11 Penyakit Akibat Kekurangan Karbohidrat Yang Wajib Diwaspadai

Tubuh yang kekurangan karbohidrat ternyata juga memberikan imbas yang buruk bagi kesehatan. Berikut sejumlah penyakit dan gejala yang harus Anda ketahui.
2349
kekurangan karbohidrat

Karbohidrat merupakan salah satu bahan utama yang digunakan untuk menghasilkan energi. Kendati demikian, ternyata karbohidrat juga memegang peranan penting dalam mengontrol kadar gula dalam darah. Tidak heran jika sebagian orang membatasi bahkan menghindari menyantap karbohidrat. Namun, tidak semua orang menjalani diet rendah karbo sesuai dengan yang dianjurkan. Tidak heran jika orang-orang tersebut kerap mengalami kekurangan karbohidrat. Nah, apa sih akibatnya jika tubuh kekurangan karbohidrat?

Karbohidrat

 

roti gandum

Bicara soal kekurangan karbohidrat, tentu akan lebih baik jika Anda mengetahui lebih mendalam mengenai nutrisi satu ini. Karbohidrat merupakan satu dari tiga nutrisi yang tergolong ke dalam kelompok macronutrients. Macronutrients sendiri merupakan nutrisi yang memiliki porsi terbanyak dalam makanan yang Anda santap sehari-hari. Tidak hanya karbohidrat, ternyata macronutrients juga mencakup protein dan lemak.

Macam-Macam Karbohidrat

 

roti gandum salah satu jenis karbohidrat

Banyak dari Anda yang berpikir jika karbohidrat hanya terdiri dari satu macam saja. Bahkan, banyak yang mengira jika karbohidrat biasa didapati pada makanan yang mengenyangkan seperti nasi dan roti. Namun, siapa yang menyangka, ternyata karbohidrat juga dapat ditemukan dalam berbagai jenis makanan. Hal ini lantaran karbohidrat terbagi menjadi beberapa macam jenisnya. Nah, berikut jenis-jenis karbohidrat yang dapat Anda temukan di dalam makanan:

  • Zat Gula

Karbohidrat juga dapat ditemukan dalam bentuk zat gula. Bukan hanya berasal dari gula yang biasa Anda gunakan untuk menambahkan rasa manis pada sajian. Zat gula ternyata juga dapat ditemukan pada beragam jenis makanan. Misalnya saja buah-buahan, jus, susu hingga sayuran. Tak hanya itu saja, Anda juga dapat menemukan zat gula pada makanan buatan pabrik yang banyak menggunakan pemanis buatan. Mulai dari cokelat, es krim hingga biskuit. Maka dari itu, hindari untuk mengonsumsi makanan cepat saji atau makanan instan yang banyak terjual di pasaran.

  • Zat Tepung

Selain gula, ternyata karbohidrat juga dapat ditemukan dalam bentuk zat tepung. Zat tepung biasanya terkandung di dalam sejumlah buah dan sayuran yang memang mengandung zat tepung. Misalnya jagung, gandum, beras, ubi dan kentang. Tidak heran jika olahan dari bahan-bahan tersebut memiliki kandungan karbohidrat yang cukup tinggi.

  • Serat

Jenis ketiga dari karbohidrat ternyata dapat ditemui dalam bentuk serat. Seperti yang telah diketahui, serat banyak ditemukan pada jenis makanan seperti buah dan sayuran. Bahkan, kebanyakan serat pada tanaman ditemukan pada bagian kulit buah atau pun sayuran tersebut. Selain buah dan sayur, serat juga terkandung dalam sejumlah biji-bijian dan kacang-kacangan.

Kadar Normal Karbohidrat

 

roti gandum

Seperti yang telah diketahui, karbohidrat merupakan komponen utama atau bahkan bisa dibilang sebagai bahan baku dari pembentukan energi. Namun, tentu saja Anda dianjurkan untuk mengonsumsi karbohidrat sesuai dengan prosi yang diperbolehkan. Dilansir dari laman Livestrong, ternyata jumlah normal dari asupan karbohidrat perharinya berkisar antara 225 hingga 325 gram. Porsi tersebut dihitung bagi Anda yang mengonsumsi 2.000 kalori dalam sehari.

Kendati demikian, ternyata The Institute of Medicine memberikan saran yang cukup menarik. Bagi Anda yang ingin memenuhi asupaan harian karbohidrat, cukup mengonsumsi makanan berkarbohidrat dengan jumlah 45-65% dari total kalori. Sebagai tambahan informasi, kekurangan karbohidrat ternyata juga memberikan dampak yang cukup serius bagi kesehatan tubuh Anda.

Dampak dari Kekurangan Karbohidrat

 

roti sumber sumber karbohidrat

Mengonsumsi karbohidrat secara berlebihan memang tidak dianjurkan karena dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan tubuh. Namun, mengonsumsi karbohidrat di bawah jumlah normal juga memberikan dampak yang cukup serius. Salah satu buktinya adalah diet rendah karbohidrat atau yang dikenal dengan diet keto. Diet keto mengharuskan Anda membatasi asupan makanan berkarbohidrat. Kendati demikian, tubuh tidak akan terasa lemas atau pun tak bertenaga.

Pasalnya, Anda akan diminta untuk menambah porsi dari protein dan lemak sebagai pengganti porsi karbohidrat. Apalagi, protein dan lemak juga dapat digunakan sebagai bahan baku pengganti dalam pembentukan energi. Namun, banyak orang yang masih sembarangan dalam melakukan diet rendah karbohidrat yang menjadikan tubuh mengalami masalah lain.

  • Hypoglycemia

Kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan penyakit yang cukup kronis. Salah satunya adalah hupoglycemia. Hypoglycemia juga dikenal sebagai penyakit di mana kadar gula dalam darah Anda berada di bawah angka normal. Sebagai tambahan informasi, penyakit yang muncul akibat tubuh kekurangan karbohidrat ini ternyata juga berkaitan dengan diabetes. Hypoglycemia biasa ditandai dengan sejumlah gejala seperti mudah merasa lelah, kepala terasa ringan hingga sering merasa lapar.

  • Penyebab

Hypoglycemia merupakan salah satu penyakit yang disebabkan karena tubuh kekurangan asupan karbohidrat atau pun zat gula. Hal ini biasanya akan membuat tubuh kekurangan bahan baku pembentukan energi. Tidak hanya itu saja, penyakit hypoglycemia ini juga kerap dikaitkan dengan penderita diabetes, kendati hal tersebut sangat jarang untuk ditemui.

  • Gejala

Bagi Anda yang penasaran bagaimana gejala yang muncul saat hypoglycemia menyerang, dapat memperhatikan sejumlah hal yang mungkin perlu untuk digaris bawahi. Dilansir dari laman kesehatan milik Mayo Clinic, umumnya penderita hypoglycemia akan mengalami sejumlah gejala seperti mudah lelah, kulit yang berubah lebih pucat, sering gemetar, sering merasa khawatir. Tidak hanya itu saja, penderita dari hypoglycemia juga kerap berkeringat secara berlebihan. Hal tersebut juga diperparah dengan munculnya rasa lapar yang lebih sering daripada biasanya.

Kendati gejala tersebut hanya muncul pada fase awal, ternyata penderita hypoglycemia yang sudah memasuki tahapan kronis akan mengalami gejala yang berbeda. Salah satunya adalah merasa kebingungan hingga kurang bisa berkonsentrasi. Tidak hanya itu saja, penderita hypoglycemia yang sudah kronis juga akan mengalami masalah dalam penglihatannya. Biasanya, penglihatan akan terlihat buram.

  • Ketosis

Akibat lainnya dari kekurangan karbohidrat adalah ketosis. Dilansir dari laman Healthy Eating, orang yang kerap menyantap karbohidrat kurang dari 130 gram rawan terserang ketosis. Ketosis disebabkan oleh adanya zat keton. Zat keton sendiri dihasilkan saat tubuh kekurangan karbohidrat. Kondisi demikian, ternyata membuat tubuh menggunakan cadangan lemak yang ada sebagai bahan baku energi. Sayangnya, ketosis sendiri ternyata membuat Anda mengalami sejumlah gejala yang cukup kronis.

Gejala penderita ketosis biasa ditandai dengan tubuh yang mudah merasa lelah. Tidak hanya itu saja, Anda juga lebih rentan terserang stress. Bagi penderita ketosis, sejumlah gejala seperti mual, bau mulut hingga sakit kepala juga menjadi salah satu kondisi yang sudah umum. Namun, ketosis yang kronis dapat membuat Anda mengalami pembengkakan pada persendian hingga memicu penyakit ginjal.

  • Awal dari Diabetes

Penyakit satu ini rupanya tidak bisa didiamkan begitu saja. Pasalnya, ketosis justru menjadi pemiu dari diabetes ketoacidosis. Akibatnya, tidak hanya berimbas pada kadar gula dalam darah saja. Namun, juga mengubah pH darah menjadi lebih asam. Biasanya, diabetes ketoacidosis menyerang penderita diabetes 1 dibanding diabetes tipe 2. Bagi Anda yang merasakan sejumlah gejala dari ketosis sebaiknya segera lakukan pengobatan. Pasalnya, penyakit satu ini memiliki fase dengan waktu yang singkat untuk mencapai tahap yang membahayakan.

  • Gejala

Sejumlah gejala dari penderita ketosis bisa dilihat dari bau nafasnya. Penderita ketosis biasanya memiliki aroma nafas atau bau mulut yang lebih fruity. Namun, tidak sedikit pula yang bau mulutnya tercium seperti aroma cat kuku. Selain itu, penderita yang terserang ketosis juga memiliki nafas yang lebih pendek dari biasanya. Bahkan, penderita ketosis akan mudah sekali merasa haus kendati sudah menenggak banyak cairan. Berkaitan dengan hal ini, penderita juga mudah sekali Buang Air Kecil.

Selain memiliki bau mulut yang unik, penderita dari ketosis biasanya juga akan mengalami rasa nyeri di bagian sekitar perut. Bahkan, karena rasa nyeri tersebut, banyak dari penderita yang kerap merasa mual atau parahnya sampai mengalami muntah-muntah. Sama seperti penderita hypoglycemia, penderita ketosis juga akan merasakan lelah yang berlebihan.

  • Menaikkan Berat Badan

Diet rendah karbohidrat memang diklaim ampuh dalam menurunkan berat badan secara signifikan. Namun, diet rendah karbohidrat yang dilakukan secara sembarangan justru akan membuat tubuh kekurangan karbohidrat. Sebagai tambahan informasi, akibat kekurangan karbohidrat ternyata dapat memicu kenaikan berat badan. Pasalnya, tubuh yang kekurangan karbohidrat akan mudah merasa lapar. Kondisi yang demikian akan membuat Anda lebih sering menyantap beragam jenis makanan.

Maka dari itu, bagi Anda yang tidak ingin mengalami hal tersebut tidak ada salahnya untuk mematuhi aturan yang diterapkan pada diet rendah karbohidrat. Hindari makanan yang mengandung karbohidrat tinggi. Sebagai gantinya, perbanyak makanan yang mengandung protein dan lemak sehat untuk membuat tubuh tetap berenergi dan perut terasa kenyang.

  • Gejala

Siapa bilang mengalami kenaikan tubuh tidak menimbulkan gejala-gejala yang bisa diamati? Selain dapat melihat bentuk tubuh yang lebih berisi dan lebar, kenaikan tubuh biasanya juga diimbangi dengan sejumlah gejala tertentu. Mialnya saja merasakan sakit atau nyeri pada bagian abdominal. Hal ini rupanya juga kerap menjadi pemicu perut kembung. Selain mengalami hal tersebut, orang yang mengalami kenaikan berat badan secara drastis juga kerap mengalami peradangan pada bagian tubuh tertentu. Misalnya saja lengan, tungkai kaki, telapak kaki hingga tangan.

  • Tubuh Kurang Berenergi

Menurut penelitian yang telah dilakukan oleh sekelompok peneliti di University of Maryland Medical Center,salah satu akibat kekurangan karbohidrat juga dapat membuat tubuh terasa lemas. Hal ini merupakan efek samping lantaran tubuh kekurangan energi. Sebagai tambahan informasi, energi merupakan salah satu bahan penting yang membuat Anda tetap bugar dalam menjalani beragam aktivitas. Tak hanya itu saja, karbohidrat juga memiliki peran penting, terutama dalam menjaga kesehatan sistem saraf dan otak.

Dilansir dari laman Healthy Eating, kekurangan karbohidrat ternyata juga membuat Anda tidak dapat berpikir dengan jernih. Maka dari itu, bagi Anda yang kerap kesulitan untuk fokus saat berpikir bisa jadi jika Anda tengah kekurangan karbohidrat.

  • Gejala

Jika Anda merasakan tubuh sering terasa lemas tanpa sebab, jangan biarkan hal tersebut. Bisa jadi kondisi yang demikian justru menunjukkan jika kesehatan tubuh tengah bermasalah. Tidak hanya merasa lemas, tubuh yang kurang berenergi biasanya uga dibarengi dengan sakit kepala yang tiba-tiba muncul. Selain itu, beberapa bagian tubuh juga akan mengalami nyeri. Kondisi demikian biasanya juga diperparah dengan mood swing pada beberapa orang.

  • Konstipasi

Dampak lain dari kekurangan karbohidrat yang dapat menyebabkan masalah bagi kesehatan Anda adalah konstipasi. Seperti yang telah banyak diketahui, konstipasi biasanya disebabkan lantaran Anda kurang asupan makanan berserat. Sebagai tambahan informasi, salah satu jenis karbohidrat ternyata dapat ditemukan dalam bentuk serat. Tidak heran jika kekurangan karbohidrat ternyata juga dapat menyebabkan Anda mengalami konstipasi.

Sebagai tambahan informasi, Anda yang mengalami konstipasi biasanya akan mengalami penurunan frekuensi Buang Air Besar (BAB). Penderita yang mengalami konstipasi biasanya akan melakukan BAB kurang dari tiga kali dalam seminggu. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan memperbanyak menyantap makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti roti, pasta hingga sereal.

  • Kekurangan Nutrisi

Jangan meremehkan kondisi tubuh yang kekurangan karbohidrat. Pasalnya, hal tersebut ternyata juga dapat memicu masalah lain. Salah satunya adalah kekurangan nutrisi. Dilansir dari laman Weight-Control Information Network, kekurangan karbohidrat dapat membuat Anda kekurangan asupan nutrisi lainnya. Tidak hanya itu saja, kondisi yang demikian juga dapat memicu tubuh Anda terserang beragam penyakit kronis.

  • Acidosis

Bagi Anda yang saat ini mengalami kekurangan karbohidrat, waspadalah dengan efek yang akan ditimbulkan. Tidak hanya menyebabkan tubuh mengalami gejala ringan seperti lemas hingga bau mulut. Kekurangan karbohidrat ternyata juga dapat menyebabkan Anda terserang acidosis. Acidosis merupakan kondisi di mana kadar keasaman pada darah meningkat. Bahkan, pH darah Anda akan menyentuh angka 7,35-7,45.

Sebagai tambahan informasi, ternyata kondisi demikian dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel tubuh. Acidosis sendiri rupanya timbul lantaran tubuh memproduksi ketoacids pada saat kekurangan karbohidrat. Tidak hanya itu saja, acidosis ternyata juga memberikan dampak buruk bagi jaringan tisu tuuh.

  • Pengurangan Massa Otot

Akibat lain yang dapat ditimbulkan dari kekurangan karbohidrat adalah pengurangan massa otot. Sebagai tambahan informasi, pembentukan energi memerlukan karbohidrat sebagai bahan baku utamanya. Di saat tubuh kekurangan karbohidrat, maka tubuh secara otomatis akan menggunakan lemak yang ada. Tak hanya lemak saja, tubuh juga akan menggunakan asam amino sebagai bahan baku penggant I karbohidrat.

Usut punya usut, ternyata kondisi tersebut mengakibatkan otot kehilanga massanya. Biasanya, keadaan satu ini juga berimbas pada perkembangan otot yang tidak sebagus pada orang-orang yang asupan karbohidratnya terpenuhi. Kondisi satu ini juga menjadikan tubuh tampak lebih kurus. Kendati tubuh mengalami penurunan berat badan, ternyata cara satu ini dianggap tidak sehat dan tidak baik bagi tubuh.

  • Dehidrasi

Kekurangan karbohidrat ternyata juga dapat membuat Anda mengalami dehidrasi. Tentu saja hal ini membuat terkejut sebagian orang. Apalagi dehidrasi kerap dikaitkan dengan kekurangan asupan cairan. Namun, kekurangan karbohidrat juga dapat memicu terjadinya dehidrasi lantaran membuat tubuh kehilangan cairan dalam jumlah banyak. Apalagi bagi yang sudah mengalami ketosis.

Dijelaskan pula jika penderita ketosis akan berisiko tinggi terserang dehidrasi kronis. Tidak hanya membuat Anda merasa haus, dehidrasi kronis juga meningkatkan sekresi pada kelenjar-kelenjar yang ada di tubuh. Bola mata yang biasanya selalu basah menjadi lebih cepat kering yang juga memicu beragam penyakit.

  • Sistem Imunitas Menurun

Bagi Anda yang ingin menjalani diet rendah karbohidrat, sebaiknya patuhi aturan yang berlaku. Pasalnya, menjalankan diet rendah karbo secara sembarangan justru akan membuat Anda mengalami kekurangan karbohidrat. Salah satu efek yang ditimbulkan ternyata berkaitan dengan sistem imunitas tubuh. seperti yang telah diketahui, sistem imunitas merupakan sistem yang mengontrol dan menjaga ketahanan tubuh dari serangan virus dan bakteri penyebab penyakit.

Namun, siapa yang menyangka jika kekurangan karbohidrat ternyata dapat meningkatkan pengeluaran cairan dan juga vitamin C dari tubuh. Kondisi yang demikian tidak hanya menyebabkan Anda terserang dehidrasi. Namun, juga memperlemah sistem imunitas tubuh. Jika terus dibiarkan, kondisi satu ini akan mmebuat Anda lebih mudah terserang beragam penyakit.

  • Mengalami Mood Swing

Mood swing biasanya dialami oleh kaum hawa, terutama mereka yang sedang mengalami menstruasi. Namun, jangan salah, ternyata mood swing juga dapat dialami oleh mereka yang tidak mengalami menstruasi. Tidak heran jika melihat hal ini bisa disimpulkan kaum pria juga dapat mengalami mood swing. Mood swing sendiri ternyata merupakan salah satu dampak dari tubuh yang kekurangan karbohidrat.

Kondisi yang demikian terjadi lantaran otak berhenti memproduksi hormone serotonin. Kadar serotonin yang rendah kerap menyebabkan sejumlah masalah. Terutama yang berhubungan dengan depresi atau pun kesehatan mental. Tidak heran jika tubuh yang kekurangan karbohidrat akan lebih mudah mengalami mood swing.

Cara Mengatasi Kekurangan Karbohidrat

 

makanan sumber karbohidrat kompleks

Kekurangan karbohidrat ternyata justru membuat tubuh Anda mengalami sejumlah masalah kesehatan. Namun, jangan khawatir karena sejumlah cara ternyata dapat mengatasi kekurangan karbohidrat dengan mudah. Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan asupan karbohidrat. Kendati demikian, hindari mengonsumsi karbohidrat ‘jahat’. Karbohidrat ‘jahat’ ini biasanya terdapat pada makanan instan, buatan pabrik atau pun makanan yang menggunakan pemanis buatan. Sebaliknya, Anda akan dianjurkan untuk menyantap makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti roti, nasi atau pasta.

Mengapa Anda dilarang menyantap makanan yang mengandung karbohidrat ‘jahat’? Usut punya usut, karbohidrat ‘jahat’ ternyata dapat meningkatkan kadar gula dalam darah secara drastis. Kondisi yang demikian biasanya dapat meningkatkan risiko diabetes dan gejala lainnya. Berbeda dari karbohidrat kompleks yang meningkatkan kadar gula dalam darah secara perlahan. Tak hanya itu saja, karohidrat kompleks ternyata membuat perut terasa kenyang dalam jangka waktu yang cukup lama. Hal ini juga baik bagi Anda yang ingin menjalani diet.

  • Mengenal Karbohidrat Kompleks

Banyak dari Anda yang masih bingung dengan istilah karbohidrat simpel dan karbohidrat kompleks. Sebagai tambahan informasi, rupanya dua jenis karbohidrat ini sangatlah berbeda. Bahkan, karbohidrat simpel diklaim menjadi salah satu jenis kandungan dalam bahan makanan yang kurang menyehatkan jika dibandingkan dengan karbohidrat kompleks. Karbohidrat simpel merupakan karbohidrat yang hanya terdiri dari satu hingga dua molekul saja. Karbohidrat jenis ini sangat mudah untuk diurai menjadi bahan bakar utama energi.

Sedangkan karbohidrat kompleks merupakan karbohidrat yang terdiri dari banyak rantai molekul. Karbohidrat kompleks biasanya didapat dari bahan makanan yang mengandung zat tepung. Tidak hanya kaya akan zat gula, jenis karbohidrat satu ini juga memiliki kandungan serat yang baik untuk menjaga kesehatan organ pencernaan. Selain itu, karbohidrat kompleks mengandung lebih banyak mineral dan vitamin yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh. Biasanya, jenis karbohidrat kompleks ditemukan pada sayuran atau buah-buahan.

Jenis-Jenis Makanan yang Mengandung Karbohidrat Kompleks

 

makanan diet

Karbohidrat kompleks merupakan salah satu jenis karbohidrat yang paling disarankan untuk dikonsumsi. Tidak hanya mampu memenuhi asupan energi harian Anda, mengonsumsi karbohidrat jenis satu ini juga dapat meningkatkan kesehatan tubuh. Nah, untuk mendapatkan karbohidrat kompleks, berikut sejumlah makanan yang dapat menjadi pilihannya.

  • Sayuran Hijau

Jenis makanan yang banyak mengandung karbohidrat kompleks adalah sayuran hijau. Tidak hanya mengandung karbohidrat kompleks, sayuran hijau atau yang juga disebut dengan sayuran berdaun ini juga dikenal sebagai salah satu sumber vitamin dan mineral alami yang baik dalam menjaga kesehatan tubuh. Nah, berikut sejumlah daftar sayuran hijau yang dapat Anda konsumsi untuk memenuhi asupan harian.

  • Kale

Sayuran yang kerap disebut sebagai sayuran paling bermanfaat dan bernutrisi ini merupakan sayuran yang rendah kalori. Kendati demikian, kale merupakan salah satu makanan yang menjadi sumber serat. Mengonsumsi kale tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan nutrisi harian, tetapi juga menjaga berat badan tetap seimbang. Apalagi kale merupakan kalori yang tidak mengandung lemak. Kendati demikian, kale merupakan salah satu sayuran yang mengandung karbohidrat kompleks. Tidak heran jika menyisipkan kale dalam menu harian terutama saat menjalani diet rendah karbohidrat masih bisa menjadikan tubuh tetap berenergi.

  • Bayam

Tidak hanya tergolong ke dalam jenis makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, bayam ternyata juga menjadi salah satu sayuran yang baik dikonsumsi oleh penderita kolesterol. Pasalnya, sayur bayam merupakan sayur yang tidak memiliki kandungan lemak dan rendah kolesterol. Selain itu, mengonsumsi sayur bayam juga memberikan tubuh beragam nutrisi dan mineral penting. Misalnya saja niacin, zinc, protein, serat, vitamin A, vitamin C, vitamin E, vitamin K, thiamin, vitamin B6, asam folat, kalsium, zat besi, magnesium hingga zat mangan. Dilansir dari laman Mercola, sayur bayam merupakan sayuran dengan kandungan bahan aktif terlengkap yang berguna bagi hampir semua bagian tubuh.

  • Whole Grain

Pelaku diet tentu sudah tidak asing dengan jenis makanan satu ini. Dilansir dari laman Healthy Eating, whole grain merupakan makanan yang ampuh mencegah atau pun mengurangi risiko terserang penyakit kronis. Tidak hanya kaya serat, whole grain juga menjadi makanan yang memiliki kandungan karbohidrat kompleks. Bahkan, mengonsumsi whole grain akan membantu menurunkan berat badan sekaligus menutrisi berat badan. Pasalnya, whole grain mengandung beragam vitamin, mineral dan nutrisi yang penting bagi tubuh. sebut saja seperti vitamin B, zat besi, magnesium dan selenium.

  • Sayuran Bertepung

Mungkin Anda akan langsung mengernyitkan dahi saat mendengar jenis sayuran ini. Berbeda dari sayuran hijau, yang dimaksud dengan sayuran bertepung adalah jenis sayur yang mengandung zat tepung. Biasanya, jenis sayur ini diolah menjadi pengganti nasi. Terutama dalam menu-menu diet sehat. Nah, sayuran bertepung ini sangat mudah dijumpai. Mulai dari kentang, ubi, wortel, labu dan lobak. Namun, tidak menutup kemungkinan sejumlah sayuran yang berwarna hijau. Misalnya saja asparagus, artichoke dan kol kembang. Bahkan, jagung juga termasuk ke dalam golongan sayuran yang mengandung zat tepung.

  • Kacang-Kacangan

Jenis makanan satu ini lebih dikenal karena menjadi salah satu sumber protein. Namun, selain protein dan serat, sejumlah kacang-kacangan juga dapat menjadi pengganti nasi. Apalagi, kacang-kacangan juga mengandung karbohidrat kompleks yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh. Apa saja kacang-kacangan yang baik untuk kesehatan tubuh?

  • Kacang Merah

Kacang merah atau yang juga dikenal dengan nama kacang Adzuki ini merupakan salah satu kacang yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Tidak hanya mengandung protein dan serat, kacang merah juga menjadi salah satu jenis kacang yang memiliki kandungan karbohidrat kompleks. Tidak heran jika kacang Adzuki juga banyak digemari oleh orang, terutama mereka yang sedang menerapkan gaya hidup sehat.

  • Lentil

Jenis kacang-kacangan lainnya atau yang biasa disebut dengan lentil juga menjadi makanana yang mengandung karbohidrat kompleks. Tidak tanggung-tanggung, kacang yang termasuk ke dalam jenis lentil mampu memberikan karbohidrat sebanyak 15-25 gram dari total 100 gram. Selain itu, lentil juga menjadi sumber protein dan serat diet yang baik untuk menjaga kesehatan organ pencernaan. Bagi Anda yang sedang menjalani diet rendah karbohidrat, lentil merupakan salah satu kacang-kacangan yang aman. Apalagi, lentil juga mengandung kalori yang lebih sedikit dan aman dikonsumsi. Selain itu, lentil juga dilengkapi dengan beragam vitamin dan mineral yang diperlukan oleh tubuh. Sebut saja seperti asam folat, zat mangan, zat besi, zat fosfor, vitamin B1 hingga potasium.

  • Kacang Polong

Bagi Anda yang juga mencari referensi lain dari kacang-kacangan yang mengandung karbohidrat kompleks, bisa menjatuhkan pilihan pada kacang polong. Kacang polong tidak hanya mengandung karbohidrat kompleks yang baik dalam menjaga asupan karbohidrat tetap seimbang. Namun, juga mengandung beragam vitamin yang baik untuk kesehatan tubuh. Sebut saja seperti vitamin K, vitamin B1, vitamin C, vitamin B2, vitamin B6 yang juga memiliki andil dalam menjaga sistem metanolisme tubuh. Tidak hanya kaya akan vitamin saja, kacang polong juga menjadi sumber dari mineral yang dibutuhkan oleh tubuh.

Kendati ukurannya terbilang kecil, kacang polong rupanya termasuk ke dalam jenis makanan yang memiliki kandungan mineral lengkap. Dalam kacang polong, terkandung, zat fosfor, asam folat, zat besi, magnesium, potasium, zinc, niacin, choline hingga molybdenum. Mengonsumsi kacang polong saat menjalani diet sehat juga menjadikan organ pencernaan lebih sehat dan terhindar dari risiko konstipasi. Pasalnya, kacang polong merupakan salah satu sayuran yang mengandung serat tinggi.

Comment 2Sort by


user Anonim
2018/01/16 21:12

Benar, sepertinya saya sudah terkena hipoglikemia gula darah sy kurang dr normal dan sy sering merasa lelah tidak fokus hingga sering pusing, bagai
mana cara mengatasinya?

user Editor
2018/01/17 13:58

Siang...
Hipoglikemia pada orang normal tanpa kelainan metabolik biasanya berjangka sangat pendek, misalnya cuma beberapa menit. Karena saat tubuh kemasukan karbohidrat jenis apapun, glukosa langsung balik ke normal. Dan sangat gampang mengatasi hipoglikemia pada orang tanpa kelainan metabolik, misalnya makan permen, minum teh manis hangat, dll yang tinggi kandungan karbohidratnya.

Jadi jika kamu yang selama ini tak punya kelainan metabolik hampir tak mungkin kena hipoglikemia, kecuali kamu kelaparan dan tak makan sama sekali.

Saya menduga bahwa kamu mungkin menderita anemia alias kurang darah, bukan hipoglikemia. Untuk mengatasi anemia bisa mengkonsumi makanan kaya zat besi seperti hati, atau minum suplemen penambah darah yang dijual bebas dipasaran, misalnya hemaviton.

Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori

Harap diperhatikan bahwa konten pada website sehatly.com tidak bisa untuk menggantikan peran seorang dokter ataupun praktisi kesehatannya. Konten-konten sehatly hanya bertujuan untuk memberikan informasi.