Salep Acycrovil Zovirax, Ampuh Atasi Cacar Air Hingga Herpes!

Bagi Anda yang tertarik untuk mengobati penyakit herpes atau cacar air dapat menggunakan salep Acyclovir Zovirax. Salep ini mengandung 50 gram acyclovir.
2843
salep acycrovil zovirax

Kulit merupakan salah satu bagian tubuh yang mengalami kontak langsung dengan lingkungan sekitar. Tidak heran jika bagian tubuh terluar ini juga mengalami kontak langsung dengan berbagai macam polusi, bakteri, kotoran hingga virus yang dapat menyebabkan masalah kulit. Apalagi, penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus membuat kondisi tubuh lebih mengkhawatirkan dan memerlukan perawatan khusus untuk menyembuhkannya. Namun, banyak orang yang rupanya memiliki cara tersendiri dalam mengatasi masalah tersebut, salah satunya adalah dengan mengoleskan salep Acyclovir Zovirax.

Mengenal Acyclovir

 

aciclovir-structure

Bicara soal salep Acyclovir yang banyak disarankan oleh para ahli atau dermatologist dalam mengatasi sejumlah masalah kulit, ternyata salep satu ini mengandung bahan aktif bernama asiklovir. Asiklovir sendiri merupakan bahan aktif yang digunakan untuk mengatasi infeksi virus pada kulit. Bahkan, salep topical yang mengandung asiklovir disebut-sebut sebagai produk yang ampuh dalam mengatasi penyakit herpes, baik herpes simpleks, zoster mau pun cacar air. Tidak hanya itu saja, obat-obatan yang mengandung bahan asiklovir di dalamnya juga dapat menangani masalah herpes genital yang kerap menyerang beberapa orang.

Sebagai tambahan informasi, asiklovir sendiri merupakan bahan aktif yang juga tergolong ke dalam jenis obat-obatan antiviral. Kendati asiklovir yang terkandung di dalam salep Acyclovir dapat mengatasi masalah infeksi virus herpes, rupanya bahan aktif di dalamnya tidak dapat membasmi atau memusnahkan virus tersebut. Namun, penggunaan asiklovir sendiri dapat mengurangi atau pun menekan jumlah virus yang menyebabkan infeksi. Penggunaan dari obat yang mengandung asiklovir juga dapat mengurangi rasa gatal atau pun nyeri yang ditimbulkan.

Tiga Keunggulan dari Acyclovir

 

Tiga Keunggulan dari Acyclovir

Jenis obat-obatan yang mengandung asiklovir di dalamnya sudah bisa dipatiskan ampuh dalam mengatasi masalah herpes. Tidak hanya herpes simpleks saja, penggunaan obat-obatan yang mengandung asiklovir juga ampuh mengobati herpes zoster hingga cacar air.

  • Mengatasi Herpes Simpleks

Salah satu kegunaan dari asiklovir adalah mengatasi penyakit herpes simpleks. Herpes simpleks  merupakan salah satu jenis penyakit herpes yang disebabkan oleh virus HSV atau Herpes Simplex Virus. Penderita yang terkena herpes simpleks biasanya akan mengalami sejumlah luka di bagian tubuh tertentu. Kendati demikian, herpes simpleks dapat dikenali dengan munculnya gejala pada bagian organ genital dan mulut. Herpes simpleks sendiri terbagi menjadi dua macam, yaitu HSV-1 dan HSV-2. HSV-1 sendiri merupakan herpes simpleks yang muncul di bagian mulut, tidak heran jika HSV-1 juga dikenal dengan oral herpes. Sedangka HSV-2 merupakan herpes yang menyerang area organ genital.

  • Penggunaan Asiklovir dalam Pengobatan Herpes Zoster

Jenis penyakit herpes lainnya yang dapat diatasi menggunakan asiklovir adalah herpes zoster. Berbeda dari herpes simpleks yang disebabkan oleh infeksi HSV-1 atau pun HSV-2, herpes zoster justru disebabkan oleh virus VZV. VZV sendiri merupakan varicella-zoster virus yang awalnya menyebabkan cacar air. Berbeda dari herpes simpleks, VZV sendiri rupanya akan muncul beberapa tahun setelah penderita mengidap cacar air. Biasanya, herpes zoster ditandai dengan munculnya ruam dermatomal yang disertai dengan rasa nyeri. Bahkan, herpes zoster yang sudah parah juga dapat menjadi pemicu penyakit PHN atau neuralgia postherpetic.

  • Mengatasi Cacar Air

Penyakit selanjutnya yang dapat diatasi dengan mengoleskan salep mengandung asiklovir adalah cacar air. Sebagai tambahan informasi, penyakit cacar air sendiri disebabkan lantaran tubuh terinfeksi oleh virus VZV alias varicella-zoster virus. Yup! Virus satu ini merupakan virus yang sama yang menyebabkan herpes zoster. Cacar air sendiri lebih banyak menyerang anak-anak. Masa inkubasi dari virus VZV ini berkisar antara 10-21 hari. Biasanya, penderita cacar air akan mengalami kurang nafsu makan, sering merasa tidak enak badan, mual hingga nyeri otot. Namun, saat bintik-bintik kemerahan muncul, penderita akan mengalami gejala yang berbeda seperti gatal hingga perih. Penyakit satu ini juga kerap menyebabkan demam pada penderitanya.

Mengapa Asiklovir?

 

Mengapa Asiklovir?

Mungkin banyak dari Anda yang masih bertanya-tanya mengapa harus menggunakan obat-obatan yang mengandung asiklovir dalam mengatasi herpes mau pun cacar air, bukan? Hal ini rupanya berkaitan dengan fungsi asiklovir dan keampuhannya dalam menekan dan mengurangi jumlah virus penyebab herpes serta cacar air. Bahkan, siapa yang akan menyangka jika obat-obatan yang mengandung asiklovir sudah sejak lama digunakan untuk mengatasi herpes.

Sebagai tambahan informasi, penggunaan asiklovir sebagai obat herpes dan cacar air sudah terjadi sejak tahun 1982. Bahkan, pada tahun tersebut, asiklovir sudah dikemas dalam bentuk obat-obatan atau yang dikenal dengan salep atau pun krim. Sedangkan pengemasan asiklovir ke dalam bentuk pil baru dilakukan pada tahun 198 silam. Tidak hanya itu saja, penggunaan asiklovir sendiri sudah dijamin keamanannya. Dilansir dari laman milik American Sexual Health Association, asiklovir sangat aman kendati dikonsumsi setiap hari hingga 10 tahun lamanya.

Salep Acyclovir Zovirax

 

Salep Acyclovir Zovirax

Salah satu jenis obat-obatan yang mengandung asiklovir adalah salep Acyclovir Zovirax. Salep Acyclovir Zovirax sendiri merupakan jenis salep yang sangat direkomendasikan oleh para dermatologist untuk mengatasi penyakit herpes mau pun cacar air. Sebagai tambahan informasi, salep Acyclovir Zovirax ini ternyata juga kerap direkomendasikan untuk mengatasi infeksi herpes yang menyerang penderita HIV. Bagi Anda yang penasaran mengapa salep Acyclovir Zovirax ini banyak digunakan dan disarankan oleh dermatologis, salep Acyclovir Zovirax sendiri merupakan salep yang mengandung bahan utama asiklovir. Asiklovir merupakan salah satu jenis obat-obatan antiviral yang mencegah virus berkembang lebih banyak di dalam tubuh.

Tidak hanya itu saja, penggunaan asiklovir, terutama salep Acyclovir Zovirax sudah dipastikan aman. Bahkan, jika digunakan setiap hari dalam jangka waktu 10 tahun. Salep Acyclovir Zovirax sendiri mudah didapatkan di apotek-apotek terdekat. Tidak heran jika salep Acyclover Zovirax menjadi salep favorit netizen sampai saat ini.

Review Salep Acyclovir Zovirax

 

Review Salep Acyclovir Zovirax

Sebagai tambahan informasi, ternyata keampuhan dari salep Acyclovir Zovirax bukanlah isapan jempol belaka. Bahkan, sejumlah orang yang pernah menggunakan salep satu ini menjamin jika salep Acyclover Zovirax ampuh dalam mengatasi herpes seperti berikut.

  • Ampuh Meredakan Cold Sores

Salep Acyclovir Zovirax ternyata sudah sejak lama digunakan dalam mengatasi masalah herpes dan cacar air. Bahkan, sejumlah netizen pun berani mengklaim jika salep Acyclovir Zovirax dapat mengatasi cold sores yang kerap muncul saat Anda terserang herpes simpleks, tepatnya HSV-1. Biasanya, cold sores sendiri juga menyebabkan pembengkakan pada area bibir yang disertai dengan rasa nyeri. Penggunaan salep Acyclovir Zovirax pada area yang mengalami cold sores ternyata ampuh dalam mengatasi herpes simpleks tersebut. kendati demikian, ternyata area bibir yang membengkak akan mengalami pembengkakan yang lebih parah sebelum mengempes secara optimal.

Sebagai tambahan informasi, rupanya untuk menyembuhkan cold sores, penderita akan diminta untuk mengoleskan salep Acyclovir Zovirax tiga kali dalam sehari. Tidak menunggu waktu lama, biasanya cold sores yang menghiasi area bibir atau wajah akan mengempes dalam kurun waktu dua hingga tiga hari. Kendati demikian, ternyata Anda dianjurkan untuk mengoleskan salep Acyclovir Zovirax pada area yang cidera saja secara tipis-tipis.

  • Mengatasi Genital Herpes

Manfaat lain yang diberikan oleh salep Acyclovir Zovirax adalah ampuh dalam mengatasi genital herpes. Sebagai tambahan informasi, genital herpes merupakan salah satu jenis dari herpes simpleks atau yang lebih dikenal dengan HSV-2. HSV-2 atau genital herpes sendiri biasanya menyebabkan ruam yang disertai rasa perih, gatal dan nyeri di daerah sekitar organ genital. Banyak dari penderita genital herpes ini yang belum mengetahui jika salep Acyclovir Zovirax juga ampuh dalam mengatasi masalah tersebut.

Bahkan, salep Acyclovir Zovirax dapat meredakan serta menghilangkan fever blister yang muncul di sekitar organ genital. Sebagai tambahan informasi, penggunaan salep Acyclovir Zovirax ternyata juga ampuh mencegah infeksi di area organ genital semakin bertambah parah atau mengalami breakout. Selain itu, formulanya yang ringan lebih mudah terserap oleh kulit sehingga lebih nyaman untuk digunakan, terutama bagi Anda yang gemar menggunakan celana.

Kandungan Bahan dari Salep Acyclovir Zovirax

 

Kandungan Bahan dari Salep Acyclovir Zovirax

Bagi Anda yang masih belum yakin dengan salep  Acyclovir Zovirax, tidak ada salahnya untuk memperhatikan sejumlah bahan berikut. Kendati salep Acyclovir Zovirax menggunakan asiklovir sebagai bahan utamanya, salep yang menjadi favorit penderita herpes dan cacar air ini juga dilengkapi dengan beberapa bahan tambahan seperti:

  • Acyclovir

Dalam salep Acyclovir Zovirax mengandung asiklovir sebanyak 50 gram. Kandungan tersebut memiliki jumlah yang sama baik pada kemasan 5 gram mau pun 2 gram. Asiklovir sendiri merupakan jenis obat yang bersifat antiviral. Tugasnya adalah untuk menekan dan membatasi jumlah virus yang berpotensi menyebabkan infeksi pada tubuh. Terutama virus-virus yang menyebabkan herpes hingga cacar air. Dibanding dari jenis obat-obatan lainnya untuk mengatasi herpes dan cacar air, asiklovir merupakan obat yang memberikan hasil optimal dalam waktu singkat. Bahkan, penggunaan obat-obatan yang mengandung asiklovir sudah dilakukan sejak lama.

  • Cetostearyl Alcohol

Bahan non medis pertama yang terkandung di dalam salep Acyclovir Zovirax adalah cetostearyl alcohol. Sebagai tambahan informasi, bahan yang dikenal sebagai cetostearyl alcohol ini rupanya sudah banyak digunakan dalam beberapa produk topical. Usut punya usut, ternyata cetostearyl alcohol befungsi dalam menjaga kelembapan pada kulit. Apalagi, kelembapan kulit merupakan satu faktor penting yang dapat mempercepat proses penyembuhan pada beberapa jenis penyakit kulot. Tidak hanya itu saja, ternyata ceterayl alcohol juga berperan sebagai emulsifier pada salep Acyclovir Zovirax.

  • Paraffin

Salep Acyclovir Zovirax ternyata juga terbuat dari campuran paraffin. Paraffin merupakan salah satu turunan minyak bumi yang juga dikenal dengan nama minyak mineral. Kendati demikian, ternyata paraffin, terutama yang berbentuk cair sudah sejak lama digunakan dalam industri obat-obatan hingga kosmetik, terutama yang berhubungan dengan keseatan kulit. Lebih lanjut, paraffin cair ternyata berfungsi sebagai bahan pelembap yang menjaga kulit tidak mengalami kekeringan.

  • Poloxamer

Bicara soal poloxamer, ternyata bahan satu ini merupakan bahan yang kerap dicampurkan pada beragam jensi kosmetik, skincare mau pun obat-obatan untuk kulit. Tidak hanya itu saja, ternyata poloxamer juga terdiri dari berbagai macam jenis yang memiliki fungsi masing-masing. Sebut saja seperti poloxamer 188 yang berfungsi dalam membunuh mikroorganisme dan juga mencegah pertumbuhan dari mikroorganisme tersebut. Berbeda lagi dengan poloxamer 182 yang berfungsi sebagai pelumas atau penjaga kelembapan pada permukaan kulit. Poloxamer 182 diklaim dapat menjadikan kulit terasa lebih lembuh dan halus.

  • Propylene Glycol

Kendati bahan satu ini tidak memiliki keuntungan khusus untuk kesehatan kulit, ternyata propylene glycol berfungsi untuk menjaga keawetan tekstur dari salep Acyclovir Zovirax. Lebih lanjut, propylene glycol biasanya digunakan dalam jumlah yang sangat sedikit pada sebuah produk untuk mencegah produk meleleh atau membeku pada suhu-suhu tertentu. Berbeda dari poloxamer, propylene glycol juga membantu menetralkan kulit sehingga bahan-bahan bermanfaat lainnya yang terkandung dalam salep Acyclovir Zovirax dapat bekerja secara optimal.

  • Sodium Lauryl Sulfate

Dilansir dari laman Natural Well Being, sodium laureth sulfate atau SLS merupakan bahan yang didapat dari olahan minyak kelapa. Sodium laureth sulfate merupakan bahan aktif yang berfungsi sebagai cleansing mau pun emulsifier alami. Sebagai tambahan informasi, kandungan SLS yang digunakan dalam sebuah produk, termasuk salep Acyclovir Zovirax ternyata sangat sedikit. Hal ini lantaran disebabkan karena SLS dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan tubuh jika digunakan dalam dosis yang banyak.

Dosis Tepat Penggunaan Salep Zovirax

 

Dosis Tepat Penggunaan Salep Zovirax

Bagi Anda yang ingin menjajal mengobati herpes dan cacar air dengan salep Acyclovir Zovirax, tidak ada salahnya untuk memperhatikan dosis yang dianjurkan. Sebagai tambahan informasi, produk yang dikemas dalam kemasan 2 gram dan 5 gram ini ternyata harus digunakan selama 5x sehari. Kendati demikian, ternyata Anda harus memperhatikan jangka waktu 4 jam. Lebih lanjut, ternyata tidak ada dosis malam dalam penggunaan salep Acyclovir Zovirax.

Tidak hanya itu saja, penggunaan salep Acyclovir Zovirax ternyata memberikan hasil dalam jangka waktu yang cukup singkat. Bahkan, hasil sudah dapat terlihat dalam waktu dua hingga tiga hari setelah pemakaian rutin. Padahal, salep Acyclovir Zovirax menjamin kulit Anda terbebas dari masalah heres mau pun cacar air dalam jangka waktu 5 hari saja.

  • Bahaya dari Penggunaan Acyclovir

Sebagai tambahan informasi, ternyata penderita herpes atau pun cacar air juga dapat mengalami overdosis dari penggunaan obat yang mengandung asiklovir. Biasanya, penderita yang mengalami overdosis akan mengalami sejumlah gejala seperti agitasi, sering mengantuk, sering hilang kesadaran, kejang-kejang dan juga gagal ginjal.

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Saat Menggunakan Salep Zovirax

 

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Saat Menggunakan Salep Zovirax

Penggunaan salep Acyclovir Zovirax rupanya tidak boleh sembarangan. Kendati tergolong ke dalam jenis obat-obatan yang aman dikonsumsi dalam jangka waktu panjang, asiklovir rupanya juga dapat memberikan dampak buruk pada kondisi tertentu. Tidak ada salahnya jika Anda memperhatikan sejumlah hal berikut sebelum memutuskan untuk menggunakan salep Acyclovir Zovirax yang mengandung asiklovir sebesar 50 gram di dalamnya seperti berikut.

  • Berkonsultasi dengan Dokter

Penggunaan salep Acyclovir Zovirax rupanya harus dibawah kontrol dokter. Hal ini lantaran obat satu ini memiliki efek samping, terutama pada kondisi tubuh tertentu. Apalagi, setiap orang memiliki kondisi yang berbeda. Hal tersebut tentu saja harus diatasi dengan jenis perawatan mau pun dosis yang sesuai dan berbeda dari satu pasien ke pasien lainnya. Biasanya, dokter akan menganjurkan pemakaian salep Acyclovir Zovirax sebanyak 4 hingga 6 kali selama 10 kali berturut-turut.

Tidak hanya itu saja, Anda juga harus mengoleskan krim dari salep tersebut secara merata dan tipis-tipis pada lesi yang muncul. Selain itu, dokter biasanya juga akan menganjurkan untuk mengoleskan salep Acyclovir Zovirax menggunakan cotton but atau tangan yang sudah menggunakan sarung tangan guna menghindari penyebaran infeksi virus. Bagi pasien yang menderita HSV-1 atau oral herpes, dilarang keras untuk mengoleskan krim pada area mata atau bagian yang memiliki selaput lendir seperi bagian dalam mulut. Hal tersebut juga berlaku bagi pasien yang mengidap genital herpes. Maka dari itu, penderita genital herpes tidak dianjurkan mengoleskan krim pada bagian dalam vagina demi mencegah efek buruk yang ditimbulkan.

  • Patuhi Resep Dokter

Bagi Anda yang sudah melakukan konsultasi pada dokter atau dermatologist, tentu saja akan mendapat resep khusus terkait penggunaan obat tersebut. Pada resep tersebut biasanya akan tertulis pula petunjuk penggunaan obat, baik berupa dosis hingga cara yang tepat. Untuk penderita yang mengalami gejala awal dari herpes atau cacar air, biasanya akan diminta untuk mengoleskan salep Acyclovir Zovirax lebih sering dari pasien lainnya. Nah, jangan sampai Anda melewatkan waktu penggunaan obat tersebut. Biasanya, pasien akan diminta mengoleskan obat setiap 4 jam sekali.

Lebih lanjut, hindari menggabungkan fase pengobatan yang sudah terlewat. Hal tersebut justru akan memberikan efek samping yang dapat memperparah kondisi herpes atau cacar air Anda. Namun, jika Anda merasa kurang yakin dengan hal tersebut, tidak ada salahnya untuk segera menghubungi dokter ahli atau dermatologist langganan.

  • Tidak Diperuntukkan untuk Pasien yang Memiliki Alergi Asiklovir

Penggunaan salep Acyclovir Zovirax ternyata sangat tidak disarankan bagi Anda yang memiliki alergi terhadap asiklovir. Bagi Anda yang masih belum menyadari mengidap alergi satu ini dan telah terlanjur menggunakan salep Acyclovir Zovirax, biasanya akan mengalami sejumlah gejala. Mulai dari munculnya ruam-ruam di sekitar herpes atau cacar air. Bahkan, ruam tersebut akan memperparah kondisi herpes atau cacar air yang diidap oleh pasien. Selain memicu munculnya ruam, pasien yang memiliki alergi terhadap asiklovir juga akan mengalami gatal-gatal dan pembengkakan di sejumlah bagian tubuh.

Gatal-gatal dan pembengkakan yang timbul akibat reaksi alergi asiklovir tersebut umumnya akan terjadi pada bagian wajah, lidah dan tenggorokan. Kondisi yang sudah parah bahkan juga disertai dengan sakit kepala mau pun pusing yang sangat kuat. Tidak tanggung-tanggung, kondisi demikian yang dibiarkan akan menyebabkan masalah pada sistem pernafasan. Pasien biasanya akan mengalami sesak nafas akibat reaksi alergi terhadap asiklovir. Jika Anda mengalami gejala tersebut setelah menggunakan salep Acyclovir Zovirax, segera hentikan pemakaian obat satu ini dan segera lakukan konsultasi dengan dokter.

  • Digunakan pada Saat Gejala Awal

Mungkin banyak dari Anda yang bertanya-tanya mengapa banyak dokter atau dermatologist yang menyarankan penggunaan salep Acyclovir Zovirax pada saat mengetahui pasien mengidap herpes atau cacar air. Sebagai tambahan informasi, penggunaan asiklovir ternyata sangat disarankan untuk mengobati herpes dan cacar air begitu gejala awal dari penyakit tersebut muncul. Hal ini lantaran asiklovir tergolong ke dalam obat yang bersifat antiviral. Tidak hanya menekan atau membatasi jumlah virus penyebab herpes dan cacar air, ternyata obat atau krim yang mengandung asiklovir berperan dalam mengurangi atau meredakan rasa nyeri dan gatal pada penderita. Lebih lanjut, penggunaan salep Acyclovir Zovirax ternyata ampuh meredakan bahkan menyembuhkan herpes mau pun cacar air dalam waktu yang cukup singkat. Kendati demikian, perlu diingat jika salep Acyclovir Zovirax bukanlah salep yang dapat membasmi virus penyebab penyakit tersebut tetapi hanya membatasi jumlah virus tersebut agar tidak berkembang biak.

  • Tidak Mencegah Infeksi ke Orang Lain

Penggunaan salep Acyclovir Zovirax ternyata tidak dapat membatasi penginfeksian virus tersebut kepada orang lain. Bagi Anda yang melakukan kontak langsung dengan penderita herpes atau cacar air, besar kemungkinan akan ikut terinfeksi virus tersebut.  Hal ini lantaran sifat dari asiklovir yang juga menjadi bahan utama dari salep Acyclovir Zovirax. Sebagai tambahan informasi, asiklovir sendiri tidak dapat memusnahkan virus penyebab herpes mau pun cacar. Maka dari itu, orang yang melakukan kontak langsung dengan penderita herpes atau cacar air berkemungkinan besar akan tertular.

Satu-satunya cara untuk menghindari hal tersebut adalah dengan menghindari adanya kontak langsung pada penderita untuk sementara waktu. Bagi Anda yang sudah terlanjur tertular infeksi virus tersebut sebaiknya segera lakukan pengobatan menggunakan obat-obatan yang mengandung asiklovir. Pasalnya, obat yang mengandung asiklovir seperti salep Asyclovir Zovirax dapat mengatasi dan meredakan herpes mau pun cacar air dalam waktu singkat. Bahkan, gejala awal tersebut dapat teratasi secara optimal hanya dalam waktu 3 hari saja.

  • Wanita Hamil Tidak Dianjurkan Menggunakannya

Salah satu alasan penggunaan obat-obatan yang mengandung asiklovir dalam mengobati herpes mau pun cacar air banyak digunakan adalah keamanannya. Sebagai tambahan informasi, penggunaan asiklovir termasuk ke dalam obat-obatan yang aman untuk digunakan dalam jangka waktu panjang. Bahkan, penderita diperbolehkan mengonsumsi asiklovir setiap hari selama 10 tahun berturut-turut. Kendati terjamin keamanannya, ternyata penggunaan salep Acyclovir Zovirax tidak dianjurkan bagi penderita herpes atau cacar air yang sedang hamil.

Hal ini lantaran asiklovir memberikan dampak buruk pada kesehatan janin di dalam kandungan. Sebagai tambahan informasi, wanita yang sebelumnya pernah mengidap herpes atau cacar air ternyata dapat menularkan antibodi tersebut. Tidak heran jika banyak dokter yang menyarankan penderita herpes yang sedang hamil melakukan operasi c-section alias caesar dibandingkan melalui persalinan normal. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari infeksi parah penyakit herpes atau cacar air pada bayi yang baru lahir. Sebagai tambahan informasi, ternyata penggunaan salep mengandung asiklovir pada ibu hamil tanpa sepengetahuan dokter dapat menyebabkan keguguran.

  • Boleh Digunakan oleh Ibu Menyusui

Mungkin banyak orang yang belum tahu akan penyakit herpes. Penyakit herpes merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri HSV mau pun VZV yang sebelumnya sudah terdapat pada tubuh. Bibit dari virus tersebut rupanya sudah terdapat dalam tubuh Anda atau bahkan tertular dari penderita yang mengalami herpes. Tidak hanya itu saja, penyakit herpes rupanya juga tergolong ke dalam jenis penyakit yang biasa menyerang para ibu hamil. Tidak heran jika penanganannya yang kurang tepat dapat menyebabkan penyakit tersebut bertahan hingga bayi Anda lahir.

Bagi Anda yang tertarik untuk menggunakan salp Acyclovir Zovirax dalam mengatasi herpes tetapi sedang dalam menyusui, tidak ada salahnya untuk mengonsultasikannya kepada dokter. Sebagian besar dokter ternyata akan memperbolehkan Anda menggunakan salep yang mengandung asiklovir, termasuk pada area payudara seperti areola mau pun puting. Kendati demikian, tidak ada salahnya untuk membersihkan area tersebut dengan optimal saat akan menyusui bayi Anda. Bahkan, banyak ahli dermatologist yang mengharuskan Anda mencuci bersih area payudara yang biasa diolesi dengan salep Acyclovir Zovirax.

  • Jangan Pernah Berbagi Salep dengan Penderita Lain

Mungkin rasa iba Anda kepada sesame penderita herpes mendorong untuk berbagi salep Acyclovir Zovirax. Namun, siapa yang mengetahui ternyata niatan baik tersebut justru akan memperparah penyakit yang sedang diidap? Apalagi seperti yang telah banyak diketahui, salah satu karakteristik dari asiklovir hanyalah menekan jumlah dari virus yang menginfeksi tubuh dan tidak dapat membasmi virus tersebut. Saat Anda membagikan salep Acyclovir Zovirax pada penderita lain, hal ini dapat memicu virus yang sudah terinfeksi menempel pada permukaan salep.

Hal inilah yang membuat salep tidak higienis dan menjadi media penyebaran virus yang tidak diketahui tingkat keparahannya seperti apa. Maka dari itu, hindari membagikan atau menerima salep yang sebelumnya sudah digunakan oleh penderita herpes guna mencegah herpes atau cacar air semakin parah dan menyebar ke bagian tubuh lainnya.

  • Menjadikan Virus Lebih Kebal

Kendati obat satu ini tergolong ke dalam obat-obatan yang aman untuk digunakan dalam jangka waktu yang panjang, ternyata penggunaan salep yang mengandunga siklovir juga dapat menyebabkan kekebalan virus. Jika hal tersebut sudah terjadi, maka virus penyebab herpes atau pun cacar air tidak dapat diatasi menggunakan obat-obatan yang mengandung asiklovir di dalamnya. Sebagai gantinya, Anda akan diberikan obat-obatan jenis lain yang lebih ampuh dalam menekan dan membatasi jumlah virus tersebut.

  • Penggunaan pada Anak-Anak

Sebagai tambahan informasi, salep Acyclovir Zovirax ternyata aman digunakan oleh orang dewasa dan juga anak-anak. Bahkan, penggunaan salep Acyclovir Zovirax kurang dari 24 jam setelah tubuh menampakkan gejala awal dari herpes dan cacar air dapat mengurangi jumlah ruam atau pun bintik merah yang muncul di sejumlah bagian tubuh. Kendati ampuh dalam mengatasi masalah herpes mau pun cacar air pada anak-anak, ternyata salep Acyclovir Zovirax tidak akan memberikan dampak apa pun jika terlambat digunakan. Hal ini umumnya terjadi pada penggunaan salep Acyclovir Zovirax kepada anak-anak yang sudah menunjukkan gejala awal dari herpes dan cacar air selama tiga hari atau lebih. Lebih lanjut, penggunaan obat-obatan yang mengandung asiklovir termasuk salep Acyclovir Zovirax tidak diperbolehkan untuk digunakan pada anak di bawah dua tahun.

  • Menggunakan atau Mengonsumsi Jenis Obat Tertentu

Bagi Anda yang sedang mengonsumsi atau pun menggunakan salep dengan kandungan bahan tertentu, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi terkait penggunaan salep Acyclovir Zovirax. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya dampak buruk atas reaksi yang ditimbulkan dari percampuran asiklovir di dalam salep Acyclovir Zovirax dengan kandungan obat lainnya.

Kendati demikian, ternyata penggunaan obat-obatan yang mengandung a siklovir biasa dikombinasikan dengan obat-obatan yang berfungsi mengatasi atau pun membasmi infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan jamur. Sebut saja seperti gentamicin, kanamycin, tobramycin, amphotericin B hingga amikacin. Penggunaan salep Acyclovir Zovirax ternyata juga masih diperbolehkan oleh penderita HIV/AIDS yang sedang mengonsumsi atau pun menggunakan obat-obatan khusus untuk HIV/AIDS.

  • Penderita Genital Herpes Berisiko Terkena Kanker Serviks

Mungkin banyak yang belum mengetahui jika genital herpes juga memicu munculnya kanker serviks. Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk mengonsultasikannya kepada dokter jika dirasa genital herpes yang diidap tidak kunjung mereda kendati Anda sudah menggunakan salep Acyclovir Zovirax. Maka dari itu, untuk mencegah kemungkinan terburuk banyak wanita yang diminta untuk melakukan tes papsmear guna mendeteksi adanya sel kanker serviks atau kanker leher rahim yang muncul di area genital.

  • Menjaga Kebersihan Tubuh

Banyak orang yang mengira jika herpes atau pun cacar air diakibatkan oleh kurangnya menjaga kebersihan tubuh. Padahal, baik herpes mau pun cacar air merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus HSV mau pun ZVZ. Kendati demikian, bukan berarti Anda tidak diminta untuk menjaga kebersihan tubuh, terutama bagian tubuh yang berpotensi terserang herpes atau cacar air. Menjaga kebersihan tubuh ternyata berfungsi untuk menekan pertumbuhan virus penyebab herpes dan cacar air. Hal tersebut juga mencegah tersebarnya virus ke bagian tubuh lainnya. Usahakan pula untuk mengenakan pakaian yang longgar dan kering untuk mencegah infeksi lebih parah.

  • Penularan Herpes Melalui Hubungan Badan

Seperti yang telah diketahui, herpes mau pun cacar air dapat tertular secara langsung melalui kontak yang dilakukan oleh penderita ke orang lain. Tidak hanya bersalaman saja, ternyata herpes dan cacar air juga dapat menular melalui hubungan badan, terutama HSV-2 atau genital herpes yang menyerang area organ genital. Maka dari itu, hindari melakukan aktivitas satu ini dengan pasangan selama herpes atau cacar air belum benar-benar sembuh dan menghilang dari tubuh. Apalagi, penggunaan salep Acyclovir Zovirax tidak dapat mencegah penularan infeksi virus tersebut ke orang lain.

 

Comment 4Sort by


user Anonim
2018/09/25 20:59

salep ini bisa buat anak 1/sampai 2 bulan

user Editor
2018/09/28 19:21

Cobalah baca aturan pakai pada kemasan, karena Salep Acycrovil ini terdiri dari berbagai merek, tiap merek mungkin memberikan aturan pakai yg berbeda.

tetapi pada dasarnya, pemakaian salep Acycrovil Zovirax ini HARUS dengan resep dokter. Dan memang belum ada riset jangka panjang untuk penggunaan pada anak-anak.

Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori

Harap diperhatikan bahwa konten pada website sehatly.com tidak bisa untuk menggantikan peran seorang dokter ataupun praktisi kesehatannya. Konten-konten sehatly hanya bertujuan untuk memberikan informasi.