Acyclovir 5% Indofarma, Krim Herpes yang Ampuh dan Terjangkau!

Banyak dari penderita herpes yang tidak mengobati penyakitnya karena obat yang terlalu mahal. Namun, Anda dapat mengatasinya dengan Acyclovir 5% Indofarma.
9455
Acyclovir 5% Indofarma

Penyakit cacar air dan herpes merupakan salah satu penyakit yang menyerang kulit. Baik cacar air mau pun herpes ternyata disebabkan oleh infeksi virus. Bahkan, virus penyebab herpes dan cacar air ini disebut-sebut tidak dapat dibasmi secara menyeluruh. Kendati demikian, Anda tidak perlu khawatir karena hal tersebut dapat diatasi dengan menekan atau membatasi jumlah virus yang ada. Salah satu jenis obat atau bahan aktif yang sangat ampuh dalam membatasi jumlah virus tersebut adalah asiklovir. Jenis obat-obatan yang mengandung asiklovir ini pun rupanya mudah didapatkan. Bahkan, salah satu brand ternama dari obat tersebut yang paling ramah di telinga netizen Indonesia adalah salep Acyclovir 5% Indofarma.

Sekilas tentang Indofarma

 

Sekilas tentang Indofarma

Bicara soal salep Acyclovir 5% Indofarma, ternyata brand satu ini sudah malang melintang di bidang kesehatan Indonesia sejak lama. Dilansir dari laman resmi milik Indofarma, perusahaan yang menyediakan obat-obatan serta peralatan kesehatan ini sudah berdiri sejak tahun 1918. Tidak heran jika perusahaan satu ini sangat familiar di telinga netizen Indonesia. selain menyediakan obat-obatan yang branded, ternyata Indofarma juga menyediakan obat-obatan generic yang secara harga jauh lebih terjangkau oleh mayoritas netizen Indonesia. Tidak hanya menyediakan obat-obatan berupa kapsul, Indofarma juga menyediakan obat-obatan dalam bentul lain seperti salep.

Review Salep Acyclovir 5% Indofarma

 

Review Salep Acyclovir 5% Indofarma

Mungkin banyak dari Anda yang masih belum mengetahui kegunaan dari salep Acyclovir 5% Indofarma ini. sebagai tambahan informasi, Acyclovir 5% Indofarma merupakan salah satu salep khusus untuk mengatasi masalah cacar air dan herpes. Seperti namanya, bahan utama dari Acyclovir 5% Indofarma merupakan asiklovir. Asiklovir sendiri merupakan salah satu jenis bahan obat-obatan yang bersifat antiviral. Bahkan, asiklovir ampuh dalam membatasi dan mengurangi jumlah virus penyebab infeksi yang dapat memperparah kondisi cacar air atau pun herpes.

Acyclovir 5% Indofarma tidak hanya mengatasi herpes tipe 1 dan 2 saja. Namun juga dapat mengatasi shingles alias cacar ular yang pada umumnya disebabkan oleh herpes zoster. Sehubungan dengan kegunaan Acyclovir 5% Indofarma yang bersifat antiviral, hal ini tentu saja menegaskan jika salep keluaran PT. Indofarma tersebut tidak dapat digunakan untuk mengatasi masalah kulit yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau pun jamur. Kendati asiklovir termasuk ke dalam bahan yang aman digunakan setiap hari dalam jangka waktu yang panjang, ternyata penggunaan salep Acyclovir 5% Indofarma yang kurang tepat dapat menyebabkan kekebalan virus.

  • Deskripsi Produk

Kendati salep Acyclovir 5% Indofarma mudah untuk didapatkan di apotek-apotek terdekat, ternyata obat satu ini termasuk ke dalam jenis obat-obatan keras. Tidak heran jika penggunaan dari Acyclovir 5% Indofarma harus disertai dengan resep dokter atau di bawah pengawasan dokter. Hal tersebut guna menghindari efek buruk yang ditimbulkan seperti memperparah kondisi cacar air atau herpes yang sedang diderita oleh pasien.

Selain itu, salep Acyclovur 5% sendiri merupakan obat yang berbentuk krim sehingga mudah untuk diaplikasikan. Acyclovir 5% Indofarma sendiri dikemas dalam tube aluminium yang terjamin kehigienisanya. Selain itu, keunggulan dari kemasan tersebut juga mudah untuk dibawa atau disimpan karena ukurannya yang tidak terlalu besar. Salep Acyclovir 5% Indofarma sendiri memliki kemasan yang didominasi oleh warna putih.

Kegunaan dari Acyclovir 5% Indofarma

 

Kegunaan dari Acyclovir 5% Indofarma

Seperti yang banyak diketahui oleh netizen Indonesia, salep Acyclovir 5% Indofarma merupakan jenis obat yang biasa direkomendasikan untuk pasien penderita cacar air dan herpes. Tidak hanya herpes simpleks saja, ternyata salep satu ini juga ampuh dalam mengatasi cacar ular yang biasa terjadi saat pasien terserang herpes zoster.

  • Herpes Simpleks

Herpes Simpleks

Mungkin banyak dari Anda yang masih belum mengetahui jenis –jenis dari herpes. Nah, herpes simpleks merupakan herpes yang disebabkan oleh virus HSV (Herpes Simplex Virus). Biasanya penderita yang terserang herpes simpleks akan mengalami sejumlah gejala berupa ruam hingga bintik-bintik kemerahan yang disertai dengan rasa gatal pada bagian wajah, mulut atau organ intim. Herpes simpleks sendiri terbagi menjadi dua jenis, yakni herpes tipe 1 atau yang dikenal dengan oral herpes serta herpes tipe 2 yang kerap menyerang di area sekitar organ intim pasien.

  • Penyebab Herpes Simpleks

Penyakit satu ini rupanya disebabkan oleh infeksi dari HVS. Lebih lanjut, penularan virus tersebut dapat terjadi jika Anda melakukan kontak langsung dengan penderita herpes simpleks. Bahkan, herpes simpleks juga dapat menyerang anak-anak yang melakukan kontak langsung dengan orang dewasa penderita herpes simpleks. HVS sendiri rupanya tidak dapat dibasmi dan akan tetap tinggal di dalam sel tubuh penderita. Herpes tipe 1 sendiri biasanya tertular saat Anda memakai alat yang sama dengan penderita, menggunakan lipstick atau kosmetik untuk bibir yang sama dengan penderita, dan melakukan ciuman dengan penderita. Sedangkan herpes tipe 2 dapat tertular saat Anda melakukan hubungan seksual dengan penderita.

  • Siapa yang Paling Berisiko Tertular?

Herpes simpleks ternyata dapat menyerang siapa saja, tidak pandang usia mau pun jensi kelamin dari penderita. Kendati demikian, ternyata penularan herpes simpleks ini akan lebh berisiko pada orang-orang yang kerap berganti pasangan saat melakukan hubungan seksual, melakukan hubungan seksual di usia dini, orang yang memiliki imunitas lemah serta berjenis kelamin wanita. Yup! Wanita memiliki risiko yang lebih besar terserang penyakit herpes simpleks.

Bahkan, herpes simpleks merupakan salah satu jenis penyakit yang biasa muncul saat wanita sedang menjalani masa kehamilan atau pun menyusui. Wanita hamil yang terserang herpes simpleks bahkan memiliki risiko yang sangat besar untuk menularkan penyakit tersebut kepada bayi yang tengah dikandungnya.

  • Gejala yang Muncul

Penderita yang menderita herpes simpleks akan mengalami sejumlah gejala seperti luka terik di sekitar mulut mau pun organ intim, nyeri saat buang air kecil, gatal pada luka yang muncul. Namun, tidak jarang pula gejala yang muncul lebih mirip dengan gejala penderita flu seperti mengalami demam, pembengkakan pada kelenjar getah bening, mudah merasa lelah, hingga kehilangan nafsu makan.

  • Herpes Zoster

Herpes Zoster

Berbeda dari herpes simpleks, herpes zoster merupakan herpes yang disebabkan oleh iinfeksi virus VZV (Varicella-Zoster Virus).Ternyata virus tersebut merupakan virus yang juga memicu cacar air. Tidak heran jika Anda yang pernah menderita cacar air memiliki risiko yang lebih tinggi terkena herpes zoster. Herpes zoster sendiri biasanya disebabkan lantaran virus VZV di dalam tubuh kembali aktif. Biasanya, reaktivasi dari virus ini terjadi beberapa tahun setelah penderita mengalami cacar air.

Lebih lanjut, herpes zoster ternyata juga menyebabkan munculnya ruam dermatomal yang disertai dengan rasa sakit. Tidak hanya itu saja, penderita yang tidak melakukan pengobatan dapat mengalami kondisi yang lebih parah. Bahkan, kemungkinan besar penderita akan mengalami PHN (neuralgia postherpetic).

  • Gejala yang Tampak

Herpes zoster biasanya disertai dengan munculnya ruam yang berbeda dari herpes simpleks. Ruam yang disebabkan oleh herpes zoster biasanya disertai dengan bercak kemerahan, benjolan yang berisi cairan dan mudah pecah. Biasanya, ruam yang disebabkan oleh herpes zoster menyerang di bagian tubuh tertentu seperti leher, dada dan punggung.

Penderita dari herpes zoster biasanya juga akan mengalami demam, menggigil, sakit kepala, mudah merasa lelah dan juga nyeri otot. Namun, gejala-gejala tersebut merupakan fase awal. Penderita yang sudah memasuki fase lanjutan atau kronis akan mengalami gejala yang berbeda. Misalnya saja munculnya ruam yang disertai rasa nyeri pada bagian mata. Tidak hanya itu, penderita juga berisiko tinggi mengalami gangguan pada bagian telinga. Bahkan, kondisi yang sudah sangat fatal dapat menyebabkan ketulian. Lebih lanjut, herpes zoster juga memicu infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang akan memperparah kondisi kulit.

  • Diagnosa Herpes Zoster

Penyakit satu ini rupanya tidak dapat didiagnosis dengan mudah seperti herpes simpleks. Tidak heran jika herpes zoster membutuhkan sejumlah metode untuk mengetahui apakah Anda benar-benar terinfeksi virus VZV. Diagnosa tersebut meliputi uji DFA menggunakan fluorescent yang digunakan pada cairan lesi kornea atau vesikular. Tidak hanya itu saja, penderita juga diharuskan menjalani uji PCR yang dilakukan pada cairan vesicular, lesi kornea mau pun darah. Tahap terakhir adalah dengan menjalani Tzanck smear pada cairan vesicular.

  • Siapa yang Berisiko Tinggi?

Berbeda dari herpes simpleks, ternyata herpes zoster lebih banyak menyerang pasien yang sempat mengalami cacar air. Kendati demikian, ternyata terdapat sejumlah faktor yang juga memperbesar risiko terkena herpes zoster. Misalnya saja orang dewasa yang berusia di atas 60 tahun. Tidak hanya itu saja, ternyata herpes zoster akan lebih mudah menyerang orang dengan sitem imunitas yang rendah. Biasanya, kondisi yang demikian terdapat pada pasien pengidap HIV, AIDS, atau pun kanker. Tidak heran jika pasien yang kerap menjalani kemoterapi atau pun perawatan menggunakan radiasi juga lebih mudah terjangkit infeksi VZV.

Cara Penggunaan Acyclovir 5% Indofarma

 

Cara Penggunaan Acyclovir 5% Indofarma

Kendati salep atau krim Acyclovir 5% Indofarma ini mudah untuk didapatkan, ternyata Anda tidak boleh sembarangan dalam menggunakannya. Selain harus mengonsultasikannya terlebih dahulu dengan dokter, berikut sejumlah hal yang harus diperhatikan saat menggunakan Acyclovir 5% Indofarma.

  • Oleskan Secara Tipis dan Merata

Banyak dari pasien yang ingin mendapatkan hasil dalam waktu singkat dengan mengoleksan salep secara tebal-tebal. Namun, cara tersebut justru tdiak efektif. Penggunaan salep atau krim cyclovir 5% Indofarma sendiri dianjurkan untuk diolskan secara tipis dan merata. Selain itu, pastikan jika Anda menggunakan cotton bud atau sarung tangan baru saat mengaplikasikannya. Boleh juga menggunakan tangan langsung yang sudah dicuci. Pastikan jika area yang akan diolesi Acyclovir 5% Indofarma dalam kondisi bersih dan kering. Oleskan salep sampai meresap ke dalam lapisan kulit. Biasanya, pasien akan diminta untuk mengoleskan Acyclovir 5% Indofarma maksimal selama 4 jam sekali. Namun, penggunaan Acyclovir 5% Indofarma hanya dibatasi sebanyak 5 kali dalam sehari.

  • Efek Samping

Bagi Anda yang tertarik untuk menggunakan Acyclovir 5% Indofarma, tidak ada salahnya untuk mengetahui sejumlah efek samping yang mungkin ditimbulkan. Biasanya, penggunaan Acyclovir 5% dengan cara yang kurang tepat kerap menimbulkan rasa menyengat atau terbakar, gatal hingga eritema. Jika Anda sudah mengalami sejumlah gejala tersebut, tidak ada salahnya untuk langsung mengonsultasikannya kepada dokter.

  • Tidak Boleh Digunakan oleh Ibu Hamil dan Menyusui

Sebagai tambahan informasi, Acyclovir 5% Indofarma ini ternyata tidak boleh digunakan oleh wanita hamil atau pun wanita yang tengah menyusui. Hal ini lantaran kandungan asiklovir pada Acyclovir 5% Indofarma dapat menyebabkan efek yang serius pada janin atau pun bayi Anda. Bahkan, pemakaian yang berlebihan dapat memicu keguguran atau pun kecacatan pada bayi.

  • Hindarkan dari Pengidap Alergi Asiklovir

Tidak semua pasien cocok dengan kandungan asiklovir. Bahkan, sejumlah orang memberikan reaksi alergi terhadap obat yang bersifat antiviral ini. Biasanya, oenderita asiklovir yang sudah terlanjur menggunakan obat asiklovir akan mengalami sejumlah gejala yang cukup serius. Tidak hanya memicu rasa gatal, nyeri serta ruam. Pemakaian Acyclovur 5% Indofarma pada pasien yang alergi terhadap asiklovir justru akan memperparah cacar air atau herpes yang sedang diderita.

Mengapa Acyclovir 5% Indofarma

 

Mengapa Acyclovir 5% Indofarma

Banyak dari Anda yang mungkin masih bertanya-tanya mengapa harus menggunakan Acyclovir 5% Indofarma saat cacar air atau herpes melanda. Berikut sejumlah keunggulan dari Acyclovir 5% Indofarma yang perlu diketahui.

  • Terjangkau

Dibandingkan dengan obat sejenis, Acyclovir 5% Indofarma memiliki harga yang sangat terjangkau. Acyclovir 5% Indofarma sendiri dijual di apotek-apotek terdekat dengan kisaran harga Rp 4.000 hingga Rp 5.000. tentu saja harga tersebut tergolong harga yang sangat ekonomis dan dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat.

  • Tersedia di Apotek Terdekat

Kendati termasuk ke dalam golongan obat keras, ternyata salep Acyclovir 5% Indofarma visa dibeli di apotek-apotek terdekat. Bahkan, Anda bisa membelinya tanpa harus menunjukkan resep dokter terlebih dahulu. Namun, penggunaan Acylovir 5% Indofarma harus dibawah pengawasan dokter untuk menghindari efek buruk yang tidak diinginkan.

  • Mengandung Asiklovir

Seperti namanya, Acyclovir 5% Indofarma memang menggunakan asiklovir sebagai bahan utamanya. Asiklovir merupakan jenis obat yang sudah sejak beberapa dekade silam digunakan untuk mengatasi masalah cacar air dan herpes. Selain itu, penggunaan asiklovir dalam jangka waktu yang panjang masih aman-aman saja. Bahkan, penggunaan asiklovir setiap hari selama 10 tahun berturut-turut tidak akan menimbulkan efek samping yang membahayakan kesehatan Anda.

Comment 1Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori

Harap diperhatikan bahwa konten pada website sehatly.com tidak bisa untuk menggantikan peran seorang dokter ataupun praktisi kesehatannya. Konten-konten sehatly hanya bertujuan untuk memberikan informasi.