Terungkap! Inilah Penyebab Bau Mulut yang Sering Tidak Anda Sadari!

Siapa yang menyangka ternyata penyebab bau mulut cukup beragam. Bahkan, sebagian dari faktor penyebab bau mulut juga mengindikasikan penyakit lain.
1607
bau mulut

Bau mulut merupakan salah satu masalah kesehatan yang kerap diremehkan. Padahal, bau mulut kerap menunjukkan gejala penyakit tertentu yang tidak Anda sadari. Namun, tidak sedikit pula yang menyebut jika bau mulut disebabkan karena kondisi rongga mulut tidak higienis. Nah, maka dari itu untuk mengetahui penyebab bau mulut lainnya, tidak ada salahnya untuk menyimak artikel berikut.

Lebih Dalam Mengenai Bau Mulut

 

bau mulut

Dilansir dari laman National Health Service, ternyata masalah bau mulut dialami oleh satu dari empat orang. Sebagai tambahan informasi, bau mulut kerap disebut dengan istilah medis halitosis. Kendati demikian, ternyata bau mulut dapat dialami oleh siapa saja dan orang-orang dalam semua rentang usia. Tidak heran jika masalah bau mulut juga bisa menyerang baik orang dewasa mau pun anak-anak.

Penyebab Bau Mulut

 

Bicara soal bau mulut, ternyata masalah kesehatan satu ini disebabkan oleh sejumlah hal. Pada umumnya, penyebab bau mulut disebabkan oleh kondisi rongga mulut yang kotor. Biasanya, rongga mulut yang dipenuhi oleh bakteri kerap menimbulkan bau mulut yang kurang sedap. Hal tersebut merupakan reaksi yang biasa terjadi lantaran bakteri tersebut memproduksi racun yang menyebabkan bau mulut.

Sebagai tambahan informasi, bakteri di dalam mulut memang bertugas dalam memecah dan mengurai potingan makanan dalam mulut. Proses pemecahan tersebut ternyata juga menimbulkan produksi gas yang berbau tidak sedap. Bau tersebut akan bertambah parah jika terdapat sisa makanan yang terselip di antara gigi. Tidak hanya itu saja, ternyata bau mulut yang terjadi secara terus-menerus juga menjadi salah satu pertanda jika gusi Anda mengalami masalah.

Kurang Menjaga Kebersihan Mulut

 

bau mulut karena kurang kebersihan mulut

Salah satu penyebab bau mulut yang umum terjadi adalah kurang menjaga kebersihan mulut. Kondisi yang demikian ternyata menyebabkan bakteri yang ada di mulut akan mengekstrasi sisa makanan atau makanan yang terselip di sela-sela gigi. Sebagai tambahan informasi, makanan yang terselip di gigi kadang susah untuk ditanggalkan meski pun Anda telah menggunakan tusuk gigi atau benang gigi. Akibatnya, makanan tersebut mengalami pembusukan yang disebabkan oleh reaksi bakteri.

Pada saat inilah bakteri akan memproduksi gas yang berbau tidak sedap. Sebagai tambahan informasi, ternyata bakteri-bakteri tersebut juga dapat memicu terjadinya masalah pada gusi dan menyebabkan pembusukan pada gigi. Tidak hanya itu saja, ternyata bakteri penyebab bau mulut juga menempel pada permukaan lidah. Maka dari itu, banyak dari para ahli gigi yang menyarankan agar Anda turut menggosok bagian lidah untuk menghindari bau mulut.

Menyantap Jenis Makanan dan Minuman Tertentu

 

bawang bombay penyebab bau mulut

Selain disebabkan oleh bakteri yang ada di dalam mulut, ternyata penyebab bau mulut lainnya adalah menyantap jenis makanan dan minuman tertentu. Dilansir dari National Health Service, mengonsumsi jenis makanan dengan bau yang kuat dan menyengat bisa memicu terjadinya bau mulut. Terutama bagi Anda yang gemar menyantap bawang putih , bawang Bombay dan berbagai rempah-rempah. Selain jenis makanan tersebut, mengonsumsi petai ataupun durian juga dapat menjadikan mulut berbau kurang sedap.

Sedangkan untuk minuman, hindari minuman seperti kopi dan alkohol yang dapat menyebabkan nafas menjadi bau. Kendati demikian, bau mulut yang disebabkan oleh makanan dan minuman ini ternyata hanya bersifat sementara. Biasanya, aroma yang kurang sedap tersebut akan menghilang saat Anda menggosok gigi atau pun berkumur dengan mouthwash.

Merokok

 

rokok penyebab bau mulut

Penyebab bau mulut lainnya yang harus Anda waspadai mulai dari sekarang adalah kebiasaan merokok. Tidak hanya membuat tubuh menjadi kurang sehat, ternyata kebiasaan satu ini juga menjadi penyebab bau mulut. Sebagai tambahan informasi, merokok tidak hanya menyebabkan bau kurang sedap pada mulut. Namun, juga menjadi pemicu gigi menjadi berwarna kuning.

Selain itu, kebiasaan merokok juga mempertinggi risiko masalah kesehatan yang menyerang gusi. Kondisi yang demikian tentu akan memperparah bau mulut yang sedang menyerang. Terkait dengan kesehatan mulut, ternyata merokok juga dapat mengurangi indera perasa Anda. Maka dari itu, tidak ada salahnya jika mulai dari sekarang Anda menghentikan kebiasaan satu ini.

Menjalankan Diet atau Puasa

 

diet penyebab bau mulut

Bagi Anda yang sering menjalankan diet cepat atau crash dieting rupanya juga berisiko terserang bau mulut. Sebagai tambahan infromasi, penyebab bau mulut juga beragam. Tidak hanya menjalani diet cepat tetapi juga menjalankan puasa. Dilansir dari National Health Service, kondisi yang demikian ternyata membuat lemak tubuh memproduksi zat kimia yang disebut dengan keton.Hal ini biasanya terjadi saat Anda sedang menjalani diet rendah karbohidrat.

Sebagai tambahan informasi, ternyata keton sendiri akan masuk ke dalam lemak ketosis yang menjadi salah satu ciri utama dari diet Atkins. Kendati demikian, nafas yang bau saat Anda menjalani deit ini ternyata merupakan salah satu bukti jika diet rendah karbo Anda berhasil. Dilansir dari laman Web Md, lemak tersebut digunakan sebagai bahan baku dari energy selama tuuh tidak menerima asupan karbohidrat selagi menjalani diet.

Mengonsumsi Obat-Obatan Tertentu

 

konsumis obat penyebab bau mulut

Siapa yang menyangka ternyata bau mulut juga dapat disebabkan oleh jeis obat-obatan yang sedang Anda konsumsi. Dilansir dari laman National Health Service, sejumlah jenis obat ternyata juga dapat menjadi penyebab bau mulut. Contohnya saja seperti nitrat yang digunakan atau diberikan kepada penderita penyakit nyeri dada alias angina. Kendati demikian, nitrat hanya diberikan kepada pasien yang mengalami nyeri dada yang disebabkan oleh tersumbatnya aliran darah ke jantung.

Sebagai tambahan informasi, ternyata penderita kanker yang sedang menjalani terapi kemoterapi juga kerap mengalami masalah bau mulut. Tidak hanya itu saja, jenis obat seperti obat penenang juga kerap membuat Anda mengalami bau mulut yang kurang sedap. Maka dari itu, jangan segan-segan untuk meminta alternatif atas jenis obat lainnya yang tidak membuat bau mulut kepada dokter Anda.

Mengidap Jenis Penyakit Tertentu

 

penyakit penyebab bau mulut

Penyebab bau mulut lainnya juga berkaitan dengan gejala dari penyakit tertentu. Dilansir dari laman National Health Service, xerostomia atau kondisi mulut yang kering juga kerap menjadi penyebab bau mulut. Hal ini disebabkan lantaran produksi air liur atau saliva yang ikut berkurang. Sebagai tambahan informasi, ternyata kekurangan jumlah air liur atau saliva juga menyebabkan peningkatan jumlah bakteri pada mulut.

Seperti yang telah diketahui, kondisi yang demikian tentu akan menyebabkan bau mulut. Apalagi jika terdapat sisa makanan yang terselip di gigi. Sebagai tambahan informasi, ternyata penyakit yang juga dapat menyebabkan bau mulut adalah terganggunya sistem gastrointestinal. Kondisi tersebut biasa terjadi saat lambung dan usus halus terinfeksi bakteri. Bahkan, penyakit satu ini juga selalu dikaitkan dengan masalah bau mulut pada penderitanya.

Mengalami Halitophobia

 

halitophobia penyebab bau mulut

Di antara penyebab bau mulut di atas, ternyata ada juga faktor yang disebabkan oleh masalah psikologis. Faktor satu ini biasa disebut dengan istilah halitophobia. Biasanya, pasien yang menderita halitophobia akan merasa mereka memiliki bau mulut. Padahal, pada kenyataannya bau nafas penderita tidak mengeluarkan aroma yang kurang sedap.

Sebagai tambahan informasi, orang-orang yang mengidap halitophobia biasanya mengalami paranoid terutama pada bau nafas mereka sendiri. Bahkan, gara-gara kebiasaan satu ini, penderita halitophobia kerap salah mengartikan perlakuan orang lain kepada mereka dan mengartikannya jika mereka memiliki nafas yang kurang sedap. Kondisi yang demikian rupanya juga membuat penderita halitophobia kerap mengunyah permen karet dan menggunakan penyegar mulut.

Mengalami Ketoacidosis

 

ketoacidosis penyebab bau mulut

Kendati terbilang langka atau jarang, ternyata au mulut juga dapat disebabkan karena Anda mengalami ketoacidosis. Ketoacidosis sendiri biasanya terjadi saat kadar insulin pada penderita penyakit diabetes mengalami penurunan yang sangat drastis. Alhasil, kondisi tersebut membuat tubuh menggunakan lemak pada tubuh sebagai bahan baku dari energi. Sebagai tambahan informasi, pada saat pemecahan lemak inilah akan terbentuk zat bernama keton.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, keton akan bersifat sebagai zat toksin alias gas beracun jika jumlahnya melebihi angka normal. Tidak hanya itu saja, jumlah keton yang berlebihan dalam tubuh ini juga menjadikan penyebab bau mulut. Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk menjaga kadar insulin dengan menyantap makanan yang mengandung karbohidrat.

Mengidap Gagal Ginjal Kronis

 

gagal ginjal penyebab bau mulutt

Salah satu kondisi kronis yang juga menjadi penyebab bau mulut adalah mengalami gagal ginjal. Sebagai tambahan informasi, penyakit satu ini biasanya ditandai dengan ginjal yang sudah tidak bisa lagi bekerja dengan normal. Biasanya, bau mulut yang disebabkan oleh faktor satu ini ditandai dengan bau mulut yang sekilas seperti aroma urin atau air kencing.

Kondisi yang demikian umum terjadi saat penderita sudah mengalami gagal ginjal dalam tahapan yang sudah mengkhawatirkan. Tidak heran jika pada kondisi tersebut, bahan-bahan yang seharusnya dibuang oleh ginjal justru dialihkan atau dialirkan ke pembuluh darah.

Pasien Penderita Bronkiektasis

 

Bronchiectasis penyebab bau mulut

Penyakit lainnya yang dapat menjadi penyebab bau mulut adalah bronkiektasis. Sebagai tambahan informasi, penyakit bronkiektasis sendiri merupakan kondisi di mana didning dari bronchi alias cabang tenggorokan mengalami penebalan dan infeksi bakteri. Hal tersebut rupanya membuat daerah tersebut ditutupi oleh kelenjar yang tebal.

Penebalan kelenjar di area cabang tenggorokan inilah yang menyebabkan terjadinya bau mulut. Apalagi, jika peradangan tersebut juga disertai dengan infeksi bakteri tertentu yang akan memperparah bronkiektasis dan bau mulut.

Penanganan Bagi Penderita Bau Mulut

 

penanganan bau mulut

Masalah bau mulut memang sangat mengganggu. Bahkan, kondisi tersebut juga membuat Anda malu untuk berkomunikasi dengan orang lain. Kendati demikian, jangan berdiam diri. Pasalnya, masalah kesehatan satu ini juga dapat diatasi dan dicegah dengan sejumlah cara seperti berikut.

  • Menggosok Gigi

Salah satu cara untuk mencegah penyebab bau mulut menyerang adalah rajin menggosok gigi. Sebagai tambahan informasi, salah satu penyebab bau mulut yang paling umum adalah kondisi rongga mulut yang tidak higienis. Hal tersebut bisa disebabkan oleh kurang bersihnya Anda saat menggosok gigi. Alih-alih hanya menggosok bagian atas dan bawah gigi, tidak ada salahnya jika Anda menggosok seluruh bagian gigi dengan maksimal.

Akan lebih baik lagi jika Anda menggunakan gerakan circular atau memutar agar kotoran dapat dibersihkan secara menyeluruh. Selain itu, gunakan jenis pasta gigi yang ampuh membersihkan sekaligus membunuh kuman dan bakteri pada mulut agar mendapatkan keuntungan ganda.

  • Menggunakan Benang Gigi

Tidak hanya menggosok gigi, sisa makanan yang kerap terselip di sela-sela gigi juga menjadi penyebab bau mulut. Apalagi jika letak sisa makanan tersebut susah dijangkau menggunakan tusuk gigi. Salah satu benda yang dapat menyelamatkan Anda adalah floss atau yang lebih dikenal dengan benang khusus gigi. Dilansir dari laman Medical News Today, floss alias benang gigi ternyata dapat mengurangi jumlah sisa makanan yang tertimbun di sela-sela gigi dan juga plak mencapai angka 60%.

  • Menggosok Permukaan Lidah

Cara lainnya yang dapat Anda lakukan untuk mencegah dan mengatasi masalah bau mulut akut adalah dengan menjaga kebersihan lidah dari bakteri. Apalagi seperti yang telah diketaui jumlah bakteri yang berlebihan juga menjadi penyebab bau mulut. Maka dari itu, mulai dari sekarang mulailah untuk menggosok permukaan lidah menggunakan tongue scrape.

Alat satu ini dapat meluruhkan bakteri yang menempel pada permukaan lidah. Salah satu gejala lidah yang kotor adalah terdapat lapisan berwarna putih atau kuning pada permukaannya. Sedangkan kondisi lidah yang sehat ditandai dengan permukaan lidah yang berwarna merah muda segar. Cara menggosok permukaan lidah pun dapat dilakukan saat Anda sedang menggosok gigi. Tidak hanya itu saja, Anda juga dapat menggunakan sikat gigi untuk menggosok lidah.

  • Menjaga Kelembapan Mulut

Penanganan lainnya yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya bau mulut adalah dengan menjaga kelembapan mulut. Apalagi, kondisi mulut yang kering juga kerap menjadi pemicu bau mulut yang kurang sedap. Tidak ada salahnya jika Anda juga memperhatikan asupan cairan yang masuk ke dalam tubuh.

Kendati demikian, ternyata mulut yang kering dalam tahapan kronis membutuhkan penanganan khusus dari ahli medis. Tidak jarang jika dokter atau tim ahli akan menggunakan pengobatan tertentu untuk menstimulasi produksi air liur alias saliva agar mulut tetap basah. Sebagai tambahan informasi, kondisi mulut yang kering ternyata juga menstimulasi peningkatan produksi bakteri pada mulut.

  • Meminum Banyak Air Putih

Siapa yang menyangka ternyata anjuran untuk menjaga asupan air putih dalam sehari memang baik untuk menjaga kesehatan dan kelembapan tubuh. Bagi Anda yang ingin mengatasi mau pun mencegah bau mulut, tidak ada salahnya untuk menjaga asupan air putih. Pasalnya, air putih dapat menjaga kebersihan dan kelembapan di dalam mulut. Tidak hanya itu saja, ternyata mengonsumsi air putih secara cukup juga membantu proses pembersihan rongga mulut dari bakteri yang ada, termasuk bakteri penyebab bau mulut. Catatan penting bagi Anda yang tengah berjuang mengatasi masalah bau mulut sebaiknya hindari mengonsumsi minuman yang mengandung gula. Pasalnya, jenis minuman satu ini justru akan memperparah bau mulut.

  • Hindari Meminum Kopi

Banyak dari Anda yang gemar menikmati secangkir kopi. Apalagi, banyaknya café yang menyajikan beragam jenis olahan kopi membuat Anda lebih mudah dalam mendapatkan jenis minuman satu ini. Namun, bagi Anda yang saat ini tengah menghadapi masalah bau mulut, sebaiknya hindari mengonsumsi berbagai jenis kopi. Dilansir dari laman kesehatan Web MD, kopi justru akan memperparah bau tidak sedap pada mulut. Maka dari itu, akan lebih baik jika Anda menguragi asupan kopi selama mengatasi masalah bau mulut. Bagi Anda yang tidak suka meminum air putih, tidak ada salahnya untuk menikmati minuman berbahan herbal seperti green tea atau pun chamomile tea.

  • Jangan Merokok

Seperti yang telah diketahui, salah satu penyebab bau mulut adalah merokok. Maka dari itu, bagi Anda yang ingin terhindar dari masalah kesehatan satu ini tidak ada salahnya untuk menghentikan kebiasaan tersebut mulai dari sekarang. Selain mengandung beragam bahan kimia yang berakibat buruk bagi kesehatan tubuh, merokok ternyata juga menjadikan nafas dan mulut Anda mengeluarkan bau yang kurang sedap Bahkan, aroma tidak sedap yang dikeluarkan oleh para perokok memiliki aroma yang lebih kuat dibanding penderita bau mulut yang tidak pernah merokok.

  • Tidak Meminum Alkohol

Jenis minuman lain yang wajib Anda hindari untuk mencegah dan mengatasi masalah bau mulut adalah alkohol. Sebagai tambahan informasi, minuman satu ini justru akan membuat rongga mulut terasa lebih kering. Pasalnya, mengonsumsi alkohol berakibat pada berkurangnya kelembapan rongga mulut yang berakibat dapat memicu perkembangan bakteri di dalam rongga mulut. Bahkan, meminum alkohol seperti beer mau pun wine dapat meninggalkan bau mulut yang bertahan selama delapan hingga sepuluh jam setelah Anda menenggaknya.

  • Tidak Menyantap Perment Mint

Banyak orang yang berpikir jika perment mint atau peppermint ampuh dalam mengatasi masalah bau mulut. Terutama pada penderita bau mulut yang disebabkan oleh merokok secara berlebihan. Namun, siapa yang menyangka ternyata mengonsumsi permen mints justru dapat memperparah masalah bau mulut. Aroma mints yang ditimbulkan dan muncul setelah Anda mengecap permen tersebut memang dapat menjadikan nafas menjadi lebih segar. Namun, kandungan gula pada permen yang menempel pada gigi justru menjadikan bakteri di dalam mulut dapat berkembang biak lebih mudah. Tidak heran jika kebiasaan tersebut justru menjadikan nafas Anda semakin bau.

  • Mengunyah Permen Karet

Salah satu cara untuk mengatasi masalah bau mulut adalah dengan mengunyah permen karet. Cara ini bahkan banyak dilakukan oleh para perokok yang ingin menghilangkan aroma tembakau setelah merokok. Dilansir dari laman kesehatan Web MD, cara satu ini juga ampuh untuk mengatasi masalah bau mulut yang disebabkan oleh hal lain. Kunyahlah permen kaet selama 20 menit setelah menyantap makanan atau pun minuman yang beraroma kuat. Pastikan Anda menyantap perment karet yang mengandung xylitol di dalamnya. Tidak hanya mencegah terjadinya karang gigi mau pun gigi berlubang, kandungan xylitol pada permen karet juga memberikan sensasi dingin menyegarkan dan menjadikan nafas tidak lagi bau.

Makanan Penyebab Bau Mulut

 

makanan

Seperti yang telah diketahui, salah satu penyebab bau mulut juga dapat berasal dari jenis makanan yang Anda santap. Maka dari itu, tidak ada salahnya mengetahui jenis makanan apa saja yang justru menjadikan nafas menjadi tidak sedap dan bau mulut seperti berikut.

  • Hidangan yang Berprotein Tinggi

Siapa yang menyangka jika makanan yang mengandung protein tinggi ternyata berpotensi menyebabkan bau mulut. Makanan seperti ikan, daging hingga produk-produk olahan susu atau yang disebut dengan dairy products ini merupakan jenis makanan yang mengandung protein tinggi. Sebagai tambahan informasi, rupanya makanan dengan protein tinggi dapat memicu Anda terserang halitosis. Halitosis sendiri merupakan salah satu penyebab dari masalah bau mulut pada sebagian orang. Tidak hanya itu saja, protein yang terkandung di dalam makanan ini juga berisiko terpecah menjadi ekskresi VSC yang disebabkan oleh bakteri yang terdapat di dalam mulut.

  • Makanan Manis dan Mengandung Gula

Sebelumnya sudah diketahui jika Anda yang ingin terhindar atau pun mengatasi masalah bau mulut dilarang keras mengonsumsi makanan yang mengandung gula. Rupanya larangan tersebut bukanlah tanpa alasan. Pasalnya, makanan manis dan berkarbohidrat yang mengandung zat gula akan membuat bakteri penyebab bau mulut berkembang biak secara cepat. Apalagi diketahui jika bakteri penyebab bau mulut menggunakan zat gula tersebut sebagai salah satu bahan untuk berkembang biak di dalam rongga mulut.

Makanan manis yang mengandung gula ini tidak terkecuali dengan permen mints yang banyak direkomendasikan untuk mengatasi masalah bau mulut. Sebagai tambahan informasi, aroma mints memang dapat menyegarkan bau mulut. Namun, hal tersebut tidak serta merta mengatasi masalah bau mulut dengan menghilangkan pemicu dari bau mulut tersebut. Bahkan, mengonsumsi permen mint dalam jangka waktu lama justru akan menyebabkan bau mulut bertambah parah.

  • Sajian yang Memiliki Rasa atau pH Asam

Jenis makanan lain yang berpotensi menyebabkan atau bahkan memperparah masalah bau mulit adalah makanan yang memiliki rasa asam. Sebagai tambahan informasi, makanan yang bersifat asam ternyata justru meningkatkan produksi bakteri penyebab bau mulut. Tidak heran jika banyak ahli yang mengajurkan untuk mengonsumsi produk atau pun obat yang dapat menetralkan pH di dalam mulut untuk menghindari bau mulut yang tidak sedap. Tidak hanya itu saja, mengonsumsi hidangan yang memiliki rasa asam ternyata juga dapat meningkatkan ekskresi VSC di dalam mulut. Jenis makanan yang memiliki rasa asam dan pH asam antara lain adalah saus tomat, acar, minyak zaitun, mentega dan cokelat.  Tidak hanya makanan, ternyata sejumlah minuman juga dapat bersifat asam yang menjadikan pH di dalam rongga mulut ikut berubah. Minuman tersebut antara lain kopi, jus tomat, jus nanas, minuman bersoda hingga jus jeruk.

 

Comment 1Sort by


user Anonim
2018/07/06 16:35

Terimah kasih atas pengetahuannya semoga bermanfaat untuk saya dan orang banyak

Salam sehat

Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori

Harap diperhatikan bahwa konten pada website sehatly.com tidak bisa untuk menggantikan peran seorang dokter ataupun praktisi kesehatannya. Konten-konten sehatly hanya bertujuan untuk memberikan informasi.