Arya Obesitas, Pengingat Untuk Menjaga Berat Tubuh Tetap Ideal

Kabar mengenai Arya obesitas rupanya dapat dijadikan sebagai pengingat untuk menjaga kesehatan tubuh. Terutama terkait dengan menjaga berat badan ideal.
351
arya obesitas

Anda tentu masih ingat dengan kabar Arya obesitas yang sempat menggemparkan masyarakat luas beberapa waktu lalu bukan? Bocah yang bernama Arya Permana ini berhasil membuat geger masyarakat terutama dunia medis dengan masalah bobot tubuhnya. Tidak tanggung-tanggung, bocah asal Karawang tersebut memiliki bobot mencapai 192 kilogram di usianya yang masih menginjak 10 tahun pada tahun 2016 silam.

Kabar Arya obesitas yang sempat menggemparkan masyarakat ini ternyata juga membuat sejumlah pihak turun tangan untuk mengatasi masalah tersebut. Tidak heran jika pada pertengahan Mei 2017 kemarin, bocah asal Karawang tersebut sudah tampak lebih kurus dari kondisi sebelumnya. Bicara soal Arya obesitas ternyata menarik untuk membahas lebih dalam mengenai masalah kesehatan satu ini.

Apa Itu Obesitas?

 

apa itu Obesitas

Dilansir dari laman Medical News Today, obesitas adalah kondisi di mana tubuh Anda kelebihan kadar lemak sehingga menimbulkan efek negatif bagi kesehatan. Berbeda lagi dengan penjelasan yang diberikan oleh laman Obesity.org. Menurut laman kesehatan satu ini, ternyata obesitas didefinisikan sebagai kondisi kronis pada tubuh seseorang. Bahkan, untuk mengatasi masalah obesitas ini diperlukan penanganan khusus.

Masih menurut laman Obesity.org, penderita obesitas biasanya memiliki jumlah jaringan adiposa yang berlebih. Jaringan adiposa sendiri merupakan salah satu jaringan dalam tubuh yang berkaitan dengan fungsi tubuh seperti pengaturan proses sekresi hingga kandungan lemak yang ada di dalam tubuh. Namun, ada hal yang harus diketahui. pasalnya, membludkanya jumlah jaringan adiposa juga berpotensi membuat Anda terserang penyakit diabetes tipe 2.

Body Mass Index

 

obesitas BMI

Salah satu cara mengetahui apakah tubuh Anda mengalami obesitas atau tidak adalah dengan menghitung Body Mass Index. Body Mass Index atau yang biasa disingkat dengan BMI merupakan kalkulasi yang membandingkan berat tubuh dengan tinggi tubuh Anda. Dari kedua hal tersebut dapat diketahui apakah tubuh Anda termasuk ke dalam tubuh ideal atau malah yang mengalami kelebihan berat badan.

Rumus dari BMI sendiri rupanya juga sangat mudah. Cukup dengan membagikan berat badan dalam satuan kilogram dengan tinggi badan kuadrat dalam satuan meter. Dari perhitungan inilah Anda dapat mengetahui berapa banyak BMI dari tubuh.

Rumus BMI: ((berat badan ÷ (tinggi badan x tinggi badan))

  • Body Mass Index Orang Dewasa

Bicara soal Body Mass Index pada orang dewasa, ternyata hasil perhitungan yang menunjukkan angka 25 atau lebih termasuk ke dalam golongan tubuh yang kelebihan berat badan alias overweight. Berbeda lagi dengan hasil perhitungan BMI yang melebihi angka 30. Hasil perhitungan BMI yang menunjukkan hasil melebihi 30 sudah bisa dipastikan jika seseorang tersebut mengalami obesitas. Kendati demikian, ternyata perhitungan satu ini tidak berlaku bagi anak-anak.

Sebagai tambahan informasi, rupanya perhitungan BMI pada orang dewasa tidak dipengaruhi oleh gender. Tidak heran jika perhitungan tersebut dan tetapan BMI berlaku baik untuk pria atau pun wanita. Kendati demikian, ternyata hasil yang diberikan pun dapat berbeda-beda tergantung dari berat badan dan tinggi badan yang dimiliki.

  • Body Mass Index pada Anak-Anak

Kasus Arya obesitas ini memang membuat banyak masyarakat gempar. Pasalnya, di usia yang baru 10 tahun pada tahun 2016 silam, Arya obesitas memiliki berat tubuh yang hampir menyentuh angka 200 kilogram. Disinggung mengenai kodisi terbaru dari Arya obesitas, ternyata laman Kliik Gizi menyebutkan jika anak-anak yang mengalami obesitas ternyata memiliki hasil Body Mass Index di atas persentil ke-95.

Kondisi yang demikian tentu mengancam kesehatan anak-anak, terutama jika melihat kondisi Arya obesitas terkini. Tak hanya itu saja, obesitas di usia anak-anak juga mempengaruhi proses metabolisme dan masa pertumbuhan. Bahkan, bukan tidak mungkin jika obesitas tersebut akan tetap menjadi ancaman anak-anak hingga dewasa.

  • Body Mass Index Anak-Anak di Bawah 5 Tahun

Jika orang dewasa yang memiliki hasil perhitungan BMI melebihi di atas 30 dianggap mengalami obesitas, berbeda lagi dengan anak-anak yang berusia di bawah lima tahun. Dilansir dari laman milik WHO, ternyata anak yang berada di rentang usia 2 hingga 5 tahun memiliki standar BMI yang berbeda bagi laki-laki dan perempuan. Bahkan, WHO menyebutkan jika anak-anak yang mengalami obesitas ternyata memiliki hasil nilai melebihi 3 standar deviasi (SD) yang sudah ditetapkan dalam Child Growth Standards milik WHO.

  • Body Mass Index Anak-Anak dalam Rentang Usia 5-19 Tahun

Namun, BMI yang berlaku bagi anak usia di rentang 2 hingga 5 tahun ternyata berbeda bagi anak-anak usia 5 hingga 19 tahun. Sebagai tambahan informasi, rupanya anak-anak usia 5 hingga 19 tahun yang memiliki standar deviasi lebih dari 2 sudah dapat digolongkan ke dalam kelompok obesitas. Sebagai tambahan infromasi, ternyata standar deviasi yang lebih dari angka 2 setara dengan BMI 30 kg/m2 pada anak-anak usia 19 tahun.

Penyebab Arya Obesitas

 
Penyebab Arya Obesitas

Arya yang kini sudah berhasil menurunkan berat badannya usai menjalani sejumlah perawatan dan juga operasi ternyata mengalami obesitas karena sejumlah faktor. Hal tersebut dijelaskan oleh salah satu tim dokter Rumah Sakit Hasan Sadikin yang sempat merawat bocah asal Karawang tersebut. Usut punya usut ternyata Arya obesitas lantaran ketidakseimbangan asupan energi melalui makanan dan minuman ke dalam tubuh. Penjelasan ini dikemukakan oleh Julistyo selaku Ketua Tim Dokter Rumah Sakit Hasan Sadikin yang sempat menangani perawatan Arya obesitas.

Namun, tim dokter Rumah Sakit Hasan Sadikin rupanya juga menemukan fakta baru mengenai kenaikan bobot tubuh Arya obesitas yang naik hingga dua kali lipat dalam masa satu tahun. Usut punya usut hal tersebut lantaran Arya mengonsumsi kalori berlebih. Tidak tanggung-tanggung, Arya obesitas mengonsumsi 6.800 kalori per harinya. Padahal, untuk anak seusianya cukup mengonsumsi kalori harian sebanyak 2.300 kalori saja.

  • Kelebihan Konsumsi Kalori

Sebagai tambahan informasi, rupanya penyebab Arya obesitas ini juga menjadi hal yang umum terjadi. Bahkan, kelebihan asupan kalori harian sangat memegang peranan penting dalam kenaikan bobot tubuh. Dilansir dari laman Medical News Today, kelebihan kalori ini bisa disebabkan oleh gaya hidup masa kini yang lebih memilih menyantap makanan cepat saji dan instan. Apalagi, makanan instan yang banyak dijual bebas di pasaran saat ini juga mengandung pemanis buatan yang dapat melonjakkan berat badan secara signifikan.

Sayangnya, asupan kalori yang melebihi jumlah normal ternyata kerap tidak diimbangi dengan gaya hidup sehat seperti berolahraga atau minimal menggerakkan badan. Apalagi, sebagai tambahan informasi, menggerakkan badan secara rutin dapat membakar jumlah kalori yang berlebih. Namun, hal tersebut rupanya menjadi hal yang sangat sulit. Apalagi teknologi saat ini membuat Anda dapat melakukan apa saja tanpa harus berpindah tempat.

  • Menyantap Mie Instan dalam Jumlah yang Tidak Wajar

Siapa yang menyangka ternyata penyebab Arya obesitas lainnya adalah menyantap mie instan dalam jumlah yang tidak wajar. Usut punya usut, penyebab Arya obesitas lantaran dirinya terbiasa menyantap 3 hingga 4 bungkus mie instan dalam sehari. Jumlah tersebut tentu membuat banyak pihak terhenyak. Apalagi dengan para dokter yang menanganinya. Pasalnya, mie instan bukanlah jenis makanan yang baik untuk dikonsumsi setiap saat atau secara rutin.

Kendati mengenyangkan, mie instan mengandung banyak kalori serta bahan-bahan pengawet di dalamnya. Kandungan bahan-bahan inilah yang membuat mie instan ampuh dalam meningkatka berat badan Arya dalam waktu singkat. Apalagi, pada saat itu Arya juga tidak mengimbanginya dengan menyantap makanan yang sehat seperti buah dan sayur.

  • Mengonsumsi Gula Secara Berlebih

Fakta lain mengenai Arya yang mengalami obesitas adalah kebiasaannya dalam menyantap makanan dan minuman instan. Siapa yang menyangka jika bocah yang sampai saat ini masih menjalani perawatan untuk menurunkan berat tubuhnya ini gemar mengonsumsi minuman kemasan dan juga es krim. Tidak tanggung-tanggung, menurut keluarga Arya mampu menghabiskan 20 kotak minuman kemasan tersebut hanya dalam waktu sehari saja.

Sebagai tambahan informasi, minuman kemasan dan es krim merupakan jenis makanan yang kerap menggunakan pemanis buatan. Pemanis buatan sendiri ternyata menjadi salahs atu pemicu obesitas pada banyak orang. Bahkan, pemanis buatan seperti fruktosa dapat meningkatkan berat badan seseorang dalam waktu singkat jika dikonsumsi secara rutin dan dalam jumlah yang banyak.

  • Kurang Bergerak

Penyebab Arya obesitas lainnya adalah kebiasaan bocah satu ini yang lebih suka berdiam diri. Kondisi tubuhnya yang mengalami obesitas ternyata membuat Arya tidak dapat melakukan beragam aktivitas dnegan mudah. Arya pun mengaku kerap merasakan sesak nafas jika melakukan aktivitas yang terlalu berat. Tidak heran jika kondisi tubuhnya yang demikian membuat Arya lebih sering menghabiskan waktu luangnya untuk bermain Plays Station.

Hobi Arya satu ini rupanya juga menjadi pemicu obesitas Arya tidak kunjung teratasi. Pasalnya, pada saat bermain PS, Arya akan berlama-lama duduk memandangi layar TV yang menyebabkan kalori dan lemak dari makanan yang ia santap tertimbun dalam tubuh. Tentu saja kebiasaan Arya satu ini juga membuat bocah yang masih duduk di bangku SD ini kesulitan menurunkan berat badannya saat ini. Namun, belakangan diketahui jika Arya sudah mulai rutin berolahraga dengan mengangkat barbell pemberian Ade Rai.

Konsekuensi yang Harus Dihadapi oleh Arya Obesitas

 

akibat obesitas

Memiliki bobot tubuh melebihi angka yang seharusnya rupanya memberikan dampak yang negatife. Terutama bagi kesehatan tubuh. Arya obesitas yang sempat memiliki bobot mencapai angka 190 kilogram ini tidak hanya kesulitan dalam menggerakkan badannya saja. Namun, juga berisiko terkena sejumlah penyakit kronis yang cukup fatal. Dilansir dari laman CDC.gov, anak-anak yang mengalami obesitas berisiko mengalami sejumlah penyakit seperti berikut.

  • Tekanan Darah dan Kolesterol Tinggi

Siapa yang menyangka jika Arya obesitas juga terancam terkena penyakit tekanan darah tinggi dan juga kolesterol tinggi. Hal ini disebabkan oleh banyaknya kadar lemak dalam darah. Tidak heran jika jumlah lemak yang melebihi angka normal dalam darah berisiko menyebabkan kolesterol tinggi yang memicu timbulnya penyakit kronis lainnya. Tidak tanggung-tanggung, kolesterol dan tekanan darah tinggi dapat mengundang penyakit jantung koroner hingga stroke.

  • Diabetes Tipe 2

Sejak awal, penderita oebsotas memang dikaitkan dengan penyakit diabetes tipe 2. Penyakit satu ini timbul lantaran penderita obesitas cenderung memperbanyak mengonsumsi makanan mansi yang dapat meningkatkan produksi insulin, Kondisi yang demikian lah yang menyebabkan penderita obesitas berisiko tinggi terserang diabetes tipe 2.

  • Gangguan Pernafasan

Arya obesitas memang beberapa kali sempat mengeluh kesulitan dalam bernafas. Usut punya usut, masalah yang dihadapi oleh Arya obesitas merupakan salah satu konsekuensi yang umum terjadi pada penderita obesitas. Hal tersebut ternyata terjadi lantaran paru-paru mengalami tekanan oleh lemak pada bagian perut yang jumlahnya melebihi normal. Dilansir dari laman Get Asthma Help, asma yang kerap menyerang penderita obesitas ternyata tidal dapat dikontrol dengan mudah dan dapat meningkatkan peradangan pada paru-paru.

Kabar Terkini Arya Obesitas

 

arya obesitas

Kendati di tahun 2016 silam Arya obesitas sempat menjalani sejumlah perawatan medis, ternyata berat badan bocah asal Karawang tersebut sudah berangsur berkurang. Sebagai tambahan informasi, Arya obesitas sempat ditangani oleh tim medis Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung dalam menurunkan berat badannya. Tidak tanggung-tanggung, Arya obesitas berhasil menurunkan berat tubuhnya sebanyak 8 kilogram setelah menjalani perawatan selama 8 bulan.

Selain menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Arya ternyata juga mendapat tawaran pengobatan oleh tim dokter Rumah Sakit Omni, Alam Sutra, Tangerang. Bahkan, prosedur yang melibatkan operasi bariatrik tersebut dilaksanakan pada 17 April 2017 kemarin. Beruntung, dua minggu pasca menjalani operasi tersebut bobot tubuh Arya berhasil berkurang sebanyak 17 kilogram.

Operasi Bariatrik

 

Operasi Bariatrik

Jenis operasi satu ini rupanya menjadi pilihan utama bagi penderita obesitas. Bahkan, operasi bariatrik menggunakan teknik invasive alias operasi laparospocic. DIlansir dari laman ASMBS.org, operasi satu ini juga menjalankan sejumlah prosedur seperti gastric bypass, sleeve gastrectomy hingga biliopancreatic. Bicara soal operasi bariatrik yang sempat dilakukan oleh Arya obesitas, ternyata tim dokter Rumah Sakit Omni memiliki cara tersendiri.

Dijelaskan oleh Dr. Handy selaku dokter bedah yang turut mengoperasi Arya obesitas, operasi bariatrik dilakukan dengan membuat sejumlah sayatan pada lambung. Bahkan, tim dokter membuat tiga hingga empat sayatan pada lambung Arya. Masing-masing sayatan tersebut berukuran 1 centimeter. Disinggung mengenai prosedur satu ini, ternyata Dr. Handy memiliki alasan tersendiri.

  • Alasan Dokter Memilih Operasi Bariatrik

Operasi bariatrik yang dilakukan oleh tim dokter Rumah Sakit Omni memang dapat menurunkan bobot tubuh Arya obesitas hingga 17 kilogram hanya dalam 2 minggu saja. Kendati demikian, ternyata tim dokter tidak serta merta memilih operasi satu ini. Selain dapat mengecilkan ukuran lambung Arya obesitas hingga 1/3 ukuran aslinya, cara satu ini ampuh menjaga bobot tubuh Arya obesitas.

Dr. Handy menyebutkan jika operasi satu ini juga dapat membuat lambung terasa lebih kenyang dalam waktu lama. Tidak hanya itu saja, dokter bedah satu ini juga menyatakan jika operasi bariatrik dapat mencegah terjadinya efek yoyo yang membuat berat tubuh mengalami kenaikan kembali. Selain itu, operasi tersebut juga dapat menekan produksi hormon ghrelin yang kerap menimbulkan rasa lapar.

  • Ampuh Cegah Penyakit Tambahan

Salah satu dokter spesialis anak yang juga turut menangani Arya obesitas mengungkapkan jika operasi bariatrik merupakan salah satu jenis operasi yang kerap digunakan di negara maju bagi penderita obesitas. Kendati membuat ukuran lambung menyusut, ternyata operasi tersebut tidak akan mengganggu fungsi lambung sebagai organ pencernaan. Namun, Marlyn mengaku jika operasi bariatrik juga ampuh dalam mencegah sejumlah penyakit komplikasi.

Sebagai tambahan informasi, penderita obesitas memang kerap mengalami diabetes. Namun, tidak hanya itu saja, rupanya masih ada sejumlah penyakit kronis lain yang menghantui para penderita obesitas, termasuk Arya obesitas. Di antaranya adalah penyakit jantung, dyslipidemia hingga kanker yang dapat mengancam keselamatan Arya sendiri.

Pencegahan Obesitas

 

olahraga mencegah obesitas

Bagi Anda yang tak mau bernasib sama dengan Arya obesitas, jangan panik dan khawatir. Pasalnya, sejumlah cara berikut ampuh dalam mencegah obesitas.

  • Berolahraga Secara Teratur

Salah satu cara yang dapat mencegah Anda mengalami nasib serupa dengan Arya obesitas adalah dengan berolahraga. Kegiatan yang melibatkan gerak badan tersebut ampuh dalam membakar kalori tubuh. Apalagi, seperti yang telah diketahui salah satu penyebab utama obesitas adalah terlalu banyaknya jumlah kalori yang ada di dalam tubuh. Akan lebih baik jika Anda meluangkan waktu berolahraga seminggu sekali.

  • Menjalankan Diet Sehat

Selain meluangkan waktu untuk berolahraga, ternyata Anda harus mengontrol asupan makanan juga. Pasalnya, makanan yang mengandung lemak jenuh dan pemanis buatan dapat memicu obesitas. Biasanya, dua bahan tersebut terkandung pada makanan cepat saji atau pun makanan instan yang banyak dijual di pasaran. Maka dari itu, tidak ada salahnya jika Anda mulai mengganti makanan tersebut dengan buah atau sayur yang lebih bergizi dan bernutrisi.

Well, kabar mengenai Arya obesitas ternyata dapat membuat Anda mengetahui sedikit banyak mengenai obesitas. Kondisi yang demikian tidak hanya membuat Anda susah bergerak. Namun, juga dapat memicu penyakit kronis lain yang membahayakan nyawa. Tidak ada salahnya jika kondisi Arya obesitas dijadikan bahan pembelajaran agar dapat menjaga tubuh tetap sehat.

Comment 1Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori

Harap diperhatikan bahwa konten pada website sehatly.com tidak bisa untuk menggantikan peran seorang dokter ataupun praktisi kesehatannya. Konten-konten sehatly hanya bertujuan untuk memberikan informasi.