Zoter Cream, Salep Keluaran Interbat yang Tumpas Herpes dan Cacar!

Dari beragam salep khusus herpes dan cacar yang ada di Indonesia, tidak ada salahnya untuk menjatuhkan pilihan pada Zoter Cream keluaran Interbat.
3518
Zoter Cream

Bicara soal penyakit herpes dan cacar air, jenis obat yang banyak disarankan oleh para ahli dermatologist adalah obat-obatan yang mengandung asiklovir. Sebagai tambahan informasi, asiklovir merupakan obat yang berfungsi sebagai antiviral sehingga dapat mengatasi penyakit yang disebabkan oleh penginfeksian virus. Nah, salah satu obat dengan kandungan tersebut adalah Zoter Cream. Sebenarnya apa saja sih informasi dan keunggulan Zoter Cream dari krim sejenis yang banyak beredar saat ini, terutama dalam mengatasi penyakit herpes dan cacar air?

Review tentang Zoter Cream

 

Review tentang Zoter Cream

Obat yang memiliki nama Zoster Cream ini merupakan salah satu obat yang digunakan untuk mengatasi penyakit herpes mau pun cacar air. Dalam kemasan Zoter Cream tertera informasi jika setiap kemasannya mengandung asiklovir sebanyak 5%. Zoter Cream sendiri dijual dalam kemasan tube yang berisi krim sebanyak 5 gram. Lebih lanjut, ternyata obat ini diproduksi oleh salah satu produsen obat, Interbat. Dilansir dari laman resmi milik Interbat, perusahaan satu ini bergerak sebagai distributor tunggal produk-produk farmasi asal Eropa. Namun, di tahun 1959, perusahaan satu ini mendapat izin produksi sehingga berdiri menjadi salah perusahaan farmasi di Indonesia.

Keunggulan dari Zoter Cream

 

Keunggulan dari Zoter Cream

Mungkin banyak dari Anda yang masih belum mengetahui apa keunggulan Zoter Cream dibanding dengan krim atau obat-obatan dengan kandungan asiklovir lainnya. Sebagai tambahan informasi, obat yang dikeluarkan oleh Interbat ini mengklaim mampu mengetasi sejumlah masalah kesehatan yang menyerang kulit seperti berikut:

  • Mengobtai herpes simpleks akut pada kulit dan membrane mukosa, herpes oster, serta herpes genital episode awal mau pun berulang.
  • Sebagai tahap pencegahan atau profilaksis kambuhnya herpes simplesk pada pasien immune compromised.
  • Untuk mengobati infeksi cacar yang disebabkan oleh virus varicella.

Sekilas tentang Herpes dan Cacar

 

herpes

Seperti yang telah diketahui, Zoster Cream memiliki sejumlah kegunaan yang berhubungan dengan penyakit kulit, terutama herpes dan cacar air. Bicara soal dua jenis penyakit ini, ternyata masih banyak orang yang masih belum bisa membedakannya. Kendati disebabkan oleh virus, baik cacar mau pun herpes ternyata disebabkan oleh jenis virus yang berbeda. Berikut penjelasan lebih lanjut tentang herpes dan cacar yang dapat diatasi dengan Zoster Cream.

  • Herpes Simpleks

Sebagai tambahan informasi, herpes merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Virus penyebab herpes dikenal juga dengan sebutan HSV alias Herpes Simplex Virus. Sejumlah gejala yang dapat membantu Anda mengetahui dari penyakit herpes simpleks adalah munculnya ruam atau bintik kemerahan di sekitar area mulut atau pun organ genital. Tidak heran jika penyakit herpes simpleks terbagi menjadi dua jenis, yakni:

  • Herpes Tipe 1

Herpes yang menyerang di sekitar mulut juga dikenal dengan herpes tipe 1. Biasanya, herpes tipe 1 ini juga menyebabkan cold sores di sekitar luka yang ditimbulkan. Tidak hanya itu saja, ternyata herpes tipe satu juga dapat menyebabkan pelebaran luka di bagian lain di area wajah. Sebut saja seperti mata yang dapat menjadi masalah serius jika dibiarkan kondisinya.

  • Herpes Tipe 2

Sedangkan herpes tipe 2 yang menyerang daerah genital dapat menyebar ke daerah sekitar anus. Penanganan herpes tipe 2 ini dapat diatasi dengan penggunana obat-obatan khusus seperti Zoter Cream. Kendati demikian, tidak bisa dipungkiri jika perawatan terhadap herpes tipe 2 harus dilakukan lebih rumit dibanding tipe 1. Selain itu, ternyata penyakit herpes tipe 2 ini dapat menyebar dengan mudah ke orang lain lewat hubungan seksual. Uniknya, baik herpes tipe 1 mau pun tipe 2 ternyata dapat menjadi pemicu dari masing-masing tipe herpes.

  • Gejala

Banyak dari Anda yang mungkin masih belum membedakan gejala-gejala yang muncul pada penderita disebabkan oleh herpes atau cacar air. Dilansir dari laman resmi milik WHO, penderita yang mengalami herpes simpleks akan mengalami sejumlah gejala seperti berikut ini. Sebagai tambahan informasi, infeksi yang disebabkan oleh HSV ternyata bersifat asimfomatik sehingga membuat penderita kerap tidak menyadari jika dirinya telah terinfeksi. Tidak heran jika banyak penderita yang telat mengobati herpes.

Namun, herpes tipe satu biasanya ditandai dengan munculnya luka atau pun lecet yang disertai dengan rasa nyeri mau pun perih. Gejala satu ini biasa dinamakan dengan istilah cold sores. Penderita juga akan merasakan kesemutan serta sensasi rasa terbakar. Biasanya, gejala tersebut akan muncul secara berkala dengan intensitas yang berbeda. Sedangkan herpes tipe 2 memiliki gejala yang sangat sulit untuk diketahui. Umumnya, herpes genital biasa diketahui saat penderita memiliki luka atau lecet di bagian anal mau pun area genital.

  • Herpes Zoster

Selain herpes simpleks, ternyata terdapat juga herpes zoster atau yang lebih dikenal dengan sebutan cacar ular. Penyakit satu ini disebabkan oleh infeksi virus Varicella-Zoster Virus (VZV). Sebagai tambahan informasi, ternyata herpes zoster biasa dialami oleh mereka yang pernah mengidap cacar air sebelumnya. Apalagi, virus penyebab cacar air merupakan varicella. Kendati tidak mengalami infeksi pada waktu yang singkat, cacar ular alias herpes zoster biasanya akan menjangkit penderita dalam kurun waktu beberapa tahun setelah penderita mengidap cacar air. Tidak heran jika herpes zoster juga menyerang sistem saraf yang disebut dengan dorsal akar ganglia. Kendati demikian, rupanya orang dengan usia yang lebih tua memiliki risiko yang lebih tinggi terserang penyakit satu ini. Tidak heran jika imunisasi herpes zoster ini sangat dianjurkan untuk Anda yang memiliki usia 60 tahun atau lebih. Namun, untuk pencegahan lebih lanjut, tidak ada salahnya jika Anda yang masih berusia di bawah 60 tahun melakukan herpes zoster.

  • Gejala

Berbeda dari herpes simpleks yang mudah dikenali dari sejumlah gejala yang muncul, ternyata herpes zoster memiliki tiga fase yang banyak dijelaskan oleh para dermatologist sebagai berikut:

  • Fase preeruptif (preherpetic neuralgia), biasa ditandai dengan rasa nyeri atau gatal yang berlangsung selama 1-10 hari. Tidak hanya merasakan nyeri mau pun gatal pada bagian kulit saja, ternyata penderita juga merasakan nyeri di bagian kepala yang dapat memicu sakit kepala. Tidak hanya itu saja, pada fase ini, gejala yang timbul ternyata dapat menyebabkan iritis, peluritis, neuritis, nyeri jantung hingga radang usus buntu.
  • Fase erupsi menyebabkan munculnya erutema yang menyerang sejumlah bagian tubuh. tidak hanya itu saja, ternyata pada fase ini kerap menyerang sejumlah gangguan pada bagian vesicular. Bahkan, luka yang ditimbulkan dapat menimbulkan jaringan parut pada lapisan kulit yang lebih dalam sehingga penanagannya akan menjadi lebih kompleks.
  • Fase kronis yang biasa menyebabkan PHN, PHN sendiri merupakan salah satu penyakit yang muncul akibat menderita herpes zoster. PHN sendiri ditandai dengan munculnya rasa nyeri yang berlangsung selama 30 hari atau lebih. Tidak hanya itu saja, biasanya penderita juga akan memiliki luka berbentuk lesi. Kendati demikian, ternyata PHN lebih sering muncul setelah penderita mengidap herpes zoster opthalmicu atau (HZO) yang kerap menyerang bagian tubuh bagian atas.
  • Jenis-Jenis Herpes Zoster

Bagi Anda yang masih penasaran dengan tipe-tipe herpes, ternyata herpes zoster terbagi menjadi beberapa macam sebagai berikut:

  • Cabang maksiliaris saraf kranial atau yang biasa disebut dengan (CN) V
  • Herpes zoster oticus atau yang biasa dikenal dengan sindrom Ramsay Hunt
  • Glossopharyngeal dan vagal herpes zoster
  • Herpes occipitocollaris (saraf vertebral C2 dan C3)
  • Diseminata herpes zoster
  • Herpes zoster encephalomyelitis
  • Herpes zoster rekuren
  • Herpes zoster unilateral yang menyerang sejumla dermatom sekaligus
  • Herpes zoster yang menyerang kandung kemih, bronki, pleural mau pun saluran pencernaan
  • Herpes zoster yang menyerang saraf motoric
  • Diagnosis Herpes Zoster

Jika herpes simpleks lebih mudah dikenali lewat gejalanya, ternyata herpes zoster memiliki cara diagnose yang berbeda dari herpes simpleks. Dilansir dari laman e-Medicine, herpes zoster dapat diketahui jika Anda melakukan sejumlah tes kesehatan yang meliputi:

  • Tes DFA alias Direct Fluorescent Antibody yang menguji cairan vesicular mau pun lesi kornea
  • Uji PCR atau Polymerase Chain Reaction yang menggunakan cairan vesicular, lesi korna mau pun dari darah
  • Tzanck Smear
  • Herpes Memicu Kanker Serviks

Mungkin banyak yang belum mengetahui jika genital herpes juga memicu munculnya kanker serviks. Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk mengonsultasikannya kepada dokter jika dirasa genital herpes yang diidap tidak kunjung mereda kendati Anda sudah menggunakan salep Zoter Cream. Maka dari itu, untuk mencegah kemungkinan terburuk banyak wanita yang diminta untuk melakukan tes papsmear guna mendeteksi adanya sel kanker serviks atau kanker leher rahim yang muncul di area genital.

  • Penyebaran Herpes

Kendati disebabkan oleh infeksi virus, ternyata virus herpes sendiri dapat menular dengan cepat kepada orang yang melakukan kontak langsung dengan penderita herpes. Baik dengan berjabat tangan atau pun melakukan hubungan seksual. Khusus untuk herpes tipe 1, penyebaran virusnya ternyata juga dapat bermula dari penggunaan peralatan makan yang sama dengan penderita atau bahkan menggunakan lipstick atau pun cosmetics tools yang sama. Penggunaan peralatan mandi yang sama seperti handuk juga dapat menularkan virus herpes mau pun cacar air. Tidak heran jika orang yang pernah mengiap cacar memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami herpes dibanding orang yang sebelumnya belum pernah terkena cacar air.

  • Cacar Air

Selain penyakit herpes, ternyata salah satu fungsi dari Zoster Cream adalah cacar air. Cacar air merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Sama seperti herpes zoster, cacar air ternyata juga disebabkan oleh Varicella-Zoster Virus atau yang biasa dikenal dengan sebutan VZV. Sejumlah gejala yang ditimbulkan saat Anda mengidap cacar air adalah munculnya luka lecet mau pun ruam yang mendominasi area wajah dan leher. Namun, kondisi yang sudah serius juga menyebabkan penyebaran virus hingga ke bagian tubuh lainnya. Sebagai tambahan informasi, masa inkubasi dari virus satu ini berlangsung antara 10 hingga 21 hari. Bahkan, sejumlah gejalanya pun hampir menyerupai penyakit flu yang kerap menipu banyak penderita pada gejala awal.

  • Gejala

Kendati mudah dikenali, ternyata gejala dari cacar air sendiri memiliki tahapan yang berbeda-beda. Sebut saja seperti gejala sebelum ruam muncul di mana penderita akan merasakan tidak enak badan. Gejala satu ini biasa disebut dengan istilah malaise. Tidak hanya itu, penderita umumnya akan merasakan demam. Sebagai tambahan informasi, ternyata orang dewasa yang terserang cacar air akan mengalami demam yang lebih parah dibanding penderita pada usia anak-anak. Lebih lanjut, gejala yang muncul sebelum ruam terlihat adalah nyeri di sejumlah otot tubuh. Bahkan, kondisi terparahnya akan membuat penderita sering merasa mual.

Sedangkan gejala saat ruam sudah terlihat biasanya ditandai dengan lokasi penyebaran ruam yang terlihat memenuhi area tertentu. Tidak hanya itu, ruam juga kerap disertai dengan munculnya luka lecet yang dapat memperparah kondisi cacar air. Munculnya ruam dan luka lecet ternyata juga menimbulkan rasa nyeri pada sebagian penderita. Selain itu, sejumlah penderita bahkan mengeluhkan kesulitan saat bernafas.

Cara Penanganan Herpes dan Cacar Air

 

Cara Penanganan Herpes dan Cacar Air

Kendati herpes dan cacar air disebabkan oleh infeksi virus, hal tersebut tidak akan membatasi cara penanganan dari kedua penyakit ini. Bahkan, terdapat sejumlah cara untuk mengatasi penyakit herpes dan cacar air yang sangat ampuh dan wajib untuk dicoba seperti berikut.

  • Mengonsumsi Obat-Obatan Antiviral

Bagi Anda yang bingung bagaimana cara mengatasi penyakit herpes dan cacar air, tidak ada salahnya untuk mengonsumsi jenis obat-obatan yang mengandung bahan antiviral di dalamnya. Sebut saja seperti asiklovir yang bersifat antiviral dan banyak digunakan dalam obat-obatan khusus herpes dan cacar air. Selain asiklovir, Anda juga dapat mengonsumsi jenis obat lain yang mengandung bahan seperti famcyclovir dan valacyclovir.

  • Mengoleskan Salep Khusus

Selain mengonsumsi obat-obatan khusus herpes dan cacar air, Anda juga dapat mengatasinya menggunakan krim atau salep khusus. Biasanya, salep atau krim tersebut juga dilengkapi dengan kandungan bahan antiviral seperti asiklovir, famcyclovir mau pun valacyclovir. Salah satu krim yang mengandung asiklovir di dalamnya adalah Zoter Cream.

  • Mengonsumsi Obat yang Mengandung Acetaminophen

Cacar air mau pun herpes ternyata tidak hanya menimbulkan ruam mau pun luka lecet, tetapi juga kerap menyebabkan demam pada penderitanya. Nah, untuk meredakan demam yang menyerang, Anda dapat mengonsumsi obat yang mengandung acetaminophen. Acetaminophen sangat dianjurkan bagi penderita yang mengalami demam tinggi disertai dengan rasa nyeri. Tidak hanya acetaminophen, penderita yang mengalami demam atau pun nyeri juga dapat mengonsumsi aspirin yang ampuh dalam mengurangi rasa nyeri dalam waktu singkat. Kendati demikian, penggunaan obat-obatan tersebut harus sesuai dengan petunjuk dokter, terutama Anda yang sedang menjalani masa kehamilan atau pun menyusui.

  • Menjaga Keseimbangan Cairan

Saat Anda mengidap herpes atau cacar air, sangatlah penting untuk menjaga asupan cairan. Pasalnya, menjaga asupan cairan akan mencegah dehidrasi. Apalagi, menjaga tubuh tetap terhidrasi akan mempercepat proses penyembuhan tubuh Anda. Kendati dianjurkan untuk mengonsumsi banyak cairan, Anda tidak disarankan untuk menyantap minuman dengan kandungan gula berlebih.

Kandungan pada Zoter Cream, Asiklovir

 

asiklovir

Zoter Cream merupakan salah satu krim atau salep yang sangat disarankan untuk mengatasi masalah herpes dan cacar air. Hal ini lantaran Zoter Cream menggunakan bahan utama asiklovir. Sebagai tambahan informasi, asiklovir sendiri merupakan bahan yang sangat ampuh dalam mengatasi penyakit yang disebabkan oleh virus, terutama herpes dan cacar air. Kendati bersifat antiviral, ternyata asiklovir tidak dapat membunuh atau membasmi virus penyebab herpes dan cacar air. Kendati demikian, pemakaian obat-obatan yang mengandung asiklovir akan membantu mengurangi jumlah dari virus yang menginfeksi.

  • Cara Penggunaan Asiklovir

Penggunaan asiklovir dalam berbagai jenis obat-obatan khusus herpes dan cacar air rupanya sangat beragam. Tidak hanya dapat dikonsumsi dalam bentuk pil, asiklovir juga dikemas dalam bentuk krim atau salep seperti Zoter Cream. Nah, bagi Anda yang tertarik untuk menggunakan Zoter Cream yang notabene termasuk ke dalam jenis obat topical, pastikan untuk menjaga kebersihan tangan. Terutama bagi Anda yang terbiasa menggunakan tangan untuk mengoleskan obat tersebut. Hal ini rupanya bukan tanpa alasan.

Sebagai tambahan informasi, banyaknya kuman, bakteri mau pun kotoran yang menempel pada permukaan kulit tangan dapat memperparah kondisi herpes atau cacar air yang sedang diidap. Anda juga dapat menyiasatinya dengan menggunakan sarung tangan. Penggunaan obat-obatan yang mengandung asiklovir ini ternyata harus diulangi setiap 3 hingga 4 jam sekali. Kendati demikian, Anda tidak diperbolehkan menggunakan obat tersebut lebih dari 6 kali dalam sehari.

  • Waktu Penggunaan

Mungkin banyak dari Anda yang masih belum paham kapan salep yang mengandung asiklovir di dalamnya seperti Zoter Cream ini harus digunakan. Dilansir dari laman kesehatan milik Web MD, penggunaan salep yang mengandung asiklovir seperti Zoter Cream ini ternyata dapat digunakan begitu Anda mengalami gejala awal dari herpes atau pun cacar air.

  • Sudah Digunakan Sejak Lama

Salah satu keunggulan dari asiklovir yang terkandung dalam obat herpes dan cacar air seperti Zoter Cream ini ternyata juga berkaitan dengan lama waktu penggunaannya. Siapa yang akan menyangka jika penggunaan asiklovri dalam mengatasi herpes, baik herpes simpleks mau pun zoster sudah dimulai sejak tahun 1982. Bahkan, pada waktu itu, asiklovir dikemas dalam bentuk salep seperti Zoter Cream ini. Tidak hanya itu saja, penggunaan asiklovir sendiri sudah dijamin keamanannya. Dilansir dari laman milik American Sexual Health Association, asiklovir sangat aman kendati dikonsumsi setiap hari hingga 10 tahun lamanya.

Keunggulan Zoter Cream yang Wajib Diketahui

 

Zoter Cream

Zoter Cream merupakan salah satu salep yang sangat direkomendasikan oleh para ahli untuk mengatasi masalah herpes dan cacar air. Hal ini tidak lain tidak bukan dikarenakan oleh adanya kandungan asiklovir di dalamnya.

  • Ampuh Meredakan Cold Sores

Salep Zoter Cream ternyata sudah sejak lama direkomendasikan untuk menanagani masalah kesehatan seperti herpes dan cacar air. Hal ini lantaran kandungan asiklovir di dalamnya yang sudah sejak beberapa dekade yang lalu digunakan dalam mengatasi masalah herpes dan cacar air. Bahkan, sejumlah netizen pun berani mengklaim jika salep Zoter Cream dapat mengatasi cold sores yang kerap muncul saat Anda terserang herpes simpleks, tepatnya herpes tipe satu yang biasa menyerang area sekitar mulut dan wajah. Cold sores merupakan salah satu luka lecet atau ruam yang memenuhi area bibir dan wajah. Tidak heran pula jika gejala satu ini kerap membuat penderita merasa kurang nyaman dan terganggu. Namun, jangan khawatir karena hal tersebut dapat diatasi dengan mengoleskan Zoter Cream.

Kandungan asikovir di dalam Zoter Cream akan membantu mempercepat proses penyembuhan cold sores. Apalagi bagi penderita yang juga mengalami pembengkakan pada luka tersebut. mengoleskan Zoter Cream setidaknya tiga kali dalam sehari pada luka yang ditimbulkan akan mempercepat proses penyembuhan. Bahkan hanya dalam waktu dua sampai tiga hari saja luka akan mengempes dan mongering.

  • Dapat Mengatasi Herpes di Sekitar Genital Area

Herpes simpleks tidak hanya menyerang area mulut dan wajah saja. Namun juga area genital atau organ intim yang biasa dikenal banyak orang dan ahli dermatologist sebagai herpes tipe 2. Herpes tipe 2 ini sangat mudah tertular pada orang yang kerap melakukan hubungan seksual dengan penderita atau pun berganti-ganti pasangan dalam berhubungan seksual. Luka lecet yang ditimbulkan oleh herpes tipe 2 ini umumnya akan muncul di bagian dekat organ intim atau bahkan daerah anal. Tidak heran jika perawatan herpes tipe 2 ini lebih rumit ketimbang herpes tipe 1.

Menggunakan Zoter Cream, terutama pada luka yang muncul akibat herpes genital tidak hanya ampuh mengeringkan luka yang ada. Namun juga membantu mempercepat proses healing sekaligus mencegah terjadinya infeksi lebih lanjut yang dapat memperparah keadaannya. Tentu saja penggunaan Zoter Cream terbilang lebih mudah dibanding harus menggunakan metode lain dalam mengatasi herpes genital.

  • Mempercepat Proses Penyembuhan Cacar Air

Manfaat lain yang dapat diperoleh dari penggunaan Zoter Cream adalah ampuh dalam mempercepat proses penyembuhan cacar air. Penggunaan Zoter Cream yang mengandung asiklovr di dalamnya ternyata dapat mengeringkan sekaligus mengempeskan cacar air dalam waktu singkat. Bahkan, proses yang biasanya membutuhkan waktu 2 sampai 3 hari dapat menjadi lebih singkat, 1 hingga 2 hari saja. Pemakaian Zoter Cream ini ternyata juga ampuh bagi penderita herpes atau cacar air yang memiliki luka lecet mau pun benjolan yang berisi air.

  • Mudah Didapat di Apotek Terdekat

Keunggulan lainnya dari Zoter Cream adalah keberadaannya yang tersebar luas di hampir seluruh apotek di Indonesia. Hal ini lantaran Zoter Cream diproduksi oleh salah satu perusahaan obat-obatan dalam negeri, Interbat yang menjadikan proses pendistribusiannya semakin mudah dan tersebar merata. Kendati demikian, ternyata Zoter Cream termasuk ke dalam jenis obat keras yang penggunaannya harus sesuai dengan anjuran dokter.

Pantangan Zoter Cream

 

Zoter Cream

Zoter Cream yang digunakan untuk mengatasi herpes dan cacar air ini ternyata memiliki sejumlah pantangan yang harus diindahkan. Berikut sejumlah pantangan yang tidak boleh dilakukan saat Anda menggunakan Zoter Cream yang mengandung asiklovir di dalamnya.

  • Tidak Membunuh Virus

Bagi Anda yang menggunakan Zoter Cream untuk mengatasi herpes dan cacar air, jangan berharap jika salep ini dapat membasmi atau bahkan membunuh virus tersebut. Sebagai cacatan, kandungan asiklovir di dalam salep Zoter Cream ternyata hanya dapat menekan dan membatasi jumlah virus penyebab herpes dan cacar air. Tidak heran jika salep Zoter Cream tidak dapat mencegah penularan infeksi virus tersebut kepada orang lain. Apalagi, penyebaran virus dari VZV mau pun HSV sangatlah mudah. Hanya dengan melakukan kontak fisik secara langsung dengan penderita, virus akan dengan mudah menyebar ke penderita yang baru.

  • Menggunakan Jenis Obat Tertentu

Penggunaan Zoter Cream memang terbilang aman untuk semua kalangan dan usia. Kendati demikian, penggunaan Zoter Cream juga harus dilakukan secara hati-hati, terutama bagi Anda yang sedang melakukan pengobatan terhadap penyakit tertentu dalam waktu yang bertepatan. Sejumlah jenis obat-obatan tertentu ternyata menimbulkan reaksi yang buruk saat dikombinasikan dengan penggunaan Zoter Cream yang mengandung asiklovir di dalamnya. Jika dipaksakan, jangan sampai kaget dengan akibat yang ditimbulkan. Tidak hanya dapat memperparah kondisi herpes atau cacar air yang sedang diderita. Namun juga dapat memicu munculnya penyakit lainnya.

  • Zoter Cream Tidak untuk Digunakan Pemilik Hipersensitivitas Asiklovir

Kendati Zoter Cream sangat dianjurkan untuk mengatasi penyakit herpes dan cacar air, rupanya salep yang menggunakan asiklovir sebagai bahan utamanya ini tidak dianjurkan untuk penderita hipersensitivitas asiklovir mau pun valacyclovir. Hal ini lantaran pemilik alergi terhadap dua jenis obat tersebut dapat menimbulkan efek yang sangat berisiko bagi kesehatan tubuh. Biasanya, Anda yang memiliki alergi terhadap jenis obat seperti asiklovir besar kemungkinan akan mengalami sejumlah gejala seperti berikut:

  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Kelelahan berlebihan
  • Merasa kurang enak badan atau disebut juga sebagai malaise
  • Sakit kepala
  • Gatal atau sensasi rasa panas pada bagian tenggorokan
  • Munculnya ruam yang lebih banyak di sejumlah bagian tubuh tertentu
  • Mengalami kesulitan dalam bernafas

Dosis Tepat Penggunaan Zoter Cream

 

Zoter Cream

Penggunaan Zoter Cream pada penderita herpes dan cacar air sendiri ternyata tidak boleh sembarangan. Pasalnya, penggunaan yang berlebihan justru dapat memicu munculnya masalah penyakit kulit yang lain. Maka dari itu, tidak ada salahnya jika Anda mematuhi cara penggunaan Zoter Cream yang aman dan telah disesuaikan oleh ahlinya. Sebagai tambahan informasi, penggunaan Zoter Cream pada penderita herpes mau pun cacar air ternyata sangat disarankan untuk mengokesjannya setiap 4 jam sekali. Tidak hanya itu saja, ternyata Anda tidak terikat dengan dosis malam.

Kendati Zoter Cream mengandung asiklovir yang sangat aman digunakan kendati dalam jangka waktu yang cukup lama, ternyata penggunaan Zoter Cream harus dilakukan secara bertahap. Bagi Anda yang menggunakan Zoter Cream pada saat gejala awal muncul, biasanya dokter atau dermatologist akan menyarankan untuk menggunakan Zoter Cream selama lima hari. Namun, juga dalam kurun waktu tersebut masih belum terlihat hasilnya, dokter atau dermatologis akan meminta pasien untuk menggunakan Zoter Cream hingga 10 hari pemakaian.

  • Lewatkan Jam Pengobatan yang Terlewat

Seperti yang telah diketahui sebelumnya, penggunaan Zoter Cream yang mengandung asiklovir di dalamnya harus dilakukan secara rutin dan bertahap. Apalagi, pasien akan diminta untuk mengoleskan kembali krim dari Zoter Cream setiap 4 jam sekali. Namun, bagi Anda yang tidak terlanjur melewatkan jam pengolesan ternyata dilarang untuk menggabungkan jam pengolesan menjadi satu. Hal tersebut lantaran dapat menyebabkan reaksi yang tidak diinginkan. Bahkan, kulit akan terasa terbakar dan sakit jika hal tersebut dilakukan. Maka dari itu, bagi Anda yang melewatkan waktu pengolesan sebaiknya langsung lakukan pengolesan selanjutnya. Ingat, oleskan Zoter Cream secara tipis dan merata pada area yang luka untuk mempercepat proses penyerapan kandungan dalam krim ke dalam lapisan kulit.

  • Peraturan untuk Wanita Hamil

Kandungan asiklovir pada salep Zoter Cream ternyata membuat banyak orang berdebat mengenai keamanannya. Bahkan, sejumlah orang menyebut jika kandungan asiklovir yang juga digunakan pada Zoter Cream dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada janin atau bayi yang dikandung. Bahkan, sejumlah pendapat menyebutkan jika kandungan asiklovir dapat menyebabkan bayi mengalami kecacatan atau bahkan keguguran. Kendati demikian, ternyata hal tersebut dipatahkan oleh hasil penelitian yang menyebut jika asiklovir tidak memberikan reaksi yang fatal pada janin atau bayi yang terkandung. Namun, penggunaan obat-obatan yang mengandung asiklovir di dalamnya juga harus dikonsultasikan terlebih dahulu pada dokter untuk menghindari efek buruk yang tidak diinginkan.

Mungkin banyak dari Anda yang mengeluhkan harga dari Zoter Cream yang sedikit lebih mahal dibanding krim lokal sejenis. Kendati demikian, ternyata harga tersebut memberikan kualitas produk yang banyak mmebuat penderita herpes dan cacar air puas dengan hasilnya. Bahkan, banyak dari masyarakat atau etizen yang mengaku penggunaan Zoter Cream memberikan hasil yang lebih cepat dibanding krim sejenis. Jadi, mau pilih krim dengan kandungan asiklovir yang mana?

Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori

Harap diperhatikan bahwa konten pada website sehatly.com tidak bisa untuk menggantikan peran seorang dokter ataupun praktisi kesehatannya. Konten-konten sehatly hanya bertujuan untuk memberikan informasi.