Vertigo Adalah Salah Satu Sakit Kepala yang Pantang untuk Diremehkan!

Vertigo adalah salah satu penyakit yang kerap menyerang kepala. Penyakit satu ini biasanya membuat penderita kehilangan keseimbangan dan gejala lain.
624
5 (100%) 5 votes
vertigo adalah

Sakit kepala merupakan salah satu penyakit yang bisa saja terjadi kepada siapa pun, termasuk Anda. Namun, jangan pernah meremehkan penyakit satu ini. Pasalnya, kondisi yang demikian juga kerap menimbulkan vertigo. Vertigo adalah salah satu jenis sakit kepala yang kerap disertai dengan sensasi seolah-olah sekeliling Anda berputar-putar.

Vertigo Adalah

 

Bicara soal jenis sakit kepala satu ini, ternyata penderita akan merasakan sensasi seperti berputar-putar. Kondisi yang demikian tentu akan membuat Anda kehilangan keseimbangan. Dilansir dari laman Medical News Today, vertigo adalah salah satu gejala sakit kepala yang masih berkaitan dengan sistem saraf pada telinga dan otak.

Tidak hanya itu saja, laman yang membahas mengenai kesehatan ini juga menjabarkan bahawa vertigo biasa dikaitkan dengan ketakutan akan ketinggian. Namun, hal tersebut rupanya dibantah secara medis. Apalagi, ketakutan akan ketinggian memiliki istilah sendiri yang disebut dengan acrophobia. Vertigo sendiri dapat menyerang siapa saja. Kendati demikian, sakit kepala satu ini biasa menyerang orang-orang dengan rentang usia di atas 65 tahun.

Gejala yang Disebabkan oleh Vertigo

 

Kendati vertigo kerap ditandai dengan penderita yang merasa dirinya atau pun sekelilingnya bergerak dan berputar, ternyata gejala dari penyakit satu ini cukup beragam. Berikut sejumlah gejala dari vertigo yang dilansir dari laman Medical News Today.

  • Pusing

Salah satu gejala dari vertigo adalah mengalami pusing. Gejala satu ini biasanya juga dapat disebabkan oleh migraine, mengonsumsi obat-obatan jenis tertentu hingga alkohol. Kendati demikian, rupanya pusing juga dapat disebabkan oleh adanya gangguan di bagian dalam telinga, khususnya di sistem vestibular. Kondisi yang demikian rupanya juga menyebabkan otak menerima informasi yang membuat sekeliling Anda berputar-putar. Sebagai tambahan informasi, biasanya gejala ini muncul saat Anda berusaha menggerakkan kepala atau menoleh ke belakang.

  • Kehilangan Keseimbangan

Gejala lain yang dapat memberitahu Anda terkena vertigo adalah kehilangan keseimbangan. Kondisi satu ini ternyata dapat menyerang Anda kapan saja. Baik saat sedang dalam posisi berdiri atau pun duduk. Biasanya, Anda yang mengalami hal ini akan merasa seperti berputar-putar dan merasa pusing. Penderita yang mengalami kehilangan keseimbangan biasanya akan mengalami kabur saat melihat sekitar.

Tidak hanya itu saja, kehilangan keseimbangan juga dapat membuat Anda merasa mual dan ingin muntah. Biasanya, penderita yang mengalami gejala satu ini juga kesulitan dalam berkonsentrasi. Sebagai tambahan informasi, ternyata kehilangan keseimbangan juga menjadi penyebab penyakit diare dan penurunan tekanan darah.

  • Mual dan Muntah

Kehilangan keseimbangan yang juga disertai dengan pusing ternyata membuat gejala lainnya kut muncul. Penderita biasanya juga akan merasa mual dan ingin muntah. Sebagai tambahan informasi, muntah sendiri merupakan reflex tubuh mengeluarkan makanan yang sudah ada di dalam lambung. Namun, hal yang perlu digarisbawahi adalah gejala satu ini merupakan tanda jika Anda dalam tahapan yang kronis. Tidak heran jika mual dan muntah justru menunjukkan jika vertigo yang Anda alami sudah dalam tajap yang serius.

  • Tinnitus

Mungkin banyak dari Anda yang masih belum akrab dengan istilah satu ini. Dilansir dari laman Mayo Clinic, tinnitus merupakan keadaan di mana penderita akan merasakan telinganya berdengung. Dilansir dari laman Vestibular.org, ternyata banyak penderita yang mengalami subjective tinnitus di mana dengungan tersebut tidak dapat didengar oleh orang lain. Kendati banyak penderita tinnitus yang disebabkan oleh kehilangan pendengaran, ternyata penyakit ini termasuk ke dalam salah satu gejala vertigo.

Sebagai tambahan informasi, penderita vertigo kerap dikaitkan dengan vestibular disorders. Vestibular sendiri merupakan salah satu bagian di dalam telinga yang juga dihubungkan dengan keseimbangan tubuh. Namun, ahli menyebutkan jika dengungan yang disebabkan oleh tinnitus pada penderita vertigo akan terdengar lebih keras dari gejala lainnya.

Penyebab Vertigo

 

Kendati sejumlah gejala di atas dapat menunjukkan Anda mengalami vertigo, ternyata vertigo kerap disebabkan oleh terjadinya masalah yang menyerang telinga. Namun, bukan hal itu saja yang dapat menimbulkan vertigo. Dilansir dari laman Web MD, berikut sejumlah faktor penyebab vertigo.

  • BPPV

Salah satu penyebab munculnya vertigo adalah BPPV. BPPV sendiri merupakan kepanjangan dari Benign Paroxysmal Positional Vertigo. BPPV sendiri ternyata muncul lantaran terjadinya penggumpalan partikel kalsium pada bagian rongga dalam telinga. Kondisi yang demikian membuat saraf di dalam telinga mengirim sinyal ke otak yang berkaitan dengan keseimbangan tubuh. Sebagai tambahan informasi, gumpalan kalsium tersebut rupanya kerap disebabkan oleh faktor usia.

  • Penyakit Meniere

Penyebab lainnya dari vertigo adalah penyakit Meniere. Dilansir dari laman Web MD, penyakit satu ini rupanya disebabkan lantaran banyaknya cairan yang memenuhi bagian dalam telinga. Hal tersebut akhirnya memberikan tekanan berlebih pada rongga dalam telinga yang juga membuat telinga berdengung. Tidak hanya itu saja, kondisi yang demikian juga dapat memicu vertigo bahkan membuat penderita kehilangan pendengaran alias tuli.

  • Labyrinthitis

Vertigo juga dapat disebabkan oleh labyrinthitis atau vestibular neuritis. Penyakit satu ini biasanya terjadi lantaran bagian dalam telingan mengalami infeksi. Infeksi tersebut kerap menimbulkan peradangan di sekitar bagian dalam telinga. Kondisi yang demikian ternyata memberikan tekanan berlebih pada pembuluh saraf di area tersebut. Tidak heran jika penderita dari labyrinthitis juga kerap mengalami masalah keseimbangan.

Tipe-Tipe Vertigo

 

Ternyata vertigo juga terbagi menjadi beberapa macam. Dilansir dari laman Medical News Today, jenis dari vertigo ini dibedakan menurut penyebabnya.

  • Peripheral Vertigo

Jenis pertama dari vertigo yaitu peripheral vertigo. Peripheral vertigo sendiri disebabkan oleh gangguan yang menyerang pada organ pengatur keseimbangan yang berada di dalam telinga. Sebagai tambahan informasi, di dalam rongga telinga manusia terdapat satu organ kecil yang mengatur keseimbangan tubuh. Organ satu inilah yang kerap memberikan sinyal ke otak untuk megatur keseimbangan tubuh dalam berbagai posisi.

Namun, saat organ ini mengalamai gangguan, ternyata hal tersebut berimbas dengan munculnya vertigo. Dilansir dari laman Medical News Today, vertigo yang disebabkan terjadi lantaran adanya peradangan yang menyerang bagian dalam telinga. Jeis vertigo satu ini juga kerap dikaitkan dengan penyebab vertigo seperti: labyrinthitis, vestibular neuronitis, cholesteatoma, penyakt Meniere dan BPPV.

  • Penyebab Lain dari Peripheral Vertigo

Namun, tidak semua peripheral vertigo disebabkan oleh sejumlah penyakit di atas. Sebagian penderita peripheral vertigo ternyata mengungkapkan jika penyakit satu ini muncul saat mereka mengalami sejumlah penyakit lain. Misalnya saja seperti perilymhatic fistula yang terjadi lantaran membrane di dalam telinga sobek. Kedua adalah herpes oticus yang biasanya terjadi lantaran bagian dalam telinga mengalami infeksi yang cukup serius.

Kondisi demikian juga disebut dengan sindrom Ramsay Hunt. Penyakit ketiga yang juga dapat menimbulkan peripheral vertigo adalah otosclerosis. Sebagai tambahan informasi, penyakit satu ini merupakan penyakit genetik yang menyerang tulang telinga. Biasanya, penderita yang mengalami otosclerosis juga berisiko kehilangan pendengaran atau tuli.

  • Central Vertigo

Berbeda dari vertigo peripheral, jenis vertigo satu ini biasanya dikaitkan dengan masalah yang menyerang sistem saraf pusat. Biasanya gangguan tersebut terjadi di sejumlah area di dalam otak. Mialnya saja seperti pada bagian batang otak dan juga serebelum. Sebagai tambahan informasi, dua bagian dalam otak ini memegang peranan penting, terutama dalam mengatur penglihatan dan juga keseimbangan tubuh.

Selain menyerang batang otak dan serebelum, ternyata central vertigo juga bisa disebabkan oleh gangguan pada thalamus. Thalamus merupakan bagian otak yang bertugas dalam menerima dan mengirimkan sensor ke dan dari seluruh bagian tubuh. Salah satu penyebab dari central vertigo adalah migraine. Kendati demikian, central vertigo juga dapat muncul akibat penderita mengalami stroke, tumor otak, acoustic neuroma dan juga multiple sclerosis.

Cara Mengetahui Anda Terserang Vertigo

 

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah Anda benar-benar terserang vertigo. Biasanya, dokter akan memberikan sejumlah pemeriksaan fisik pada penderita. Tidak hanya itu saja, dokter juga akan menanyakan apakah Anda mengalami sejumlah gejala dari vertigo seperti di atas.

  • Tes Nystagmus

Salah satu cara mengetahui apakah Anda terkena vertigo adalah dengan menjalani tes nystagmus. Tes satu ini biasanya dilakukan dengan menggerakkan bola mata ke berbagai arah. Sebagai tambahan informasi, nystagmus merupakan gerakan mata yang tak terkontrol. Biasanya hal tersebut terjadi saat bola mata bergerak dari sisi satu ke sisi lainnya.

Tes satu ini juga meliputi sejumlah gerakan yang menuntut pasien untuk berpindah posisi dari duduk ke berdiri dalam waktu singkat. Tidak hanya itu, dokter biasanya juga akan meminta pasien menggerakkan kepalanya 45 derajat ke atas dan 30 derajat ke bawah.

  • ENG

Selain menjalani tes nystagmus, dokter biasanya juga akan melakukan pemeriksaan melalui sebuah alat yang disebut dengan ENG. ENG sendiri merupakan kepanjangan dari Electronystagmography. Alat satu ini bekerja dengan merekam secara elektronik nystagmus yang dialami oleh penderita. Biasanya, dokter akan memasangkan sepasang kabel seperti headset yang memiliki elektroda di sekitar mata.

  • VNG

Dokter pun memiliki cara lain dalam mengetahui nystagmus pada penderita vertigo. Salah satunya adalah dengan menggunakan alat yang bernama Videonystagmography alias VNG. Alat satu ini merupakan teknologi terbaru yang dapat menampilkan rekaman video dari nystagmus penderita. Biasanya, pasien akan dikenakan kacamata khusus yang dilengkapi dengan kamera perekam. Kacamata tersebut juga dilengkapi dengan sensor infrared yang bertugas menangkap gerakan mata.

  • Tes Romberg

Pemeriksaan lainnya yang dapat digunakan untuk mengetahui apakah Anda terkena vertigo adalah tes Romberg. Salah satu tes yang dilakukan adalah meminta pasien untuk menutup kedua mata. Jika pasien mengalami pusing atau bahkan kehilangan keseimbangan saat menutup mata, dokter akan menyimpulkan jika pasien tersebut terkena vertigo. Biasanya, dokter juga mengungkapkan bagian telinga pasien yang mengalami peradangana atau infeksi dengan melihat sisi pasien terjatuh saat kehilangan keseimbangan.

  • Tes Unterberger

Bagi Anda yang penasaran apakah Anda terkena vertigo atau tidak bisa menjalani sebuah tes yang bernama Unterberger. Tes satu ini biasanya dilakukan dengan meminta pasien berdiri di satu titik selama 30 detik. Pasien pun diminta untuk menutup kedua matanya. Pasien yang mengalami kehilangan keseimbangan atau pun pusing saat melakukan hal ini bisa dipastikan tengah terserang vertigo.

Pengobatan untuk Vertigo

 

Sebagai tambahan informasi, ternyata penanganan untuk vertigo tidak boleh sembarangan. Hal tersebut harus disesuaikan dengan penyebab dari vertigo tersebut. Dilansir dari laman Web MD, berikut sejumlah penanganan bagi penderita vertigo.

  • Rehabilitasi Vestibular

Salah satu penanganan untuk vertigo adalah rehabiltasi vestibular. Jenis penanganan ini ternyata berfungsi untuk membantu menguatkan sistem vestibular pada bagian dalam telinga. Apalagi, seperti yang telah diketahui, sistem vestibular bertugas untuk mengirimkan sinyal ke otak dalam mengatur keseimbangan tubuh. Penanganan satu ini akan direkomendasikan oleh para dokter jika Anda mengalami vertigo yang berulang. Tidak hanya mengatasi vertigo, rehabilitasi vestibular juga ampuh dalam melatih sistem saraf lain dalam mengurangi risiko vertigo.

  • Mengonsumsi Obat Tertentu

Selain menjalani sejumlah perawatan atau penanganan khusus, dokter biasanya juga akan memberikan sejumlah resep obat untuk mengurangi gejala yang ditimbulkan oleh vertigo. Misalnya saja bagi penderita vertigo yang disebabkan oleh peradangan dan infeksi, dokter akan memberikan sejenis antibiotik atau steroid. Obat-obatan tersebut berfungsi untuk mengurangi peradangan dan infeksi yang ditimbulkan.

Namun, dokter akan memberikan resep obat yang berbeda bagi penerita vertigo yang disebabkan oleh penyakit Meniere. Biasanya, penderita vertigo yang disebabkan oleh Meniere disease akan diberikan sejenis obat diuretik. Obat diuretic sendiri berfungsi untuk mengurnagi produksi cairan yang dapat memberikan tekanan berlebih pada penderita.

  • Menjalani Operasi

Langkah terakhir yang kerap direkomendasikan oleh dokter untuk mengatasi masalah vertigo adalah operasi. Metode satu ini biasanya dianjurkan bagi penderita yang sudah memasuki tahap yang serius dan kronis. Misalnya saja penderita vertigo yang juga terserang tumor otak atau pun tumor leher. Pasalnya, jenis penanganan lain tidak dapat mengatasi rasa sakit dan gejala lain yang ditimbulkan.

Nah, ternyata vertigo merupakan salah satu jenis penyakit kepala yang bisa mengancam keselamatan Anda. Tidak heran jika jenis penyakit satu ini pantang untuk dihiraukan jika mengingat gejala dan penyakit lain yang dapat ditimbulkan. Namun, bagi Anda yang belum pernah mengalami vertigo, tidak ada salahnya untuk melakukan pencegahan sedini mungkin dan mengonsultasikannya kepada dokter ahli.

Comment 1Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori

Harap diperhatikan bahwa konten pada website sehatly.com tidak bisa untuk menggantikan peran seorang dokter ataupun praktisi kesehatannya. Konten-konten sehatly hanya bertujuan untuk memberikan informasi.