Mengenali Penyakit Abses Hati Piogenik dan Bahayanya

Ketika hati mengalami infeksi dan terjadi abses hati piogenik, maka hasilnya akan buruk jika tidak segera ditangani. Kenali gejalanya untuk mencegah komplikasi yang lebih berbahaya.
1943
Abses hati piogenik

Abses hati piogenik adalah sebuah kantung nanah yang terbentuk di hati akibat adanya infeksi atau trauma. Nanah adalah cairan yang terdiri dari sel darah putih, sel mati, dan bakteri yang terbentuk ketika tubuhmu melawan infeksi. Dalam kejadian PLA, bukannya mengeringkan lokasi yang terinfeksi, nanah berkumpul di hati. Abses biasanya disertai dengan pembengkakan dan peradangan di sekeliling area. Hal tersebut dapat menimbulkan rasa sakit dan pembengkakan dalam perut.

Penyakit ini bisa fatal jika tidak dirawat dengan benar.

Penyebab Abses Hati Piogenik

Penyebab umum abses hati piogenik adalah penyakit empedu. Ini adalah istilah yang luas untuk kondisi yang mempengaruhi hati, pankreas, dan kantong empedu. Kantong empedu yang meradang adalah penyebab paling umum untuk abses hati piogenik dari semua penyakit empedu.

Kasus lainnya meliputi:

• bakteri dari usus buntu yang pecah yang membentuk abses
• kanker prankeas
• kanker usus besar
• penyakit radang usus, seperti divertikulitis atau usus yang berlubang
• infeksi darah, atau septicemia
• trauma hati karena kecelakaan atau cedera

Menurut riset yang diterbitkan pada Penyakit Infeksi Klinis, orang-orang dengan diabetes memiliki 3,6 kali risiko dengan kondisi ini karena mereka sering lebih rentan terhadap infeksi.

Gejala Abses Hati Piogenik

Gejala penyakit ini mirip dengan peradangan kandung empedu atau infeksi yang besar. Diantaranya termasuk:

• menggigil
• muntah
• demam
• nyeri perut kanan atas
• penurunan berat badan yang dramatis dan tiba-tiba, seperti 10 pon dalam beberapa minggu
• urin yang berwarna gelap
• kotoran yang berwarna keputihan atau seperti tanah liat
• diare

Diagnosis Abses Hati Piogenik

 

Doktermu mungkin akan melakukan tes pencitraan kombinasi kultur darah untuk mendiagnosa kondisi. Tes berikut ini mungkin dilakukan:

• CT scan untuk mencari abses
• CT scan dengan kontras intravena, atau suntikan pewarna, untuk menemukan dan mengukur abses
• tes darah untuk mencari tanda-tanda infeksi, seperti peningkatan angka sel darah putih dan tingkat neutrofil yang tinggi
• kultur darah bagi bakteria untuk mengidentifikasi bakteri dan menentukan antibiotik yang kamu butuhkan
• USG abdomen untuk memeriksa abses di kuadran (bagian) kanan atas

Penyakit ini mungkin muncul sebagai massa pada hati ketika dilihat dengan CT scan.

Pengobatan Abses Hati Piogenik

 

Beberapa orang dengan abses hati piogenik sukses diobati dengan antibiotik saja. Namun, kebanyakan, perlu pengeringan abses. Hal ini melibatkan memasukkan jarum atau tabung ke dalam abses dan menghilangkan nanah. Doktermu juga mungkin melakukan biopsi hari di waktu yang sama dengan mengambil sampel hati. Hal ini membantu doktermu menentukan kesehatan hatimu secara keseluruhan, dan dilakukan dengan bantuan CT scan.

Dokter mencoba mengobati abses hati piogenik tanpa operasi jika mungkin untuk mencegah risiko bakteri menyebar melalui tubuh. Namun, dalam kasus yang lebih berat, pembedahan mungkin diperlukan untuk sepenuhnya menghilangkan materi abses.

Setelah operasi, kamu akan dirawat dengan antibiotik selama beberapa minggu untuk menghindari infeksi muncul kembali. Menurut sebuah artikel di Penyakit Hati Klinis, kedua parenteral (baik injeksi atau infus) dan obat oral dapat digunakan untuk mengobati dan mengelola abses hati piogenik.

Pemakaian antibiotik intravena awal membantu penyembuhan. Beberapa minggu menggunakan antibiotik yang kuat melalui mulut dapat membantumu sembuh setelah kamu melakukan pemeriksaan paska-bedah.

Komplikasi Abses Hati Piogenik

 

Komplikasi utama dari abses hati piogenik adalah sepsis, yang merupakan infeksi bakteri di tubuh yang melebar yang menyebabkan peradangan dan penurunan tekanan darah yang berbahaya. Jika tidak segera diobati dengan antibiotik, sepsis bisa berakibat fatal.

Pengeringan abses hati piogenik dan operasi memiliki risiko penyebaran bakteri ke seluruh tubuhmu. Hal ini dapat menyebabkan infeksi yang meluas atau pembentukan abses di organ yang lain.

Bakteri yang dilepaskan dan menyebar ke seluruh tubuh dapat menyebabkan:

• emboli paru septik ketika bakteri yang merangsang bekuan di satu atau lebih arteri di paru-paru
• abses otak, yang menyebabkan kerusakan saraf permanen
• endophthalmitis, yaitu infeksi di bagian dalam mata yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan

Harapan Untuk Orang dengan Abses Hati Piogenik

 

Abses hati piogenik dapat membahayakan jiwa. Kamu harus segera mencari bantuan medis jika kamu memiliki gejala abses hati piogenik untuk menghindari komplikasi kesehatan yang serius. Diagnosis dan pengobatan bedah penting untuk peluang yang positif.

Comment 2Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori

Harap diperhatikan bahwa konten pada website sehatly.com tidak bisa untuk menggantikan peran seorang dokter ataupun praktisi kesehatannya. Konten-konten sehatly hanya bertujuan untuk memberikan informasi.