Roti Gandum Untuk Diet? Ampukah Turunkan Berat Badan?

Menyantap roti diklaim dapat menaikkan berat badan. Namun, banyak ahli yang menyebut jika mengonsumsi roti gandum untuk diet dapat menurunkan berat badan.
5743
roti gandum untuk diet

Roti merupakan salah satu jenis olahan makanan yang kerap dikonsumsi oleh banyak orang. Selain menggantikan karbohidrat yang biasanya didapat dari nasi atau bubur, roti juga memiliki beragam rasa. tidak heran jika olahan roti menjadi pilihan banyak orang untuk mengganjal perut. Namun, mengonsumsi roti ternyata dapat membuat berat badan Anda melonjak. Lalu, amankah mengonsumsi roti gandum untuk diet?

Hal inilah yang banyak menghinggapi pikiran sebagian orang. Apalagi, gandum kerap dipilih sebagai bahan yang diselipkan ke dalam menu diet. Bicara soal roti, dilansir dari laman Web MD, seorang author dari buku berjudul Bread is the Devil: Win the Weight Loss Battle by Taking Control of Your Diet Demons memiliki pendapat lain. Menurut Heather Bauer, RD, mengonsumsi roti di saat Anda merasa lapar, stress atau pun lelah justru akan membuat Anda terus ketagihan menyantap lebih banyak roti.

Roti Dapat Membuat Gendut?

 

roti gandum

Kendati demikian, ternyata Bauer memiliki pendapat tersendiri mengenai hal tersebut. Menurutnya, roti yang dapat membuat bobot tubuh melonjak adalah roti yang menggunakan tepung terigu. Misalnya saja seperti roti tawar, crackers hingga pretzels. Berbeda lagi jika Anda mengonsumso roti yang terbuat dari gandum. Roti yang terbuat dari gandum kerap digunakan untuk membantu Anda dalam menurunkan berat badan.

Roti Gandum untuk Diet

 

roti gandum untuk diet

Pendapat yang menyatakan jika roti gandum baik untuk diet ternyata juga telah dibuktikan dengan sebuah penelitian. Dilansir dari laman kesehatan Web MD, orang yang menjalani diet rendah kalori, terutama yang mengonsumsi olahan gandum lebih cepat mengalami penurunan ukuran perut dibanding mereka yang menyantap olahan dari tepung terigu dan nasi.

Dari penelitian tersebut terungkap jika gandum ternyata memiliki nutrisi yang lebih banyak dibandingkan dengan olahan tepung terigu mau pun beras. Tidak tanggung-tanggung, gandum bahkan mampu memberikan lebih banyak vitamin, mineral dan juga serat yang baik untuk ksehatan tubuh. Kendati demikian, konsumsilah roti gandum sesuai dengan kebutuhan. Pasalnya, menyantap terlalu banyak roti gandum juga dapat menambah berat badan Anda.

  • Biasa Disantap Saat Menjalani Diet Rendah Karbohidrat

Diet rendah karbohidrat merupakan salah satu jenis diet yang saat ini direkomendasikan oleh pemerintah Amerika Serikat. Bahkan, terkiat dengan himbauan tersebut orang dewasa hanya diperbolehkan mengonsumsi karbohidrat sebanyak 45% hingga 65% dari total kalori perhari. Salah satu menu yang banyak direkomendasikan untuk dikonsumsi sebagai menu diet rendah karbohidrat adalah roti gandum.

Namun, siapa yang menyangka ternyata tidak semua roti gandum memiliki jumlah karbohidrat yang sama. Dilansir dari laman kesehatan Livestrong, salah satu jenis roti gandum yang paling banyak dikonsumsi adalah roti ang teruat dari whole-grain. Tidak hanya rendah karbohidrat, ternyata roti yang terbuat dari whole grain juga memiliki kandungan serat yang cukup tinggi. Tidak heran jika hal tersebut akan membuat perut terasa kenyang lebih lama.

  • Mengandung Serat Tinggi

Salah satu manfaat roti gandum untuk diet adalah kandungan serat yang terdapat pada gandum sendiri. Dilansir dari laman Livestrong, kandungan serat pada roti gandum dua kali lebih banyak dari roti yang terbuat dari tepung terigu. Sebagai tambahan informasi, serat memegang peranan penting dalam menurunkan berat tubuh Anda. Serat akan membuat perut terasa lebih kenyang dalam waktu yang cukup lama sehingga membuat Anda tidak lagi mengonsumsi makanan lain.

Selain itu, serat ternyata tidak akan menambah kalori dari makanan yang Anda santap. Jadi tidak perlu khawatir akan jumlah kalori saat menyantap roti gandum. Dilansir dari Dietary Guidelines for Americans yang dirilis pada tahun 2010 silam, selembar roti gandum mampu memberikan serat sebanyak 1,5 gram. Padahal, Anda dianjurkan mengonsumsi 14 gram serat setiap 1.000 kalori.

  • Membakar Lemak Perut

Seperti yang telah diketahui sebelumnya, orang yang lebih sering mengonsumsi roti gandum akan memiliki lingkar perut yang lebih kecil dibanding orang yang gemar menyantap roti dari tepung terigu. Tidak heran jika salah satu manfaat yang diberikan setelah mengonsumsi roti gandum untuk diet adalah ampuh dalam membakar lemak perut.

Dilansir dari laman Livestrong, roti gandum memang mengandung lebih banyak nutrisi tanpa harus menambah jumlah kalori. Selain itu, roti gandum juga memiliki kandunga vitamin B dan vitamin E yang lebih banyak dibanding biiiji-bijian halus. Kendati demikian, bagi Anda yang berniat meyantap roti gandum untuk diet, jangan lupa untuk mengonsumsi buah dan sayur untuk menyeimbangkan asupan nutrisi.

Roti Bagi Penderita Diabetes Tipe 2

 

makanan diabetes tipe 2

Seperti yang telah diketahui, sudah sejak lama roti dikonsumsi sebagai sumber karbohidrat yang biasa didapat dari nasi. Selain itu, olahan roti yang lebih beragam juga membuat Anda bebas memilih aneka rasa yang diinginkan. Namun, tentu saja mengonsumsi roti terlalu banyak dapat berimbas pada kesehatan tubuh, terutama berat badan. Kendati demikian, para ahli justru menganjurkan untuk mengonsumsi roti gandum untuk diet.

Tak hanya baik dalam menurunkan berat tubuh saja, ternyata mengonsumsi roti juga berhubungan dengan penyakit diabetes tipe 2. Bahkan, penelitian mengungkapkan jika mengonsumsi sedikit makanan yang bertepung, daging merah dan makanan manis yang diimbangi dengan memperbanyak asupan buah dan sayur ampuh dalam mengurangi risiko diabetes tipe 2.

  • Karbohidrat dan Diabetes

Sebagai tambahan informasi, penyakit diabetes pada umumnya disebabkan oleh kadar gula dalam darah yang meningkat drastis. Tidak hanya disebabkan oleh gaya hidup yang kurang sehat. Ternyata pola makan yang lebih banyak menyantap makanan manis dan berkarbohidrat juga ikut menjadi pemicunya. Dilansir dari laman kesehatan Web MD, menyantap makanan berkarbohidrat sudah pasti akan menaikkan kadar gula dalam darah.

Namun, tidak semua jenis karbohidrat memberikan efek yang buruk bagi tubuh. Gula dan biji-bijian halus ternyata dapat meningkatkan gula darah secara drastis dibanding karbohidrat kompleks yang didapat dari sayur dan kacang-kacangan. Pasalnya, karbohidrat kompleks akan dicerna oleh tubuh lebih lama. Dijelaskan pula oleh Hillary Wright, RD selaku ahli nutrisi di Domar Center for Mind/Body Health, kemampuan karbohidrat kompleks dalam meningkatkan kadar gula dalam darah sangat terbatas.

  • Anjuran Bagi Penderita Diabetes Tipe 2

Penderita penyakit diabetes tipe 2 memang memiliki masalah dalam mengontrol kadar gula dalam darah. Tidak heran jika penderita diabetes tipe 2 disarankan untuk mengurangi mengonsumsi makanan yang berasal dari biji-bijian halus seperti beras, Penderita diabetes tipe 2 juga diajurkan untuk mengurangi konsumsi roti yang terbuat dari tepung terigu.

Kendati demikian, jangan khawatir. Pasalnya, penderita diabetes tipe 2 masih bisa menikmati roti gandum untuk diet karbohidrat. Tak hanya mengontrol kadar gula dalam darah. Mengonsumsi roti gandum juga ampuh dalam menurunkan berat badan secara signifikan. Selain itu, kandungan serat dalam roti gandum juga baik untuk memperlambat penyerapan karbohidrat dari jenis makanan lain yang juga ikut dikonsumsi.

Roti Bagi Penderita Alergi Gluten

 

roti alergi gluten

Mengonsumsi roti gandum untuk diet ternyata juga dianjurkan bagi Anda yang memiliki masalah dengan gluten alias zat tepung. Sebagai tambahan informasi, ternyata alergi gluten tersebut disebabkan oleh penyakit celiac. Pada penyakit ini, gluten yang dikonsumsi akan dianggap sebagai zat berbahaya oleh sistem imunitas tubuh. Kondisi yang demikian, akhirnya membuat sistem imunitas tubuh memberikan reaksi. Tentu saja kondisi yang demikian membuat para penderita alergi gluten ini merasa kesulitas menemukan jenis makanan yang tepat. Apalagi, hamor semua makanan yang ada saat ini mengandung zat tepung alias gluten.

  • Penyakit Celiac

Banyak penderita alergi gluten yang sebelumnya menderita penyakit celiac. Nah, sebagai tambahan informasi, penyakit celiac biasanya ditandai dengan sejumlah gejala yang mudah untuk diamati. Banyak dari penderita penyakit celiac yang kerap mengalami masalah pada perut atau bagian lambung. Tidak hanya itu saja, penderita penyakit celiac juga sering merasakan kelelahan berlebihan. Kendati demikian, satu-satunya cara untuk memastikan apakah Anda terserang penyakit celiac adalah dengan memeriksakan diri ke dokter.

Porsi Pas Mengonsumsi Roti

 

porsi roti gandum

Menyantap roti gandum untuk diet memang membantu Anda menurunkan berat badan, terutama lemak perut secara signifikan. Namun, Anda pun juga diingatkan agar tidak menyantap roti gandum secara berlebihan. Dilansir dari laman kesehatan Web MD, orang yang memiliki rencana makan sebanyak 2.000 kalori dianjurkan menyantap enam ons makanan yang berasal dari biji-bijian. Enam ons tersebut dapat diperoleh dari menu saat sarapan. Misalnya saja roti, pasta, sereal, tortilla atau pun oatmeal. Kendati demikian, akan lebih baik jika setengah dari porsi tersebut berasal dari olahan gandum.

Tips Membeli Roti

 

tip beli roti gandum

Nah, bagi Anda yang ingin tetap mengonsumsi roti sekaligus menjaga kesehatan tubuh, tidak ada salahnya untuk memperhatikan tips berikut. Sejumlah tips di bawah ini akan membantu Anda membeli roti yang baik bagi kesehatan Anda.

  • Belilah Roti Gandum

Salah satu hal yang harus Anda perhatikan saat membeli roti adalah perhatikan label atau komposisinya. Akan lebih baik membeli roti yang terbuat dari gandum dibandingkan tepung terigu. Apalagi, roti gandum juga banyak direkomendasikan sebagai salah satu jenis makanan bagi Anda yang berniat menurunkan berat badan. Tidak hanya itu saja, menyantap roti gandum untuk diet juga tidak akan menambah jumlah kalori dalam tubuh.

  • Pilih Roti yang Kecil

Jika biasanya Anda memilih roti berukuran besar karena dapat membuat perut kenyang, coba deh mulai sekarang tinggalkan kebiasaan tersebut. Akan lebih baik jika Anda memilih roti yang ukurannya lebih kecil dari porsi biasanya. Misalnya saja mini muffin, sandwich tipis atau pun bagel yang lebih kecil. selain itu, perhatikan pula bahan baku yang digunakan untuk membuat roti tersebut, Pasalnya, roti yang terbuat dari gandum memiliki kandungan serat yang cukup tinggi. Tidak heran jika perut akan terasa lebih kenyang kendati ukuran roti yang disantap lebih kecil.

  • Jangan Terkecoh dengan Warna

Mungkin anyak dari Anda yang tertarik membeli roti karena warnya yang cantik dan memikat. Namun, siapa yang menyangka ternyata warna pada roti kerap mengelabui pembeli. Contohnya saja roti gandum yang memiliki warna lebih kecokelatan dibanding roti biasa. Banyak dari roti buatan pabrik yang menambahkan pewarna kue pada roti berbahan tepung terigu agar terlihat seperti roti gandum. Hal tersebut tentu saja menipu Anda yang ingin menyantap roti gandum. Maka dari itu, jangan malas untuk mengecek label atau komposisi roti tersebut sebelum membeli.

  • Ketahui Kandungan Nutrisi

Selain beberapa cara di atas, Anda juga harus memperhatikan komposisi pada roti yang akan dibeli. Pastikan jika roti gandum yang Anda pilih setidaknya mengandung tiga gram serat dalam sekali penyajian. Apalagi, serat merupakan bahan yang memberikan beragam manfaat bagi tubuh, terutama bagi Anda yang sedang berdiet.

Kandungan Nutrisi Roti Gandum

 

nutrisi roti gandum

Banyak ahli yang menganjurkan untuk mengonsumsi roti gandum untuk diet. Namun, sebagian dari Anda tentu bertanya-tanya apa saja kandungan nutrisi pada roti gandum sehingga membuat makanan satu ini menjadi makanan yang istimewa. Dilansir dari laman Livestrong, berikut kandungan nutrisi pada selembar roti gandum.

Jenis Nutrisi Jumlah (Gram)
Kalori 69 gr
Lemak 1 gr
Lemak jenuh
Kolesterol 0 mg
Karbohidrat 13 gr
Protein 3 gr
Serat 2 gr
Sodium 148 mg
Thiamin  kurang dari 1 mg
Niacin 1 mg
Kromium 14 mcg
Tembaga <1 mg
Zat Besi 1 mg
Magnesium 23 mg
Mangan <1 miligram
  • Kalori

Seperti yang telah diketahui sebelumnya, kalori merupakan salah satu penentu banyaknya energi yang akan didapat setelah mengonsumsi makanan. Kalori pun bisa didapatkan dari beragam nutrisi dalam makanan. Mulai dari karbohidrat, protein hingga lemak. Kendati demikian, rupanya jumlah kalori dalam setiap nutrisi tersebut cukup berbeda. Misalnya saja pada 1 gram protein yang mengandung 4 kalori. Berbeda lagi dengan 1 gram lemak yang menyumbang 9 kalori. Bicara soal kalori, rupanya kebutuhan kalori harian setiap orang berbeda-beda tergandung dari tinggi, berat badan, jenis kelamin, usia hingga jenis kegiatan yang dilakukan.

  • Lemak

Selembar roti gandum ternyata juga mengandung 1 gram lemak. Jumlah tersebut setara dengan 4 kalori. Lemak merupakan salah satu makronutrien yang juga berperan penting dalam pembentukan energi. Bahkan, lemak akan digunakan sebagai pengganti karbohidrat dalam membentuk energi. Tidak hanya berperan dalam pembentukan energi, ternyata lemak juga memiliki fungsi lain dalam menjaga kesehatan tubuh.

Mengonsumsi makanan yang mengandung lemak sehat ternyata juga ampuh dalam meningkatkan kadar kolesterol HDL dalam darah. Seperti yang telah diketahui, kolesterol HDL merupakan kolesterol baik yang juga dapat mengurangi risiko terkena searangan sejumlah penyakit kronis. Mulai dari serangan jantung hingga gejala stroke. Tidak hanya itu saja, mengonsumsi makanan yang mengandung lemak juga dapat mengurangi risiko peradangan pada sel-sel tubuh. Bahkan, makanan berlemak juga ampuh mengurangi kadar insulin penyebab diabetes secara alami.

  • Karbohidrat

Salah satu bahan utama pembentu energi adalah karbohidrat. Kendati demikian, ternyata menyantap terlalu banyak makanan yang mengandung karbohidrat tidaklah baik untuk kesehatan. Bahkan, mengonsumsi terlalu banyak krbohidrat dalam sehari justru menyebabkan kenaikan berat tubuh dan sejumlah penyakit sepeti diabetes. Namun, mengonsumsi karbohidrat sesuai dengan jumlah yang dianjurkan ternyata memberikan beragam manfaat baik untuk tubuh. Salah satunya adalah menjaga kesehatan dari otak. Seperti yang telah diketahui, otak merupakan organ vital dalam tubuh yang mengatur semua kinerja bagian tubuh. Otak juga menjadi salah satu pusat saraf pengatur organ-organ tubuh.

 

Kandungan karbohidrat sebanyak 13 gram dalam selembar roti gandum tentu saja membuat Anda harus lebih pintar mengombinasikannya dengan makanan lain. Pastikan untuk mengonsumsi makanan lain yang mengandung protein dan lemak sehat. Sebagai tambahan informasi, mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah yang dianjurkan juga membantu menjaga kesehatan hati dan ginjal. Bahkan, karbohidrat disebut-sebut ampuh dalam mengurangi risiko kolesterol.

  • Protein

Satu dari tiga nutrisi yang tergabung ke dalam makronutrien adalah protein. Sebagai tambahan infomrasi, protein juga menyumbang jumlah kalori yang diperoleh oleh tubuh. Bahkan, 1 gram protein mampu menyumbang 4 kalori. Sebagai tambahan informasi, selembar roti gandum ternyata memiliki 3 gram protein yang berarti setara dengan 12 kalori. Protein tidak hanya menyumbang jumlah kalori, tetapi juga memiliki fungsi lain, terutama dalam mengoptimalkan proses metabolisme.

Dilansir dari laman kesehatan Web MD, protein ternyata juga memegang peranan penting, terutama dalam pembentukan enzim-enzim yang ada di dalam tubuh. Tidak hanya itu saja, protein juga memiliki peran penting dalam pembnetukan hormon dan zat kimia lain yang diproduksi di dalma tubuh. Makanan yang berprotein sangat baik untuk meningkatkan kesehatan dari tulang, otot, kulit dan peredaran darah.

  • Serat

Salah satu manfaat mengonsumsi roti gandum untuk diet adalah mengandung jumlah serat yang cukup tinggi. Sebagai tambahan informasi, serat tidak hanya menjaga perut tetap kenyang dalam waktu yang lama. Namun, juga memiliki fungsi lain, terutama dalam menjaga kesehatan organ pencernaan. Mengonsumsi makanan berserat tinggi juga ampuh dalam mencegah wasir yang kerap disebabkan oleh konstipasi.

Tidak hanya itu saja, makanan yang mengandung serat tinggi ternyata juga ampuh dalam menurunkan kadar kolesterol. Tidak heran jika banyak yang menganjurkan roti gandum untuk diet khusus pada penderita kolesterol. Pasalnya, serat ampuh dalam menurunkan kadar kolesterol LDL dan trigliseida secara signifikan. Selain itu, mengonsumsi makanan berserat juga dapat menurunkan kadar gula dalam darah yang sangat baik untuk para penderita diabetes.

  • Sodium

Selain mengandung makronutrien dan serat, mengonsumsi roti gandum untuk diet juga memberikan nutrisi lainnya. Siapa yang menyangka ternyata roti gandum juga mengandung sodium, salah satu jenis mineral yang berperan penting dalam menjaga kesehata sejumlah organ penting seperti ginjal. Tidak hanya itu saja, mengonsumsi sodium dalam dosis yang cukup ternyata juga membantu menjaga regulasi darah yang dapat mengurangi risiko serangan sejumlah penyakit kronis.

Sodium juga berperan dalam menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Tidak heran jika makanan yang mengandung sodium juga kerap dianjurkan untuk disantap pada pelaku diet. Namun, jangan sampai mengonsumsi sodium melebihi batas yang telah dianjurkan. Pasalnya, terlalu banyak mengonsumsi sodium justru menjadi pemicu terserang kanker perut dan darah tinggi.

  • Thiamin

Mengonsumsi roti gandum untuk diet juga memberikan asupan vitamin yang lebih beragam. Salah satunya adalah thiamin. Thiamin sendiri merupakan vitamin B1 yang berperan dalam proses pengekstrakan makanan sebagai salah satu sumber energi. Bahkan, vitamin B1 berperan penting dalam pemecahan lemak dan protein yang ada di dalam makanan dan mengubahnya menjadi ATP. Tidak hanya itu saja, thiamin yang juga merupakan ko-enzim ini memiliki fungsi untuk menjaga kesehatan dan keseimbangan dari jantung.

Mengonsumsi makanan yang mengandung thiamin dalam menu harian ternyata juga ampuh dalam menjaga keseimbangan sistem saraf. Tidak heran jika jenis vitamin satu ini memiliki peran yang sangat vital dalam menjaga kesehatan tubuh. Thiamin juga sedikit banyak membantu mengoptimalkan kesehatan dari bagian tubuh lain seperti kulit, rambut, mata, mulut dan hati. Memenuhi asupan vitamin B1 juga ampuh mencegah stress.

  • Niacin

Vitamin lain yang dapat Anda dapatkan saat menyantap roti gandum untuk diet adalah niacin. Niacin atau yang biasa disebut dengan vitamin B3 ini ternyata memiliki beragam manfaat. Pertama, makanan yang mengandung niacin atau vitamin B3 sangat ampuh menjaga kadar kolesterol dalam tubuh. Tidak heran jika vitamin B3 kerap dianjurkan untuk dikonsumsi oleh para penderita kolesterol. Kedua, makanan yang mengandung niacin alias vitamin B3 juga dapat mengurangi risiko terkena penyakit yang berhubungan dengan cardiovascular.

Tidak hanya itu, niacin juga dapat membantu penderita diabetes dalam mengurangi kadar gula dalam darah secara signifikan. Mengonsumsi niacin dalam dosis yang tepat juga menjadikan kulit terasa lebih sehat. Tidak heran jika mengonsumsi roti gandum untuk diet dan menambahkannya dengan makanan yang mengandung B3 akan menjadikan kulit tampak lebih lembap, bercahaya dan kenyal. Niacin juga disarankan untuk para orang tua. Pasalnya, vitamin B3 ampuh dalam menjaga kesehatan persendian. Bahkan niacin juga dipercaya sebagai salah satu bahan aktif yang dapat mengatasi masalah arthiritis.

  • Kromium

Elemen metal yang dibutuhkan oleh tubuh manusia adalah kromium. Jumlah kromium yang diperlukan oleh tubuh manusia sendiri terbilang sangat sedikit. Kendati demikian, kromium sangat diperluka oleh tubuh terutama dalam proses regulasi kadar gula dalam darah. Tidak heran jika bahan aktif satu ini juga disarankan untuk para penderita diabetes. Sebagai tambahan informasi, mengonsumsi roti gandum untuk diet juga menyumbangkan jumlah kromium kurang lebih sebanyak 14 mikrogram.

Sebagai tambahan informasi, kromium ternyata juga menjaga tubuh menyeimbangkan kadar hormone insulin pada tubuh. Lebih lanjut, kromium akan membantu insulin dalam mengirimkan glukosa ke sel tubuh. Kondisi yang demikian ternyata juga menambah jumlah energi untuk tubuh.

  • Tembaga

Manfaat roti gandum untuk diet ternyata juga ampuh dalam mengoptimalkan penyerapan zat besi yang terkandung dalam makanan. Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan zat tembaga pada roti gandum. Kendati jumlahnya tidak terlalu banyak, zat tembaga juga mengoptimalkan penyerapan kolagen yang baik untuk menjaga kesehatan kulit. Seperti yang telah diketahui, kolagen merupakan salah satu zat yang membantu kulit agar tidak terkena penuaan dini.

Zat tembaga rupanya juga memiliki peran lain, terutama dalam pembentukan energi. Tidak heran jika mengonsumsi roti gandum untuk diet menambahkan energi untuk menjalankan aktivitas harian. Megonsumsi makanan yang mengandung zat tembaga juga ampuh dalam mencegah penyakit kronis, terutama yang berhubungan dengan sistem kardiovaskular.

  • Zat Besi

Selembar roti gandum ternyata mengandung zat besi sebanyak 1 miligram. Kendati jumlahnya tidak terlalu banyak dibandingkan nutrisi lainnya, zat besi ternyata memiliki manfaat yang beragam untuk tubuh, terutama yang berhubungan dengan peredaran darah. Mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi membantu tubuh lebih banyak menyerap oksigen di dalam darah. Sebagai tambahan informasi, kondisi tubuh yang demikian ternyata ampuh dalam mencegah terserang beragam penyakit.

Menu Olahan Roti Gandum untuk Diet

olahan roti gandum

Bagi Anda yang tertarik untuk mengonsumsi roti gandum untuk diet, tidak ada salahnya untuk menyimak sejumlah resep simpel yang mudah dibuat. Resep-resep berikut akan membuat Anda tidak mudah bosan selama menyantap roti gandum untuk diet. Nah, apa saja resep-resep yang dapat dibuat dengan roti gandum agar mendapatkan tubuh ideal?

  • Sandwich SS

Resep pertama yang dapat Anda coba adalah sandwich SS. SS sendiri merupakan kepanjangan dari kata sweet dan savory yang berarti manis dan gurih. Cara pembuatannya pun cukup mudah. Anda hanya memerlukan dua lembar roti tawar gandum. Olesi masing-masing lembaran roti gandum dengan satu sendok makan madu yang telah dicampur dua sendok teh mustard. Siapkan bahan isiannya yang terdiri dari seiris daging kalkun yang dipanggang. Anda juga dapat menggantikannya dengan daging ayam. Tambahkan pula parutan keju Brie dan irisan tipis buah apel.

  • Burger Ayam

Bosan dengan sandwich? Anda juga dapat menyantap burger yang lezat dan mengenyangkan perut. Namun, tentu saja gunakan roti bun yang terbuat dari tepung gandum. Panggang bun seperti biasanya menggunakan minyak zaitun atau mentega low-fat. Isi dengan patty ayam, irisan selada dan irisan tomat segar. Tambahkan saus khusus yang dibuat dari campuran mustard dan juga flaxseed.

  • Sub Daging Panggang

Bagi Anda yang tidak menyukai olahan daging ayam, masih bisa menyantap daging merah seperti daging sapi atau pun domba. Anda dapat menggunakan olahan daging merah yang siap saji seperti kornet atau pun lembaran daging. Panggang hingga matang dan selipkan pada roti sub yang terbuat dari tepung gandum. Jangan lupa untuk menambahkan irisan sayur selada, tomat, mentimun dan juga bawang Bombay. Nikmati dengan saus mustard.

Manfaat mengonsumsi roti gandum untuk diet bagi kesehatan ternyata cukup beragam. Tidak hanya membantu dalam menurunkan berat tubuh secara signifikan, menyantap roti gandum untuk diet juga membuat tubuh menjadi semakin sehat. Apalagi roti gandum juga memiliki kandungan nutrisi dan mineral yang cukup beragam. Selain dianjurkan untuk dikonsumsi sebagai menu diet penurun berat badan, roti gandum juga dianjurkan untuk para penderita kolesterol mau pun diabetes. Hal ini lantaran kandungan serat yang tinggi pada roti gandum.

Mengonsumsi roti gandum untuk diet juga membuat Anda semaki menikmati proses diet. Pasalnya, roti gandum dapat diolah menjadi beragam menu menarik yang lezat. Anda bahkan dapat mengolahnya menjadi beberapa sajian yang berbeda. Agar tidak bosan, santaplah roti gandum dengan bahan makanan lain yang juga menyehatkan. Mulai dari buah, sayur, telur, daging hingga dairy products.

Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori

Harap diperhatikan bahwa konten pada website sehatly.com tidak bisa untuk menggantikan peran seorang dokter ataupun praktisi kesehatannya. Konten-konten sehatly hanya bertujuan untuk memberikan informasi.