia, obat-obatan ini juga memiliki efek samping. Penggunaan jangka panjang dapat meningkatkan risiko:

• tekanan darah tinggi
• kolesterol tinggi
• depresi
• peningkatan berat badan
• diabetes atau tingginya kadar gula dalam darah
• osteoporosis, yaitu berkurangnya kepadatan tulang
• katarak, yaitu kaburnya lensa mata

Untuk mengurangi risiko adanya efek samping negatif selama perawatan, doktermu biasanya akan merekomendasikan untuk minum suplemen kalsium dan vitamin D setiap hari. Suplemen sering kali direkomendasikan jika kamu mengonsumsi kortikosteroid selama lebih dari tiga bulan. Doktermu juga mungkin menyarankan terapi fisik untuk membantu meningkatkan kekuatan dan rentang gerakanmu.

Membuat pilihan gaya hidup yang sehat juga bisa membantumu mengurangi efek samping kortikosteroid. Mengonsumsi diet yang sehat dan membatasi asupan garam dapat membantumu mencegah tekanan darah tinggi. Olahraga rutin dapat membantumu menguatkan tulang dan otot untuk mencegah naiknya berat badan.

Doktermu akan dengan berhati-hati mengawasi kesehatanmu selama perawatan. Mereka mungkin akan secara berkala memerintahkan tes darah untuk memeriksa kadar kolesterol dan gula darahmu, merekomendasikan pemeriksaan mata tahunan, dan menjadwalkan tes kepadatan tulang secara berkala untuk mencari tanda-tanda osteoporosis. Doktermu mungkin juga akan mengurangi dosisnya setelah tiga sampai empat minggu perawatan jika gejalamu mulai membaik.

Jika gejalamu tidak membaik dengan pengobatan, maka rematik polimialgia mungkin bukanlah penyebab rasa nyeri dan kaku yang kamu alami. Dalam hal ini, dokter akan melakukan tes tambahan untuk memeriksa kelainan rematik lainnya seperti osteoarthritis dan demam rematik.

Apa Saja Komplikasi Rematik Polimialgia?

 

Gejala rematik polimialgia dapat mengganggu kegiatan sehari-hari, terutama jika kondisi tersebut dibiarkan tanpa pengobatan. Tanpa perawatan yang tepat, rasa nyeri dan kaku bisa mengurangi pergerakan. Kamu mungkin akhirnya bisa menjadi kesulitan menyelesaikan tugas-tugas sederhana sendirian, seperti mandi, berpakaian dan menyisir rambut. Beberapa orang juga mengalami kehilangan fungsi sendi secara sementara. Hal ini meningkatkan risiko masalah sendi, seperti bahu yang kaku.

Orang-orang dengan rematik polimialgia juga lebih mungkin mengalami penyakit arteri perifer. Kondisi ini merusak peredaran darah dan sering kali menyebabkan nyeri dan bisul pada kaki.

Bagaimanakah Harapan Untuk Seseorang yang Menderita Rematik Polimialgia?

Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan rematik polimialgia. Namun, penyakit ini sering kali membaik setelah perawatan diterima. Bahkan, kondisi ini biasanya berlalu setelah perawatan selama dua hingga enam tahun.

Comment 1Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori

Harap diperhatikan bahwa konten pada website sehatly.com tidak bisa untuk menggantikan peran seorang dokter ataupun praktisi kesehatannya. Konten-konten sehatly hanya bertujuan untuk memberikan informasi.