Ketahui Penyebab Ketombe Sebelum Mencari Penanganan yang Tepat!

Rambut berketombe kerap dikaitkan dengan kondisi kulit kepala yang kurang bersih. Namun, terdapat faktor lain yang menjadi penyebab ketombe.
74
5 (100%) 1 votes
penyebab ketombe

Memiliki rambut dan kulit kepala yang sehat merupakan dambaan banyak orang. Tidak heran jika sebagian dari Anda bahkan rela melakukan berbagai cara untuk menjaga kesehatan kulit kepala dan rambut. Namun, salah satu masalah ini kerap membuat Anda pusing dan merasa kurang percaya diri saat bertemu orang lain atau sekadar menggunakan warna baju tertentu. Pasalnya, ketombe kerap berguguran di baju yang dikenakan. Sebenarnya, apa sih penyebab ketombe?

Apa Sih Ketombe Itu?

 

Ketombe merupakan salah satu kondisi di mana kulit kepala menjadi seperti bersisik. Tak hanya membuat Anda kurang percaya diri karena ketombe mudah rontok. Ternyata rambut yang berketombe juga kerap menimbulkan rasa gatal pada kulit kepala. Tidak heran jika kondisi yang demikian juga mengganggu penampilan dan juga kenyamanan Anda.

Dilansir dari laman Medical News Today, ternyata rambut berketombe merupakan hal yang biasa terjadi. Bahkan, masalah kesehatan kulit kepala dan rambut ini juga dapat menyerang baik anak-anak mau pun orang dewasa. Kendati kerap dikaitkan dengan masalah kebersihan kulit kepala, ternyata mencuci  rambut atau berkeramas saja tidak dapat menghilangkan ketombe dengan ampuh.

Penyebab Ketombe

 

Bicara soal rambut berketombe, ternyata sampai saat ini masih belum diketahui dengan pasti apa penyebab ketombe. Hal ini pun juga dijelaskan dalam laman Medical News Today. Kendati kerap dikaitkan dengan masalah kebersihan kulit kepala, ternyata ketombe juga dapat disebabkan oleh masalah hormon. Terutama bagi remaja yang baru memasuki masa pubertas. Namun, tidak ada salahnya memperhatikan sejumlah faktor berikut yang juga disebut sebagai penyebab ketombe.

Mengalami Seborrheic Dermatitis

 

Salah satu penyebab ketombe yang banyak diungkap oleh para ahli adalah penyakit yang disebut dengan seborrheic dermatitis. Bicara soal penyakit satu ini, biasanya penderita akan mengalami sejumlah gejala seperti iritasi pada kulit kepala dan kulit kepala yang lebih berminyak dari biasanya. Banyak dari penderita yang kerap menganggap penyakit satu ini sebagai psoriasis atau eksim. Tidak heran, pasalnya gejala yang muncul pun terlihat sama.

  • Penyebab Seborrheic Dermatitis

Dilansir dari laman Web MD, ternyata penyakit yang juga menjadi penyebab ketombe ini bisa saja ditimbulkan oleh beberapa faktor. Misalnya saja seperti mengidap stress, masalah genetik atau faktor keturunan hingga jumlah bakteri yang berlebihan pada kulit kepala. Namun, tidak hanya itu saja, sejumlah pasien yang sedang menjalani pengobatan tertentu juga bisa mengalami seborrheic dermatitis.

Sebagai tambahan informasi, ternyata seborrheic dermatitis juga bisa muncul secara mendadak saat Anda sedang berada di tempat yang bersuhu rendah atau tingkat kelembapannya rendah. Kendati ketombe kerap dikaitkan dengan masalah kurang menjaga kebersihan, ternyata seborrheic dermatitis yang menjadi salah satu penyebab ketombe justru tidak pernah disebabkan oleh masalah menjaga kebersihan dan juga alergi.

  • Gejala dari Seborrheic Dermatitis

Siapa yang menyangka ternyata peradangan pada kulit ini juga dapat menyerang bayi. Bahkan, bayi yang berusia 3 bulan dan kurang dari usia tersebut kerap mengalami munculnya ketombe dan juga cradle cap. Tidak tanggung-tanggung, sisik yang muncul bahkan berwarna kuning kecokelatan. Ternyata, cradle cap tidak hanya muncul pada bayi saja, sejumlah orang dewasa terutama yang memasuki usia senja juga kerap memiliki cradle cap pada bagian kulit kepalanya.

Berbeda lagi jika menilik penjelasan yang dibeberkan oleh laman Med Broadcast. Menurut laman satu ini, penderita ketombe yang disebabkan oleh seborrheic dermatitis akan mengalami rasa gatal yang berlebihan pada kulit kepala. Tidak hanya itu saja, sel kulit yang mati akan berwarna kekuningan. Kondisi yang lebih parah bahkan membuat sisik-sisik tersebut menyerang bagian tubuh lain, seperti leher dan telinga.

  • Jamur Penyebab Seborrheic Dermatitis

Kendati penyakit yang juga menjadi penyebab ketombe ini dipengaruhi oleh sejumlah hal, ternyata ada sebuah jamur yang disebut dengan Malassezia. Malassezia sendiri merupakan jamur yang memang sudah berada di kulit kepala. Jamur satu ini ternyata menstimulasi produksi minyak yang sebelumnya diikat oleh folikel rambut.
Namun, keberadaan Malassezia ternyata tidak baik untuk sebagian orang. Bahkan, sejumlah orang justru mengalami masalah terkait dengan adanya jamur satu ini. Tidak main-main, kulit kepala akan mengalami iritasi dan juga memproduksi sel kulit kepala lebih banyak dari biasanya. Sel kulit kepala yang mati dan rontok akan bercampur dengan kelebihan minyak. Kondisi inilah yang akhirnya menyebabkan ketombe.

Jarang Menyisir Rambut

 

Siapa yang akan menyangka ternyata kebiasaan kecil yang kerap Anda lupakan ini juga bisa menjadi penyebab ketombe. Dilansir dari laman Medical News Today, kurang atau jarang menyisir rambut dapat memicu munculnya ketombe. Hal ini lantaran menyisir rambut ternyata memiliki sejumlah keuntungan, terutama dalam menjaga kesehatan dan kebersihan kulit kepala.

Dilansir dari laman Times Union, menyisir kulit kepala dan rambut ampuh dalam menstimulasi kulit kepala menjadi lebih sehat. Hal ini disebabkan saat Anda menyisir kulit kepala, maka peredaran darah di sekitar kulit kepala akan menjadi lebih lancar. Tidak hanya itu saja, fakta lain mengungkapkan jika sirkulasi darah yang sehat pada kulit kepala juga akan mendukung pertumbuhan rambut.

  • Berapa Jumlah yang Tepat untuk Menyisir Rambut?

Kurang atau jarang menyisir rambut memang dapat membuat kulit kepala lebih kotor. Apalagi jika terdapat tumpukan sel kulit mati yang nantinya dapat bercampur dengan minyak dan menyebabkan ketombe. Namun, bukan berarti menyisir rambut terlalu sering juga dianjurkan. Pasalnya, kebiasaan tersebut justru akan membuat rambut menjadi mudah rontok.

Dilansir dari laman Times Union, Ruth Steciuk seorang hair designer di Rumor Spa and Salon menganjurkan agar Anda menyisir rambut pada pagi dan malam hari. Selain itu, gunakan pula jenis sisir yang tepat agar batang rambut tidak rusak. Sebagai tambahan informasi, ternyata jenis sisir yang digunakan harus disesuaikan dengan tipe rambut Anda.

Kulit Kepala yang Kering

 

Faktor lain yang juga menjadi penyebab ketombe adalah kulit kepala yang kering. Tidak hanya ketombe, ternyata masalah kulit kering pada sebagian orang juga menimbulkan masalah kulit lainnya. Misalnya saja eksim yang membuat kulit menjadi bersisik. Sebagai tambahan informasi, ternyata orang dengan jenis kulit kering lebih berisiko mengalami rambut berketombe. Tidak hanya itu saja, sensasi rasa gatal yang ditimbulkan pun lebih parah dari pemilik jenis kulit normal.

Berkaitan dengan kulit kering, ternyata pemilik kulit normal juga dapat mengalami kondisi satu ini. Terutama jika sedang berada di tempat yang tingkat kelembapannya lumayan rendah. Kondisi tersebut bahkan diklaim akan bertambah parah saat suhu sekitar menjadi lebih dingin atau lebih panas dari biasanya. Uniknya, ternyata ketombe yang disebabkan oleh kulit kering memiliki ukuran yang lebih kecil dan tidak berminyak.

Salah Memilih Produk Perawatan Rambut

 

Anda mungkin memang ingin memberikan yang terbaik untuk merawat kulit kepala dan rambut. Tidak heran jika sebagian dari Anda menggunakan sejumlah produk perawatan yang sudah terkenal. Namun, menggunakan produk perawatan rambut terkenal saja tidak cukup. Anda juga harus memilik produk perawatan yang benar-benar sesuai dengan kondisi kulit kepala dan rambut.

Jika dipaksakan, bukan tidak mungkin jika hal tersebut dapat menjadi penyebab ketombe. Dilansir dari laman Medical News Today, ternyata sejumlah produk perawatan rambut kerap menimbulkan efek samping seperti ruam hingga kulit kepala yang bersisik. Bahkan, penggunaan produk yang salah secara terus-menerus juga akan menyebabkan masalah kulit kepala yang lain, seperti kerontokan rambut.

Mengidap Penyakit Kulit Tertentu

 

Bagi Anda yang saat ini sedang mengidap penyakit kulit tertentu, harap waspada. Pasalnya, sejumlah penyakit kulit tertentu juga dapat menjadi penyebab ketombe. Dilansir dari laman Medical Mews Today, ternyata penderita penyakit kulit seperti eksim dan psoriasis merupakan yang paling berpotensi mengalami rambut berketombe. Tak hanya dua jenis penyakit itu saja, penyakit yang disebut dengan Tinea Capitis bahkan menyebabkan infeksi kulit kepala yang menimbulkan ringworm pada kulit kepala.

  • Perbedaan Psoriasis dengan Eksim

Kendati dua penyakit ini digolongkan sebagai penyebab ketombe, ternyata psoriasis dan eksim memiliki perbedaan. Dilansir dari laman Web MD, eksim kerap menimbulkan gejala rasa gatal yang terus-menerus. Tidak hanya itu saja, kondisi tersebut bahkan membuat Anda menggaruknya sampai berdarah. Sedangkan psoriasis sendiri kerap ditandai dengan rasa gatal yang disertai sensasi tersengat atau terbakar.

Dilansir dari laman Med Broadccast, ternyata ketombe yang disebabkan oleh psoriasis akan memiliki kepingan yang berwarna keperakan. Biasanya, sisik yang terbuat dari tumpukan sel kulit mati tersebut akan terlihat memenuhi area di dekat telinga. Parahnya, ternyata psoriasis juga dapat menyerang bagian tubuh lain seperti telapak tangan dan kaki.

Mengidap Penyakit Tertentu

 

Selain penyakit kulit, ternyata ketombe juga dapat disebabkan oleh sejumlah penyakit yang cukup serius. Salah satunya adalah penyakit Parkinson. Parkinson sendiri merupakan salah satu gangguan progresif yang menyerang sistem saraf. Akibatnya, kondisi yang demikian juga mempengaruhi sistem gerak penderita. Bahkan, penderita Parkinson kerap mengalami tremor pada salah satu bagian tangannya.

Tidak hanya Parkinson, ternyata penyakit yang berhubungan dengan sistem saraf juga dapat memperbesar risiko Anda terserang ketombe. Hal ini pun telah dibuktikan lewat sebuah penelitian yang melibatkan 30 orang. 83% dari orang-orang tersebut merupakan pengidap HIV yang juga memiliki seborrheic dermatitis. Terungkap jika pasien yang memiliki sistem imun rendah lebih rentan terserang ketombe.

Menjalani Diet Khusus

 

Bagi sebagian perempuan, menjaga penampilan merupakan hal yang penting. Tidak heran jika sebagian dari kaum hawa memutuskan untuk menjalani diet demi mendapatkan beratbadan ideal. Namun, diet yang salah justru mengancam kesehatan tubuh. Tidak hanya itu, menjalani diet sembarangan juga menjadi penyebab ketombe. Seorang dermatologist asal Beverly Hills bahkan menjabarkan jika diet yang melibatkan konsumsi lemak jenuh dan lemak trans dapat memicu kelenjar sebasea memproduksi minyak berlebih. Kondisi tersebut tentu akan memperparah atau bahkan meningkatkan risiko rambut berketombe.

Hal ini disebabkan oleh tubuh yang kekurangan sejumlah vitamin dan nutrisi. Terutama seperti zinc, vitamin B dan juga sejumlah jenis asam lemak. Sebagai tambahan informasi, vitamin B dan zinc merupakan bahan yang dibutuhkan oleh tubuh dalam mendukung dan menstimulasi pertumbuhan sel-sel rambut. Tidak hanya itu saja, dua bahan tersebut juga mampu merangsang pertumbuhan batang rambut yang lebih tebal dan kuat.

Faktor Usia

 

Siapa yang akan menyangka ternyata penyebab ketombe juga bisa berasal dari faktor usia. Dilansir dari laman Mayo Clinic, penderita rambut berketombe didominasi oleh anak-anak. Bahkan, anak-anak yang mengalami rambut berketombe juga akan mengalami masalah satu ini hingga usianya memasuki usia dewasa. Kendati demikian, ternyata orang dewasa yang memasuki usia senja juga berisiko terserang ketombe. Bahkan, sebagian orang harus berurusan dengan masalah satu ini sepanjang usianya.

Kulit Kepala yang Kotor

 

Pada umumnya, banyak orang yang menyebut jika kondisi kulit kepala yang kotor menjadi penyebab ketombe. Rupanya, hal tersebut tidak sepenuhnya salah. Dilansir dari laman Stylecraze, kulit kepala yang kotor juga dapat memicu munculnya ketombe. Apalagi jika kulit kepala Anda sudah dipenuhi denga tumpukan sel kulit mati dan juga sebum berlebih.

Tidak hanya itu saja, kulit kepala yang kotor ternyata juga dapat mengundang mikroba penyebab ketombe. Seperti yang telah diketahui jamur jenis tertentu memiliki peranan penting dalam hal ini. Ialah Malassezia yang kerap menjadi jamur penyebab ketombe. Kendati biasa ditemukan di kulit kepala, ternyata tidak semua orang memiliki ketahanan pada jamur satu ini. Hal inilah yang kemudian membuat Malassezia menjadi salah satu penyebab ketombe pada beberapa orang.

  • Jarang Berkeramas

Salah satu kebiasaan yang dapat menyebabkan kulit kepala kotor adalah jarang berkeramas. Memang benar memberikan jeda waktu selama beberapa hari untuk berkeramas memang baik untuk kesehatan rambut dan kulit kepala. Namun, memberikan tenggat waktu yang lumayan lama justru membuat kulit kepala kotor. Alih-alih menjaga kesehatan kulit kepala dan rambut, Anda justru terkena serangan ketombe.

Sebagai tambahan informasi, waktu yang baik untuk mencuci rambut atau berkeramas adalah dua hingga tiga hari sekali. Pastikan Anda menggunakan shampoo yang bahan dan formulasinya memang sesuai dengan kondisi kulit kepala dan rambut. Selain itu, jangan lupa untuk membilasnya hingga bersih agar tidak menyisakan busa atau sabun. Pasalnya, sisa rambut atau busa shampoo juga dapat memicu jamur penyebab ketombe.

 

Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori

Harap diperhatikan bahwa konten pada website sehatly.com tidak bisa untuk menggantikan peran seorang dokter ataupun praktisi kesehatannya. Konten-konten sehatly hanya bertujuan untuk memberikan informasi.