Gangguan Pemusatan Perhatian/ Hiperaktif

Gangguan pemusatan perhatian atau hiperaktif merupakan gangguan otak yang dapat terjadi pada berbagai kalangan. Ketahuilah penyebab dan bagaimana cara pengobatan yang tepat untuk penderita gangguan otak ini.
1195
adhd

Definisi Gangguan Pemusatan Perhatian/ Hiperaktif (GPPH)

 

 

Gangguan Pemusatan Perhatian/Hiperaktif (GPPH) adalah gangguan otak yang ditandai dengan pola berkelanjutan atas kurangnya perhatian dan/atau hiperaktivitas/impulsivitas yang mengganggu fungsi dan perkembangan.

– Kurangnya memperhatikan berarti seseorang menyimpang keluar dari tugasnya, kekurangan ketekunan, kesulitan mempertahankan fokus, dan tidak teratur; dan masalah-masalah ini bukan karena perlawanan atau kurangnya pemahaman.
– Hiperaktivitas berarti seseorang tampak bergerak terus-menerus, termasuk dalam situasi di mana hal itu tidak pantas, nampak gelisah berlebihan, mengetuk atau berbicara. Pada orang dewasa, mungkin berupa kegelisahan ekstrim atau membuat orang lain lelah dengan aktivitas mereka.
– Impulsivitas berarti seseorang membuat tindakan terburu-buru pada suatu momen tanpa memikirkannya terlebih dahulu dan memiliki potensi tinggi untuk bahaya; atau keinginan untuk imbalan langsung dan ketidakmampuan untuk menunda kebahagiaan. Seseorang yang impulsif mungkin secara sosial mengganggu orang lain atau membuat keputusan penting tanpa mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang.

Tanda-tanda Dan Gejala GPPH

 

 

Kurangnya memperhatikan dan hiperaktivitas/impulsivitas adalah perilaku utama GPPH. Beberapa orang dengan GPPH memiliki masalah dengan salah satu perilaku, sementara yang lainnya memiliki keduanya. Sebagian besar anak memiliki GPPH tipe gabungan.

Pada masa TK, gejala GPPH yang paling umum adalah hiperaktif.

Memiliki perhatian yang kurang, aktivitas motorik tidak fokus, dan berlaku impulsif adalah hal yang normal, namun dengan orang yang mengidap GPPH, perilaku-perilaku ini:
– Lebih parah
– Lebih sering terjadi
– Mengganggu atau mengurangi kualitas fungsi sosial di sekolah atau di tempat kerja.

Kurang Memperhatikan

Orang dengan gejala kurang memperhatikan seringkali:
⁃ Terlalu memperhatikan detail atau melewatkan rincian, membuat kesalahan ceroboh dalam tugas sekolah, pekerjaan, atau selama kegiatan lainnya.
⁃ Memiliki masalah mempertahankan perhatian saat tugas atau bermain, termasuk dalam percakapan, kuliah, atau bacaan panjang.
⁃ Terlihat seperti tidak mendengar ketika diajak bicara langsung
⁃ Tidak mengikuti instruksi dan gagal menyelesaikan tugas sekolah, pekerjaan, atau tugas di tempat kerja atau memulai tugas namun kehilangan fokus dengan cepat dan teralihkan dengan mudah
⁃ Memiliki masalah mengatur tugas dan kegiatan, seperti apa yang harus dilakukan berurutan, menyimpan bahan dan barang kepunyaan dengan teratur, bekerja berantakan dan pengaturan waktu yang buruk, juga kegagalan dalam memenuhi tenggat waktu.
⁃ Tidak suka atau menghindari tugas yang membutuhkan usaha mental, seperti tugas sekolah atau pekerjaan rumah, atau untuk remaja dan orang dewasa yang lebih tua, menyiapkan laporan, melengkapi formulir atau memeriksa dokumen panjang.
⁃ Kehilangan benda yang diperlukan untuk tugas atau aktivitas, seperti perlengkapan sekolah, pensil, buku, peralatan, dompet, kunci, kertas pekerjaan, kacamata, dan telepon selular.
⁃ Teralihkan dengan mudah dengan pikiran yang tak berkaitan atau stimulus.
⁃ Pelupa dalam aktivitas sehari-hari, seperti pekerjaan, tugas, menelepon balik atau menepati janji.

  • Hiperaktivitas Impulsivitas

Orang dengan gejala hiperaktivitas-impulsivitas seringkali:
⁃ Terlihat gelisah dan tak bisa berhenti bergerak di kursi mereka
⁃ Meninggalkan kursi mereka dalam situasi ketika diharapkan tetap duduk, seperti di kelas atau di kantor.
⁃ Berlari atau menghambur atau memanjat dalam situasi yang tidak pantas, atau, pada remaja dan dewasa, sering merasa gelisah
⁃ Tidak dapat bermain atau melakukan hobi dengan diam
⁃ Terus-menerus bergerak atau bertindak seolah-olah “digerakkan oleh mesin”
⁃ berbicara tanpa henti
⁃ mengeluarkan jawaban sebelum pertanyaan selesai, menyelesaikan kalimat orang lain, atau berbicara tanpa menunggu giliran dalam percakapan
⁃ Memiliki kesulitan menunggu giliran
⁃ Mengganggu atau menyela orang lain, misalnya dalam percakapan, permainan, atau aktifitas.

Diagnosis GPPH membutuhkan evaluasi menyeluruh oleh klinisi berlisensi, seperti dokter anak, psikolog, atau psikiater dengan keahlian dalam hal GPPH. Untuk menerima diagnosis GPPH, gejala-gejala kurang memperhatikan dan/atau hiperaktivitas-impulsivitas harus kronis atau bertahaan lama, mengganggu fungsi seseorang, dan menyebabkan orang tersebut terbelakang dalam perkembangan di usianya. Dokter juga akan memastikan bahwa setiap gejala GPPH bukanlah disebabkan oleh kondisi medis atau psikis lainnya. Hampir semua anak dengan GPPH mendapatkan diagnosis ketika umur sekolah dasar. Remaja dan orang dewasa mendapatkan diagnosis GPPH apabila gejalanya telah muncul sebelum usia 12 tahun.

Gejala GPPH dapat muncul dari usia semuda tiga dan enam tahun dan akan terus berlanjut sampai masa remaja dan dewasa. Gejala GPPH dapat disalah artikan sebagai masalah emosional atau kedisiplinan, atau benar-benar terlewatkan pada anak yang pendiam dan berlaku baik sehingga diagnosis tertunda. Orang dewasa dengan GPPH yang tidak terdiagnosa mungkin saja memiliki riwayat penilaian akademis buruk, masalah di pekerjaan, dan hubungan yang sulit atau gagal.

Gejala GPPH dapat berubah sepanjang usia. Pada anak berusia muda dengan GPPH, hiperaktivitas-impulsivitas adalah gejala paling terlihat. Ketika anak mencapai usia sekolah dasar, gejala kurang memperhatikan mungkin menjadi lebih terlihat dan menyebabkan anak kesulitan dalam hal akademis. Pada remaja, hiperaktivitas nampak berkurang dan mungkin lebih ditunjukan dengan perasaan gelisah atau tak bisa diam, tetapi kurangnya perhatian dan impulsivitas mungkin tetap ada. Banyak remaja dengan GPPH juga kesulitan dalam hal hubungan dan perilaku antisosial. Kurang memperhatikan, kegelisahan, dan impulsivitas biasanya terus ada sampai masa dewasa.

Faktor Resiko GPPH

 

 

Para ilmuwan tidak yakin apa yang menyebabkan GPPH. Seperti banyak penyakit-penyakit lain, banyak faktor yang dapat berkontribusi pada GPPH, di antara lain:
⁃ Genetik
⁃ Merokok, minum alkohol, atau penggunaan obat terlarang selama kehamilan
⁃ Paparan racun lingkungan selama kehamilan
⁃ Paparan racun lingkungan, seperti timbal level tinggi, ketika usia muda
⁃ Berat badan rendah saat lahir
⁃ Cedera otak

GPPH lebih banyak ditemukan pada laki-laki dibandingkan perempuan, dan perempuan dengan GPPH biasanya memiliki masalah utama berupa kurang memperhatikan. Kondisi lain, seperti ketidakmampuan belajar, gangguan kecemasan, gangguan perilaku, dan penyalahgunaan obat, adalah hal yang lazim pada orang dengan GPPH.

Perawatan Dan Terapi GPPH

 

 

Walaupun tidak ada penyembuhan untuk GPPH, sekarang tersedia perawatan yang dapat membantu mengurangi gejala-gejala dan meningkatkan fungsi. Perawatan yang tersedia adalah pengobatan, psikoterapi, pendidikan atau pelatihan, atau kombinasi dari semuanya.

  • Pengobatan GPPH

Untuk banyak orang, pengobatan GPPH mengurangi hiperaktivitas dan impulsivitas dan meningkatkan kemampuan mereka untuk fokus, bekerja dan belajar. Obat-obatan juga dapat meningkatkan koordinasi fisik. Biasanya beberapa obat atau dosis yang berbeda harus dicoba sebelum menemukan obat dan dosis yang berfungsi untuk orang tertentu. Siapapun yang meminum obat harus diawasi dengan ketat dan hati-hati oleh dokter mereka.

  • Stimulans

Tipe paling umum dalam pengobatan yang digunakan untuk menangani GPPH disebut “stimulan.” Walaupun menggunakan obat yang dianggap merangsang untuk menangani GPPH, namun hal ini bekerja karena obat tersebut meningkatkan zat kimia di otak yang bernama dopamine dan norepinephrine, yang memiliki peran penting dalam berpikir dan memperhatikan.

Di bawah pengawasan medis, obat perangsang dinilai aman. Namun ada resiko dan efek samping, terutama ketika disalahgunakan atau diminum lebih banyak daripada dosis yang ditentukan. Contohnya, stimulan dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung, juga meningkatkan kegelisahan. Maka dari itu, orang dengan masalah kesehatan lainnya, termasuk tekanan darah tinggi, kejang, penyakit jantung, glaukoma, penyakit hati dan ginjal, atau gangguan kecemasan harus memberitahu dokter mereka sebelum meminum stimulan.

Berbicaralah dengan dokter jika kamu meminum obat stimulan dan melihat efek samping seperti ini:
– Selera makan berkurang
– Masalah tidur
– Gerakan atau suara berulang yang mendadak
– Perubahan kepribadian
– Meningkatnya kecemasan dan sifat cepat marah
– Nyeri perut
– Sakit kepala

  • Non-stimulan

Beberapa pengobatan GPPH lainnya berupa non-stimulan. Obat-obatan ini butuh waktu lebih lama untuk bekerja dibandingkan obat stimulan, namun juga dapat meningkatkan fokus, perhatian, dan impulsivitas pada seseorang dengan GPPH. Dokter mungkin memberi resep berupa non-stimulan: ketika seseorang memiliki efek samping yang menganggu dari stimulan; ketika stimulan tidak efektif; atau berupa kombinasi dengan stimulan agar lebih efektif.

Walaupun tidak disetujui oleh Administrasi Makanan dan Obat Amerika Serikat, khususnya untuk pengobatan GPPH, beberapa antidepresan juga kadang digunakan sendiri atau sebagai gabungan dengan stimulan untuk perawatan GPPH. Antidepresan mungkin menolong semua gejala GPPH dan dapat diberikan jika pasien mendapatkan efek samping yang menyusahkan dari stimulan. Antidepresan dapat menolong dalam kombinasi dengan stimulan jika pasien juga memiliki kondisi lainnya, seperti gangguan kecemasan, depresi, atau gangguan keadaan jiwa yang lain.

  • Psikoterapi

Menambahkan psikoterapi untuk merawat GPPH dapat menolong pasien dan keluarga mereka untuk mengatasi masalah sehari-hari dengan lebih baik.

Terapi Perilaku adalah jenis psikoterapi yang bertujuan untuk menolong seseorang mengubah perilakunya. Terapi ini bisa termasuk bantuan praktis, seperti pertolongan mengatur tugas atau menyelesaikan tugas sekolah, atau membantu untuk melewati kejadian emosional yang sulit. Terapi perilaku juga mengajari seseorang bagaimana untuk:

– Mengawasi perilakunya sendiri
– Memberikan pujian atau penghargaan untuk diri sendiri ketika berlaku sesuai dengan yang diinginkan, seperti berhasil mengendalikan amarah atau berpikir sebelum bertindak.

Orang tua, guru, dan anggota keluar juga dapat memberikan masukan negatif atau positif untuk perilaku tertentu dan membantu menetapkan peraturan yang jelas, daftar tugas, dan rutinitas terstruktur lainnya untuk membantu seseorang mengendalikan perilakunya. Terapis juga dapat mengajari anak-anak kemampuan sosial, seperti bagaimana cara menunggu giliran mereka, berbagi mainan, meminta tolong, atau menanggapi ejekan. Mempelajari cara membaca ekspresi wajah dan nada suara orang lain, juga bagaimana merespon dengan pantas juga menjadi bagian dari melatih kemampuan sosial.

Terapi perilaku kognitif juga dapat mengajari seseorang teknik kesadaran, atau meditasi. Seseorang dapat belajar menjadi sadar dan menerima pikiran serta perasaannya sendiri untuk meningkatkan fokus dan konsentrasi. Terapis juga menganjurkan seseorang dengan GPPH untuk menyesuaikan diri dengan perubahan dalam kehidupan yang dikarenakan oleh perawatan, seperti berpikir sebelum bertindak, atau menahan diri untuk tidak mengambil resiko yang tidak perlu.

Terapi keluarga dan pernikahan dapat membantu anggota keluarga dan pasangan untuk mencari cara yang lebih baik untuk menangani perilaku yang mengganggu, mendorong perubahan perilaku, dan meningkatkan interaksi dengan pasien.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai psikoterapi, lihat halaman situs psikoterapi di website NIMH.

  • Pendidikan dan Pelatihan Untuk penderita GPPH

Anak-anak dan orang dewasa dengan GPPH membutuhkan petunjuk dan pengertian dari orang tua, keluarga, dan guru mereka untuk mencapai potensi penuh mereka dan menjadi sukses. Untuk anak usia sekolah, rasa frustasi, menyalahkan, dan kemarahan mungkin dapat terbangun dalam keluarga sebelum anak didiagnosa. Orang tua dan anak mungkin membutuhkan bantuan khusus untuk mengatasi perasaan negatif. Para pekerja profesional kesehatan mental dapat mendidik orang tua mengenai GPPH dan bagaimana hal itu mempengaruhi sebuah keluarga. Mereka juga dapat membantu anak dan orang tuanya mengembangkan kemampuan baru, sikap, dan cara untuk berhubungan dengan satu sama lain.

Pelatihan kemampuan pengasuhan (pelatihan pengelolaan perilaku orang tua) mengajarkan orang tua kemampuan yang mereka butuhkan untuk menyemangati dan memberikan penghargaan untuk perilaku positif pada anak mereka. Hal itu membantu orang tua belajar cara menggunakan sistem penghargaan dan konsekuensi untuk merubah perilaku anak. Orang tua diajari untuk memberikan tanggapan yang cepat dan positif untuk perilaku yang ingin mereka anjurkan, dan mengabaikan atau mengarahkan perilaku yang tidak diinginkan. Mereka juga dapat belajar untuk mengatur situasi yang mendukung perilaku yang diinginkan.

Teknik pengelolaan stres dapat menguntungkan orang tua dengan anak yang memiliki GPPH dengan meningkatkan kemampuan mereka untuk menghadapi rasa frustasi supaya mereka bisa merespon perilaku anak mereka dengan tenang.

Grup dukungan dapat membantu orang tua dan keluarga untuk berhubungan dengan orang lain yang memiliki masalah dan persoalan yang serupa. Grup-grup yang ada biasanya bertemu secara teratur untuk berbagi rasa frustasi dan kesuksesan mereka, untuk bertukar informasi tentang spesialis dan strategi yang direkomendasikan, dan berbicara dengan para ahli.

Tips untuk Menolong Anak dan Orang Dewasa dengan GPPH Tetap Terorganisir

 

Untuk anak-anak:
Orang tua dan guru dapat menolong anak-anak dengan GPPH agar tetap terorganisir dan mengikuti arahan dengan cara seperti:
– Menjaga rutinitas dan jadwal. Menentukan rutinitas yang sama setiap hari, dari waktu bangun pagi sampai waktu tidur malam. Termasuk waktu untuk pekerjaan rumah, bermain di luar, dan aktivitas dalam ruangan. Menempelkan jadwal di kulkas atau di atas papan pengumuman di dapur. Tuliskan perubahan pada jadwal sejauh mungkin sebelumnya.
– Mengatur benda yang diperlukan sehari-hari. Memiliki tempat untuk segalanya dan tetap menyimpan semua hal di tempat yang ditentukan. Hal ini termasuk baju, tas, dan mainan.
-Menggunakan catatan pengaturan untuk pekerjaan rumah. Menggunakan catatan untuk materi dan alat sekolah. Tekankan pada anak tentang pentingnya menulis tugas dan membawa pulang buku yang dibutuhkan.
– Jadilah jelas dan konsisten. Anak dengan GPPH membutuhkan peraturan konsisten yang dapat mereka mengerti dan ikuti.
– Memberikan pujian atau hadiah ketika peraturan diikuti. Anak dengan GPPH sering menerima dan menunggu kritik. Carilah kelakuan baik dan pujilah.

Untuk orang dewasa:

Seorang konselor profesional atau terapis dapat membantu orang dewasa dengan GPPH untuk belajar bagaimana mengatur hidupnya dengan cara seperti:
– Menjaga rutinitas.
– Membuat daftar untuk tugas dan aktivitas yang berbeda.
– Menggunakan kalender untuk menjadwalkan acara.
– Menggunakan catatan pengingat.
– Menentukan tempat khusus untuk kunci, tagihan, dan dokumen.
– Memecah tugas besar menjadi langkah-langkah kecil yang dapat dilakukan untuk melengkapi setiap bagian dari tugas tersebut akan memberikan rasa puas akan pencapaian.

Bergabung Dengan Penelitian

 

 

Uji klinis adalah studi penelitian yang mencari cara-cara baru untuk mencegah, mendeteksi, atau mengobati penyakit dan kondisi, termasuk GPPH. Selama uji klinis, perawatan yang diinvestigasi mungkin saja jenis atau kombinasi obat baru, peralatan atau prosedur bedah baru, atau cara baru untuk menggunakan pengobatan yang ada. Dalam banyak percobaan, para peserta akan secara acak ditempatkan dalam grup “kontrol” dan menerima pengobatan “plasebo” yang tidak aktif atau intervensi standar yang sedang digunakan; kadang subyek grup kontrol kemudian diberi kesempatan untuk mencoba pengobatan eksperimental. Tujuannya adalah untuk dapat membandingkan efek dari pengobatan eksperimental dengan standar atau tanpa pengobatan. Tujuan dari uji klinis adalah untuk menentukan apakah tes atau pengobatan baru bekerja dan aman. Meskipun masing-masing peserta mungkin mendapatkan manfaat dari menjadi bagian uji klinis, namun peserta harus sadar bahwa tujuan utama dari uji klinis adalah mendapatkan pengetahuan ilmiah baru sehingga yang lainnya dapat terbantu dengan lebih baik di masa depan.

Tolong diingat: Keputusan untuk mendaftar di uji klinis atau tidak, dan mana yang paling sesuai untuk masing-masing individu, lebih baik dibut dengan melibatkan ahli kesehatan berlisensi.

  • Uji Klinis di NIMH/NIH

Para peneliti di kampus NIMH melakukan penelitian dalam berbagai area studi, termasuk kognisi, genetik, epidemiologi, gambaran otak, dan pengembangan perawatan. Studi berlangsung di Pusat Klinis NIH di Bethesda, Maryland, dan membutuhkan kunjungan rutin. Setelah wawancara awal di telepon, kamu diharapkan datang ke pertemuan di klinik dan bertemu dengan ahli klinis. Kunjungi Uji Klinis NIMH – Partisipan atau Bergabung dengan Uji Klinis untuk informasi lebih lanjut.

Bagaimana menemukan Uji Klinis di sekitar saya?

Untuk menemukan uji klinis di dekatmu, kunjungi ClinicalTrials.gov. Ini adalah daftar dan hasil basis data yang bisa dicari tentang uji klinis di Amerika Serikat dan seluruh dunia yang dibantu oleh pemerintah atau swasta. ClinicalTrials.gov memberikan informasi tentang tujuan percobaan, siapa saja yang dapat berpartisipasi, lokasi, dan nomor telepon untuk rinciannya. Informasi ini harus digunakan bersama dengan saran dari para ahli kesehatan.

Comment 3Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori

Harap diperhatikan bahwa konten pada website sehatly.com tidak bisa untuk menggantikan peran seorang dokter ataupun praktisi kesehatannya. Konten-konten sehatly hanya bertujuan untuk memberikan informasi.