Penyebab Benjolan di Leher yang Berhubungan dengan Penyakit Lain!

Munculnya benjolan di leher ternyata bukanlah hal yang patut diremehkan. Pasalnya, penyebab benjolan di leher juga dapat mengindikasikan penyakit kronis.
208
5 (100%) 1 votes
penyebab benjolan di leher

Benjolan di leher merupakan salah satu jenis penyakit yang kerap menyerang sejumlah orang. Biasanya, penyebab benjolan di leher berkaitan dengan kelenjar getah bening. Dilansir dari laman The New York Times, benjolan di leher kerap disebabkan lantaran terjadinya peradangan pada kelenjar getah bening. Tidak heran jika kondisi tersebut akhirnya memicu munculnya benjolan di sekitar leher. Namun, benjolan di leher ternyata tidak hanya disebabkan oleh peradangan pada kelenjar getah bening saja. Terdapat faktor-faktor lain yang menjadi penyebab benjolan di leher seperti berikut.

Bakteri Penyebab Benjolan di Leher

 

Salah satu penyebab kelenjar getah bening adalah bakteri. Hal ini ternyata juga telah dibuktikan lewat sejumlah penelitian yang dilakukan selama beberapa tahun terakhir.  Dilansir dari laman New York Times, ternyata penyebab benjolan di leher juga berkaitan dengan bakteri. Penjelasan lebih jelasnya akan dibahas sebagai berikut.

  • Faringitis Alis Radang Tekak

Penyebab benjolan di leher salah satunya adalah penyakit faringitis yang disebabkan oleh bakteri tertentu. Penyakit yang kerap menimbulkan rasa sakit di tenggorokkan ini biasa disebabkan oleh bakteri berjenis streptococcus. Dilansir dari laman Drugs, ternyata faringitis alias radang tekak merupakan kondisi di mana jaringan tisu mau pun struktur di bagian faring atau tenggorokkan mengalami infeksi dan peradangan.

  • Penyakit CSD

CSD merupakan kepanjangan dari Cat Scratch Disease. Banyak orang yang menyebut jika penyakit satu ini disebabkan oleh cakaran kucing. Namun, hal tersebut tidaklah sepenuhnya benar. Pasalnya, CSD atau Cat Scratch Disease ini disebabkan oleh infkesi dari bakteri. Umumnya, bakteri tersebut disebarkan oleh kucing. Biasanya, bakteri tersebut akan menyebar langsung ke kelenjar getah bening yang berada paling dekat dengan bagian yang tercakar.

Sebagai tambahan informasi, rupanya bakteri yang menjadi penyebab benjolan di leher tersebut adalah Bartonella henselae. Tidak heran jika penyakit CSD ini juga dikenal dengan nama Bartonellis. Dilansir dari laman Hello Sehat, ternyata CSD lebih banyak menyerang anak-anak dan dewasa yang berusia kurang dari 21 tahun. Bahkan, 80% dari penderita CSD merupakan anak-anak yang termasuk dalam rentang usia 3 hingga 12 tahun.

  • Gejala dari CSD

Bagi Anda yang memiliki atau memelihara kucing di rumah, tentu saja risiko terkena CSD yang dapat menjadi penyebab benjolan di leher semakin tinggi. Sebagai tambahan informasi, ternyata penyakit yang juga dikenal dengan nama Bartonellis ini akan ditandai dengan sejumlah gejala. Pertama, pada bagian luka cakaran akan terbentuk benjolan yang berisi cairan. Jika kondisi berlanjut, maka tiga minggu pasca kejadian tersebut, kelenjar getah bening yang berada di dekat luka cakaran akan mulai membengkak.

Jangan remehkan pembengkakan yang menyerang kelenjar getah bening. Pasalnya, hal tersebut juga dapat menimbulkan gejala lain seperti sakit kepala pada penderita. Maka dari itu, akan lebih baik jika Anda langsung mengonsumsi atau pun mengoleskan antibiotic sesaat setelah tercakar kucing. Hal tersebut tentu akan menjaga luka terhindar dari infeksi bakteri Bartonella Henselae. Sebagai tambahan informasi, ternyata CSD tidak hanya menjadi penyebab benjolan di leher. Namun, juga dapat menimbulkan demam pada penderita.

  • Abses Peritonsilar

Penyebab benjolan di leher lainnya adalah abses peritonsilar. Penyakit satu ini merupakan akibat dari radang tenggorokan atau pun ,tonsillitis yang sudah parah. Dilansir dari laman Health Line, abses peritonsilar sendiri merupakan salah satu kondisi di mana munculnya kantong atau benjolan di dekat amandel. Benjolan yang berisi nanah tersebut merupakan akibat dari infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Tidak heran jika hal tersebut juga dapat memicu munculnya benjolan pada leher.

Sebagai tambahan informasi, ternyata abses peritonsilar sendiri bisa menyerang siapa saja, tidak hanya pada anka-anak. Dilansir dari laman Health Line, abses peritonsilar juga dapat menyerang orang dewasa. Biasanya, penyakit satu ini banyak menyerang penderita di saat cuaca memasuki musim dingin. Nah, bagi Anda yang tertarik untuk mengetahui gejala dari penyakit yang menjadi penyebab benjolan di leher ini, tidak ada salahnya memperhatikan sejumlah hal berikut.

  • Gejala dari Abses Peritonsilar

Dilansir dari laman Health Line, ternyata Anda yang memiliki benjolan di leher yang disebabkan oleh abses peritonsilar akan mengalami sejumlah gejala seperti berikut. Pertama, penderita akan mengalami demam. Tidak hanya itu saja, penderita benjolan di leher yang disebabkan oleh penyakit ini juga akan kesulitan dalam membuka mulut lebar-lebar.

Kondisi yang demikian ternyata juga mengakibatkan penderita kesulitan dalam menelan ludah. Selain gejala yang menyerang area mulut, Anda juga akan merasakan sakit kepala. Kendati demikian, jangan sampai meremehkan penyakit satu ini. Pasalnya, jiak dibiarkan terus menerus, penyebab benjolan di leher ini juga dapat menjadi pemicu dari sejumlah penyakit kronis. Contohnya saja memicu infeksi pada paru-paru.

  • Radang Tenggorokan

Penyakit yang kerap menyerang anak-anak ini ternyata disebabkan oleh infeksi bakteri. Namun, penyebab umum dari radang tenggorokan juga dapat disebabkan karena Anda melakukan kontak langsung dengan penderita radang tenggorokan. Pasalnya, penyebab benjolan di leher ini juga dapat menyebar dengan cepat melaui kelenjar atau pun lendir dari penderita. Tdiak hanya menyebabkan kelenjar getah bening mengalami pembengkakan, ternyata radang tenggorokan juga dapat memicu penyakit yang cukup serius.

Dilansir dari laman e-Medicine Health, penyakit yang disebabkan oleh infeksi dari bakteri Streptococcus pyogenes ini dapat menyebabkan penyakit komplikasi, terutama yang menyerang ginjal dan jantung. Sebagai tambahan informasi, penderita yang mengalami radang tenggorokan juga berisiko tinggi mengalami demam reumatik. Dilansir dari laman Web MD, ternyata demam reumatik menjadi salah satu faktor yangd apat meningkatkan risiko Anda terkena masalah kesehatan yang berhubungan dengan jantung. Khususnya, pada bagian otot dan katup jantung.

  • Radang Amandel

Siapa yang menyangka jika penyakit satu ini ternyata juga menjadi penyebab benjolan di leher. Dilansir dari laman The New York Times, ternyata radang amandel memicu munculnya benjolan di sekitar area leher. Sebagai tambahan informasi, ternyata radang amandel sendiri disebabkan oleh infeksi bakteri GAS alias streptococcus grup A. Biasanya, penderita dari radang amandel akan mengalami sejumlah gejala seperti radang tenggorokan, sakit telinga, demam, batuk-batuk hingga sakit kepala.

Selain menjadi penyebab benjolan di leher, ternyata radang amandel juga dapat memicu penyakit lain. Salah satunya adalah peradangan pada bagian dalam telinga. Tak hanya menstimulasi produksi cairan berlebih pada telinga, kondisi yang demikian juga mengganggu keseimbangan tubuh yang kerap dikaitkan dengan vertigo. Tidak hanya itu saja, ternyata penderita juga berisiko kehilangan pendengaran alias tuli.

  • TBC

Tuberkolosis atau yang biasa disebut dengan TBC merupakan salah satu penyebab benjolan di leher. Dilansir dari laman Centers for Disease Control and Prevention, penyakit satu ini disebabkan oleh infeksi bakteri yang tersebar lewat udara. Tidak hanya menyebabkan penderita kehilangan berat badan secara signifikan, ternyata TBC juga dapat menyebabkan peradangan pada kelenjar getah bening.

Nah, TBC sendiri menjadi salah satu penyakit yang mematikan. Bahkan, WHO sebagai salah satu lembaga kesehatan internasional menyatakan jika penyakit satu ini telah merenggut nyawa lebih dari 1,5 juta orang di tahun 2014. Kendati kerap menyerang penderita yang tinggal di negara-negara berkembang, ternyata penyakit TBC juga dapat menyerang orang-orang di negara maju. Contohnya saja Amerika Serikat.

  • Gejala dari TBC

Biasanya, penderita benjolan di leher yang disebabkan oleh penyakit TBC juga akan mengalami sejumlah gejala. Salah satunya adalah mengalami kelelahan tanpa sebab. Hal ini tentu akan membuat penderita merasa lemas. Selain itu, penderita dari TBC juga kerap mengalami demam serta berkeringat berlebihan saat malam hari.

Seperti yang telah diketahui sebelumnya, penyakit TBC akan membuat penderita mengalami penurunan berat badan secara signifikan. Hal tersebut ternyata berkaitan dengan berkurangnya nafsu makan penderita. Sebagai tambahan informasi, penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini tidak hanya menjadi penyebab benjolan di leher saja. Namun, juga menyerang organ yang terinfeksi bakteri. Terkadang, penderita TBC juga akan mengalami kencing darah jika bakteri tersebut menginfeksi bagian ginjal.

Kanker, Pemicu Munculnya Benjolan di Leher

 

Benjolan di leher yang biasa disebabkan oleh pembengkakan pada kelenjar getah bening ternyata juga dapat menjadi indikasi jika Anda terserang kanker. Seperti yang telah diketahui, kanker merupakan salah satu jenis penyakit yang dapat mengancam jiwa. Apa saja jenis kanker yang dapat menjadi penyebab benjolan di leher?

  • Penyakit Hodgkins

Penyebab benjolan di leher lainnya adalah limfoma Hodgkins. Sebagai tambahan informasi, limfoma Hodgkins atau yang biasa disebut dengan penyakit Hodgkins merupakan salah satu jenis kanker yang menyerang sistem limfatik. Dilansir dari laman Mayo Clinic, sistem limfatik merupakan bagian dari sistem imun tubuh. Tidak heran jika sel kanker yang menjadi pemicu penyakit hodgkins ini juga menyebabkan peradangan pada kelenjar getah bening.

Bagi Anda yang mengalami benjolan di leher, tidak ada salahnya untuk memperhatikan gejala dari penyakit Hodgkins. Biasanya, penderita dari penyakit satu ini akan merasakan nyeri terutama di bagian leher, ketiak dan juga otot-otot yang berada di sekitar pangkal paha. Selain itu, penderita juga akan mengalami demam dan menggigil.

  • Limfoma Non-Hodgkins

Limfoma non-hodgkins atau yang biasa disebut dengan NHL merupakan penyakit kanker yang menyerang salah satu bagian dari sel darah putih. Dilansir dari laman Cancer.org, ternyata NHL merupakan penyakit kanker yang menyerang limfosit, salah satu bagian dari sistem imunitas tubuh. Tidak hanya menyerang kelenjar getah bening dan menjadi penyebab benjolan di leher. Ternyata NHL juga dapat menyerang bagian tubuh lain.

Apalagi, seperti yang telah diketahui, jaringan tisu dari getah bening sendiri tersebar di hampir seluruh bagian tubuh. Salah satu jenis NHL yang umumnya menyerang adalah limfoma sel B. bahkan, jenis limfoma satu ini menyerang hampir 85% warga Amerika Serikat. Kendati demikian,ternyata jenis penyakit satu ini juga tidak dapat diremehkan. Pasalnya, kanker yang menyerang sistem imunitas tubuh tersebut perlahan-lahan akan membuat pertahanan tubuh melemah dan mudah terserang virus mau pun bakteri penyebab penyakit.

  • Leukimia

Jenis kanker lain yang dapat menjadi penyebab benjolan di leher adalah leukemia. Penyakit yang menyerang sel darah putih ini ternyata juga berkaitan dengan pembentukan jaringan tisu pada darah. Termasuk dengan sumsum tulang belakang yang menjadi salah satu pusat pengatur imunitas tubuh. Sebagai tambahan informasi, ternyata leukemia juga berhubungan dengan sistem limfatik.

Penyakit yang juga disebut dengan kanker darah ini ternyata menjadi salah satu penyebab kematian paling tinggi. Kendati demikian, penyakit yang juga menyebabkan munculan benjolan di area leher ini ternyata dapat menyerang siapa saja. Baik anak-anak mau pun orang dewasa. Sebagai tambahan informasi, ternyata leukemia terbagi menjadi empat tahapan, yakni: Leukimia Myeologenous Akut, Leukimia Myelogneous Kronis, Leukimia Limfositik Akut dan juga Leukimia Limfositik Kronis.

  • Kanker Mulut

Bagi Anda yang sedang mengidap penyakit kanker mulut, tidak ada salahnya untuk berhati-hati dengan munculnya benjolan pada bagian leher. Pasalnya, kanker mulut menjadi salah satu penyebab benjolan di leher. Dilansir dari laman Web MD, ternyata kanker yang juga disebut dengan istilah oral cancer ini kerap menyerang jaringan tisu di sekitar mulut. Tidak main-main, beberapa bagian yang kerap menjadi korban dari kanker satu ini adalah lidah, bibir, pipi, sinus hingga tenggorokan.

Sebagai tambahan informasi, kanker satu ini ternyata biasa ditandai dengan sejumlah gejala seperti pembengkakan pada bagian sekitar mulut. Tidak terkecuali dengan leher atau kerongkongan yang menjadi salah satu sasaran kanker tersebut. Penderita dari kanker mulut ternyata tidak hanya dikejutkan dengan munculnya benjolan di leher dan sekitarnya. Namun, juga mengalami pendarahan yang tidak diketahui penyebab pastinya.

  • Komplikasi yang Disebabkan oleh Kanker Mulut

Penyakit satu ini ternyata tidak hanya ditandai dengan munculnya benjolan pada leher. Namun, juga dapat menimbulkan sejumlah penyakit komplikasi. Bahkan, penderita dari kanker satu ini berisiko mengalami penurunan berat badan secara signifikan. Tidak hanya itu saja, penderita juga akan mengalami sakit pada telinga, terutama bagian dalam yang berhubungan dengan sistem keseimbangan tubuh.

Namun, bukan tidak mungkin juga jika penderita dari kanker jenis akan mengalami radang tenggorokan yang sangat kronis. Kondisi yang demikian akan berakibat pada benjolan di leher. Sebagai tambahan informasi, ternyata jenis kanker satu ini banyak menyerang orang-orang yang gemar merokok.

 

 

 

Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori

Harap diperhatikan bahwa konten pada website sehatly.com tidak bisa untuk menggantikan peran seorang dokter ataupun praktisi kesehatannya. Konten-konten sehatly hanya bertujuan untuk memberikan informasi.