Diet Karbohidrat, Diet yang Aman Bagi Penderita Diabetes!

Banyak penderita diabates yang mengalami obesitas. Kendati demikian, ternyata diet karbohidrat ampuh menurunkan berat tubuh sekaligus kadar gula darah.
118
5 (100%) 4 votes
diet karbohidrat

Memiliki berat tubuh ideal ternyata tidak hanya dianjurkan bagi Anda yang memiliki tubuh sehat saja. Hal ini juga berlaku bagi para penderita diabetes. Bahkan, salah satu deit yang direkomendasikan oleh para ahli kepada penderita diabetes adalah diet karbohidrat. Sebagai tambahan infomrasi, ternyata diet karbohidrat tidak hanya ampuh dalam menurunkan bobot tubuh saja. Namun, juga dapat mengontrol diabetes pada penderita. Selain itu, diet karbohidrat juga mudah untuk dilakukan terutama bagi penderita diabetes berbagai tipe.

Kendati demikian, ternyata diet karbohidrat pada umumnya banyak dilakukan oleh penderita diabetes tipe 2. Dilansir dari laman Diabetes, diet satu ini berfungsi dalam mengontrol kadar gula dalam darah. Tidak hanya itu saja, diet karbohidrat juga membantu penderita mengurangi jumlah obat-obatan kimia yang memiliki imbas pada fungsi ginjal.

Mengapa Diet Karbohidrat?

 

makanan

Mungkin banyak dari Anda yang bertanya-tanya mengapa harus menjajal diet satu ini. Namun, jangan salah sangka. Kendati diet karbohidrat banyak disarankan untuk penderita diabetes, Anda yang masih sehat tapi memiliki tubuh di atas rata-rata juga dapat mencobanya. Sebagai tambahan informasi, karbohidrat merupakan salah satu nutrisi yang paling memberi efek terutama dalam meningkatkan kadar gula dalam darah. Tidak hanya itu saja, karbohidrat juga memegang peranan penting dalam produksi dan penggunaan insulin pada tubuh.

Memiliki kadar gula yang terlalu tinggi tentu dapat memberikan efek samping yang tidak baik bagi kesehatan. Tidak hanya itu saja, ternyata menjalani diet karbohidrat juga ampuh membatasi jumlah insulin yang ada di dalam tubuh. Apalagi, Insulin merupakan hormone yang kerap menyimpan lemak pada tubuh. Tidak heran jika diet satu ini juga akan membantu Anda dalam mengurangi jumlah lemak pada tubuh.

Keuntungan dari Diet Karbohidrat

 

kurus

Selain baik untuk penderita diabetes, ternyata diet karbohidrat juga memiliki sejumlah keuntungan lainnya seperti berikut.

  • Menurunkan kadar HbA1c atau glycated hemoglobin.
  • Membantu menurunkan berat badan
  • Mengurangi risiko kenaikan kadar gula secara signifikan
  • Meningkatkan energi
  • Mengurangi risiko akan hipos yang berlebihan
  • Membuat Anda lebih membatasi menyantap makanan manis dan tidak sehat
  • Menjadikan pikiran lebih jernih
  • Mengurangi risiko terkena berbagai penyakit komplikasi

Mengenal Diet Rendah Karbohidrat

 

makanan

Diet karbohidrat yang juga dikenal dengan sebutan diet rendah karbohidrat ini merupakan salah sat diet yang cukup fleksible. Pasalnya, Anda akan dipersilahkan untuk memilih level karbohidrat yang sesuai dengan tipe diabetes atau gaya hidup. Dilansir dari laman Diabetes, sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2008 menunjukkan jika diet satu ini terbagi menjadi tiga macam seperti berikut.

  • Moderate: 130 gram hingga 225 gram k
  • Low: di bawah 130 gram
  • Very-low: di bawah 30 gram

Sebagai tambahan informasi, ternyata pembagian level tersebut akan membantu Anda memilih jumlah karbohidrat yang harus disantap dalam sehari sesuai dengan kebutuhan. Misalnya saja bagi penderita diabetes tipe 1 dianjurkan untuk memilih jenis diet karbohidrat yang moderate atau low. Sedangkan bagi penderita diabetes tipe 2 sangat dianjurkan untuk menjalani jenis diet karbohidrat ver-low atau yang biasa disebut dengan ketogenic.

Peranan Karbohidrat pada Tubuh

 

roti

Mungkin banyak dari Anda yang bertanya-tanya mengapa sebagian orang memilih untuk menjalani diet karbohidrat. Padahal. Karbohidrat merupakan bahan baku utama dari pembuatan energi. Dilansir dari laman Diabetes, karbohidrat tidak hanya berfungsi sebagai bahan baku pembuatan energi. Namun, jumlahnya yang sangat banyak dan melebihi normal juga dapat membuat kadar gula dalam darah meningkat. Kondisi inilah yang membuat tubuh terancam mengalami diabetes. Tentu saja diabetes bukanlah penyakit yang bisa diremehkan karena dapat menjadi pemicu berbagai penyakit komplikasi lainnya.

Maka dari itu, tidak ada salahnya jika mulai dari sekarang Anda menjajal menjalani diet rendah karbohidrat. Tidak hanya baik untuk mengontrol kadar gula dalam tubuh saja. Anda juga mendapat keuntungan lain, yakni menurunkan berat badan secara sognifikan. Kendati demikian, tidak perlu merasa khawatir jika tubuh akan lemas karena tidak mengonsumsi karbohidrat. Pasalnya, pada diet satu ini Anda masih diperbolehkan menyantap makanan berprotein tinggi dan juga yang mengandung lemak sehat sebagai bahan pengganti pembuatan energi.

Aturan Diet Karbohidrat

 

makanan

Bagi Anda yang tertarik untuk menjalani diet karbohidrat, tidak ada salahnya untuk memperhatikan sejumlah hal. Misalnya saja seperti menambah asupan sayuran hijau, meningkatkan asupan lemak terutama lemak nabati dan hewani. Tidak hanya itu saja, Anda pun juga akan diminta untuk mengonsumsi makanan berprotein tinggi serta membatasi asupan makanan instan atau cepat saji.

Jenis-Jenis Makanan dalam Diet Karbohidrat

 

makanan

Ternyata terdapat jenis makanan yang harus ditingkatkan porsinya selama Anda menjalani diet karbohidrat seperti berikut:

  • Daging dan Telur

Salah satu jenis makanan yang harus ada dalam menu diet rendah karbohidrat Anda adalah makanan berprotein. Protein tinggi biasa didapat dari bermacam-macam daging dan telur. Tidak heran jika selama menjalani diet satu ini Anda akan lebih sering mengonsumsi daging merah hingga daging putih. Daging merah sendiri merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut daging dari hewan berkaki empat seperti sapi, babi, domba hingga kambing. Sedangkan daging putih biasanya digunakan untuk menyebut daging dari unggas.

  • Ikan-Ikanan

Selain daging dan telur, Anda juga akan diminta untuk mengonsumsi ikan-ikanan. Terutama ikan laut yang dikenal sebagai sumber protein tinggi. Tidak hanya memilii kandungan protein yang tinggi, ikan laut juga mengandung minyak penting dan kandungan penting seperti omega-3 dan omega-9 yang baik untuk meningkatkan metabolisme tubuh. MIsalnya saja ikan tuna, sarden, makarel hingga salmon yang mudah untuk diolah menjadi beraham resep.

  • Buah dan Sayur

Jangan khawatir akan merasa lapar saat menjalani diet rendah karbohidrat. Pasalnya, Anda masih bisa merasa kenyang dengan menyantap makanan berserat tinggi. Serat biasanya didapat dari buah dan sayuran. Tidak hanya membuat perut terasa kenyang lebih lama, dua jenis makanan ini juga memberikan asupan nutrisi berupa vitamin yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh. Sebagai tambahan informasi, ternyata serat juga membantu Anda melancarkan pencernaan.

  • Dairy Products

Sejumlah diet yang Anda iektahui selama ini memang membatasi pengonsumsian dairy products. Namun, berbeda dengan diet karbohidrat. Pada diet ini, Anda justru dibebaskan dalam mengonsumsi berbagai macam hasil dairy products. Mulai dari susu, yoghurt, krim, dll. Kendati demikian, Anda dianjurkan untuk mengosumsi dairy products dengan label low-sugar atau sugar-free untuk menjaga kadar gula dalam darah tetap normal.

  • Kacang dan Biji-Bijian

Gemar menyantap camilan di waktu luang? Mungkin kebiasaan satu ini kerap menjadi salah satu penghalang saat Anda menjalani diet. Namun, jangan khawatir. Bagi Anda yang memutuskan untuk menjalani diet karbohidrat masih diperbolehkan untuk menyantap camilan. Bukan sembarang camilan. Anda diperbolehkan menyantap camilan yang terdiri dari kacang-kacangan atau biji-bijian. Misalnya saja walnut, kacang mede hingga kacang tanah. Bisanya, bahan-bahan ini kerap digunakan sebagai bahan utama healthy snack bar yang sudah banyak dijual di pasaran. Namun, akan lebih baik jika Anda membuatnya sendiri di rumah dengan bahan yang lebih alami dan fresh.

  • Lemak Sehat

Diet kok mengonsumsi lemak sih? Mungkin banyak dari Anda yang akan memikirkan hal tersebut begitu membaca mengetahui aturan diet karbohidrat. Sebagai tambahan informasi, lemak memang digunakan sebagai bahan pengganti karbohidrat dalam pembentukan energi. Kendati demikian, tentu saja Anda hanya diperbolehkan mengonsumsi lemak-lemak yang alami dan menyehatkan bagi tubuh. Misalnya saja minyak kelapa murni atau minyak zaitun yang digunakan dalam memasak hidangan harian Anda.

Jenis Makanan yang Harus Dihindari

 

makanan

Seperti yang telah diketahui, diet karbohidrat akan membatasi jumlah karbohidrat yang diasup oleh tubuh dalam sehari. Tidak heran jika Anda pun akan diminta untuk tidak lagi mengonsumsi jenis-jenis makanan seperti berikut:

  • Minuman Manis

Salah satu jenis makanan yang harus dihindari bahkan dilarang saat menjalani diet karbohidrat adalah minuman yang mengandung gula. Baik gula alami maupun gulan buatan. Pasalnya, minuman tersebut akan menaikkan kadar gula dalam darah dengan cepat. Contoh minuman jenis ini misalnya saja soda, minuman kaleng, jus kalengan, minuman berenergi hingga minuman untuk olahraga.

  • Manisan

Selain minuman yang manis, Anda juga dilarang menyantap makanan yang manis. Pasalnya, makanan yang terlalu banyak mengandung gula dapat membuat kadar gula dalam darah langsung melonjak. Tidak heran jika makanan seperti manisan, cake, biskuit, selai hingga permen sangat dilarang untuk dikonsumsi bagi Anda yang sedang menjalani diet karbohidrat.

  • Sereal

Jenis makanan lain yang harus ditinggalkan selama menjalani diet satu ini adalah sereal. Pasalnya, sereal yang kerap dikonsumsi sebagai menu utama dalam sarapan ini terdiri dari karbohidrat yang kandungannya mencapai 50% hingga 80% dalam sekali penyajian.

  • Pasta dan Roti

Beragam pasta yang dimasak dengan aneka saus tentu lebih menggoda untuk dinikmati. Begitupun dengan aneka olahan roti beraroma khas. Sayangnya, dua jenis makanan ini justru menjadi makanan yang paling dilarang selama menjalankan diet rendah karbohidrat. Seperti yang telah diketahui, bahan baku dari roti dan pasta merupakan tepung yang menjadi salah satu bahan berkarbohidrat tinggi.

  • Buah

Kendati Anda diminta untuk menambah porsi serat dari buah dan sayur. Ternyata terdapat jenis buah yang tidak boleh untuk disantap. Buah-buah yang mengandung fruktosa inilah yang dilarang dikonsumsi selama menjalani diet rendah karbohidrat. Dilansir dari laman Livestrong, berikut buah-buahan yang mengandung fruktosa dalam kadar yang cukup tinggi:

  • Buah Kering
  • Mangga
  • Pisang
  • Anggur
  • Pir
  • Semangka
  • Nanas
  • Apel
  • Buah Beri (Blueberry, Strawberry, Raspberry, Cranberry)
  • Sayuran Bertepung

Selain buah yang mengandung fruktosa, Anda juga dilarang menyantap sayuran yang mengandung zat tepung. Biasanya, sayur-sayuran ini dikonsumsi sebagai makanan pengganti nasi. Misalnya saja kentang, ubi hingga ketela. Pasalnya, jenis sayuran bertepung ternyata juga mengandung gula yang cukup tinggi yang berbahaya bagi penderita diabetes.

  • Beras

Anda yang menjajal diet karbo juga harus rela meninggalkan berbagai olahan beras. Mulai dari nasi atau pun crackers. Pasalnya, beras merupakan sumber tertinggi dari karbohidrat. Dilansir dari laman Ditch The Carbs, beras ternyata tidak memiliki kandungan gizi yang mencukupi asupan harian tubuh.

Efek Samping dari Diet Karbohidrat

 

makanan

Kendati diet rendah karbohidrat dapat membantu Anda menurunkan berat badan secara alami dan mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes, ternyata diet satu ini juga kerap menimbulkan sejumlah efek samping. Dilansir dari laman Diet Doctor, para pemula dari diet rendah karbohidrat biasanya akan mengalami sejumlah gejala seperti:

  • Induction Flu

Salah satu efek yang biasa ditimbulkan bagi pemula yang menjalani diet rendah karbohidrat adalah induction flu. Induction flu sendiri biasanya meliputi gejala seperti sakit kepala, mual, pusing hingga brain fog. Biasanya, efek tersebut akan muncul pada hari kedua hingga keempat setelah Anda menjalani diet karbo. Uniknya, ternyata efek samping satu ini tidak perlu ditangani secara serius. Pasalnya, gejala-gejala tersebut akan menghilang dengan sendirinya. Penyebab utama dari induction flu sendiri biasanya dikarenakan tubuh yang mengalami dehidrasi hingga kurang asupan garam.

  • Kram Kaki

Gejala lain yang dapat membuat Anda terasa tersiksa selama menjalani diet karbo adalah kram kaki. Dilansir dari laman Diet Doctor, kram kaki merupakan efek yang umum terjadi saat memulai menjalani diet rendah karbohidrat. Penyebab utamanya karena tubuh kekurangan asupan mineral, terutama magnesium. Kendati demikian, Anda dapat mencegahnya dengan melakukan kebiasaan sederhana, seperti:

  • Memenuhi asupan cairan harian
  • Menyantap garam sesuai dengan kebutuhan harian
  • Mengonsumsi suplemen yang mengandung magnesium
  • Konstipasi

Efek lainnya dari diet karbo adalah konstipasi. Sebagai tambahan informasi, konstipasi biasanya terjadi lantaran organ pencernaan melakukan adaptasi dengan sistem diet Anda yang baru. Kendati demikian, jangan sampai meremehkan gejala satu ini jika tidak ingin tubuh terserang penyakit lain yang lebih kronis. Anda dapat mengatasinya dengan:

  • Mengonsumsi air putih delapan gelas sehari
  • Tambahkan asupan garam
  • Menyantap lebih banyak sayuran dan buah berserat tinggi

 

Comment 3Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori

Harap diperhatikan bahwa konten pada website sehatly.com tidak bisa untuk menggantikan peran seorang dokter ataupun praktisi kesehatannya. Konten-konten sehatly hanya bertujuan untuk memberikan informasi.