Pusing Adalah Penyakit yang Berkaitan dengan Sejumlah Penyakit Lain

Pusing adalah keadaan di mana Anda akan merasakan sensasi kepala lebih ringan. Kendati terdengar remeh, penyakit satu ini berkaitan dengan penyakit lain.
162
5 (100%) 2 votes
pusing adalah

Mungkin Anda sudah sering merasakan penyakit satu ini. Bahkan, tidak jarang sebagian besar dari Anda kerap menyepelekan penyakit satu ini. Nah, sebagai tambahan informasi, ternyata pusing adalah suatu penyakit yang biasa ditandai dengan sensasi kepala yang terasa ringan. Tidak hanya itu saja, biasanya orang yang mengalami pusing juga akan kehilangan keseimbangan. Kendati demikian, ternyata pusing juga dikaitakan dengan penyakit yang menyerang kepala lainnya, yaitu vertigo. Lebih lanjut, tidak ada salahnya untuk menyimak penjelasan berikut ini.

Pusing Adalah

 

Salah satu penyakit yang kerap menyerang bagian kepala adalah pusing. Biasanya, penyakit satu ini ditandai dengan penderita yang merasakan kepalanya lebih ringan. Bahkan, gejala lainnya yang dapat diamati dengan mudah adalah hilangnya keseimbangan. Dilansir dari laman Health Line, ternyata pusing adalah penyakit yang tergolong biasa saja. Kendati demikian, ternyata penderita yang mengalami pusing berulang-ulang kali dianjurkan untuk segera memeriksakannya ke dokter terkait.

Bicara soal pusing, penyakit satu ini kerap dikaitkan dengan vertigo. Tidak heran, pasalnya, vertigo merupakan salah satu penyebab seseorang merasa pusing. Kendati demikian, ternyata gejala dari vertigo terlihat lebih parah daripada pusing biasa. Bahkan, penderita vertigo akan merasa seolah-olah sekitarnya berputar-putar.

Faktor yang Dapat Menyebabkan Pusing

 

Kendati penyakit satu ini terbilang tidak berbahaya, tetapi terdapat sejumlah faktor yang dapat menyebabkan pusing menyerang seseorang. Dilansir dari laman Health Line, biasanya pusing adalah efek yang muncul akibat penderita mengalami migraine, mengonsumsi jenis obat-obatan tertentu hingga mengalami gangguan pada bagian dalam telinga. Namun, sejumlah hal berikut juga dapat memicu munculnya pusing.

  • BPPV

Salah satu penyebab pusing adalah BPPV alias Benign Paroxysmal Positional Vertigo. Penyebab satu ini merupakan faktor yang sama yang dapat memicu munculnya vertigo. Dilansir dari laman Mayo Clinic, BPPV sendiri kerap membuat penderita merasa seperti berputar-putar. Apalagi, saat Anda berusaha menggerakkan kepala. Sebagai tambahan informasi, keadaan seperti berputar-putar tersebut ternyata tidak hanya terjadi saat Anda dalam posisi berdiri saja, tetapi dapat terjadi dalam berbagai posisi.

  • Terjadinya Infeksi

Penyebab lain dari pusing adalah kemungkinan terjadinya infeksi di bagian dalam telinga. Sebagai tambahan informasi, di bagian dalam telinga terdapat salah satu organ tubuh yang berfungsi untuk mengatur keseimbangan tubuh. Terjadinya peradangan atau pun infeksi di area tersebut dapat memberikan tekanan berlebih pada organ tersebut yang menyebabkan kinerjanya terganggu. Tidak hanya menimbulkan rasa pusing saja, ternyata penyakit satu ini juga dapat membuat Anda kehilangan pendengaran alias tuli.

  • Penyakit Meniere

Faktor lain yang dapat menimbulkan pusing adalah menderita penyakit Meniere. Penyakit satu ini biasa terjadi saat rongga telinga dipenuhi dengan cairan. Akibatnya, organ pendengaran tidak dapat bekerja dengan normal. Tidak hanya itu saja, penderita Meniere’s disease juga memberikan tekanan pada sistem saraf di dalam rongga telinga yang kerap menimbulkan pusing. Penderita dari penyakit satu ini juga kerap mengeluhkan telinga yang berdengung. Jika dibiarkan terus-menerus terjadi, bukan tidak mungkin Anda akan menjadi tuli.

  • Migraine

Pusing ternyata juga dapat disebabkan oleh migraine alias sakit kepala sebelah. Penyakit satu ini biasanya ditandai dengan rasa sakit yang menyerang salah satu sisi kepala saja. Kendati demikian, rupanya penderita juga akan merasakan pusing yang teramat sangat. Bahkan, penderita migraine kerap mengeluhkan kehilangan keseimbangan sampai rasa ingin muntah.

  • Tekanan Darah Mengalami Penurunan

Jika Anda merasakan pusing, bisa jadi hal tersebut merupakan salah satu tanda jika tubuh Anda sedang tidak dalam kondisi yang sehat. Dilansir dari laman Mayo Clinic, pusing ternyata dapat disebabkan saat seseorang mengalami penurunan tekanan darah secara mendadak. Biasanya, penderita akan merasa pusing dan kabur dalam waktu sekejap. Hal tersebut kerap terjadi saat Anda mengubah posisi duduk menjadi berdiri dalam waktu singkat. Kondisi satu ini juga dikenal dengan istilah orthostatic hypotension.

  • Sirkulasi Darah yang Buruk

Sejumlah penyakit ternyata dapat membuat sirkulasi darah menjadi buruk. Misalnya saja seperti serangan jantung, cardiomyopathy, heart arrythmia hingga transient ischemic. Sebagai tambahan informasi, penyakit-penyakit tersebut kerap menyebabkan perubahan penurunan volume darah yang kerap mempengaruhi kinerja sistem tubuh. Apalagi jika aliran tubuh pada bagian kepala, otak dan organ dalam telinga berkurang. Sudah dipastikan jika Anda akan mengalami pusing.

  • Penyakit yang Menyerang Sistem Saraf

Penyebab lainnya dari pusing adalah mengidap sejumlah penyakit yang berhubungan dengan sistem saraf, sakah satu contohnya adalah penyakit Parkinson. Siapa yang akan menyangka ternyata penyakit satu ini juga kerap menyebabkan penderita merasa pusing dan kehilangan keseimbangan. Tidak hanya itu saja, penderita Parkinson ternyata juga berisiko tinggi kehilangan pendengaran. Selain Parkinson, Anda juga harus mewaspadai multiple sclerosis.

  • Mengonsumsi Jenis Obat Tertentu

Bagi Anda yang sedang menjalani pengobatan dengan mengonsumsi obat-obatan tertentu bisa memiliki risiko tinggi mengalami pusing. Pasalnya, sejumlah jenis obat ternyata dapat menimbulkan pusing sebagai salah satu efek sampingnya. Dilansir dari laman Mayo Clinicobat-obat seperti antidepressant, obat penenang hingga obat penawar merupakan jenis obat yang dapat memicu munculnya rasa pusing. Tidak hanya itu saja, obat-obatan tersebut juga dapat menurunkan tekanan darah dalam tubuh yang berakibat munculnya rasa pusing sebagai salah satu responsnya.

  • Mengalami Anemia

Kekurangan darah alias anemia ternyata juga dapat membuat Anda terserang pusing. Hal ini rupanya berkaitan dengan volume dan tekanan darah yang berkurang dari jumlah normal. Akibatnya, perubahan tersebut menyebabkan Anda merasa pusing. Tidak hanya merasakan pusing yang teramat sangat, biasanya seseorang yang kekurangan zat besi alias anemia juga kerap mengeluhkan rasa capek berlebih serta memiliki kulit yang pucat.

  • Terserang Hypoglycemia

Faktor lainnya yang dapat menyebabkan rasa pusing muncul adalah hypoglycemia. Penyakit satu ini merupakan kondisi di mana tubuh memiliki kadar gula yang sangat rendah. Biasanya, hal tersebut juga dikaitkan dengan penyakit diabetes. Terutama bagi para penderita diabetes yang mengonsumsi insulin sebagai salah satu jenis pengobatannya. Tak hanya merasakan pusing, salah satu efek samping dari hypoglycemia adalah tubuh yang lebih sering berkeringat dan juga penderita yang mudah merasa cemas.

  • Dehidrasi dan Hyperthermia

Jangan menyepelekan mengonsumsi cairan dalam jumlah yang dianjurkan. Pasalnya, tubuh bisa saja terseang dehidrasi yang menyebabkan sejumlah penyakit lain. Tidak hanya membuat sel tubuh menyusut, ternyata dehidrasi juga kerap menimbulkan rasa pusing bagi penderitanya. Selain dehidrasi, hyperthermia juga berisiko tinggi menyebabkan pusing. Maka dari itu, tidak ada salahnya jika Anda menyiapkan segala keperluan agar tidak terserang hyperthermia. Terutama jika Anda memutuskan untuk mengunjungi sejumlah tempat yang memiliki suhu tinggi.

  • Menjalani Masa Kehamilan

Risiko mengalami pusing akan lebih besar pada wanita yang sedang hamil. Hal ini lantaran wanita yang sedang hamil mengalami perubahan hormon di dalam tubuhnya. Dilansir dari laman E-Medicine Health, ternyata peningkatan produksi hormone saat masa kehamilan menyebabkan pelebaran pada pembuluh darah. Kondisi yang demikian ternyata juga membuat darah mengalir lebih banyak, terutama pada janin. Hal ini ternyata juga dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang akhirnya membuat Anda merasa pusing.

Tidak hanya itu saja, penyebab munculnya pusing di saat menjalani masa kehamilan adalah rendahnya kadar gula dalam tubuh. Kondisi tersebut akan semakin parah jika wanita yang sedang hamil ini juga mengalami anemia dan varises. Sebagai tambahan informasi, rupanya gejala pusing kerap dialami oleh wanita yang sedang menjalani trimester pertama dalam kehamilan. Namun, bukan tidak mungkin penyakit satu ini berlanjut hingga trimester ketiga.

Gejala dari Pusing yang Wajib Diwaspadai

 

Kendati pusing kerap ditandai dengan sejumlah gejala seperti kepala yang terasa lebih ringan hingga kehilangan keseimbangan, ternyata hal tersebut tidak boleh diremehkan begitu saja. Bahkan, sejumlah gejala yang muncul dapat memberitahukan jika penyakit yang menyerang Anda sudah memasuki tahapan yang serius. Tentu saja kondisi yang demikian membutuhkan penanganan dokter secepatnya.

Sejumlah gejala tersebut antara lain jika Anda merasakan sakit kepala berlebihan secara mendadak. Tidak hanya itu saja, kondisi tersebut juga disertai dengan rasa mual. Kondisi tersebut akan semakin bertambah parah jika pandangan Anda mengalami kabur dan kesulitan dalam berjalan. Segera periksakan diri Anda ke dokter agar tidak mengalami dampak yang lebih membahayakan nyawa. Apalagi jika Anda mulai kesusahan dalam bernafas.

Ragam Tes untuk Mendiagnosa Pusing

 

Penyakit satu ini memang tergolong ke dalam penyakit yang tidak berbahaya. Namun, pusing yang terjadi berkali-kali juga patut untuk diwaspadai. Nah, berikut sejumlah tes yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah Anda mengalami pusing atau tidak.

  • Tes Mata

Tes satu ini biasanya dilakukan dengan meminta pasien melakukan gerakan mata ke berbagai arah. Dari pergerakan mata ini, dokter akan mengetahui apakah Anda mengalami pusing biasa atau penyakit kepala lain yang serius. Apalagi, sejumlah pasien yang kerap mengeluhkan pusing saat menggerakkan matanya. Selain itu, tes satu ini biasanya juga melibatkan penggunaan air hangat dan air dingin untuk mengetahui apakah Anda terserang pusing atau tidak.

  • Tes Menggerakkan Kepala

Hampir sama dengan tes mata, kali ini pasien diminta untuk menggerakkan kepalanya dalam waktu singkat. Biasanya tes satu ini dilakukan untuk mengetahui apakah Anda mengidap BPPV alias Benign Paroxysmal Position Vertigo atau tidak. Cara mendiagnosis penyakit kepala satu ini biasa disebut dengan Dix-Hallpike.

  • Posturography

Berbeda dari dua tes sebelumnya, posturography biasa dilakukan untuk menguji keseimbangan tubuh pasien. Biasanya, pasien akan diminta untuk mmepertahankan keseimbangannya dalam berbagai kondisi. Dokter akan mendiagnosis penyakit kepala yang muncul melalui keluhan yang timbul saat pasien menjalani posturography.

  • Tes Rotary-Chair

Tes rotary-chair alias kursi berputar ini juga lazim dilakukan untuk mendiagnosis pasien. Bukan sembarang diputar, dokter akan menggunakan kursi khusus yang telah terhubung dengan komputer, Nantinya, kursi tersebut akan berputar secara perlahan. Dokter juga akan mempercepat kecepatan pergerakan kursi dengan variasi ke segala arah untuk mengetahui sejumlah diagnosis yang lebih mendalam.

 

Pengobatan untuk Menangani Pusing

 

Bagi Anda yang sudah pasrah dengan penyakit satu ini, jangan menyerah terlebih dahulu. Pasalnya, Anda dapat menjajal sejumlah pengobatan yang dijamin ampuh dalam mengatasi dan mengurangi pusing yang diderita seperti berikut.

  • Mengonsumsi Obat Diuretik

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi pusing yang muncul adalah dengan mengonsumsi obat diuretik. Namun, jenis obat satu ini hanya dianjurkan bagi penderita pusing yang disebabkan oleh penyakit Meniere. Tidak hanya mengatasi pusing yang muncul, dokter biasanya juga akan meminta Anda untuk menerapkan diet rendah garam untuk mengurangi intensitas pusing yang muncul.

  • Mengonsumsi Obat Khusus

Selain mengonsumsi obat diuretic, dokter biasanya juga akan merekomendasikan Anda untuk mengonsumsi antihistamins seoerti meclizine. Obat satu ini biasa diberikan kepada penderita sakit kepala dan vertigo. Fungsinya, antihistamins ternyata dapat mengurangi dan meredakan rasa sakit yang menyerang. Tidak hanya itu saja, mengonsumsi anticholinergics juga dapat mengurangi sensasi kepala ringan yang disebabkan oleh pusing.

  • Melatih Keseimbangan Tubuh

Salah satu hal yang kerap terjadi saat Anda terserang pusing adalah kehilangan keseimbangan. Maka dari itu, tidak heran jika sejumlah dokter mau pun ahl mengajurkan agar Anda melakukan sejumlah aktivitas yang dapat melatih keseimbangan tubuh. Aktivitas satu ini biasa disebut dengan rehabilitasi vestibular. Kendati demikian, rupanya rehabilitasi vestibular sangat dianjurkan bagi penderita pusing yang mengalami gangguan pada bagian dalam telinga atau yang biasa dikenal dengan vestibular neuritis.

  • Antibiotic Gentamicin

Dilansir dari laman Mayo Clinic, penderita yang kerap mengeluhkan rasa pusing secara berlebih biasanya juga akan diberikan pilihan untuk mendapatkan pengobatan lewat suntikan. Biasanya, dokter akan menyuntikkan antibiotik gentamicin. Obat satu ini ternyata memiliki fungsi untuk menon-aktifkan sistem keseimbangan tubuh yang bermasalah.

  • Labyrinthectomy

Pengobatan lain yang kerap ditawarkan pada penderita pusing adalah labyrinthectomy. Sebagai tambahan informasi, labyrinthectomy merupakan salah satu jenis pembedahan untuk mengambil organ di dalam telinga yang bermasalah. Terutama yang berkaitan dengan sistem keseimbangan tubuh. Biasanya, pengobatan jenis ini dianjurkan bagi penderita pusing yang juga berisiko tinggi kehilangan pendengaran.

Wah, siapa yang akan menyangka jika pusing yang kerap diremehkan ii ternyata berhubungan dengan sejumlah penyakit yang cukup serius. Tidak hanya itu saja, ternyata pusing juga kerap dikaitkan dengan vertigo, salah satu penyakit kepala yang dapat menyebabkan tubuh mengalami sejumlah masalah.

Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori

Harap diperhatikan bahwa konten pada website sehatly.com tidak bisa untuk menggantikan peran seorang dokter ataupun praktisi kesehatannya. Konten-konten sehatly hanya bertujuan untuk memberikan informasi.