Jamur Kuku: Ciri, Penyebab dan Cara Pengobatannya!

Infeksi jamur kuku ternyata dapat membuat kuku mengalami sejumlah gejala. Tidak hanya itu saja, jika dibiarkan jamur kuku akan merusak jaringan kuku.
331
5 (100%) 1 votes
jamur kuku

Salah satu bagian tubuh yang kerap dari pengawasan adalah kuku. Meski pun ukurannya kecil. ternyata menjaga kebersihan dan kesehatan kuku sangatlah penting. Pasalnya, terdapat sejumlah penyakit yang dapat menyerang kuku dan membuat bagian tubuh Anda satu ini mengalami kondisi yang tidak diinginkan. Salah satunya adalah jamur kuku. Sebagai tambahan informasi, ternyata jamur kuku biasa ditandai dengan munculnya bagian berwarna putih atau kuning tepat di bagian bawah ujung kuku Anda.

Parahnya, jika kondisi tersebut dibiarkan bisa-bisa jamur tersebut akan menyebabkan infeksi. Bahkan, kuku Anda bisa jadi mengalami perubahan warna, penebalan hingga pecah-pecah terutama pada bagian pinggirnya. Tidak hanya menyerang satu kuku saja, biasanya infeksi jamur kuku juga dapat menyerang sejumlah kuku sekaligus.

Gejala Anda Terkena Jamur Kuku

 

Dilansir dari laman kesehatan milik Mayo Clinic, ternyata terdapat sejumlah gejala bagi Anda yang terserang jamur kuku. Salah satunya adalah mengalami penebalan pada kuku. Tentu saja hal tersebut akan membuat Anda merasa kurang nyaman. Tidak hanya itu saja, ternyata infeksi yang disebabkan oleh jamur kuku juga membuat kuku Anda menjadi rusak. Bahkan, kuku akan mengalami perubahan warna seperti keputih-putihan hingga kecokelatan.

Jika sebelumnya Anda memiliki bentuk kuku yang kokoh, tidak setelah Anda terserang jamur kuku. Jamur kuku akan membuat kuku Anda menjadi lebih rapuh. Parahnya, bagian tepi atau ujug kuku jari tangan atau kaki akan mudah hancur atau mengalami pecah-pecah. Fakta mengejutkan lainnya dari penyakit satu ini adalah menimbulkan kuku yang terinfeksi mengeluarkan bau busuk.

Penyebab Jamur Kuku

 

Siapa yang akan menyangka jika penyakit satu ini disebabkan oleh jamur yang memiliki nama ilmiah Tinea Unguium. Jamur satu ini juga kerap disebut sebagai onychomycosis. Dilansir dari laman Helath Line, ternyata jenis jamur tersebut memang biasa menyerang bagian kuku, terutama bagian kuku pada jari tangan mau pun kaki. Berbeda dari laman Health Line, laman Mayo Clinic justru menjelaskan jika penyakit yang disebabkan oleh jamur kuku ini didalangi oleh sejenis jamur bernama dermatophyte.

Kendati demikian, ternyata penyakit ini tidak mengenal usia. Bahkan, jamur kuku juga dapat menyerang anak-anak hingga orang dewasa atau pun orang tua. Dilansir dari laman Mayo Clinic, ternyata pengaruh usia juga ikut menambah risiko dari penyakit satu ini. Pasalnya, kuku akan lebih mudah menjadi berkerut dan kering. Kondisi inilah yang membuat jamur lebih mudah menginfeksi kuku kaki dan tangan Anda. Tidak hanya itu saja, ternyata sirkulasi darah yang buruk juga menjadi pemicu dari penyakit jamur kuku.

Faktor yang Rentan Membuat Anda Terinfeksi Jamur Kuku

 

Penyakit jamur kuku ternyata memang disebabkan oleh jamur tertentu. Kendati demikian, ternyata terdapat sejumlah faktor yang membuat Anda lebih berisiko terserang jamur kuku. Dilansir dari laman Mayo Clinic, berikut kondisi yang dapat mempertinggi risiko Anda terinfeksi jamur kuku.

  • Usia

Pertambahan usia ternyata mempengaruhi sirkulasi darah. Hal satu ini ternyata juga mempengaruhi proses metabolism tubuh terutama pada pembentukan sel-sel tubuh. Salah satunya adalah pertumbuhan sel kuku yang menjadi lambat dibandingkan dengan usia muda.

  • Kondisi Tertentu

Mengeluarkan keringat memang dapat membantu tubuh mengeluarkan zat-zat beracun dari tubuh. Namun, berkeringat berlebihan ternyata dapat memperbesar risiko infeksi yang disebabkan oleh jamur kuku. Tidak hanya itu saja,  faktor lain yang membuat Anda lebih rentan terkena jamur kuku adalah mengidap penyakit kulit tertentu. Salah satunya adalah psoriasis yang kerap menimbulkan penyakit kulit lainnya seperti ketombe.

  • Keturunan

Salah satu dari keluarga Anda sempat terkena atau mengidap penyakit kaki Atlet. Penyakit satu ini biasanya ditandai dengan infeksi jamur pada kuku di kaki. Kondisi tersebut akan berlanjut dengan kuku jari lainnya yang ikut terinfeksi.

  • Kurang Menjaga Kebersihan

Sering menanggalkan alas kaki saat sedang berada di tempat yang rawan dan penuh dengan bakteri. Tempat-tempat tersebut contohnya seperti kamar mandi, kolam renang hingga gym. Faktor lainnya adalah saat Anda sering mengenakan sepatu tanpa memperhatikan kebersihan kaki. Pasalnya, memakai sepatu atau pun alas kaki yang tertutup membuat tingkat kelembapan dan suhu di dalam sepatu atau alas kaki tersebut meningkat. Dilansir dari laman Health Line, ternyata hal tersebut dapat mempertinggi risiko terinfeksi oleh jamur kuku.

Salah satu kebiasaan lainnya yang dapat menyebabkan Anda mudah terserang jamur kuku adalah menggunakan gunting atau pemotong kuku bergantian dengan orang lain. Pasalnya, hal tersebut membuat kotoran dan bakteri pada alat pemotong atau gunting kuku tersebut menumpuk dan dapat menyebabkan infeksi.

  • Mengidap Diabetes

Risiko tinggi terkena jamur kuku ternyata juga dialami oleh penderita diabetes. Hal ini lantaran penderita diabetes memiliki sirkulasi darah yang buruk. Tidak hanya itu saja, masalah tersebut juga diperparah dengan sistem imunitas penderita yang lemah.

  • Sering Menjalani Perawatan Kuku Tertentu

Sering melakukan perawatan kuku seperti manicure dan pedicure. Apalagi jika alat-alat yang digunakan oleh nail saloon tersebut tidak higienis. Akan lebih baik jika Anda menanyakan masalah kehigienisan alat-alat manicure dan pedicure tersebut sebelum terserang jamur kuku.

Bagaimana Cara Mengetahui Jika Anda Terserang Jamur Kuku?

 

Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah Anda terserang infeksi jamur kuku adalah dengan memeriksakan diri ke dokter. Pasalnya, gejala yang ditimbulkan oleh jamur kuku ternyata juga meyerupai gejala penyakit yang menyerang kuku lainya. Tidak heran jika dokter biasanya akan megamil sampel dari sedikit bagian kuku Anda yang bermasalah. Selanjutnya, sampel tersebut akan dikirim ke laboratorium guna penyelidikan lebih lanjut.

Cara Pencegahan Jamur Kuku

 

Bagi Anda yang penasaran bagaimana cara menghindari jenis penyakit ini, tidak ada salahnya untuk lebih memperhatikan kebersihan dan kesehatan kuku jari tangan atau pun jari kaki. Dilansir dari Mayo Clinic, berikut sejumlah cara yang dapat Anda coba mulai dari sekarang.

  • Menjaga Kebersihan Kuku

Salah satu hal yang harus Anda biasakan mulai dari sekarang untuk menjaga kebersihan kuku jari tangan dan kaki adalah dengan mencuci tangan dan kaki secara menyeluruh. Tidak hanya itu saja, pastikan Anda mencuci tangan dan kaki secara teratrur agar tidak ada bakteri atau pun jamur yang tertempel atau tertinggal di bagian-bagian tertentu. Gunakan sabun pembersih yang ampuh membunuh kotoran hingga bakteri. Selain itu, jangan lupa untuk mengoleskan moisturizer untuk menjaga kelembapan kuku dan kulit.

  • Rajin Memotong Kuku

Selain menjaga kebersihan kuku, jangan lupa untuk memotongnya secara rutin. Pasalnya, memotong kuku setelah jangka waktu tertentu tidak hanya menghindari adanya penumpukan kotoran di bawah kuku. Namun, juga menstimulasi pertumbuhan sel kuku baru yang lebih sehat dan kuat. Kendati demikian, jangan lupa untuk menggunakan alat pemotong atau gunting kuku yang higienis. Hindari penggunaan alat pemotong atau gunting kuku yang digunakan bersama dengan orang lain.

  • Menggunakan Alas Kaki yang Nyaman

Bagi Anda yang sering beraktivitas atau menghabiskan waktu dengan menggunakan sepatu, perhatikan jenis bahan kaos kaki yang Anda gunakan. Akan lebih baik jika Anda memilih bahan yang dapat menyerap keringat. Pasalnya, hal tersebut ternyata membuat kaki tidak mudah terserang jamur. Selain itu, kuku kaki dan kulit kaki pun menjadi lebih mudah bernafas yang membuat sirkulasi darah di kaki lebih lancar.

  • Memperhatikan Kebersihan Alas Kaki

Tidak hanya memperhatikan jenis bahan kaos kaki saja. Pastikan jika Anda mencuci kaos kaki, sepatu atau pun alas kaki lainnya secara rutin. Gunakan pula sabun pembersih yang juga memiliki kandungan disinfektan yang dapat membunuh jamur, bakteri atau virus yang dapat menyebabkan infeksi jamur ataupun bau tidak sedap pada kaki.

  • Mengenakan Sandal atau Alas Kaki

Berbeda lagi dengan Anda yang hobi berenang. Selain membawa perlengkapan berenang, pastikan Anda juga membawa alas kaki seperti sandal. Gunakan sandal saat Anda berada di sekitar kolam atau pun saat ke tempat bilas. Pasalnya, tempat-tempat tersebut diklaim menjadi sarang dari bakteri dan virus penyebab penyakit.

  • Menghindari Perawatan Kecantikan Kuku

Salah satu cara pencegahan lainnya adalah dengan menghindari penggunaan cat kuku atau pun kuku palsu. Pasalnya, bahan kimia pada cat kuku dan lem yang digunakan untuk menempel kuku palsu kerap membuat kuku berubah warna dan merusak kekuatannya. Jika kondisi tersebut dilakukan berulang kali, bukan tidak mungkin jika kuku akan rentan terserang infeksi jamur.

Obat-Obatan untuk Menangani Jamur Kuku

 

Penyakit jamur kuku memang menjadi salah satu penyakit yang kerap diremehkan. Namun, jika dibiarkan terus-menerus, bisa dipastikan jika hal tersebut akan merusak jaringan kuku. Dilansir dari laman Medicine Net, ternyata terdapat sejumlah obat yang kerap dianjurkan oleh para dermatologist untuk mengatasi jamur kuku.

  • Ciclopirox

Salah satu krim yang kerap disarankan oleh para dermatologist untuk mengatasi masalah jamur kulit adalah ciclopirox. Sebagai tambahan informasi, ternyata salep atau krim satu ini diberikan kepada penderita jamur kuku yang memiliki sistem imun normal. Sebagai tambahan informasi, ternyata salep ciclopirox dioleskan pada kuku yang terinfeksi sebanyak sekali sehari. Kendati demikian, ternyata penderita harus menggunakan salep satu ini selama setahun penuh. Tidak hanya itu saja, penderita juga harus membersihkan kuku dengan menggunakan alkohol setiap seminggu sekali untuk menghilangkan bakteri dan jamur yang menempel.

  • Efinaconazole

Obat kedua yang kerap diberikan oleh dokter untuk mengatasi infeksi jamur kuku adalah efinaconazole. Salep satu ini bahkan sudah diakui dan diizinkan penggunaannya sejak tahun 2014 silam. Sebagai tambahan infomrasi, ternyata salep satu ini diberikan kepada penderita jamur kuku yang disebabkan oleh Trichophyton rubrum dan juga Trichophyton mentagrphytes. Cara penggunaannya pun serupa denan ciclopirox yang harus dioleskan sebanyak sekali dalam sehari. Kendati demikian, ternyata penggunaan efinaconazole hanya diperbolehkan selama 48 minggu berturut-turut.

  • Griseofulvin

Bagi Anda yang ingin mengonsumsi obat ternyata juga dapat meminta resep khusus pada dokter. Salah satu yang biasa diresepkan pada penderita jamur kuku adalah obat yang bernama griseofulvin. Obat satu ini merupakan jenis obat yang digunakan untuk membunuh atau mengatasi masalah jamur selama bertahun-tahun.

  • Terbinafine

Dilansir dari laman Medicine Net, ternyata Anda juga dapat menerima resep pbat terbinafine. Jenis obat satu ini mengharuskan Anda mengonsumsinya setiap hari selama 12 minggu bagi penderita jamur kuku yang menyerang bagian kuku kaki. Berbeda lagi jika jamur kuku tersebut menyerang bagian kuku lainnya yang hanya mengharuskan Anda mengonsumsi terbinafine selama 6 minggu saja. Kendati demikian, ternyata pasien yang juga memiliki penyakit yang berkaitan dengan hati tidak boleh mengonsumsi obat satu ini sembarangan.

Pengobatan Ala Rumahan untuk Jamur Kuku

 

Selain menggunakan obat-obatan yang telah dianjurkan oleh dokter, tidak ada salahnya jika Anda mencoba mengatasi jamur kuku dengan sejumlah cara berikut ini. Dilansir dari laman Health Line, ternyata terdapat sejumlah pengobatan ala rumahan yang dapat Anda jajal seperti berikut.

  • Menggunakan Balsem

Salah satu cara pengobatan jamur kuku ala rumahan adalah mengoleskan balsem seperti Vicks VapoRub. Siapa yang menyangka jika balsem yang kerap digunakan untuk meredakan flu ini ternyata juga dapat dipakai untuk mengatasi jamur kuku. Hal ini disebabkan lantaran kandungan kamper dan juga minyak eukaliptus di dalamnya. Kedua bahan tersebut diklaim mampu meredakan dan mengobati jamur kuku. Cara penggunaannya pun cukup mudah. Anda hanya perlu mengoleskan balsem tersebut sehari sekali pada kuku yang terinfeksi.

  • Ekstrak Bunga Snakeroot

Mungkin banyak dari Anda yang masih asing dengan nama bunga satu ini. Namun, siapa yang akan menyangka jika bunga yang masih tergolong ke dalam keluarga bunga matahari ini ternyata dapat mengatasi masalah jamur kuku. Dilansir dari laman Health Line, ternyata snakeroot mengandung bahan anti jamur yang ampuh memberantas jamur penyebab infeksi pada kuku kaki dan tangan.

Cara penggunaan ekstrak snakeroot sendiri biasanya dianjurkan untuk pemakaian dalam jangka waktu tertentu. Misalnya saja pada bulan pertama. Anda diharuskan mengoleskan ekstrak snakeroot tiga hari sekali. Berbeda lagi pada bulan kedua yang mengharuskan Anda mengoleskan obat satu ini dua kali dalam seminggu. Sedangkan untuk bulan ketiga, Anda hanya perlu mengoleskannya sekali dalam seminggu.

Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori

Harap diperhatikan bahwa konten pada website sehatly.com tidak bisa untuk menggantikan peran seorang dokter ataupun praktisi kesehatannya. Konten-konten sehatly hanya bertujuan untuk memberikan informasi.