Jamur Kuku: Ciri, Penyebab dan Cara Pengobatannya!

Infeksi jamur kuku ternyata dapat membuat kuku mengalami sejumlah gejala. Tidak hanya itu saja, jika dibiarkan jamur kuku akan merusak jaringan kuku.
9390
jamur kuku

Salah satu bagian tubuh yang kerap dari pengawasan adalah kuku. Meski pun ukurannya kecil. ternyata menjaga kebersihan dan kesehatan kuku sangatlah penting. Pasalnya, terdapat sejumlah penyakit yang dapat menyerang kuku dan membuat bagian tubuh Anda satu ini mengalami kondisi yang tidak diinginkan. Salah satunya adalah jamur kuku. Sebagai tambahan informasi, ternyata jamur kuku biasa ditandai dengan munculnya bagian berwarna putih atau kuning tepat di bagian bawah ujung kuku Anda.

Parahnya, jika kondisi tersebut dibiarkan bisa-bisa jamur tersebut akan menyebabkan infeksi. Bahkan, kuku Anda bisa jadi mengalami perubahan warna, penebalan hingga pecah-pecah terutama pada bagian pinggirnya. Tidak hanya menyerang satu kuku saja, biasanya infeksi jamur kuku juga dapat menyerang sejumlah kuku sekaligus.

Gejala Anda Terkena Jamur Kuku

 

jamur kuku

Dilansir dari laman kesehatan milik Mayo Clinic, ternyata terdapat sejumlah gejala bagi Anda yang terserang jamur kuku. Salah satunya adalah mengalami penebalan pada kuku. Tentu saja hal tersebut akan membuat Anda merasa kurang nyaman. Tidak hanya itu saja, ternyata infeksi yang disebabkan oleh jamur kuku juga membuat kuku Anda menjadi rusak. Bahkan, kuku akan mengalami perubahan warna seperti keputih-putihan hingga kecokelatan.

Jika sebelumnya Anda memiliki bentuk kuku yang kokoh, tidak setelah Anda terserang jamur kuku. Jamur kuku akan membuat kuku Anda menjadi lebih rapuh. Parahnya, bagian tepi atau ujug kuku jari tangan atau kaki akan mudah hancur atau mengalami pecah-pecah. Fakta mengejutkan lainnya dari penyakit satu ini adalah menimbulkan kuku yang terinfeksi mengeluarkan bau busuk.

Penyebab Jamur Kuku

 

jamur kuku

Siapa yang akan menyangka jika penyakit satu ini disebabkan oleh jamur yang memiliki nama ilmiah Tinea Unguium. Jamur satu ini juga kerap disebut sebagai onychomycosis. Dilansir dari laman Helath Line, ternyata jenis jamur tersebut memang biasa menyerang bagian kuku, terutama bagian kuku pada jari tangan mau pun kaki. Berbeda dari laman Health Line, laman Mayo Clinic justru menjelaskan jika penyakit yang disebabkan oleh jamur kuku ini didalangi oleh sejenis jamur bernama dermatophyte.

Kendati demikian, ternyata penyakit ini tidak mengenal usia. Bahkan, jamur kuku juga dapat menyerang anak-anak hingga orang dewasa atau pun orang tua. Dilansir dari laman Mayo Clinic, ternyata pengaruh usia juga ikut menambah risiko dari penyakit satu ini. Pasalnya, kuku akan lebih mudah menjadi berkerut dan kering. Kondisi inilah yang membuat jamur lebih mudah menginfeksi kuku kaki dan tangan Anda. Tidak hanya itu saja, ternyata sirkulasi darah yang buruk juga menjadi pemicu dari penyakit jamur kuku. Nah, bicara soal dermatophyte, berikut jenis jamur yang paling banyak menjadi pemicu jamur kuku.

  • Trichophyton Rubrum

Salah satu jamur yanpenyakit jamur kuku adalah trichophyton rubrum. Jamur jenis ini biasanya terdapat dan berkembang biak pada lapisan epidermis kuku. Kendati demikian, ternyata jamur satu ini tidka akan bisa menyerang bagian atau lapisan epidermis yang lebih dalam lagi. Siapa yang menyangka ternyata proses penularan trichophyton rubrum ini terjadi dengan sangat mudah. Maka dari itu, hindari kontak langsung dengan penderita yang memiliki trichophyton rubrum karena Anda akan langsung terinfeksi juga.

Tidak hanya itu saja, ternyata jamur trichophyton rubrum ini juga bisa menginfeksi Anda melalui media lain seperti baju yang digunakan bergantian dengan orang lain, sepatu yang kurang terjaga kelembapannya, gunting kuku yang dipakai bersama, menggunakan shower di kamar mandi umum hingga tidak menggunakan alas kaki saat berada di tempat umum baik saat menginjak lantai atau pun karpet.

  • Trichophyton Interdigitale

Jamur lain yang juga menjadi penyebab Anda terserang jamur kuku adalah trichophyton interdigitale. Sebagai tambahan informasi, jamur trichopyton interdigitale ini merupakan jamur yang biasa ditemui dan hidup di tubuh manusia mau pun sejumlah binatang seperti kucing, anjing dan tikus. Tidak hanya itu saja, ternyata trichophyton interdigitale menjadi jamur nomor dua yang kerap menyebabkan masalah pada kulit. Bagi Anda yang ingin mengenali bagaimana penampakan dari jamur trichophyton interdigitale, jamur ini memiliki warna koloni putih atau krem dengan bercak kekuningan. Teksturnya pun menyerupai bubuk pada bagian permukaan. Jika dilihat menggunakan mikroskop, trichophyton interdigitale memiliki bentuk seperti tetesan air dan tabung.

  • Epidermophyton Floccosum

Jamur lain yang juga menyebabkan jamur kuku pada kuku tangan dan kuku kaki adalah epidermophyton floccosum. Jamur satu ini rupanya tidak hanya menjadi penyebab munculnya jamur kuku saja. Namun, juga sejumlah penyakit lain yang menyerang kesehatan kulit dan kuku kaki. Kendati demikian, rupanya perkembangan dari jamur epidermophyton floccosum ini bisa dibilang lambat sehingga Anda tidak dapat mendeteksinya pada awal Anda terjangkit. Sebagai tambahan informasi, rupanya kultur dari jamur ini memiliki warna hijau kecokelatan dengan permukaan yang halus seperti kain beludru.

Dilansir dari jurnal berjudul Fungal Infections in Pediatric Patients yang terbit pada Clinical Mycology di tahun 2009 disebutkan jika jamur yang menjadi penyebab utama dari tine capitis ini bekerja secara optimal di suhu yang cukup tinggi. Bahkan, dalam jurnal tersebut juga dijelaskan jika kaum pria lebih berisiko terserang epidermophyton floccosum dibandingkan dengan wanita. Berkaitan dengan infeksi yang ditimbulkan, biasanya penderita akan memiliki gejala dengan keringnya sebagian area kulit kaki. Tidak hanya itu saja, kulit yang kering dan mengelupas tersebut juga memiliki benjolan kecil di dalamnya.

Faktor yang Rentan Membuat Anda Terinfeksi Jamur Kuku

 

Terinfeksi jamur kuku

Penyakit jamur kuku ternyata memang disebabkan oleh jamur tertentu. Kendati demikian, ternyata terdapat sejumlah faktor yang membuat Anda lebih berisiko terserang jamur kuku. Dilansir dari laman Mayo Clinic, berikut kondisi yang dapat mempertinggi risiko Anda terinfeksi jamur kuku.

  • Usia

Pertambahan usia ternyata mempengaruhi sirkulasi darah. Hal satu ini ternyata juga mempengaruhi proses metabolism tubuh terutama pada pembentukan sel-sel tubuh. Salah satunya adalah pertumbuhan sel kuku yang menjadi lambat dibandingkan dengan usia muda.

  • Kondisi Tertentu

Mengeluarkan keringat memang dapat membantu tubuh mengeluarkan zat-zat beracun dari tubuh. Namun, berkeringat berlebihan ternyata dapat memperbesar risiko infeksi yang disebabkan oleh jamur kuku. Tidak hanya itu saja,  faktor lain yang membuat Anda lebih rentan terkena jamur kuku adalah mengidap penyakit kulit tertentu. Salah satunya adalah psoriasis yang kerap menimbulkan penyakit kulit lainnya seperti ketombe.

  • Keturunan

Salah satu dari keluarga Anda sempat terkena atau mengidap penyakit kaki Atlet. Penyakit satu ini biasanya ditandai dengan infeksi jamur pada kuku di kaki. Kondisi tersebut akan berlanjut dengan kuku jari lainnya yang ikut terinfeksi.

  • Kurang Menjaga Kebersihan

Sering menanggalkan alas kaki saat sedang berada di tempat yang rawan dan penuh dengan bakteri. Tempat-tempat tersebut contohnya seperti kamar mandi, kolam renang hingga gym. Faktor lainnya adalah saat Anda sering mengenakan sepatu tanpa memperhatikan kebersihan kaki. Pasalnya, memakai sepatu atau pun alas kaki yang tertutup membuat tingkat kelembapan dan suhu di dalam sepatu atau alas kaki tersebut meningkat. Dilansir dari laman Health Line, ternyata hal tersebut dapat mempertinggi risiko terinfeksi oleh jamur kuku.

Salah satu kebiasaan lainnya yang dapat menyebabkan Anda mudah terserang jamur kuku adalah menggunakan gunting atau pemotong kuku bergantian dengan orang lain. Pasalnya, hal tersebut membuat kotoran dan bakteri pada alat pemotong atau gunting kuku tersebut menumpuk dan dapat menyebabkan infeksi.

  • Mengidap Diabetes

Risiko tinggi terkena jamur kuku ternyata juga dialami oleh penderita diabetes. Hal ini lantaran penderita diabetes memiliki sirkulasi darah yang buruk. Tidak hanya itu saja, masalah tersebut juga diperparah dengan sistem imunitas penderita yang lemah.

  • Sering Menjalani Perawatan Kuku Tertentu

Sering melakukan perawatan kuku seperti manicure dan pedicure. Apalagi jika alat-alat yang digunakan oleh nail saloon tersebut tidak higienis. Akan lebih baik jika Anda menanyakan masalah kehigienisan alat-alat manicure dan pedicure tersebut sebelum terserang jamur kuku.

Bagaimana Cara Mengetahui Jika Anda Terserang Jamur Kuku?

 

terserang jamur kuku

Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah Anda terserang infeksi jamur kuku adalah dengan memeriksakan diri ke dokter. Pasalnya, gejala yang ditimbulkan oleh jamur kuku ternyata juga meyerupai gejala penyakit yang menyerang kuku lainya. Tidak heran jika dokter biasanya akan megamil sampel dari sedikit bagian kuku Anda yang bermasalah. Selanjutnya, sampel tersebut akan dikirim ke laboratorium guna penyelidikan lebih lanjut.

Cara Pencegahan Jamur Kuku

 

pencegah jamur kuku

Bagi Anda yang penasaran bagaimana cara menghindari jenis penyakit ini, tidak ada salahnya untuk lebih memperhatikan kebersihan dan kesehatan kuku jari tangan atau pun jari kaki. Dilansir dari Mayo Clinic, berikut sejumlah cara yang dapat Anda coba mulai dari sekarang.

  • Menjaga Kebersihan Kuku

Salah satu hal yang harus Anda biasakan mulai dari sekarang untuk menjaga kebersihan kuku jari tangan dan kaki adalah dengan mencuci tangan dan kaki secara menyeluruh. Tidak hanya itu saja, pastikan Anda mencuci tangan dan kaki secara teratrur agar tidak ada bakteri atau pun jamur yang tertempel atau tertinggal di bagian-bagian tertentu. Gunakan sabun pembersih yang ampuh membunuh kotoran hingga bakteri. Selain itu, jangan lupa untuk mengoleskan moisturizer untuk menjaga kelembapan kuku dan kulit.

  • Rajin Memotong Kuku

Selain menjaga kebersihan kuku, jangan lupa untuk memotongnya secara rutin. Pasalnya, memotong kuku setelah jangka waktu tertentu tidak hanya menghindari adanya penumpukan kotoran di bawah kuku. Namun, juga menstimulasi pertumbuhan sel kuku baru yang lebih sehat dan kuat. Kendati demikian, jangan lupa untuk menggunakan alat pemotong atau gunting kuku yang higienis. Hindari penggunaan alat pemotong atau gunting kuku yang digunakan bersama dengan orang lain.

  • Menggunakan Alas Kaki yang Nyaman

Bagi Anda yang sering beraktivitas atau menghabiskan waktu dengan menggunakan sepatu, perhatikan jenis bahan kaos kaki yang Anda gunakan. Akan lebih baik jika Anda memilih bahan yang dapat menyerap keringat. Pasalnya, hal tersebut ternyata membuat kaki tidak mudah terserang jamur. Selain itu, kuku kaki dan kulit kaki pun menjadi lebih mudah bernafas yang membuat sirkulasi darah di kaki lebih lancar.

  • Memperhatikan Kebersihan Alas Kaki

Tidak hanya memperhatikan jenis bahan kaos kaki saja. Pastikan jika Anda mencuci kaos kaki, sepatu atau pun alas kaki lainnya secara rutin. Gunakan pula sabun pembersih yang juga memiliki kandungan disinfektan yang dapat membunuh jamur, bakteri atau virus yang dapat menyebabkan infeksi jamur ataupun bau tidak sedap pada kaki.

  • Mengenakan Sandal atau Alas Kaki

Berbeda lagi dengan Anda yang hobi berenang. Selain membawa perlengkapan berenang, pastikan Anda juga membawa alas kaki seperti sandal. Gunakan sandal saat Anda berada di sekitar kolam atau pun saat ke tempat bilas. Pasalnya, tempat-tempat tersebut diklaim menjadi sarang dari bakteri dan virus penyebab penyakit.

  • Menghindari Perawatan Kecantikan Kuku

Salah satu cara pencegahan lainnya adalah dengan menghindari penggunaan cat kuku atau pun kuku palsu. Pasalnya, bahan kimia pada cat kuku dan lem yang digunakan untuk menempel kuku palsu kerap membuat kuku berubah warna dan merusak kekuatannya. Jika kondisi tersebut dilakukan berulang kali, bukan tidak mungkin jika kuku akan rentan terserang infeksi jamur.

Obat-Obatan untuk Menangani Jamur Kuku

 

Obat Jamur Kuku

Penyakit jamur kuku memang menjadi salah satu penyakit yang kerap diremehkan. Namun, jika dibiarkan terus-menerus, bisa dipastikan jika hal tersebut akan merusak jaringan kuku. Dilansir dari laman Medicine Net, ternyata terdapat sejumlah obat yang kerap dianjurkan oleh para dermatologist untuk mengatasi jamur kuku.

  • Ciclopirox

Salah satu krim yang kerap disarankan oleh para dermatologist untuk mengatasi masalah jamur kulit adalah ciclopirox. Sebagai tambahan informasi, ternyata salep atau krim satu ini diberikan kepada penderita jamur kuku yang memiliki sistem imun normal. Sebagai tambahan informasi, ternyata salep ciclopirox dioleskan pada kuku yang terinfeksi sebanyak sekali sehari. Kendati demikian, ternyata penderita harus menggunakan salep satu ini selama setahun penuh. Tidak hanya itu saja, penderita juga harus membersihkan kuku dengan menggunakan alkohol setiap seminggu sekali untuk menghilangkan bakteri dan jamur yang menempel.

  • Efinaconazole

Obat kedua yang kerap diberikan oleh dokter untuk mengatasi infeksi jamur kuku adalah efinaconazole. Salep satu ini bahkan sudah diakui dan diizinkan penggunaannya sejak tahun 2014 silam. Sebagai tambahan infomrasi, ternyata salep satu ini diberikan kepada penderita jamur kuku yang disebabkan oleh Trichophyton rubrum dan juga Trichophyton mentagrphytes. Cara penggunaannya pun serupa denan ciclopirox yang harus dioleskan sebanyak sekali dalam sehari. Kendati demikian, ternyata penggunaan efinaconazole hanya diperbolehkan selama 48 minggu berturut-turut.

  • Griseofulvin

Bagi Anda yang ingin mengonsumsi obat ternyata juga dapat meminta resep khusus pada dokter. Salah satu yang biasa diresepkan pada penderita jamur kuku adalah obat yang bernama griseofulvin. Obat satu ini merupakan jenis obat yang digunakan untuk membunuh atau mengatasi masalah jamur selama bertahun-tahun.

  • Terbinafine

Dilansir dari laman Medicine Net, ternyata Anda juga dapat menerima resep pbat terbinafine. Jenis obat satu ini mengharuskan Anda mengonsumsinya setiap hari selama 12 minggu bagi penderita jamur kuku yang menyerang bagian kuku kaki. Berbeda lagi jika jamur kuku tersebut menyerang bagian kuku lainnya yang hanya mengharuskan Anda mengonsumsi terbinafine selama 6 minggu saja. Kendati demikian, ternyata pasien yang juga memiliki penyakit yang berkaitan dengan hati tidak boleh mengonsumsi obat satu ini sembarangan.

Pengobatan Ala Rumahan untuk Jamur Kuku

 

pengobatan tradisional Jamur Kuku

Selain menggunakan obat-obatan yang telah dianjurkan oleh dokter, tidak ada salahnya jika Anda mencoba mengatasi jamur kuku dengan sejumlah cara berikut ini. Dilansir dari laman Health Line, ternyata terdapat sejumlah pengobatan ala rumahan yang dapat Anda jajal seperti berikut.

  • Menggunakan Balsem

Salah satu cara pengobatan jamur kuku ala rumahan adalah mengoleskan balsem seperti Vicks VapoRub. Siapa yang menyangka jika balsem yang kerap digunakan untuk meredakan flu ini ternyata juga dapat dipakai untuk mengatasi jamur kuku. Hal ini disebabkan lantaran kandungan kamper dan juga minyak eukaliptus di dalamnya. Kedua bahan tersebut diklaim mampu meredakan dan mengobati jamur kuku. Cara penggunaannya pun cukup mudah. Anda hanya perlu mengoleskan balsem tersebut sehari sekali pada kuku yang terinfeksi.

  • Ekstrak Bunga Snakeroot

Mungkin banyak dari Anda yang masih asing dengan nama bunga satu ini. Namun, siapa yang akan menyangka jika bunga yang masih tergolong ke dalam keluarga bunga matahari ini ternyata dapat mengatasi masalah jamur kuku. Dilansir dari laman Health Line, ternyata snakeroot mengandung bahan anti jamur yang ampuh memberantas jamur penyebab infeksi pada kuku kaki dan tangan.

Cara penggunaan ekstrak snakeroot sendiri biasanya dianjurkan untuk pemakaian dalam jangka waktu tertentu. Misalnya saja pada bulan pertama. Anda diharuskan mengoleskan ekstrak snakeroot tiga hari sekali. Berbeda lagi pada bulan kedua yang mengharuskan Anda mengoleskan obat satu ini dua kali dalam seminggu. Sedangkan untuk bulan ketiga, Anda hanya perlu mengoleskannya sekali dalam seminggu.

Minyak Tea Tree

Siapa sih yang tidak mengenal minyak esensial ini? Yup! Minyak tea tree atau yang biasa disebut dengan tea tree oil ini merupakan salah satu minyak yang kerap digunakan untuk mengatasi kesehatan, terutama yang berhubungan dengan kesehatan kulit. Bahkan, tea tree oil juga kerap digunakan untuk mengatasi masalah jerawat karena kandungan bahan antibakteri dan juga anti peradangannya yang ampuh mengempeskan jerawat. Menggunakan tea tree oil juga membersihkan kulit dari bakteri mau pun virus penyebab masalah kesehatan kulit.

Usut punya usut, ternyata tea tree oil atau yang biasa disebut dengan melaluca ini juga dianjurkan untuk mengatasi masalah jamur kaki. Pasalnya, tea tree oil mengandung bahan yang bersifat antifungal alias anti jamur. Hal ini pun telah dibuktikan dan dibenarkan lewat sebuah penelitian yang menyatakan jika tea tre oil efektif dalam mengatasi jamur penyebab jamur kuku. Dilansir dari laman kesehatan Health Line, penggunaan tea tree oil untuk mengatasi jamur kuku disarankan sebanyak dua kali sehari. Namun, gunakan kapas atau cotton bud dalam menagplikasikannya untuk menghindari infeksi dari bakteri yang ada pada kulit tangan dan kaki mau pun kuku.

  • Minyak Oregano

Oregano merupakan salah satu bumbu waji yang digunakan pada masakah khas Italia. Namun, siapa yang menyangka jika olahan daun oregano yang dikemas menjadi minyak ini ternyata memiliki khasiat yang mapuh dalam mengatasi beragam masalah kesehatan. Sebagai tambahan informasi, minyak oregano mengandung thymol. Thymol sendiri merupakan salah satu bahan yang bersifat sebagai antibakteri.

Tidak heran jika penggunaan minyak oregano juga disarankan untuk mengatasi masalah jamur kuku. Bagi Anda yang tertarik menggunakan minyak oregano, cukup oleskan minyak oregani pada bagian yang terserang jamur kuku menggunakan kapas. Lakukan sebanyak dua kali dalam sehari untuk hasil yang lebih optimal. Kendati demikian, ternyata penggunaan minyak oregano tidak boleh sembarangan. Pasalnya, minyak satu ini kerap menimbulkan alergi pada sebagian orang. Akan lebih baik lagi jika Anda mengonsultasikannya terlebih dahulu kepada dokter.

  • Ekstrak Daun Zaitun

Minyak zaitun memang menjadi salah satu bahan alami yang memiliki beragam khasiat. Namun, siapa yang menyangka jika ekstrak daun zaitun juga memiliki sejumlah khasiat untuk mengatasi beragam masalah kesehatan Anda. Salah satunya adalah jamur kuku. Dilansir dari laman kesehatan Health Line, ekstrak daun zaitun mengandung bahan yang dikenal dengan oleuropein. Oleuropein sendiri merupakan salah satu bahan alami yang bersifat sebagai antibakteri. Tidak hanya itu saja, ekstrak dari daun zaitun juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh secara ampuh.

Biasanya, ekstrak daun zaitun diolah dalam bentuk kapsul yang memudahkan Anda untuk mengonsumsinya. Kendati demikian, ternyata pengonsumsian ekstrak daun zaitun ini tidak boleh sembarangan. Dosis yang tepat dalam mengonsumsi kapsul dari daun zaitun ini adalah sebanyak dua kali dalam sehari. Usut punya usut, pengonsumsian kapsul daun zaitun ini dinilai lebih ampuh dalam mengatasi masalah jamur kuku dibanding dengan mengaplikasikan pasta daun zaitun pada bagian yang terinfeksi. Jika Anda tertarik menjajal cara satu ini pastikan untuk mengimbanginya dengan menjaga asupan air putih.

  • Minyak Ozonisasi

Mungkin sebagian dari Anda akan mengernyitkan dahi saat mendengar minyak satu ini. Minyak ozonisasi atau yang disebut dengan ozonized oil adalah minyak esensial yang sebelumnya sudah diramu dengan menambahkan gas ozon dalam pembuatannya. Dilansir dari penelitian yang dilakukan pada tahun 2011 silam, minyak ozonisasi ternyata dapat melumpuhkan sejumlah organisme yang ada di tubuh. sebut saja seperti jamur, mikroba hingga bakteri yang kerap menyebabkan sejumlah masalah kesehatan.

Bagi Anda yang tertarik menggunakan minyak ozonisasi, saat ini hanya tersedia beberapa pilihan minyak saja. Sebut saja seperti minyak zaitun dan juga minyak biji bunga matahari yang kerap dijadikan sebagai bahan minyak ozonisasi. Dilansir dari laman kesehatan Health Line, penggunaan minyak biji bunga matahari yang telah terozonisasi ternyata lebih ampuh dalam mengatasi jamur kuku dibanding obat-obatan yang mengandung ketoconazole.

  • Cuka

Bahan lain yang mudah didapatkan untuk mengatasi masalah jamur kuku adalah cuka. Seperti yang telah diketahui, cuka merupakan salah satu bahan alami yang kerap digunakan untuk mengatasi sejumlah masalah kesehatan yang menyerang kulit. Bahkan, sudah sejak lama cuka digunakan untuk mengatasi masalah jamur pada kulit. Tidak heran jika cuka juga dianjurkan oleh sebagian ahli dermatologist untuk mengatasi masalah jamur kuku yang menyerang kuku kaki dan tangan. Bagi Anda yang tertarik menjajal cara ini, tidak ada salahnya mencampurkan cuka pada sebaskom air hangat. Rendamlah kaki atau tangan yang terinfeksi oleh jamur kuku selama 20 menit.

Lakukan cara ini secara rutin setiap hari untuk mengembalikan kesehatan kuku tangan dan kaki. Jangan lupa untuk membilas tangan dan kaki hingga bersih setelah merendamnya pada larutan cuka. Sebagai tambahan informasi, Anda juga dapat menggunakan cuka apel yang memang dikenal sebagai salah satu obat alami. Cuka apel juga memiliki beragam khasiat yang berkaitan dengan kesehatan kuku dan kulit. Kandungan asamnya diklaim ampuh dalam membunuh bakteri mau pun jamur yang ada di kulit. Namun, penggunaan cuka apel juga harus dengan hati-hati. Pasalnya, tidak semua orang dapat menggunakan cuka apel, terutama Anda yang memiliki kulit sensitif.

  • Cairan Pembersih Mulut

Produk di rumah yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi masalah jamur kuku adalah cairan pembersih mulut atau mouthwash. Mouthwash alias cairan pembersih mulut merupakan produk yang dibuat untuk membersihkan mulut dari kotoran mau pun bakteri pada mulut. Tidak heran jika mouthwash kerap menjadi pilihan bagi Anda untuk membersihkan mulut jika kehabisan pasta gigi. Terkait dengan komposisinya yang memang dibuat untuk membunuh dan membersihkan kotoran dan bakteri, ternyata mouthwash juga dapat digunakan sebagai salah satu pengobatan ala rumahan untuk mengatasi jamur kuku.

Selain itu, kandungan mentol yang kerap memberikan sensasi dingin menyegarkan juga ampuh dalam meredakan rasa gatal yang ditimbulkan oleh jamur kuku. Cara penggunaannya pun hampir sama dengan pengobatan menggunakan cuka. Anda hanya perlu merendam kaki atau tangan yang terjangkit jamur kuku selama 30 menit dalam cairan pembersih mulut. Lakukan setiap hari untuk mendapatkan hasil yang optimal. Namun, Anda juga dapat menambahkan air jika takut kulit terkena iritasi.

  • Bawang Putih

Menurut penelitian yang dilakukan pada tahun 2009 silam, bawang putih merupakan bahan alami yang dapat mengatasi beragam masalah kesehatan. Hal ini rupanya berkaitan dengan kandungan bahan aktifnya yang bersifat anti jamur dan anti mikroba. Tidak heran jika bawang putih kerap menjadi pilihan sebagian orang dalam mengatasi masalah kesehatan. salah satu fungsi bawang putih yang kerap tidak diketahui oleh orang adalah khasiatnya yang ampuh dalam mengatasi jamur kuku. Bagi Anda yang tertarik untuk menggunakan bawang putih, akan lebih baik jika Anda menggunakan bawang putih yang masih segar. Cara penggunaannya sangat mudah.

Anda hanya perlu menghaluskan bawang putih hingga teksturnya menyerupai pasta. Oleskan pasta bawang putih tersebut pada kuku tangan atau kaki yang terinfeksi dan biarkan selama 30 menit. Penggunaan bawang putih ini mungkin akan menimbulkan reaksi sensasi rasa panas bagi sebagian orang, terutama bagi Anda yang tidak pernah menggunakan bawang putih sebelumnya. Kendati demikian, ternyata hal tersebut merupakan hal yang wajar. Namun, bagi Anda yang tidak tahan dengan bau menyengat dari bawang putih bisa mengonsumsi kapsul yang terbuat dari bawang putih. Kendati demikian, jangan lupa untuk membicarakannya dengan dokter agar tidak menimbulkan reaksi yang berbahaya bagi kesehatan.

Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori

Harap diperhatikan bahwa konten pada website sehatly.com tidak bisa untuk menggantikan peran seorang dokter ataupun praktisi kesehatannya. Konten-konten sehatly hanya bertujuan untuk memberikan informasi.