5 Alasan Mengejutkan Mengapa Kamu Tidak Kehilangan Berat

Inilah trik diet yang dapat membantumu menerobos hambatan besar untuk penurunan berat badan.
239
makanan

Kalahkan Hambatan Besar Untuk Penurunan Berat Badan

 

 

Kamu sudah melakukan segalanya¬†–menghitung kalori, berolahraga– namun kamu tidak juga kehilangan berat badan. Apa yang penyebabnya? Jawabannya mungkin bersembunyi di tengah hal-hal tak terduga yang mungkin biasa kamu lakukan sehari-harinya –kebiasaan kecil yang tampaknya tidak ada hubungannya dengan penurunan berat badan, tetapi mungkin sebenarnya malah menyabotase upayamu untuk menjadi bugar.

Tanyakan pertanyaan-pertanyaan ini pada dirimu sendiri, dan jika kamu menjawab ya untuk salah satu dari pertanyaan tersebut, kamu mungkin menemukan gangguan pada diet pribadimu. Perbaikilah hal tersebut dan kamu akan segera kembali di jalur untuk menjadi lebih bugar dan ramping.

Apakah Kamu Selalu Makan Dengan “Sehat”?

 

 

Sebuah hal yang lucu terjadi ketika kamu sedang fokus membuat keputusan pola makanmu. Jika kamu hanya “berpikir” makananmu sebagai pilihan yang ringan, hal tersebut dapat menyebabkan otakmu untuk membuat lebih banyak hormon ghrelin, lapork sebuah studi dari Universitas Yale.

“Mendapat lebih banyak ghrelin membuatmu merasa kurang kenyang dan memperlambat sinyal metabolismemu,” tutur penulis studi dan kandidat PhD Alia Crum. Untuk menjaga ghrelinmu tetap seimbang, fokuslah pada makanan yang dapat membuatmu puas dalam menu makanmu–katakanlah, kacang dan keju pada saladmu, alih-alih selada.

Hal ini juga membantu untuk memilih makanan yang sehat dan tampak seperti kudapan, contohnya semangkuk sup hangat dengan roti gandum yang renyah.

Apakah Kamu Membayar Dengan Kartu Kredit?

 

 

Membawa uang tunai mungkin terasa sedikit ketinggalan jaman, tetapi orang-orang yang menggunakan kartu kredit saat berbelanja makanan akan membeli lebih banyak makanan yang tidak sehat dan padat akan kalori daripada orang yang membayar dengan uang tunai, menurut sebuah studi dalam Jurnal Penelitian Konsumen.

Pembeli makanan rendah-gizi tentu menyadari akan kalori ekstra dan bayaran dari makanan tersebut, tapi karena mereka tidak merasakan pukulan langsung terhadap dompet, mereka lebih mudah untuk membeli secara impulsif, jelaskan rekan penulis studi Kalpesh Desai, PhD, profesor asosiasi pemasaran di Universitas Binghamton.

Apakah Kamu Sering Kali Memikirkan Tentang Olahraga?

 

 

Ada dampak buruk pada perkataan tersebut, kata sebuah studi baru Prancis: Cukup dengan memikirkan untuk berolahraga bisa menyebabkanmu untuk mengonsumsi makanan 50% lebih banyak. Mengapa? Orang beranggapan bahwa olahraga yang akan dilakukan dapat memberi mereka izin untuk mengonsumsi cemilan.

Hindari mengunyah berlebihan untuk mengonsumsi camilan setelah berolahraga dengan membatasinya agar tidak lebih dari 150 kalori, saran Keri Glassman, RD, penulis buku Diat Faktor Makanan Cemilan. Coba dua potong kalkun dengan biskuit gandum.

Apakah Kamu Memiliki Fokus Yang Tinggi Saat Bekerja?

 

 

Duduk selama beberapa jam dan tubuhmu akan berhenti untuk membuat enzim penghambat lemak yang disebut dengan lipase, temu para peneliti di Universitas Missouri-Kolombia.

Berdirilah dan lakukan peregangan setiap jam, dan kamu akan meningkatkan metabolismemu sampai sekitar 13%, tutur penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Amerika Tentang Nutrisi Klinis.

Atau, bergerak-geraklah sepanjang hari (gerakkan kakimu atau melompat-lompat di kursimu) dan tingkatkan pembakaran kalori sebesar 54%.

Apakah Kamu Tidur Terlalu Singkat?

 

 

“Tidak cukup tidur dapat menempatkan tubuhmu dalam sebuah perilaku bertahan hidup yang mendambakan karbohidrat dan lemak,” kata Michael Breus, PhD, penulis buku Rencana Diet Sang Dokter Tidur. Sebuah penelitian di Jurnal Amerika Tentang Nutrisi Klinis menemukan bahwa wanita yang tidur kurang dari empat jam mengonsumsi 300 kalori lebih banyak dan mendapat 21 gram lebih banyak kandungan lemak pada hari berikutnya.

Coba hal ini untuk mengukur kebutuhan tidurmu: Untuk satu minggu, tidurlah selama tujuh setengah jam sebelum kamu harus terbangun. Jika kamu bangun sebelum alarm, kamu dapat terpengaruh terhadap kekurangan waktu tidur. Tetapi jika kamu bangun ketika alarm sudah berdering kembali, kamu mungkin perlu delapan, bahkan sembilan, jam tiap malam untuk bangun dalam keadaan segar, terisi ulang, dan siap untuk membakar sejumlah lemak.

Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori

Harap diperhatikan bahwa konten pada website sehatly.com tidak bisa untuk menggantikan peran seorang dokter ataupun praktisi kesehatannya. Konten-konten sehatly hanya bertujuan untuk memberikan informasi.