Obesitas Adalah Masalah Kesehatan yang Tak Boleh Disepelekan!

Obesitas adalah salah satu kondisi di mana tubuh memiliki kadar lemak dari angka yang seharusnya. Kondisi yang demikian juga kerap menyebabkan penyakit.
379
obesitas adalah

Obesitas adalah salah satu tanda jika tubuh Anda sedang dalam keadaan yang tidak sehat. Sebagai tambahna informasi, masalah obesitas kerap dianggap sepele oleh sebagian orang. Bahkan, banyak yang menganggap jika obesitas adalah kelebihan berat badan biasa. Namun, siapa yang akan menyangka ternyata oebsitas justru kondisi tubuh yang perlu diwaspadai. Pasalnya, obesitas juga dapat memicu timbulnya penyakit kronis lainnya.

Obesitas Adalah

 

obesitas

Bicara soal obesitas, ternyata masalah kesehatan satu ini bukanlah hal yang pantas untuk disepelekan. Bahkan, dilansir dari laman Medical News Today, obesitas adalah salah satu kondisi di mana tubuh memiliki akumulasi lemak yang berlebih dari jumlah normal. Biasanya, lemak tubuh penderita obesitas memiliki kadar lebih dari 20% dari jumlah yang seharusnya. Kondisi yang demikian, ternyata membuat tubuh berisiko tinggi terkena penyakit kronis lainnya.

Tidak tanggung-tanggung, penderita obesitas juga kerap dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan lain seperti diabetes tipe 2 hingga serangan jantung. Hal ini dikarenakan jumlah insulin serta kadar lemak yang memicu kolesterol tinggi. Kendati demikian, ternyata obesitas tidak hanya dapat menyerang pada orang dewasa saja. Masalah obesitas juga dapat menimpa anak-anak.

Mengetahui Obesitas pada Orang Dewasa

 

obesitas

Obesitas adalah salah satu masalah kesehatan yang cukup kompleks. Dilansir dari laman CDC.gov, obesitas sendiri ternyata dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Mulai dari penerapan gaya hidup tidak sehat hingga masalah genetis. Kendati demikian, ternyata obesitas kerap menyerang orang dewasa yang kurang bisa menjaga tubuh.

Dilansir dari laman CDC,gov, negeri Paman Sam alias Amerika ternyata memiliki 36.5% penderita obesitas yang semuanya merupakan orang dewasa. Tidak hanya itu saja, rupanya penderita obesitas juga berisiko tinggi mengalami masalah kesehatan pada jantung. Biasanya, orang dewasa pada usia 20 tahun atau lebih yang memiliki BMI dengan hasil 30 atau lebih inilah yang digolongkan sebagai penderita obesitas.

Obesitas pada Anak-Anak

 

anak anak

Obesitas adalah salah satu masalah kesehatan yang tak boleh untuk dilalaikan. Pasalnya, obesitas yang menyerang anak-anak juga berimbas pada proses tumbuh kembang. Salah satu contoh nyata dari bahaya dari obesitas sendiri adalah Arya Permana. Bocah asal Karawang tersebut memiliki bobot mencapai angka 190 kilogram di usianya yang baru 10 tahun. Tidak hanya kesulitan dalam bergerak, ternyata Arya juga mengeluhkan sejumlah penyakit.

Dilansir dari laman Web MD, anak-anak yang menderita obesitas rupanya lebih berisiko menjadi obesitas di masa dewasanya. Terkait dengan obesitas yang dialami anak-anak, ternyata kelebihan berat badan jauh dari angka normal ini juga mengancam keselamatan anak. Pasalnya, obesitas adalah salah satu kondisi tubuh yang dapat memicu timbulnya penyakit lain. Misalnya saja diabetes hingga serangan jantung.

  • Risiko Obesitas Pada Anak-Anak

Obesitas ternyata tidak hanya menyerang orang dewasa saja. Anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan juga rentan terserang masalah obesitas. Dilansir dari laman Medscape, sebanyak 21-24% anak-anak di benua Amerika menderita obesitas. Tentu saja angka tersebut bukanlah angka yang kecil mengingat risiko kesehatan yang diakibatkan. Sebagai tambahan informasi, obesitas pada anak-anak ternyata juga dapat menyebabkan sejumlah penyakit kronis. Sebut saja mulai dari diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, hyperlipidemia hingga masalah kesehatan yang menyerang hati.

  • Masalah Kesehatan Terkait

Obesitas pada anak-anak merupakan masalah kesehatan yang kompleks. Pasalnya, penderita obesitas akan terserang sejumlah penyakit yang berkaitan dengan genetik. Dilansir dari laman kesehatan Medscape, berikut sejumlah penyakit yang kerap menyerang anak-anak penderita obesitas:

  • Prader-Will sindrom
  • Laurence-Moon-Biedl atau Bardet-Biedl sindrom
  • Cohen sindrom
  • Pseudohypoparathyroidism
  • Down sindrom
  • Turner sindrom

Tidak hanya itu saja, sejumlah penderita obesitas anak-anak juga akan mengalami masalah pada sistem hormonal yang meliputi:

  • Berkurangya hormon pertumbuhan yang akan berpengaruh pada perkembangan jaringan tubuh dan organ pada anak. Bahkan, masalah satu ini juga dapat menjadi pimcu kekerdilan yang membuat tubuh anak tidak dapat berkembang secara normal.
  • Hypotyroidism merupakan salah satu kondisi di mana kelenjar tiroid tidak memproduksi cairan dengan jumlah yang seharusnya. Kondisi yang demikian ternyata membawa pengaruh yang cukup besar bagi kesehatan tubuh. bahkan, hypothyroidism juga dapat menyebabkan gangguan pada ritme jantung, pengaturan suhu tubuh hingga ketidakseimbangan pada sistem metabolisme. Sebagai tambahan informasi, penyakit satu ini biasa ditandai dengan penderita yang kerap mengeluhkan rasa capek berlebih, sensistif terhadap dingin, mengalami konstipasi hingga memiliki kulit yang kering.
  • Precocius puberty merupakan kondisi di mana anak-anak akan mengalami pubertas lebih awal. Kondisi yang demikian juga membuat tubuh anak-anak memiliki bentuk seperti orang dewasa. Biasanya, penyakit satu ini menyerang anak-anak pada usia tertentu. Misalnya saja pada anak perempuan yang kebanyakan akan mengalami precocious puberty sebelum memasuki usia 8 tahun. Sedangkan anak-anak laki-laki akan mengalami gejala serupa sebelum menginjak usia 9 tahun.
  • Mengonsumsi Jenis Obat-Obatan Tertentu

Tidak hanya pola makan yang kurang sehat, penyebab obesitas pada anak-anak juga dapat disebabkan oleh pengonsumsian jenis-jenis obat tertentu. Dilansir dari laman kesehatan Medscape, berikut jenis obat untuk anak-anak yang dapat menaikkan berat badan dalam waktu singkat jika dikonsumsi secara terus-menerus.

  • Cortisol
  • Sulfonylureas
  • Megace
  • Tricylic antidepressant
  • Monoamine oxidase inhibitors
  • Insulin
  • Risperidone
  • Clozapine

Penyebab Obesitas yang Harus Diketahui

 

berat badan

Obesitas adalah salah satu kondisi tubuh yang wajib untuk diwaspadai. Kendati dapat diamati dengan berat tubuh yang jauh dari angka normal, ternyata obesitas ditimbulkan oleh beberapa hal seperti berikut.

  • Genetika

Salah satu penyebab dari obesitas adalah masalah genetika. Faktor satu ini merupakan salah satu faktor yang tidak dapat dicegah kemunculannya. Obesitas yang disebabkan oleh masalah genetic rupanya disebabkan oleh adanya hormone yang mengatur regulasi lemak dalam tubuh. Dilansir dari laman Medicine Net, hormon tersebut dapat mengurangi jumlah leptin.

Sebagai tambahan informasi, leptin sendiri merupakan salah satu hormon yang diproduksi pada sel lemak dan plasenta. Leptin ternyata berfungsi dalam mengatur dan menjaga berat tubuh dengan memberikan perintah ke otak untuk menenkan nafsu makan.

  • Mengonsumsi Banyak Makanan

Seperti yang telah diketahui sebelumnya, obesitas adalah kondisi di mana tubuh mengalami kelebihan kadar lemak. Biasanya, hal tersebut disebabkan oleh kebiasaan Anda yang kerap disepelekan. Salah satunya adalah menyantap makanan secara berlebih. Kebiasaan buruk tersebut rupanya membuat tubuh menimbun kalori yang tidak diperlukan. Jika sudah demikian, tubuh tidak hanya menjadi lebih gemuk.

Namun, menyantap terlalu banyak makanan terutama jenis makanan yang mengandung karbohidrat dan juga pemanis juga dapat memicu munculnya diabetes tipe 2. Hal ini lantaran karbohidrat dan pemanis buatan tersebut menstimulasi produksi insulin berlebih pada tubuh. Tidak heran jika sebagian besar penderita obesitas juga mengidap penyakit diabetes 2.

  • Kurang Bergerak

Di zaman yang sudah canggih seperti saat ini banyak orang yang kerap memanfaatkan teknologi untuk melakukan sejumlah aktivitas. Bahkan, kecanggihan teknologi masa kini membuat Anda dapat melakukan hampir segala hal hanya dalam sekali sentuh. Kebiasaan ini ternyata juga memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Pasalnya, tubuh yang kurang bergerak ternyata tidak dapat membakar kalori yang tersisa.

Tidak heran kebiasaan seperti menghabiskan waktu di depan TV atau gadget selama seharian membuar tubuh lebih mudah mengalami kenaikan berat badan hingga mengalami obesitas. Dilansir dari The National Health and Nutririon Examination Survey, faktor satu ini rupanya berlaku bagi para wanita dan juga pria.

  • Mengonsumsi Jenis Obat Tertentu

Kendati obesitas kerap disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat, ternyata kondisi satu ini juga dapat dipicu oleh sejumlah jenis obat tertentu. Dilansir dari laman Medicine Net, terdapat sejumlah obat yang dapat memicu kenaikan berat badan. Obat-obatan tersebut biasanya diberikan kepada pasien yang sedang menjalani perawatan tertentu.

Misalnya saja obat-obatan yang mengandung antidepressant, anticonvulsants, valproate dan juga obat-obatan untuk diabetes. Mulai dari insulin, sulfonylureas hingga thiazolidinediones. Tidak hanya itu aja, rupanay sejumlah obat-obatan yang berhubungan dengan alat kontrasepsi juga kerap memicu kenaikan berat badan.

Menghitung Tubuh Ideal dengan BMI

 

BMI

BMI merupakan kepanjang dari Body Mass Index. BMI sendiri merupakan perhitungan kalkulus yang biasa digunakan untuk menentukan apakah berat tubuh seseorang sudah sesuai dengan tinggi yang dimiliki. Bahkan, denga perhitungan BMI, Anda dapat mengetahui apakah tubuh tergolong ke dalam berat tubuh normal atau justru obesitas.

Bicara soal BMI, ternyata dari perhitungan dari rumus satu ini cukup mudah. Hanya dengan menggunakan berat badan dalam satuan kilogram dan tinggi badan dalam satuan centimeter. Rumus tersebut dapat digunakan pada orang dewasa mau pun anak-anak. Hasil dari perhitungan tersebut akan berakhir dalam satuan kg/cm2.

Rumus BMI à berat badan : (tinggi badan x tinggi badan)

  • Pembagian Menurut BMI

Dilansir dari laman Centers for Disease Control and Prevention, ternyata BMI orang dewasa dibagi menjadi beberapa macam seperti berikut.

  • BMI yang kurang dari 18,5 digolongkan ke dalam berat tubuh yang kurus
  • Berat tubuh normal memiliki hasil BMI yang berkisar antara 18,5 hingga kurang dari 25
  • Sedangkan BMI yang berkisar antara 25 hingga 30 digolongkan ke dalam kategori overweight
  • BMI yang lebih dari 30 sudah dipastikan merupakan penderita obesitas.
  • Kategori Obesitas Menurut BMI

Kendati BMI dapat menentukan apakah tubuh Anda termasuk ke dalam angka normal atau tidak, ternyata dengan BMI juga dapat diketahui tingkatan penderita obesitas. Nah, berikut ini pembagian tingkatan obesitas berdasarkan BMI.

  • Kelas pertama merupakan penderita obesitas yang memiliki BMI kurang dari 35
  • Penderita obesitas yang memiliki BMI kurang dari 40 termasuk ke dalam kelas kedua
  • Sedangkan, kelas ketiga merupakan kelas tertinggi di mana penderita obesitas memiliki perhitungan BMI lebih dari 40. Kelas satu ini juga kerap disebut dengan obesitas ekstrim.

Menghitung Obesitas dengan Lingkar Pinggang

 

lingkar pinggang

Salah satu cara mengetahui obesitas adalah dengan menghitung lingkar pinggang. Cara ini kerap digunakan oleh sebagian orang untuk mengetahui apakah berat tubuh sudah termasuk ke dalam kategori normal atau tidak. Perhitungan lingkar pinggang rupanya berkaitan dengan banyaknya lemak yang ada di bagian tubuh tertentu, salah satunya yakni bagian abdomen alias perut.

Bahkan, perhitungan lingkar pinggang ini dapat mengetahui risiko penyakit lain sepert diabetes, tekanan darah tinggi hingga penyakit jantung. Nah, rupanya perhitungan lingkar pinggang ini memiliki hasil berbeda berdasarkan gender dan juga ras dari seseorang. Misalnya saja perempuan yang berasal dari ras Asia diklaim menjadi penderita obesitas jika memiliki lingkar pinggang lebih dari 90 cm. Sedangkan pria Asia yang memiliki lingkar pinggang lebih dari 80 cm baru digolongkan sebagai penderita obesitas.

Menghitung Obesitas dengan Skin Calipers

 

skin calipers

Metode satu ini rupanya jarang diketahui oleh banyak orang. Namun, siapa yang akan menyangka jika cara satu ini dapat mengetahui kandungan lemak dalam tubuh hanya dengan mengetahui ketebalan kulit. Dilansir dari laman Medicine Net, ternyata metode skin calipers biasa dikerjakan dengan mengetahui ketebalan lapisan kulit dan lapisan lemak pada kulit di sejumlah bagian tubuh tertentu.

Perhitungan metode ini pun menggunakan alat yang disebut calipers atau jangka lengkung. Caliper sendiri merupakan alat khusus yang digunakan untuk mengetahui ketebalan lemak pada lapisan kulit. Hasil dari perhitungan menggunakan jangka tersebut dapat digunakan untuk menemukan persentase kadar lemak melalui perhitungan manual.

Ciri-Ciri Anda Mengalami Obesitas

 

diet

Seperti yang telah diketahui sebelumnya, obesitas adalah salah satu masalah kesehatan yang dapat memicu munculnya penyakit lainnya. Nah, berikut sejumlah penyakit yang kerap menandai jika Anda tengah mengalami obesitas.

  • Mengalami Gangguan Pernafasan

Penderita obesitas kerap mengeluhkan masalah satu ini. Yup! Seperti yang telah banyak diketahui, orang gemuk cenderung memiliki nafas yang lebih pendek dibanding dari orang-orang yang memiliki berat tubuh ideal. Rupanya gangguan pernafasan yang cukup mengganggu ini masih berkaitan dengan kadar lemak yang ada pada tubuh. Khususnya pada bagian abdomen.

Dilansir dari laman Uptodate.com, gangguan pernafasan pada penderita obesitas adalah masalah yang umum terjadi. Biasanya hal tersebut disebabkan oleh banyaknya lemak yang berada pada bagian dada dan perut menekan paru-paru. Kondisi yang demikian ternyata membuat paru-paru bekerja lebih keras dalam memompa udara dari dan keluar tubuh. Hal inilah yang akhirnya menyebabkan gangguan pernafasan.

  • Berkeringat Berlebihan

Salah satu ciri obesitas adalah tubuh lebih mudah berkeringat. Kondisi yang demikian rupanya menjadi salah satu gejala yang paling mudah diamati bagi Anda yang mengalami obesitas. Dilansir dari laman Mayo Clinic, gejala obesitas satu ini rupanya tidak memiliki alasan medis yang mendetail. Namun, kondisi tubuh yang lebih mudah dan sering mengeluarkan keringat ini disebut dengan hyperdrosis.

Kondisi yang demikian biasanya disebabkan karena kelenjar keringat bekerja secara berlebihan dan membutuhkan perspirasi setiap saat. Tidak hanya itu saja, tubuh yang mudah mengeluarkan keringat juga menjadi peringatan bagi Anda. Pasalnya, gejala tersebut juga dialami oleh penderita diabetes. Apalagi, seperti yang telah diketahui penderita obesitas kerap dikaitkan dengan obesitas tipe 2.

  • Mendengkur Saat Tidur

Obesitas adalah salah satu masalah kesehatan yang juga dapat ditandai dengan kebiasaan mendengkur. Dilansir dari laman Snoring Devices That Work, ternyata lemak tubuh memiliki keterkaitan dengan kebiasaan mendengkur. Kebiasaan satu ini rupanya disebabkan oleh adanya jaringan lemak yang tumbuh di sekitar tenggorokan. Kondisi yang demikian rupanya memberikan tekanan pada daerah sekitarnya, terutama kerongkongan pada saat Anda tidur.

Tidak hanya itu saja, kelebihan jaringan lemak pada kerongkongan ternyata juga mengendurkan otot-otot yang berada di area tersebut. Hal inilah yang menjadikan Anda kerap mendengkur saat tidur. Nah, gejala satu ini ternyata hanya dapat dihilangkan dengan menurunkan berat badan ke angka normal saja.

Penanganan Obesitas

 

olahraga

Kendati obesitas adalah masalah kesehatan yang cukup serius, ternyata Anda dapat mengetasi menggunakan sejumlah cara. Nah, tidak ada salahnya untuk menjajal sejumlah cara berikut ini.

  • Menjalani Diet Sehat

Salah satu cara menangani obesitas adalah dengan menerapkan diet sehat. Seperti yang telah diketahui, obesitas merupakan masalah kesehatan yang kerap disebabkan oleh kalori yang berlebihan. Nah, maka dari itu, tidak ada salahnya jika mulai sekarang Anda lebih selektif lagi dalam mengonsumsi makanan. Salah satunya adalah dengan membatasi asupan makanan yang mengandung karbohidrat dan pemanis.

Akan lebih baik jika Anda mulai memperbanyak menyantap buah dan sayur yang mengandung serat tinggi dan beragam vitamin. Selain dapat menurunkan berat badan secara alami, kandungan nutrisi di dalamnya juga akan membantu menjaga tubuh tetap bugar. Selain itu, beragam vitamin dalam buah dan sayur ampuh dalam mencegah munculnya penyakit lain.

  • Rajin Berolahraga

Selain menjalani diet sehat dengan mengontrol asupan makanan, Anda dapat menurunkan bobot tubuh dengan berolahraga. Berolahraga secara teratur dapat membakar kalori di dalam tubuh. Apalagi seperti yang telah diketahui kalori menjadi salah satu penyebab utama dari obesitas. Nah, bagi Anda yang tidak memiliki banyak waktu dapat menyiasatinya dengan rajin menggerakkan tubuh di sela-sela kegiatan.

Bahkan, olahraga yang dilakukan saat sedang beraktivitas atau bekerja pun sudah banyak tersebar luas di internet. Nah, bagi Anda yang berada di rumah juga dapat menyiasatinya dengan melakukan pekerjaan rumah yang kerap membuat berkeringat dan bergerak lebih aktif.

Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori

Harap diperhatikan bahwa konten pada website sehatly.com tidak bisa untuk menggantikan peran seorang dokter ataupun praktisi kesehatannya. Konten-konten sehatly hanya bertujuan untuk memberikan informasi.