Penyebab Rambut Rontok yang Wajib untuk Dihindari Sekarang Juga!

Masalah kerontokan rambut ternyata dapat disebabkan oleh sejumlah hal. Tidak ada salahnya jika Anda mengetahui penyebab rambut rontok berikut ini.
133
5 (100%) 1 votes
penyebab rambut rontok

Banyak dari Anda, terutama kaum hawa yang kerap khawatir jika mengalami masalah satu ini. Pasalnya, masalah rambut rontok bukan hanya merupakan masalah kesehatan. Rambut yang rontok juga kerap mempengaruhi penampilan seseorang. Kendati demikian, rupanya masalah rambut rontok ini dapat disebabkan oleh sejumlah hal. Apa saja sih penyebab rambut rontok yang wajib Anda waspadai?

Penyebab Rambut Rontok

 

Sebagai tambahan informasi, rupanya pria lebih berisiko mengalami rambut rontok dibanding wanita. Dilansir dari laman Health, hal ini ternyata berhubungan dengan kebotakan yang memang biasa menyerang para pria pada usia tertentu. Kendati demikian, bukan berarti wanita tidak berisiko mengalami masalah rambut rontok. Pasalnya, masalah tersebut menjadi hal yang sudah umum bagi sebagian kaum hawa.

Biasanya, penyebab rambut rontok yang umum terjadi pada wanita lantaran rambut dan kulit kepala kekurangan nutrisi. Tidak heran jika hal tersebut membuat batang rambut menjadi lebih tipis sehingga mudah terlepas dari kulit kepala. Namun, rupanya tidak hanya itu saja. Masih banyak penyebab rambut rontok yang wajib Anda ketahui seperti berikut.

Menjalani Masa Kehamilan

 

Masa kehamilan merupakan masa-masa yang paling berkesan bagi banyak kaum hawa. namun, di masa kehamilan pula Anda kerap bersiko terserang sejumlah masalah kesehatan. Misalnya saja seperti wasir, vertigo, mual hingga mengalami kerontokan rambut. Tentu saja hal tersebut juga membuat wanita yang sedang menjalani masa kehamilan rentan terkena stress.

Dilansir dari laman Health, ternyata risiko stress yang lebih tinggi pada wanita hamil inilah yang menjadikan Anda mengalami kerontokan rambut. Tak hanya itu saja, masalah hormon yang tidak stabil pada masa kehamilan juga ikut mempengaruhinya. Bahkan, masalah kerontokan rambut ini akan terus terjadi setelah Anda melahirkan buah hati. Tidak heran jika salah seorang ahli yang diketahui bernama Dr. Glashofer menyebut jika melahirkan merupakan salah satu trauma yang cukup menyenangkan.

Mengalami Stress

 

Selain menjalani masa kehamilan, ternyata stress juga dapat menjadi penyebab rambut rontok. Sebagai tambahan informasi, rupanya stress merupakan salah satu trauma yang disebabkan oleh faktor-faktor tertentu. Bisa saja karena Anda baru menjalani operasi tertentu atau mengidap penyakit tertentu. Kendati demikian, ternyata laman Health menjelaskan jika stress kerap memicu kerontokan rambut yang disebut dengan telogen effluvium.

Sebagai tambahan informasi, pertumbuhan rambut mengalami tiga fase: fase pertumbuhan, fase istirahat dan fase peluruhan/penguguran. Bagi Anda yang mengalami stress, bisa dipastikan jika rambut akan mengalami fase pengguran lebih awal. Hal ini juga telah dijelaskan oleh Marc Glashofer, MD, seorang dermatologist di kota New York. Tidak hanya itu saja, Glashofer juga menjelaskan jika gejala akan terlihat dengan jelas setelah tiga hingga enam bulan pasca trauma.

Kelebihan Vitamin A

 

Mengonsumsi vitamin A memang baik untuk tubuh, terutama untuk kesehatan mata. Namun, mengonsumsi vitamin A dalam jumlah yang belerbihan menjadi penyebab rambut rontok. Hal ini bahkan sudah dibuktikan lewat penelitian yang dilakukan American Academy of Dermatology. Sebagai tambahan informasi, dalam sehari orang dewasa hanya dianjurkan untuk mengonsumsi vitamin A sebanyak 5.000 IU.

Sebagai tambahan informasi, rupanya jumlah tersebut juga berlaku bagi anak-anak yang berusia di atas 4 tahun. Tidak hanya itu saja, bagi Anda yang rutin mengonsumsi vitamin A dalam bentuk suplemen, akan lebih baik lagi jika memperhatikan dosisnya. Apalagi, suplemen vitamin A biasanya mengandung 2.500 hingga 10.000 IU.

Kekurangan Protein

 

Selain kelebihan vitamin A, ternyata kekurangan protein juga bisa menjadi penyebab rambut rontok. Sebagai tambahan informasi, protein merupakan salah satu bahan penting yang dibutuhkan tubuh dalam proses metabolisme. Terutama dalam mendukung pertumbuhan sel-sel tubuh, termasuk sel rambut. Hal ini pun telah dijelaskan oleh American Academy of Dermatology.

Dilansir dari laman kesehatan Health, kekurangan protein ternyata dapat memperlambat pertumbuhan sel-sel rambut yang baru dan lebih sehat. Tidak hanya itu, rambut yang tumbuh pun biasanya akan mengalami penipisan dan lebih rapuh sehingga mudah terlepas dari kulit kepala. Bagi Anda yang tidak ingin mengalami kerontokan rambut, tidak ada salahnya mulai menyisipkan makanan berprotein tinggi seperti ikan, daging merah hingga dairy products.

Pola Kebotakan pada Kaum Pria

 

Berbeda dari kaum hawa yang lebih berisiko tinggi mengalami kerontokan rambut saat hamil, ternyata pria memiliki risiko yang lebih tiggi. Dilansir dari laman Health, pria lebih berisiko mengalami kebotakan lantaran memiliki pola kebotakan. Hal ini rupanya juga telah dibuktikan dengan percobaan yang menyimpulkan jika dua dari tiga orang pria yang berusia 60 tahun mengalami kerontokan rambut. penyebab rambut rontok yang umum terjadi lantaran pola kebokatakn.

Sebagai tambahan informasi, ternyata penyebab rambut rontok satu ini dikarenakan oleh kombinasi dari gen dan hormon kaum pria. Biasanya kondisi yang demikian membuat rambut semakin menipis mendekati area pelipis. Tidak hanya itu saja, pola kebotakan satu ini juga mengakibatkan garis rambut yang berentuk huruf M.

Faktor Keturunan

 

Siapa yang menyangka ternyata kaum wanita juga dapat mengalami pola kebotakan seperti para pria. Dilansir dari laman Health, pola kebotakan yang terjadi pada wanita kerap disebut dengan istilah anrogenetic alopecia. Biasanya, penyebab rambut rontok satu ini dikarenakan oleh faktor keturunan. Terutama jika dalam keluarga Anda ada kerabat wanita yang mengalami kerontokan rambut pada usia tertentu.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Dr. Glashofer, pola kebotakan pada wanita ini ternyata tidak menimbulkan garis rambut seperti pada pria. Kendati demikian, bagian yang mengalami kerontokan rambut menyebabkan kebotakan di area tertentu. Parahnya, area tersebut ternyata dapat semakin melebar. Sebagai tambahan informasi, ternyata salah satu gejala dari penyebab rambut rontok satu ini adalah terjadinya penipisan rambut pada area tertentu.

Masalah Hormon pada Wanita

 

Tidak hanya disebabkan oleh masa kehamilan, ternyata penyebab rambut rontok lainnya pada wanita adalah masalah hormon. Sebagai tambahan informasi, ternyata perubahan hormon yang terjadi di dalam tubuh wanita setiap mendekati masa datang bulan atau pun menjalani masa kehamilan dapat memperbesar risiko kerontokan rambut.

Tidak hanya itu saja, ternyata menopause juga membuat hormon di dalam tubuh mengakibatkan kerontokan rambut. dijelaskan oleh Mark Hammond, hal tersebut diakibatkan oleh adanya aktifnya penerima hormon androgen pada kulit kepala. Akibatnya, folikel rambut akan mulai menggugurkan rambut yang ada.

Anemia

 

Penyebab rambut rontok lainnya yang harus Anda waspadai adalah anemia. Penyakit kekurangan zat besi ini ternyata juga dapat menyebabkan rambut Anda rontok. Hal ini rupanya berkaitan dengan zat besi yang ada di dalam tubuh. Sebagai tambahan informasi, zat besi juga memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala. Tidak heran kekurangan zat besi kerap membuat kulit lebih pucat.

Kondisi yang demikian juga membuat kulit kepala melemah sehingga tidak dapat menahan akar rambut dengan maksimal. Terkait dengan anemia, ternyata masalah kesehatan satu ini umum menyerang wanita yang berusia antara 20 hingga 49 tahun.

Hipotiroidisme

 

Penyakit yang disebut dengan hipotiroidisme ini rupanya disebabkan oleh kelenjar tiroid yang tidak bekerja seperti seharusnya. Sebagai tambahan informasi, kelenjar tiroid merupakan kelenjar yang berada di sekitar leher. Kelenjar satu ini memiliki tugas penting, terutama dalam memproduksi hormon yang berkaitan dengan proses metabolism dan pertumbuhan sel tubuh.

Tidak heran jika kelenjar tiroid yang mengalami masalah juga mengakibatkan sejumlah masalah kesehatan. Salah satunya adalah kerontokan rambut. Terkait dengan penyebab rambut rontok satu ini, biasanya dokter akan memberikan pengobatan dengan tiroid sintetis yang akan menormalkan kembali kinerja dari kelenjar tiroid.

Kekurangan Vitamin B

 

Vitamin B merupakan salah satu bahan yang dibutuhkan oleh tubuh untuk memproduksi sel darah merah. Tidak heran jika vitamin B kerap dikonsumsi untuk mencegah anemia. Apalagi, anemia menjadi salah satu penyebab rambut rontok. Maka dari itu, tidak ada salahnya bagi Anda yang ingin terhindar dari masalah kerontokan rambut untuk menambah asupan vitamin B.

Selain mendapatkan vitamin B dari suplemen, Anda juga dapat mendapatkannya dari sejumlah makanan seperti berikut. Misalnya saja ikan, daging merah, dan buah-buahan yang tidak termasuk ke dalam golongan jeruk-jerukan. Mengonsumsi vitamin B dalam jumlah cukup tidak hanya menyebabkan rambut tumbuh sehat, tetapi juga menjadikan tubuh terasa semakin bugar.

Alopecia Areata

 

Dilansir dari laman Web MD, penyakit yang disebut dengan istilah alopecia areata ini merupakan kerontokan rambut yang disebabkan oleh masalah pada sistem imunitas tubuh. biasanya, kondisi yang demikian menyerang bagian folikel rambut di mana rambut pertama kali tumbuh. Sebagai tambahan informasi, ternyata penyakit satu ini juga biasa disebut dengan kebotakan pada titik-titik tertentu di area kulit kepala.

Dijelaskan oleh Dr. Glashofer, ternyata alopecia areata juga menyebabkan sistem imunitas tubuh menganggap rambut sebagai benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Tidak heran jika secara otomatis hal tersebut membuat sistem autoimun tubuh merontokkan rambut. Salah satu penanganan yang diberikan oleh para ahli untuk mengatasi kondisi satu ini adalah dengan menyuntikkan steroid.

Mengalami Penurunan Berat Badan Secara Drastis

 

Bagi kaum hawa, mengalami penurunan berat badan merupakan kabar yang membahagiakan. Namun, jangan senang dahulu jika berat badan Anda mengalami penurunan secara drastis. Pasalnya, hal tersebut justru menyebabkan sejumlah masalah kesehatan. Salah satunya adalah kerontokan rambut. dilansir dari laman Health, penurunan berat badan secara drastis menjadi salah satu penyebab rambut rontok.

Hal ini dikarenakan penurunan berat badan secara drastis menimbulkan trauma yang menyebabkan penipisan rambut. tidak heran jika kondisi yang demikian juga memperburuk risiko kerontokan rambut. tidak hanya itu saja, penurunan berat badan secara drastic ternyata juga dikaitkan dengan kurangnya nutrisi dan vitamin yang masuk ke dalam tubuh.

Pasien Kemoterapi

 

Kemoterapi merupakan salah satu pengobatan yang dianjurkan bagi pasien penderita kanker. Selain dapat menekan jumlah sel kanker dalam tubuh, ternyata kemoterapi juga menjadi penyebab rambut rontok. Hal ini dijelaskan oleh Dr. Glashofer yang menyebut kemoterapi sebagai bom nuklir. Pasalnya, kemoterapi tidak hanya menghancurkan sel kanker saja. Namun, juga mengurangi jumlah sel-sel tubuh lainnya yang masih sehat seperti sel rambut.

Tidak heran jika pasien yang menjalani kemoterapi juga akan mengalami kerontokan rambut bahkan kebotakan. Kendati demikian, rupanya masalah rambut rontok ini akan berhenti saat Anda juga berhenti melakukan kemoterapi. Namun, tentu saja kondisi rambut yang tumbuh setelah Anda menjalani kemoterapi akan berbeda dengan rambut sebelumnya.

PCOS

 

Berbeda lagi dengan penyebab rambut rontok satu ini. Jenis penyakit yang lebih dikenal dengan PCOS ini merupakan kondisi di mana hormon progesterone dan androgen di dalam tubuh mengalami ketidakseimbangan. Dilansir dari laman Health, hal tersebut ternyata dapat menyebabkan kista yang menyerang ovarium.

Tidak hanya itu, penyakit yang disebut dengan Polycystic Ovary Syndrome ini juga menyebabkan kenaikan berat badan serta mempertinggi risiko diabetes. Usut punya usut, PCOS juga menjadi penyebab penipisan rambut yang menyebabkan kerontokan rambut. Hal tersebut dikarenakan adanya jumlah hormon androgen yang berlebihan. Namun, pasien yang menderita PCOS juga kerap mengalami tumbuhnya rambut di bagian wajah dan tubuh bagian tertentu.

Sering Menata Rambut

 

Salah satu kebiasaan yang kerap dilakukan oleh kaum hawa ini ternyata juga dapat menjadi penyebab rambut rontok. Sebagai tambahan informasi, rambut kerap menjadi salah satu bagian tubuh yang kerap ditata dalam berbagai gaya. Tidak heran jika Anda juga melibatkan penggunaan alat-alat tertentu hingga hair product yang mengandung bahan kimia.

Kebiasaan satu ini ternyata dapat menyebabkan rambut kehilangan nutrisi lebih cepat. Tidak hanya itu saja penggunaan alat styling seperti curler atau pun catokan juga membuat batang rambut menjadi lebih tipis. Kondisi yang demikian akan menyebabkan kerontokan rambut yang lebih parah jika tidak diimbangi dengan perawatan rambut menggunakan vitamin khusus.

Faktor Usia

 

Bicara soal penyebab rambut rontok, ternyata hal tersebut juga berkaitan dengan faktor usia. Seperti yang telah diketahui, semakin bertambahnya usia manusia menyebabkan sel-sel dan organ tubuh tidak dapat  bekerja secara maksimal. Hal ini pulalah yang menyebabkan orang dengan rentang usia 50-60 tahun mengalami kerontokan rambut hingga kebotakan.

Faktor usia ini ternyata juga diamini oleh Dr. Glashofer yang menyebut jika kerontokan rambut merupakan salah satu hal umum pada orang dewasa berusia 50 hingga 60 tahun. Dibanding melakukan pengobatan tertentu, dermatologist satu ini lebih menyarankan untuk menutupi kerontokan atau kebotakan dengan sejumlah trik tertentu. Misalnya saja dengan menggunakan rambut palsu atau wig.

Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori

Harap diperhatikan bahwa konten pada website sehatly.com tidak bisa untuk menggantikan peran seorang dokter ataupun praktisi kesehatannya. Konten-konten sehatly hanya bertujuan untuk memberikan informasi.