11 Penyakit yang Wajib Diwaspadai Akibat Kekurangan Karbohidrat

Tubuh yang kekurangan karbohidrat ternyata juga memberikan imbas yang buruk bagi kesehatan. Berikut sejumlah penyakit dan gejala yang harus Anda ketahui.
42
5 (100%) 1 votes
kekurangan karbohidrat

Karbohidrat merupakan salah satu bahan utama yang digunakan untuk menghasilkan energi. Kendati demikian, ternyata karbohidrat juga memegang peranan penting dalam mengontrol kadar gula dalam darah. Tidak heran jika sebagian orang membatasi bahkan menghindari menyantap karbohidrat. Namun, tidak semua orang menjalani diet rendah karbo sesuai dengan yang dianjurkan. Tidak heran jika orang-orang tersebut kerap mengalami kekurangan karbohidrat. Nah, apa sih akibatnya jika tubuh kekurangan karbohidrat?

Karbohidrat

 

makanan

Bicara soal kekurangan karbohidrat, tentu akan lebih baik jika Anda mengetahui lebih mendalam mengenai nutrisi satu ini. Karbohidrat merupakan satu dari tiga nutrisi yang tergolong ke dalam kelompok macronutrients. Macronutrients sendiri merupakan nutrisi yang memiliki porsi terbanyak dalam makanan yang Anda santap sehari-hari. Tidak hanya karbohidrat, ternyata macronutrients juga mencakup protein dan lemak.

Macam-Macam Karbohidrat

 

makanan

Banyak dari Anda yang berpikir jika karbohidrat hanya terdiri dari satu macam saja. Bahkan, banyak yang mengira jika karbohidrat biasa didapati pada makanan yang mengenyangkan seperti nasi dan roti. Namun, siapa yang menyangka, ternyata karbohidrat juga dapat ditemukan dalam berbagai jenis makanan. Hal ini lantaran karbohidrat terbagi menjadi beberapa macam jenisnya. Nah, berikut jenis-jenis karbohidrat yang dapat Anda temukan di dalam makanan:

  • Zat Gula

Karbohidrat juga dapat ditemukan dalam bentuk zat gula. Bukan hanya berasal dari gula yang biasa Anda gunakan untuk menambahkan rasa manis pada sajian. Zat gula ternyata juga dapat ditemukan pada beragam jenis makanan. Misalnya saja buah-buahan, jus, susu hingga sayuran. Tak hanya itu saja, Anda juga dapat menemukan zat gula pada makanan buatan pabrik yang banyak menggunakan pemanis buatan. Mulai dari cokelat, es krim hingga biskuit. Maka dari itu, hindari untuk mengonsumsi makanan cepat saji atau makanan instan yang banyak terjual di pasaran.

  • Zat Tepung

Selain gula, ternyata karbohidrat juga dapat ditemukan dalam bentuk zat tepung. Zat tepung biasanya terkandung di dalam sejumlah buah dan sayuran yang memang mengandung zat tepung. Misalnya jagung, gandum, beras, ubi dan kentang. Tidak heran jika olahan dari bahan-bahan tersebut memiliki kandungan karbohidrat yang cukup tinggi.

  • Serat

Jenis ketiga dari karbohidrat ternyata dapat ditemui dalam bentuk serat. Seperti yang telah diketahui, serat banyak ditemukan pada jenis makanan seperti buah dan sayuran. Bahkan, kebanyakan serat pada tanaman ditemukan pada bagian kulit buah atau pun sayuran tersebut. Selain buah dan sayur, serat juga terkandung dalam sejumlah biji-bijian dan kacang-kacangan.

Kadar Normal Karbohidrat

 

roti

Seperti yang telah diketahui, karbohidrat merupakan komponen utama atau bahkan bisa dibilang sebagai bahan baku dari pembentukan energi. Namun, tentu saja Anda dianjurkan untuk mengonsumsi karbohidrat sesuai dengan prosi yang diperbolehkan. Dilansir dari laman Livestrong, ternyata jumlah normal dari asupan karbohidrat perharinya berkisar antara 225 hingga 325 gram. Porsi tersebut dihitung bagi Anda yang mengonsumsi 2.000 kalori dalam sehari.

Kendati demikian, ternyata The Institute of Medicine memberikan saran yang cukup menarik. Bagi Anda yang ingin memenuhi asupaan harian karbohidrat, cukup mengonsumsi makanan berkarbohidrat dengan jumlah 45-65% dari total kalori. Sebagai tambahan informasi, kekurangan karbohidrat ternyata juga memberikan dampak yang cukup serius bagi kesehatan tubuh Anda.

Dampak dari Kekurangan Karbohidrat

 

penyakit

Mengonsumsi karbohidrat secara berlebihan memang tidak dianjurkan karena dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan tubuh. Namun, mengonsumsi karbohidrat di bawah jumlah normal juga memberikan dampak yang cukup serius. Salah satu buktinya adalah diet rendah karbohidrat atau yang dikenal dengan diet keto. Diet keto mengharuskan Anda membatasi asupan makanan berkarbohidrat. Kendati demikian, tubuh tidak akan terasa lemas atau pun tak bertenaga.

Pasalnya, Anda akan diminta untuk menambah porsi dari protein dan lemak sebagai pengganti porsi karbohidrat. Apalagi, protein dan lemak juga dapat digunakan sebagai bahan baku pengganti dalam pembentukan energi. Namun, banyak orang yang masih sembarangan dalam melakukan diet rendah karbohidrat yang menjadikan tubuh mengalami masalah lain.

  • Hypoglycemia

Kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan penyakit yang cukup kronis. Salah satunya adalah hupoglycemia. Hypoglycemia juga dikenal sebagai penyakit di mana kadar gula dalam darah Anda berada di bawah angka normal. Sebagai tambahan informasi, penyakit yang muncul akibat tubuh kekurangan karbohidrat ini ternyata juga berkaitan dengan diabetes. Hypoglycemia biasa ditandai dengan sejumlah gejala seperti mudah merasa lelah, kepala terasa ringan hingga sering merasa lapar.

  • Ketosis

Akibat lainnya dari kekurangan karbohidrat adalah ketosis. Dilansir dari laman Healthy Eating, orang yang kerap menyantap karbohidrat kurang dari 130 gram rawan terserang ketosis. Ketosis disebabkan oleh adanya zat keton. Zat keton sendiri dihasilkan saat tubuh kekurangan karbohidrat. Kondisi demikian, ternyata membuat tubuh menggunakan cadangan lemak yang ada sebagai bahan baku energi. Sayangnya, ketosis sendiri ternyata membuat Anda mengalami sejumlah gejala yang cukup kronis.

Gejala penderita ketosis biasa ditandai dengan tubuh yang mudah merasa lelah. Tidak hanya itu saja, Anda juga lebih rentan terserang stress. Bagi penderita ketosis, sejumlah gejala seperti mual, bau mulut hingga sakit kepala juga menjadi salah satu kondisi yang sudah umum. Namun, ketosis yang kronis dapat membuat Anda mengalami pembengkakan pada persendian hingga memicu penyakit ginjal.

  • Menaikkan Berat Badan

Diet rendah karbohidrat memang diklaim ampuh dalam menurunkan berat badan secara signifikan. Namun, diet rendah karbohidrat yang dilakukan secara sembarangan justru akan membuat tubuh kekurangan karbohidrat. Sebagai tambahan informasi, akibat kekurangan karbohidrat ternyata dapat memicu kenaikan berat badan. Pasalnya, tubuh yang kekurangan karbohidrat akan mudah merasa lapar. Kondisi yang demikian akan membuat Anda lebih sering menyantap beragam jenis makanan.

Maka dari itu, bagi Anda yang tidak ingin mengalami hal tersebut tidak ada salahnya untuk mematuhi aturan yang diterapkan pada diet rendah karbohidrat. Hindari makanan yang mengandung karbohidrat tinggi. Sebagai gantinya, perbanyak makanan yang mengandung protein dan lemak sehat untuk membuat tubuh tetap berenergi dan perut terasa kenyang.

  • Tubuh Kurang Berenergi

Menurut penelitian yang telah dilakukan oleh sekelompok peneliti di University of Maryland Medical Center,salah satu akibat kekurangan karbohidrat juga dapat membuat tubuh terasa lemas. Hal ini merupakan efek samping lantaran tubuh kekurangan energi. Sebagai tambahan informasi, energi merupakan salah satu bahan penting yang membuat Anda tetap bugar dalam menjalani beragam aktivitas. Tak hanya itu saja, karbohidrat juga memiliki peran penting, terutama dalam menjaga kesehatan sistem saraf dan otak.

Dilansir dari laman Healthy Eating, kekurangan karbohidrat ternyata juga membuat Anda tidak dapat berpikir dengan jernih. Maka dari itu, bagi Anda yang kerap kesulitan untuk fokus saat berpikir bisa jadi jika Anda tengah kekurangan karbohidrat.

  • Konstipasi

Dampak lain dari kekurangan karbohidrat yang dapat menyebabkan masalah bagi kesehatan Anda adalah konstipasi. Seperti yang telah banyak diketahui, konstipasi biasanya disebabkan lantaran Anda kurang asupan makanan berserat. Sebagai tambahan informasi, salah satu jenis karbohidrat ternyata dapat ditemukan dalam bentuk serat. Tidak heran jika kekurangan karbohidrat ternyata juga dapat menyebabkan Anda mengalami konstipasi.

Sebagai tambahan informasi, Anda yang mengalami konstipasi biasanya akan mengalami penurunan frekuensi Buang Air Besar (BAB). Penderita yang mengalami konstipasi biasanya akan melakukan BAB kurang dari tiga kali dalam seminggu. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan memperbanyak menyantap makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti roti, pasta hingga sereal.

  • Kekurangan Nutrisi

Jangan meremehkan kondisi tubuh yang kekurangan karbohidrat. Pasalnya, hal tersebut ternyata juga dapat memicu masalah lain. Salah satunya adalah kekurangan nutrisi. Dilansir dari laman Weight-Control Information Network, kekurangan karbohidrat dapat membuat Anda kekurangan asupan nutrisi lainnya. Tidak hanya itu saja, kondisi yang demikian juga dapat memicu tubuh Anda terserang beragam penyakit kronis.

  • Acidosis

Bagi Anda yang saat ini mengalami kekurangan karbohidrat, waspadalah dengan efek yang akan ditimbulkan. Tidak hanya menyebabkan tubuh mengalami gejala ringan seperti lemas hingga bau mulut. Kekurangan karbohidrat ternyata juga dapat menyebabkan Anda terserang acidosis. Acidosis merupakan kondisi di mana kadar keasaman pada darah meningkat. Bahkan, pH darah Anda akan menyentuh angka 7,35-7,45.

Sebagai tambahan informasi, ternyata kondisi demikian dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel tubuh. Acidosis sendiri rupanya timbul lantaran tubuh memproduksi ketoacids pada saat kekurangan karbohidrat. Tidak hanya itu saja, acidosis ternyata juga memberikan dampak buruk bagi jaringan tisu tuuh.

  • Pengurangan Massa Otot

Akibat lain yang dapat ditimbulkan dari kekurangan karbohidrat adalah pengurangan massa otot. Sebagai tambahan informasi, pembentukan energi memerlukan karbohidrat sebagai bahan baku utamanya. Di saat tubuh kekurangan karbohidrat, maka tubuh secara otomatis akan menggunakan lemak yang ada. Tak hanya lemak saja, tubuh juga akan menggunakan asam amino sebagai bahan baku penggant I karbohidrat.

Usut punya usut, ternyata kondisi tersebut mengakibatkan otot kehilanga massanya. Biasanya, keadaan satu ini juga berimbas pada perkembangan otot yang tidak sebagus pada orang-orang yang asupan karbohidratnya terpenuhi. Kondisi satu ini juga menjadikan tubuh tampak lebih kurus. Kendati tubuh mengalami penurunan berat badan, ternyata cara satu ini dianggap tidak sehat dan tidak baik bagi tubuh.

  • Dehidrasi

Kekurangan karbohidrat ternyata juga dapat membuat Anda mengalami dehidrasi. Tentu saja hal ini membuat terkejut sebagian orang. Apalagi dehidrasi kerap dikaitkan dengan kekurangan asupan cairan. Namun, kekurangan karbohidrat juga dapat memicu terjadinya dehidrasi lantaran membuat tubuh kehilangan cairan dalam jumlah banyak. Apalagi bagi yang sudah mengalami ketosis.

Dijelaskan pula jika penderita ketosis akan berisiko tinggi terserang dehidrasi kronis. Tidak hanya membuat Anda merasa haus, dehidrasi kronis juga meningkatkan sekresi pada kelenjar-kelenjar yang ada di tubuh. Bola mata yang biasanya selalu basah menjadi lebih cepat kering yang juga memicu beragam penyakit.

  • Sistem Imunitas Menurun

Bagi Anda yang ingin menjalani diet rendah karbohidrat, sebaiknya patuhi aturan yang berlaku. Pasalnya, menjalankan diet rendah karbo secara sembarangan justru akan membuat Anda mengalami kekurangan karbohidrat. Salah satu efek yang ditimbulkan ternyata berkaitan dengan sistem imunitas tubuh. seperti yang telah diketahui, sistem imunitas merupakan sistem yang mengontrol dan menjaga ketahanan tubuh dari serangan virus dan bakteri penyebab penyakit.

Namun, siapa yang menyangka jika kekurangan karbohidrat ternyata dapat meningkatkan pengeluaran cairan dan juga vitamin C dari tubuh. Kondisi yang demikian tidak hanya menyebabkan Anda terserang dehidrasi. Namun, juga memperlemah sistem imunitas tubuh. Jika terus dibiarkan, kondisi satu ini akan mmebuat Anda lebih mudah terserang beragam penyakit.

  • Mengalami Mood Swing

Mood swing biasanya dialami oleh kaum hawa, terutama mereka yang sedang mengalami menstruasi. Namun, jangan salah, ternyata mood swing juga dapat dialami oleh mereka yang tidak mengalami menstruasi. Tidak heran jika melihat hal ini bisa disimpulkan kaum pria juga dapat mengalami mood swing. Mood swing sendiri ternyata merupakan salah satu dampak dari tubuh yang kekurangan karbohidrat.

Kondisi yang demikian terjadi lantaran otak berhenti memproduksi hormone serotonin. Kadar serotonin yang rendah kerap menyebabkan sejumlah masalah. Terutama yang berhubungan dengan depresi atau pun kesehatan mental. Tidak heran jika tubuh yang kekurangan karbohidrat akan lebih mudah mengalami mood swing.

Cara Mengatasi Kekurangan Karbohidrat

 

pasien

Kekurangan karbohidrat ternyata justru membuat tubuh Anda mengalami sejumlah masalah kesehatan. Namun, jangan khawatir karena sejumlah cara ternyata dapat mengatasi kekurangan karbohidrat dengan mudah. Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan asupan karbohidrat. Kendati demikian, hindari mengonsumsi karbohidrat ‘jahat’. Karbohidrat ‘jahat’ ini biasanya terdapat pada makanan instan, buatan pabrik atau pun makanan yang menggunakan pemanis buatan. Sebaliknya, Anda akan dianjurkan untuk menyantap makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti roti, nasi atau pasta.

Mengapa Anda dilarang menyantap makanan yang mengandung karbohidrat ‘jahat’? Usut punya usut, karbohidrat ‘jahat’ ternyata dapat meningkatkan kadar gula dalam darah secara drastis. Kondisi yang demikian biasanya dapat meningkatkan risiko diabetes dan gejala lainnya. Berbeda dari karbohidrat kompleks yang meningkatkan kadar gula dalam darah secara perlahan. Tak hanya itu saja, karohidrat kompleks ternyata membuat perut terasa kenyang dalam jangka waktu yang cukup lama. Hal ini juga baik bagi Anda yang ingin menjalani diet.

Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori

Harap diperhatikan bahwa konten pada website sehatly.com tidak bisa untuk menggantikan peran seorang dokter ataupun praktisi kesehatannya. Konten-konten sehatly hanya bertujuan untuk memberikan informasi.