Mengenali Bahaya Kehamilan Ektopik yang Mengancam Jiwa

Kehamilan ektopik berpotensi membahayakan jiwa ibu. Kenali gejala dan penyebabnya berikut ini untuk menentukan langkah lebih lanjut yang bisa diambil.
708
Masalah Kehamilan Ektopik

Dari pembuahan hingga ke kelahiran, kehamilan memerlukan sejumlah langkah dalam tubuh wanita. Salah satunya adalah ketika sel telur yang dibuahi bergerak ke rahim dan menempelkan dirinya sendiri. Dalam kasus kehamilan ektopik, sel telur yang dibuahi ini tidak menempel ke rahim. Sebaliknya, sel telur ini malah menempel pada tuba falopi, rongga perut, atau leher rahim. Meskipun tes kehamilan dapat menunjukkan bahwa seorang wanita sedang hamil, tapi sel telur tidak dapat tumbuh dengan benar di tempat lain selain rahim. Menurut Akademi Dokter Keluarga Amerika (AAFP), masalah kehamilan ektopik muncul pada satu dari setiap 50 kehamilan.

Masalah kehamilan ektopik yang tidak mendapatkan penangan dapat menjadi darurat medis. Pengobatan yang tepat mengurangi risiko komplikasi dari kehamilan ektopik, meningkatkan kesempatan kehamilan di masa depan yang sehat dan mengurangi komplikasi kesehatan di masa depan.

Apa Penyebab Masalah Kehamilan Ektopik?

 

Penyebab masalah kehamilan ektopik tidak selalu jelas. Dalam beberapa kasus, kondisi berikut ini dikaitkan dengan kehamilan ektopik:

• peradangan dan luka pada tuba falopi dari kondisi medis, infeksi atau operasi sebelumnya
• kelainan genetik
• cacat lahir
• kondisi medis yang mempengaruhi bentuk dan kondisi tuba falopi dan organ reproduksi

Dokter kemungkinan mampu memberikan informasi yang lebih spesifik tentang kondisimu.

Siapa yang Berisiko Mengalami Masalah Kehamilan Ektopik?

 

Semua wanita yang aktif secara seksual memiliki risiko mengalami kehamilan ektopik. Faktor risiko tersebut meningkat dengan salah satu kondisi berikut:

• kehamilan usia 35 tahun atau lebih
• riwayat operasi panggul, operasi perut, atau beberapa kali aborsi
• pernah mengalami penyakit radang panggul
• riwayat endometriosis
• pembuahan tetap terjadi meski melakukan ligasi tuba (sterilisasi permanen dengan pembedahan yang memotong dan mengikat tuba falopi) atau alat kontrasepsi (IUD)
• pembuahan yang dibantu oleh obat kesuburan atau prosedur
• merokok
• riwayat masalah kehamilan ektopik
• riwayat penyakit menular seksual (STD), seperti gonore atau klamidia
• memiliki kelainan struktural pada saluran tuba yang menyulitkan sel telur untuk berpindah

Jika kamu memiliki faktor risiko di atas, bicaralah pada doktermu. Kamu bisa berusaha bersama doktermu atau spesialis kesuburan untuk meminimalisir risiko masalah kehamilan ektopik di masa depan.

Apa Saja Gejala Kehamilan Ektopik?

Mual dan nyeri payudara adalah gejala yang umum baik dalam kehamilan ektopik maupun rahim. Gejala berikut ini lebih umum dalam kehamilan ektopik dan dapat menunjukkan keadaan darurat medis:

• gelombang rasa sakit yang tajam di daerah perut, panggul, bahu, atau leher
• rasa sakit yang parah di salah satu sisi perut
• pendarahan atau bercak ringan hingga hebat dari vagina
• pusing atau pingsan
• tekanan pada dubur

Kamu harus menghubungi doktermu untuk mencari bantuan segera jika kamu tahu bahwa kamu hamil dan mengalami beberapa gejala tersebut.

Mendiagnosis Kehamilan Ektopik

Jika kamu curiga bahwa kamu mungkin mengalami kehamilan ektopik, segeralah temui doktermu. Kehamilan ektopik tidak bisa didiagnosa melalui pemeriksaan fisik. Namun, doktermu mungkin akan melakukannya untuk menghapus faktor-faktor lain.

Langkah lain untuk mendiagnosanya adalah dengan USG transvaginal. Langkah ini melibatkan memasukkan alat seperti tongkat ke dalam vagina sehingga dokter bisa melihat apakah ada kantung kehamilan di dalam rahim.

Doktermu mungkin juga akan melakukan tes darah untuk menentukan tingkat hCG dan progesteron. Keduanya adalah hormon yang muncul selama kehamilan. Jika hormon ini mulai menurun atau tetap sama selama beberapa hari dan tidak ada kantung hamil saat dilakukan USG, maka kehamilan yang dialami kemungkinan ektopik.

Jika kamu mengalami gejala yang parah, seperti rasa sakit atau pendarahan yang signifikan, mungkin tidak akan ada cukup waktu untuk menyelesaikan semua langkah ini. Tuba falopi bisa pecah dalam kasus yang ekstrim, menimbulkan pendarahan internal parah. Doktermu kemudian akan melakukan operasi darurat untuk menyediakan perawatan segera.

Mengobati Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik tidak aman bagi ibu. Selain itu, embrio juga tidak akan bisa berkembang dengan baik. Jadi perlu pengambilan embrio sesegera mungkin demi kesehatan ibu dan kesuburan jangka panjang. Pilihan pengobatan sangat tergantung pada lokasi kehamilan ektopik dan perkembangannya.

  • Pengobatan

Doktermu kemungkinan akan memutuskan bahwa komplikasi langsung tidak mungkin terjadi. Dalam hal ini, doktermu dapat membuat resep beberapa obat yang dapat membantu menjaga massa ektopik tidak pecah. Menurut Akademi Dokter Keluarga Amerika, salah satu obat yang umum untuk hal ini adalah methotrexate (Rheumatrex). Methotrexate adalah obat yang menghentikan pertumbuhan tersebut dengan cepat membelah sel, seperti sel pada massa ektopik. Jika kamu minum obat ini, doktermu akan memberikannya dalam bentuk suntikan. Kamu juga harus melakukan tes darah secara rutin untuk memastikan bahwa obat tersebut efektif. Ketika efektif, obat ini akan menimbulkan gejala seperti keguguran. Diantaranya termasuk kram, pendarahan, dan keluarnya jaringan. Operasi lebih lanjut jarang dibutuhkan setelah hal ini terjadi. Methotrexate tidak membawa risiko kerusakan tuba falopi yang sama seperti dengan operasi. Kamu tidak akan bisa hamil selama beberapa bulan setelah menggunakan obat ini.

  • Operasi laparatomi

Banyak ahli bedah menyarankan pengambilan embrio dan memperbaiki kerusakan internal. Prosedur ini disebut dengan laparotomi. Doktermu akan memasukan kamera kecil melalui sayatan kecil untuk memastikan mereka bisa melihat hasil kerjanya. Ahli bedah mengambil embrio dan memperbaiki kerusakan pada tuba falopi. Jika operasi gagal, ahli bedah mungkin akan mengulangi laparotomi, kali ini dengan sayatan yang lebih besar.

Doktermu mungkin akan perlu mengambil tuba falopi dalam pembedahan jika organ tersebut rusak.

  • Perawatan di Rumah

Doktermu akan memberikan instruksi spesifik tentang merawat sayatan setelah operasi. Tujuannya adalah untuk menjaga agar sayatan tersebut tetap bersih dan kering saat penyembuhan. Periksa setiap hari untuk tanda-tanda infeksi, diantaranya termasuk:

• pendarahan yang tidak segera berhenti
• pendarahan berlebihan
• cairan berbau busuk
• panas ketika disentuh
• kemerahan
• bengkak

Kamu juga dapat melihat adanya pendarahan vagina ringan dan gumpalan darah kecil setelah operasi. Hal ini dapat muncul sampai 6 minggu setelah prosedur. Langkah-langkah perawatan diri lainnya yang bisa kamu lakukan termasuk:

• jangan mengangkat apapun lebih berat dari 10 pon
• minum banyak air untuk mencegah susah buang air besar
• istirahatkan panggul, yang artinya menahan diri dari hubungan seksual, penggunaan tampon, dan berendam
• istirahat sebanyak mungkin seminggu pertama setelah operasi, dan kemudian tingkatkan aktifitas minggu selanjutnya seperti yang ditoleransi

Selalu beritahu doktermu jika rasa sakit meningkat atau kamu merasakan sesuatu yang tidak biasa.

Pencegahan Masalah Kehamilan Ektopik

 

Prediksi dan pencegahan adalah tidak mungkin dalam setiap kasus. Kamu mungkin bisa mengurangi risikomu melalui perawatan kesehatan reproduksi yang baik. Minta pasangamu memakai kondom selama berhubungan seksual dan batasi jumlah pasangan seksualmu. Hal ini mengurangi risiko penyakit kelamin menular, yang dapat mencegah penyakit radang panggul, kondisi yang dapat menimbulkan peradangan pada tuba falopi. Jaga kunjungan rutin dengan doktermu, termasuk pemeriksaan ginekologis rutin dan pemeriksaan STD secara rutin.

Lakukan beberapa langkah untuk meningkatkan kesehatan pribadi, seperti berhenti merokok, juga merupakan strategi pencegahan yang baik.

Apa Prospek Jangka Panjang Kehamilan Ektopik?

 

Prospek jangka panjang setelah kehamilan ektopik tergantung apakah hal tersebut menyebabkan kerusakan fisik. menurut Asosiasi Kehamilan Amerika, jika kedua tuba falopi masih utuh, ada 60 persen kemungkinan mengalami kehamilan normal di masa depan. Namun, jika kamu mengalami masalah reproduksi yang sudah ada sebelumnya, hal ini dapat mempengaruhi kesuburanmu di masa depan. Hal ini terutama jika masalah reproduksi sebelumnya menyebabkan kehamilan ektopik.

Operasi bisa melukai tuba falopi, dan hal tersebut dapat menghasilkan kemungkinan kehamilan ektopik. Jika pengambilan salah satu atau kedua tuba falopi diperlukan, bicarakan pada dokter tentang kemungkinan perawatan kesubutan. Contohnya adalah pembuahan in vitro yang melibatkan penanaman telur yang dibuahi ke dalam rahim.

Keguguran, tidak peduli seberapa awal, bisa begitu menyedihkan. Kamu bisa bertanya pada dokter apakah ada kelompok-kelompok pendukung di wilayahmu untuk menyediakan dukungan tambahan setelah kehilangan. Jaga dirimu sendiri setelah kehilanganmu ini dengan beristirahat, makan makanan sehat, dan berolahraga jika memungkinkan. Beri waktu pada dirimu sendiri untuk berduka. Ingat bahwa banyak wanita tetap bisa memiliki kehamilan dan bayi yang sehat. Jika kamu siap, bicarakan pada dokter tentang cara yang dapat memastikan bahwa kehamilan selanjutnya sehat.

Comment 2Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori

Harap diperhatikan bahwa konten pada website sehatly.com tidak bisa untuk menggantikan peran seorang dokter ataupun praktisi kesehatannya. Konten-konten sehatly hanya bertujuan untuk memberikan informasi.