9 Gejala Usus Buntu yang Harus Anda Waspadai

Usus buntu memang sudah cukup sering didengar. Tapi jangan salah, penyakit ini juga membahayakan dan bisa mengancam jiwa. Kenali gejalanya sebagai berikut ini.
2787
gejala usus buntu

Apendisitis atau penyakit usus buntu terjadi ketika usus buntu kamu, kantung berbentuk seperti cacing yang menempel di usus besar, mengalami radang. Masalah ini bisa membahayakan nyawa jika usus buntu sampai pecah, tapi dokter biasanya mengambilnya lewat jalan operasi sebelum hal ini terjadi. Sebelum terlambat, gejala usus buntu perlu disadari sejak dini.

Meski begitu, diagnosisnya bisa sedikit rumit, kata Michael Payne, MD, seorang ahli pencernaan dengan Aliansi Kesehatan Cambridge, sistem pelayanan kesehatan yang bekerja sama dengan Harvard, di Cambridge, Massachusetts. “Ini merupakan penyakit yang sangat umum dan banyak orang tidak memiliki gejala yang klasik,” ujarnya. “Kamu harus meletakkan tangan di perut untuk benar-benar bisa melihat dengan pastinya.”

Kunjungi doktermu jika kamu memiliki gejala berikut ini.

Sakit pada pusar merupakan gejala usus buntu yang pertama

 

Nyeri karena usus buntu sering kali muncul pada perut bagian kanan bawah. Namun, tanda pertamanya adalah rasa tidak nyaman di sekitar pusar, yang kemudian bergerak ke perut bagian bawah.

Beberapa orang, termasuk anak-anak dan wanita hamil, dapat merasakan nyeri di area yang berbeda pada perut atau sampingnya.

Rasa sakit tersebut juga akan memburuk jika kamu menggerakkan kaki atau perutmu; batuk atau bersin; atau ketika kamu bergetar –misalnya saat berkendara melewati jalanan yang tidak rata. Waspadai jika kamu merasakan gejala usus buntu ini.

Rasa sakit yang memburuk dengan cepat

 

Begitu rasa sakit berada di bagian bawah perut, rasa sakitnya bisa sangat intens. Dr. Payne mengatakan bahwa banyak pasiennya menggambarkannya sebagai, “seperti rasa sakit yang tidak pernah mereka alami sebelumnya.”

Apendisitis (usus buntu) bisa cukup parah sampai bisa membangunkan seseorang yang sedang tidur. Ketika rasa sakitnya menyerang, tingkat keparahan sakitnya bisa meningkat dengan cepat dalam hitungan jam, ujar Dr. Payne.

Demam ringan dan menggigil

 

Gejala usus buntu bisa menyerupai flu perut (terserang virus perut), termasuk diantaranya demam ringan, menggigil, dan gemetar.

Dr. Payne mengatakan bahwa jika kamu merasa sakit perut dengan demam 100 derajat Fahrenheit atau sekitar 38 derajat Celcius, kemungkinan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tapi jiga demam mencapai 103 derajat Fahrenheit atau 39 derajat Celcius dan rasa nyeri di perutmu sangat parah sampai kamu tidak bisa berdiri tegak, kemungkinan itu adalah usus buntu.

Muntah, mual, atau kehilangan nafsu makan

 

 

“Kamu tidak akan mengalami muntah yang sampai menyembur,” ujar Dr. Payne. “Tidak seperti dalam film The Exorcist,”

Tapi, kemungkinan beberapa hari nafsu makanmu akan turun dengan sedikit mual dan muntah, sama seperti jika kamu mengalami flu perut (terserang virus perut). Jika kondisi ini membaik dalam satu atau dua hari, kemungkinan kamu tidak akan apa-apa.

Tapi jika terus memburuk –terutama jika kamu juga mengalami demam dan nyeri perut di kanan bawah– Dr. Payne menyarankan untuk mencari perhatian medis. Jika kamu muntah-muntah selama lebih dari 12 jam, atau mengalami diare selama lebih dari beberapa hari, kamu perlu menghubungi dokter.

Konstipasi (susah buang air besar) atau diare

 

Seperti banyak gejala lainnya, gejala ini bisa jadi tidak parah dan kadang akan datang setelah kamu mengalami nyeri perut. Tapi jika kamu mengalami diare – terutama jika ada banyak lendir di dalamnya – disertai dengan rasa sakit di perut bagian kanan bawah, segera temui dokter.

Gas dan kembung juga bisa jadi salah satu gejala usus buntu

 

Makan lima potong pizza dan mengakhirinya dengan beberapa bir akan membuat siapa saja mengalami kembung dan gangguan pencernaan. Tapi jika kamu tidur setelah menikmati makanan dan terbangun masih dengan rasa sakit –atau rasa sakitnya semakin parah– kamu harus waspada. Juga, waspadalah jika kamu mengalami kembung lebih dari beberapa hari, perut yang berisi banyak gas disertai dengan sakit perut, atau punya masalah mengeluarkan gas.

Hal-hal tersebut adalah gejala umum yang dapat mengindikasikan apendisitis atau usus buntu jika gejala tersebut muncul disertai dengan gejala lain seperti demam dan nyeri di perut bagian kanan bawah.

Nyeri saat dilepas setelah perut ditekan

 

Rasa nyeri ini muncul ketika kamu menekan bagian kanan bawah perutmu, kemudian merasakan sakit ketika tekanannya dilepaskan. Dr. Payne mengatakan agar tidak menekan perutmu lagi — “jika sakit, jangan dilakukan lagi” adalah peraturan yang bagus dalam hal rasa sakit di perut yang berhubungan dengan apendisitis atau usus buntu –dan segera hubungi dokter jika kamu mengalami nyeri yang seperti ini, terutama jika kamu juga mengalami demam, mual, atau gejala lainnya.

Penyakit lain yang mungkin terjadi

 

Kulit dipenuhi sensor yang bisa menunjukkan lokasi rasa sakit jika, misalnya, kamu disengat seekor lebah. Tapi berbeda ceritanya dengan di dalam tubuh. Kondisi seperti kehamilan ektopik (janin tidak berada di rahim), penyakit Crohn (penyakit radang usus), penyakit radang panggul, dan konstipasi (susah buang air besar) bisa terasa sama seperti apendisitis (usus buntu). Tapi jangan menerka-nerka, hubungi dokter.

Bahkan jika gejalanya tidak tradisional, dokter bisa melakukan USG atau penghitungan sel darah putih (yang akan tinggi jika kamu mengalami infeksi) untuk membantu mendiagnosa apendisitis (usus buntu), ujar Dr. Payne.

 

Tidak ada gejala sama sekali?

 

Dr. Payne mengatakan bahwa ia pernah mendengar cerita tentang dokter mengoperasi pasien untuk operasi yang berbeda dan menemukan bahwa usus buntu mereka telah pecah dan sembuh tanpa perawatan.

Tapi ia mengatakan, hal tersebut adalah legenda urban. “Jika usus buntumu pecah, kamu akan mengetahuinya,” ujarnya.

Comment 1Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori

Harap diperhatikan bahwa konten pada website sehatly.com tidak bisa untuk menggantikan peran seorang dokter ataupun praktisi kesehatannya. Konten-konten sehatly hanya bertujuan untuk memberikan informasi.