Diet OCD Tanpa Olahraga, Diet Termudah Dapatkan Berat Badan Ideal

Banyak yang penasaran apakah diet OCD tanpa olahraga yang dicetuskan oleh Deddy Corbuzier ampuh dalam menurunkan berat badan. Yuk, simak penjelasannya!
9897
diet ocd tanpa olahraga

Anda mungkin sudah pernah mendengar mengenai diet OCD. Yup! Diet yang dipopulerkan sekaligus dicetuskan oleh salah satu artis besar Indonesia ini memang sempat menghebohkan banyak masyarakat. Ialah Deddy Corbuzier yang pertama kali memperkenalkan diet yang aslinya memiliki nama Obessive Corbuzier’s Diet. Tidak tanggung-tanggung, Deddy bahkan membuktikan keberhasilan diet OCD tanpa olahraga lewat dirinya sendiri.

Sebagai tambahan informasi, artis yang saat ini menggeluti dunia presenter ini memang memiliki berat badan ideal dibanding tahun-tahun sebelumnya. Apalagi saat master magician ini masih menggeluti dunia persulapan beberapa tahun silam. Bisa diingat jika Deddy Corbuzier beberapa tahun yang lalu memiliki postur tubuh yang lebih berisi.

Apa Sih Diet OCD?

 

diet OCD

Diet yang sempat populer sejak beberapa tahun yang lalu ini memang membuat banyak orang tergoda untuk ikut mencobanya. Apalagi, pada saat itu postur tubuh Deddy, sang pencetus bisa dibilang memiliki postur tubuh ideal. Tidak hanya itu saja, diet yang dicetuskan oleh Deddy Corbuzier ini pun juga diklaim mampu menurunkan 4 kilogram hanya dalam seminggu. Sebenarnya apa sih keistimewaan dari diet OCD milik Deddy Corbuzier?

Usut punya usut, diet OCD milik Deddy Corbuzier ini rupanya berbeda dari jenis diet yang sudah ada sebelumnya. Bahkan, bisa dibilang jika diet OCD milik Deddy tidak lagi menggunakan metode-metode diet pada umumnya. Uniknya, bagi Anda yang teratrik menjajal diet OCD, Anda justru diperbolehkan menyantap makanan sebanyak apapun pada waktu-waktu tertentu. Tentu saja hal ini sangat bertentangan dengan diet yang selama ini membatasi porsi makan dan jenis makanan yang disantap.

Asal Mula Diet OCD

 

sejarah diet OCD

Diet OCD yang dipopulerkan oleh Dedy Corbuzier ini ternyata terinspirasi saat Deddy melakukan perjalanan ke Hongkong beberapa tahun silam. Pada saat itu, Deddy mendapat taksi dengan sopir taksi yang bisa dibilang memiliki tubuh yang sehat, segar dan masih kekar. Padahal, sopir tersebut sudah berusia 72 tahun. Penasaran, akhirnya Deddy nekat bertanya mengenai rahasia sopir yang rupanya merupakan mantan biarawan shaolin tersebut. Rahasia inilah yang akhirnya membuat Deddy mencetuskan diet OCD alias Obessive Corbuzier’s Diet.

Aturan dalam Diet OCD

 

aturan diet OCD

Kendati Anda yang ingin menjalani diet OCD diperbolehkan menyantap makanan dalam porsi banyak dalam waktu tertentu, rupanya Dedy sangat melarang untuk sarapan pagi. Menurut master satu ini, sarapan pagi ternyata dapat menghambat proses pembakaran kalori yang ada di tubuh. Bahkan, Anda tidak diperbolehkan menyantap makanan di bawah jam 12 siang. Namun, jangan khawatir. Pasalnya, Anda masih diperbolehkan mengganti bahan baku energi tubuh dengan menyantap makanan di jam-jam tertentu.

Macam-Macam Diet OCD

 

makanan diet OCD

Dari awal populernya diet OCD, banyak orang yang menyebut jika diet satu ini menerapkan sistem puasa. Namun, Deddy juga menjelaskan jika terdapat macam-macam jeda waktu tergantung dari kebutuhan Anda. Nah, berikut jenis diet OCD yang dapat Anda jajal.

  • Bebas Makan 8 Jam, Puasa 16 Jam

Jenis pertama dari diet OCD yang dapat Anda pilih adalah bebas makan 8 jam dan puasa selama 16 jam penuh. Aturanya ternyata cukup mudah. Pada 8 jam pertama, Anda diperbolehkan menyantap berbagai macam jenis makanan dan minuman. Kemudian pada jam ke-9 hingga ke-16 Anda tidak boleh menyantap makanan.

Namun, jangan khawatir. Pasalnya, pada fase 16 jam puasa tersebut, Anda masih diperbolehkan menikmati minuman yang tidak mengandung kalori. Sebagai tambahan informasi, rupanya jenis diet OCD yang pertama ini dianjurkan bagi pemula yang ingin mencobanya. Bahkan, tipe pertama ini sangat direkomendasikan untuk dijalani selama satu hingga dua minggu ke depan sebelum mencoba tipe selanjutnya yang lebih berat.

  • 6 Jam Makan Bebas dan Puasa 18 Jam

Nah, berbeda lagi jika Anda sudah sempat menjajal fase pertama. Maka tidak ada salahnya untuk naik ke tingkat selanjutnya di mana Anda akan menjalani puasa selama 18 jam penuh. Pada tipe kedua ini, Anda hanya diperbolehkan menikmati beragam macam makanan selama 6 jam saja. Namun, tentu saja Anda tidak diperbolehkan untuk menyantap sarapan.

Mungkin di awal menjalani fase kedua ini Anda masih belum kuat? Jangan khawatir, pasalnya fase kedua ini juga dapat dikombinasikan dengan jenis pertama bagi Anda yang masih belajar. Namun, bagi Anda yang bisa dan kuat menjalani tipe kedua ini tidak ada salahnya melanjutkan selama beberapa minggu.

  • 4 Jam Makan, Puasa 20 Jam

Tipe ketiga dari diet OCD yang dicetuskan oleh Dedy Corbuzier ini ternyata memberikan waktu makan bebas yang lebih sedikit dibandingkan puasa. Tidak mian-main, Anda hanya diperbolehkan menyantap beraneka jenis makanan hanya dalam kurun waktu 4 saja. Sedangkan sisa waktu 20 jam digunakan untuk berpuasa.

Mungkin terdengar berat bagi Anda yang masih menjadi pemula dalam diet OCD. Namun, jangan khawatir. Pasalnya, bagi Anda yang masih belum kuat menjalani puasa selama 20 jam masih bisa mengombinasikannya dengan tipe kedua yang mengharuskan Anda berpuasa selama 18 jam saja.

  • Puasa Seharian

Tipe keempat dari diet OCD ini mungkin membuat banyak dari Anda bergidik ngeri. Bagaimana bisa Anda harus berpuasa selama seharian penuh? Eits! Jangan salah paham dahulu. Pasalnya, puasa selama 24 jam penuh ini hanya dilakukan sebagai selingan yang paling banyak dijalani dua kali dalam seminggu. Tentu saja hal tersebut tidak akan menyiksa Anda.

Apalagi Anda juga masih bisa mengombinasikannya dengan tipe diet OCD ketiga yang memperbolehkan makan bebas selama 4 jam penuh. Kendati demikian, puasa seharian ini benar-benar membuat Anda harus berpuasa menyantap makanan selama 24 jam ke depan. Jadi, missal Anda menyantap makanan pada hari Senin pukul 3 sore, Anda baru diperbolehkan menyantap makanan kembali di hari Selasa pada jam 3 sore.

Pengalaman Deddy Menjalani Diet OCD

 

OCD deddy corbuzier

Diet OCD yang sampai saat ini masih diminati ternyata juga dilakukan oleh Deddy sebelum memperkenalkannya ke khalayak umum. Nah, berikut pengalaman Deddy saat menjalani diet Obessive Corbuzier’s Diet.

  • Minggu Pertama

Seperti yang telah diketahui, fase pertama yang dianjurkan untuk pemula adalah bebas menyantap makanan selama 8 jam penuh kemudian berpuasa selama 16 jam. Rupanya, magician satu ini juga memulai diet OCD-nya dari fase satu ini. Kendati demikian, ternyata Deddy hanya menjalani fase pertama ini selama seminggu saja. Pasalnya, pria yang kini sudah memiliki acara TV sendiri tersebut mengaku fase pertama sangat mudah bagi dirinya.

  • Minggu Kedua

Jika dari penjelasan di atas, pemula yang ingin naik kelas harus menjalani fase kedua. Fase kedua sendiri mengharuskan Anda menyantap makanan selama 6 jam dan berpuasa selama 12 jam. Namun, fase kedua ternyata tidak dilakukan oleh Deddy. Pria beranak satu ini justru langsung menjajal fase ketiga di mana waktu makan hanya dibatasi selama 4 jam saja.

Namun, Deddy mengaku sempat mengalami kegagalan menjajal fase ketiga yang membuat dirinya harus mengulang semua kembali dari awal alias fase pertama. Barulah pada percobaan kedua, Deddy berhasil menjalani makan bebas selama 4 jam dan puasa selama 20 jam.

  • Minggu Ketiga

Di minggu ketiga menjalani OCD, Deddy ternyata sudah menjalani fase yang terberat. Yaitu fase puasa selama 24 jam. Kendati demikian, tentu saja Deddy tidak setiap hari menjalani fase terakhir ini. pria yang memiliki tubuh kekar ini mengaku menjalani fase puasa 24 jam sebagai selingan dalam fase puasa 20 jam dalam seminggu. Bahkan, Deddy mengaku pada minggu ketiga ini hanya menjajal puasa 24 jam sekali dalam seminggu.

  • Minggu Keempat

Siapa yang menyangka ternyata pada minggu keempat ini, Deddy menambah jumlah puasa 24 jamnya. Tidak tanggung-tanggung, Deddy menjalani puasa 24 jam sebanyak dua kali dalam seminggu yang dikombinasikan dengan fase makan bebas 4 jam. Namun, ada yang menarik dari pengalaman diet OCD Deddy. Pasalnya, pria yang sempat berpostur tambun tersebut mengaku menjalani diet OCD tanpa olahraga yang berlebihan.

Diet OCD Tanpa Olahraga?

 

OCD tanpa olahraga

Jika diet pada umumnya mengharuskan Anda membatasi porsi makan sekaligus mengombinasikannya dengan olahraga, tidak dengan diet OCD. Menurut Deddy, pencetus diet OCD, dirinya menjalani diet OCD tanpa olahraga yang berlebihan. Apalagi diketahui jika postur tubuh Deddy saat ini bisa dibilang lebih atltetis dan kekar. Uniknya, Deddy mengaku hanya melakukan olahraga ringan menjelang waktu berbuka puasa.

Jadi, tidak heran jika diet OCD tanpa olahraga merupakan hal yang diperbolehkan. Apalagi, pada sata itu, Deddy juga mengaku tidak melakukan olahraga sejenis cardio mau pun sit up saat menjalani diet OCD. Tidak heran jika diet OCD tanpa olahraga ini sangat cocok dan banyak dipilih oleh orang-orang yang memiliki jam kerja banyak dan waktu luang terbatas. Bahkan, diet OCD tanpa olahraga ini pun juga diterapkan oleh sejumlah rekan artis.

Lakukan Olahraga Ringan

 

olahraga ringan

Kendati diet OCD ini tidak mewajibkan olahraga, ternyata akan lebih baik lagi jika Anda tetap mengimbanginya dengan berolahraga. Apalagi seperti yang telah diketahui, olahraga merupakan salah satu hal yang dapat mengoptimalkan diet. Tidak hanya menjaga tubuh tetap bugar dan sehat, berolahraga juga dapat membantu Anda dalam mengurangi jumlah lemak di dalam tubuh. Tidak perlu melakukan olahraga yang terlalu berat jika Anda tidak pernah berolahraga sebelumnya. Melakukan olahraga ringan di sela-sela waktu luang merupakan pilihan yang tepat. Namun, tidak ada salahnya untuk memperhatikan sejumlah hal berikut.

  • Perhatikan Jenis Makanan yang Dikonsumsi

Diet OCD memang membebaskan Anda dalam hal makanan. Prinsip diet OCD yang berbeda dari diet kebanyakan ini menjadi salah satu tantangan tersendiri dari para pelaku diet OCD. Kendati dibebaskan dalam hal makanan, tentu saja Anda masih harus memilah jenis makanan yang baik untuk disantap dan jenis makanan yang harus dihindari. Hal ini rupanya juga berkaitan dengan olahraga ringan yang akan Anda jalani selama diet.

Seperti yang telah diketahui, diet OCD akan memberikan waktu bebas makan dan waktu puasa. Maka dari itu, pastikan Anda menyantap makanan bergizi dan menyehatkan untuk tambahan energi selama melakukan olahraga. Akan lebih baik jika Anda memperbanyak asupan buah, sayur dan cairan selama waktu bebas makan. Jangan lupa pula untuk menyantap lebih banyak makanan berprotein dan yang mengandung minyak sehat. Dua jenis makanan tersebut rupanya dapat memberikan tambahan energi selama menjalani puasa diet OCD.

  • Olahraga Secara Rutin

Bagi Anda yang memutuskan untuk tetap melakukan olahraga ringan selama menjalani diet OCD, tidak ada salahnya untuk membuat komitmen dengan diri sendiri. Pastikan jika Anda akan melakukan olahraga tersebut secara rutin selama menjalani diet. Misalnya saja meluangkan waktu selama 30 menit dalam sehari untuk berolahraga. Tidak hanya baik untuk kesehatan, cara satu ini juga akan membuat tubuh lebih terbiasa dengan kondisi selama diet.

Anda yang sebelumnya tidak berolahraga dapat mengawali olahraga dengan intensitas waktu tertentu. Misalnya saja 30 menit selama seminggu sekali. Jika sudah terbiasa, Anda dapat meningkatkan waktu olahraga dengan jeda beberapa hari saja atau bahkan setiap hari. Dilansir dari laman Self, ternyata cara tersebut merupakan salah satu kunci agar Anda dapat sukses menjalankan olahraga selama berdiet.

  • Pilih Jenis Olahraga yang Paling Sesuai

Jenis olahraga yang Anda pilih ternyata juga turut berpengaruh. Bagi Anda yang tidak terbiasa menjalani olahraga secara rutin dapat menjajal sejumlah olahraga ringan terlebih dulu. Misalnya jogging selama 30 menit dalam seminggu. Namun, Anda juga dapat memilih jenis olahraga yang sesuai dengan kesibukan. Misalnya bagi Anda yang sibuk di pagi hingga malam hari, pilihan yoga merupakan pilihan yang tepat. Tidak hanya menjadikan tubuh lebih segar, yoga juga dapat membuat tidur semakin nyenyak.

Berbeda lagi dengan Anda yang sudah terbiasa berolahraga. Melakukan beberapa jenis olahraga secara bergantian merupakan pilihan yang tepat. Namun, pastikan jika olahraga yang Anda pilih tidak terlalu menguras energi. Apalagi, selama menjalani diet OCD Anda hanya diberikan beberapa jam saja untuk menyantap makanan.

Jenis Olahraga yang Dapat Dijadikan Referensi Selama Berdiet

 

olahraga lari

Setelah membaca beberapa hal di atas, tidak ada salahnya untuk mulai memilah jenis olahraga yang tepat bagi Anda. Apalagi seperti yang telah diketahui, diet OCD membagi waktu dalam sehari sebagai waktu bebas makan dan waktu puasa. Pastikan jika jenis olahraga yang Anda pilih tidak akan menggagalkan diet OCD.

  • Bersepeda

Bersepeda atau pun indoor cycling rupanya menjadi salah satu pilihan olahraga bagi Anda yang tengah berdiet. Olahraga jenis ini rupanya termasuk ke dalam olahraga cardio. Tak hanya membantu dalam menurunkan berat badan selama berdiet OCD, bersepeda ternyata juga dapat mengencangkan otot-otot tubuh. Misalnya saja otot bagian pantat, paha dan betis. Tidak heran jika melakukan olahraga satu ini secara rutin akan menjadikan kaki lebih kencang dan kurus.

  • Berjalan

Tidak memiliki sepeda atau pun alat olahraga di rumah? Tenang! Anda masih dapat berolahraga. Siasati dengan berjalan di sekitar kompleks rumah. Atau bagi Anda yang bekerja dapat menyiasatinya dengan berjalan kaki dari kantor ke rumah. Namun, jika jarak antara kantor dan rumah terlalu jauh, Anda dapat mulai berjalan dari pemberhentian bus terakhir menuju rumah. Olahraga jenis ini tidak membutuhkan persiapan khusus. Kendati demikian, pastikan Anda menggunakan alas kaki yang tepat untuk menghindari adanya cidera.

Mengenakan sneakers akan lebih baik dibandingkan memakai flat shoes atau bahkan heels. Jadi, pastikan Anda membawa sneakers jika ingin melakukan olahraga satu ini. Bagi Anda yang masih bingung harus sejauh apa untuk berjalan, Anda dapat menyiasatinya dengan berjalan selama 20 hingga 30 menit setiap hari.

  • Angkat Barbel

Bagi Anda yang memiliki koleksi barbell dengan berat 1 kg, 3 kg atau bahkan 5 kg dapat memanfaatkan benda tersebut. salah satu jenis olahraga yang juga diperbolehkan selama menjalani diet OCD adalah angkat barbel. Angkat barbell tidak hanya membantu dalam menghilangkan lemak-lemak secara optimal. Namun, juga membantu Anda dalam mengoptimalkan proses metabolisme. Tidak hanya itu, olahraga yang bertitik berat pada weight training ini juga membantu Anda membakar kalori.

Kendati demikian, ternyata angkat barbell menjadi banyak pilihan pelaku diet. Pasalnya, Anda tidak diwajibkan melakukan setiap hari. Olahraga angkat barbell selama menjalani diet hanya ditargetkan sebanyak tiga kali dalam seminggu. Kendati demikian, bagi Anda yang belum pernah melakukannya akan lebih baik untuk menyewa mentor khusus agar tidak menimbulkan cidera tubuh. Keberadaan mentor juga membantu Anda memilih berapa banyak beban yang akan diangkat. Jadi, jangan sampai meremehkan hal satu ini.

  • Zumba

Olahraga jenis satu ini banyak diminati oleh para kaum Hawa. Tidak hanya mampu membakar kalori secara ampuh, melakukan zumba ternyata juga membuat pikiran lebih segar. Sebagai tambahan informasi, zumba memang memadukan gerakan tarian dengan olahraga. Hal inilah yang membuat olahraga satu ini terlihat seperti tarian. Selain itu, zumba juga dilakukan berkelompok sehingga membuat Anda merasa lebih enjoy dalam melakukannya.

  • Berlari

Jenis olahraga lain yang dapat Anda lakukan selama menjalani diet OCD adalah berlari. Berlari merupakan salah satu olahraga termudah dan ringan yang dapat Anda lakukan. Sama halnya dengan berjalan kaki, Anda hanya memerlukan sepasang sneakers. Tidak hanya itu, olahraga ini pun dapat dilakukan kapan saja dan di mana pun. Bahkan, Anda dapat melakukannya di berbagai tempat seperti stadion, taman atau bahkan bukit di dekat rumah.

  • Yoga

Pilihan olahraga lainnya adalah yoga. Olahraga yang sepintas mirip dengan meditasi ini ternyata tidak hanya dapat menenangkan pikiran. Namun, juga ampuh dalam menurunkan berat badan secara signifikan. Hal ini disebabkan lantaran gerakan yoga yang fleksibel melibatkan hampir seluruh bagian tubuh. Bahkan, melakukan yoga secara rutin dapat mengurangi lemak tubuh dalam jumlah yang cukup banyak. Yoga tidak hanya baik untuk menjaga kesehatan tubuh saja. Melakukan yoga juga membuat mental lebih sehat. Bahkan, pelaku yoga memiliki risiko yang kecil akan serangan stress. Agar yoga Anda berhasil, pilihlah tempat yang tenang. Anda juga dapat bergabung dengan klub yoga yang ada di kota Anda.

  • Berenang

Olahraga satu ini juga banyak diminati oleh pelaku diet. Tidak hanya menyegarkan, berenang merupakan salah satu kegiatan yang menyenangkan. Kendati demikian, ternyata berenang merupakan salah satu olahraga yang melibatkan semua anggota tubuh. Bahkan, gerakan berenang juga membuat Anda berkeringat. Sayangnya, hal tersebut tidak terjadi lantaran tubuh Anda basah dan teredam oleh dinginnya air kolam. Berenang secara rutin ternyata sangat ampuh menurunkan berat tubuh dalam waktu singkat. Sayangnya, efek tersebut rupanya hanya berlaku saat Anda melakukan berenang secara rutin. Sejumlah fakta menyebutkan jika bobot tubuh akan kembali melonjak saat Anda melewatkan jadwal berenang.

  • Lompat Tali Alias Skipping

Mungkin olahraga satu ini pernah Anda lakukan sewaktu masih kecil. Namun, siapa yang menyangka ternyata lompat tali atau yang biasa disebut dengan skipping ini menjadi salah satu pilihan olahraga yang ringan selama berdiet. Lompat tali tidak hanya menjadikan tubuh lebih kurus, tetapi juga membantu memperpanjang nafas Anda. Kendati demikian, rupanya Anda yang jarang atau bahkan tidak pernah berolahraga sebelumnya akan merasakan kaki kesemutan setelah melakukan lompat tali.

Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk menyimak sejumlah hal berikut yang dapat membantu Anda tetap nyaman usai melakukan lompat tali. Pertama-tama, lakukan pemanasan selama tiga menit dengan melakukan gerakan skipping. Selanjutnya, lakukan 100 kali skipping secara tradisional. Jika sudah, lanjutkan dengan melakukan 100 kali rope sprints dengan ritme yang lebih cepat dari sebelumnya. Selain itu, pastikan jika Anda mengenakan alas kaki yang nyaman. Jangan sampai melakukan olahraga satu ini dengan bertelanjang kaki. Pasalnya, hal tersebut justru dapat memicu cidera pada kaki, terutama bagian jari-jari kaki.

Efek Samping dari Diet OCD

 

efek samping diet OCD

Bicara soal diet OCD yang masih populer di kalangan banyak, ternyata terdapat salah satu efek samping yang membuat banyak orang tersebut merasa khawatir. Pasalnya, orang-orang yang menjalani diet OCD tidak memiliki pola BAB yang rutin seperti biasanya. Bahkan, sejumlah orang justru baru bisa BAB setiap 3 hari sekali. Namun, jangan khawatir. Pasalnya, hal ini juga telah dijelaskan oleh Deddy pada saat acara launching buku tentang OCD beberapa tahun silam.

Menurutnya, hal tersebut merupakan hal yang biasa bagi Anda yang menjalani OCD. Pasalnya, jumlah makanan yang masuk ke dalam tubuh lebih sedikit dibanding dengan saat Anda tidak menjalani diet. Kondisi yang demikian, juga membuat organ pencernaan lebih sedikit mencerna sisa makanan. Apalagi, makanan dengan nutrisi tinggi akan langsung diserap oleh tubuh. Tidak heran jika Anda akan mengalami jarang BAB. Kendati demikian, ternyata OCD juga memberikan efek samping yang baik bagi kesehatan tubuh.

  • Membuat Awet Muda

Banyak dari pelaku diet OCD tanpa olahraga yang mengaku terlihat lebih awet muda. Hal ini pun juga sudah dikaui oleh banyak orang yang saat ini melihat Deddy Corbuzier sendiri. Bahkan, Deddy mengaku jika kerutan di sekitar matanya menjadi hilang setelah menjalani diet OCD. Usut punya usut, ternyata diet OCD juga menstimulasi produksi hormon HGH alias Human Growth Hormone yang membuat Anda tampak lebih muda. Tidak heran jika diet yang dicetuskan oleh Deddy ini masih banyak peminat hingga saat ini.

  • Merupakan Diet yang Sangat Mudah

Dibandingkan dengan beragam diet konvensional yang sudah ada, banyak masyarakat yang menilai jika diet OCD merupakan diet yang termudah. Apalagi, diet OCD tanpa olahraga ini tetap ampuh menurunkan berat badan ke angka ideal. Tidak hanya itu saja, diet OCD yang terbagi menjadi beberapa macam ini juga membuat Anda yang berminat mulai mengadaptasi tubuh dengan mencobanya dari tipe pertama. Baru jika tubuh sudah bisa beradaptasi dengan pola makan bebas 4 jam dan puasa selama 20 jam, Anda akan diminta menjalani tipe selanjutnya yang lebih banyak menjalani fase puasa.

  • Ampuh Menurunkan Berat Badan

Salah satu manfaat diet OCD tanpa olahraga yang sudah banyak dibuktikan adalah ampuh dalam menurunkan berat badan. Bukan hanya Deddy saja yang telah membuktikannya, sejumlah aselebritis tanah air dan masyarakat awam mengaku mendapatkan berat badan ideal setelah menjalani diet OCD yang dicetuskan oleh Deddy. Hal yang lebih menarik, ternyata penurunan berat badan tersebut akan berhenti pada angka ideal tubuh Anda.

Tidak heran jika diet OCD sampai saat ini masih diminati. Apalagi, jika dibandingkan dengan diet lainnya yang terus menurunkan berat badan kendati sudah mendapatkan berat ideal. Namun, jangan sampai melanggar aturan diet OCD untuk disiplin menjalani setiap fasenya. Pasalnya, hal terebut akan membuat berat badan Anda kembali melonjak.

  • Mencegah Tekanan Darah Tinggi

Efek lainnya yang dapat Anda peroleh setelah menjalani diet OCD tanpa olahraga ini adalah mendapatkan tubuh yang lebih sehat. Bahkan, dilansir dari laman Diet Sehat, risiko terkena tekanan darah tinggi juga akan berkurang. Hal ini ternyata disebabkan lantaran diet OCD menerapkan jendela waktu yang membatasi Anda untuk menyantap makanan. Apalagi, tekanan darah tinggi banyak disebabkan lantaran Anda jarang menjaga pola makan dan jenis makanan.

Well, ternyata menjalani diet OCD tanpa olahraga memang dapat dilakukan dan ampuh dalam menurukan berat badan. Namun, jangan jadikan hal tersebut sebagai langkah Anda untuk tidak berolahraga. Pasalnya, olahraga memberikan beragam manfaat baik untuk menjaga kesehatan tubuh dan mental. Tidak hanya itu saja, berolahraga juga membantu proses penurunan berat bada secara optimal. Apalagi, sejumlah gerakan olahraga yang melibatkan anggota tubuh dapat membakar kalori berlebih pada tubuh.

Alih-alih memilih atau melakukan jenis olahraga yang berat, Anda dapat melakukan diet OCD sambil melakukan olahraga yang ringan. Olahraga ringan seperti di atas pun tidak memerlukan waktu yang banyak. Bahkan, Anda dapat memilih jenis olahraga yang sesuai dengan rutinitas Anda sehari-hari. Kendati demikian, jangan sampai lupa dalam menjaga asupan makanan selama jam bebas makan. Akan lebih baik jika Anda mengonsumsi jenis makanan yang menyehatkan dan alami. Kurangi menyantap jenis makanan instan atau pun makanan dan minuman buatan pabrik. Selain mengandung bahan pengawet, kandungan pemanis buatan di dalamnya justru dapat menaikkan berat badan dalam waktu singkat.

Comment 3Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori

Harap diperhatikan bahwa konten pada website sehatly.com tidak bisa untuk menggantikan peran seorang dokter ataupun praktisi kesehatannya. Konten-konten sehatly hanya bertujuan untuk memberikan informasi.