19 Tanda Kelenjar Gondokmu Tidak Bekerja dengan Benar

Ketika kelenjar gondok atau tiroid tidak bekerja dengan benar, maka permasalahan akan muncul di banyak bagian tubuhmu. Kenali tanda-tandanya berikut ini.
2652
http://cdn1-a.production.liputan6.static6.com/medias/1283786/big/003063200_1468033628-shutterstock_259090013.jpg

Epidemi gangguan tiroid (kelenjar gondok)?

 

Tiroid, kelenjar berbentuk kupu-kupu di leher, bisa menimbulkan pengaruh dramatis dalam berbagai macam fungsi tubuh, dan jika kamu wanita berusia lebih dari 35 tahun, kemungkinan mengalami gangguan tiroid (kelenjar gondok) cukup tinggi, lebih dari 30% menurut beberapa perkiraan.

Setidaknya 30 juta orang Amerika mengalami gangguan tiroid (kelenjar gondok) dan setengahnya — 15 juta — adalah penderita diam yang tidak terdiagnosa, menurut Asosiasi Endokrinologis Klinis Amerika. Wanita 10 kali lebih mungkin mengalami masalah tiroid (kelenjar gondok) daripada pria, menurut spesialis obat integratif Robin Miller, MD, salah satu penulis The Smart Woman’s Guide to Midlife and Beyond (Panduan Wanita Pintar untuk Kehidupan Paruh Baya dan ke Atas).

Serba-serbi tiroid (kelenjar gondok)

 

 

Terletak di atas jakun, tiroid (kelenjar gondok) menghasilkan hormon tiroid (TH), yang mengatur, antara lain, suhu tubuh, metabolisme, dan detak jantung. Akan terjadi masalah jika tiroid (kelenjar gondok) menjadi kurang atau terlalu aktif. Jika lesu, akan menghasilkan terlalu sedikit TH; terlalu aktif, akan menghasilkan terlalu banyak. Apa yang membuat tiroidmu jadi tidak terkendali? Hal tersebut bisa dikarenakan oleh genetik, serangan autoimmune, kehamilan, stres, kekurangan nutrisi, atau racun di lingkungan, tapi para ahli tidak benar-benar yakin. Karena hormon tiroid memiliki begitu banyak pengaruh dalam tubuh — dari otak ke perut — sehingga mendiagnosa suatu gangguan bisa sulit. Berikut ini cara untuk mengetahui bahwa tiroid (kelenjar gondok) kamu mungkin bemasalah.

Kamu kelelahan

 

 

Merasa lelah dan tidak memiliki energi adalah masalah yang dikatikan dengan banyak kondisi, tapi hal ini biasanya sangat dikaitkan dengan hipotiroid, gangguan yang terjadi akibat hormon tiroid yang terlalu sedikit. Jika kamu masih merasa lelah di pagi hari atau sepanjang hari setelah tidur semalam penuh, hal tersebut adalah tanda bahwa tiroidmu mungkin kurang aktif. Hormon tiroid yang terlalu sedikit yang mengalir di seluruh aliran darah dan sel berarti ototmu tidak mengapatkan sinyal untuk bekerja. “Kelelahan adalah gejala nomor satu yang aku lihat,” ujad Dr. Miller. “Ini adalah rasa lelah yang tetap terasa di pagi hari setelah kamu mendapatkan tidur semalaman — ini adalah tanda bahwa kamu bukan hanya sekadar kekurangan tidur, tiroid (kelenjar gondok) kamu mungkin kurang aktif.”

Kamu merasa sedih

 

 

Merasa depresi atau sedih yang tidak biasa juga bisa menjadi tanda-tanda hipotiroid. Mengapa? Diperkirakan bahwa produksi hormon tiroid yang terlalu sedikit dapat mempengaruhi kadar serotonin “yang membuat merasa senang” di otak. Dengan tiroid (kelenjar gondok) yang kurang aktif membuat sistem tubuh lainnya menjadi “rendah”, bukan hal yang mengejutkan jika suasana hatimu juga akan turun.

Merasa gelisah dan gugup

 

 

Gelisah dan “merasa aneh” dikatikan dengan hipertiroid, kondisi ketika kelenjar tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid. Dibanjiri dengan pesan konsisten “semua sistem, jalan”, metabolisme dan seluruh tubuh akan mengalami kerja yang berlebihan. Jika kamu merasa tidak bisa rileks atau santai, tiroid (kelenjar gondok) kamu mungkin “hyper” atau “berlebihan”.

Nafsu makan atau indera perasa yang berubah

 

 

Nafsu makan yang meningkat bisa menjadi tanda adanya hipertiroid ketika terlalu banyak hormon tiroid dapat membuatmu merasa lapar sepanjang waktu. Satu-satunya kelebihannya adalah bahwa bagian “hyper” dari gangguan ini umumnya mengimbangi dampak kalori dari peningkatan nafsu makan sehingga hasil akhirnya tidak menambah berat badan.

Sebaliknya, tiroid (kelenjar gondok) yang kurang aktif dapat mengacaukan indera perasa dan pencium.

Otakmu terasa kabur

 

 

Tentu, otak yang terasa kabur bisa terjadi karena kekurangan tidur atau penuaan, tapi fungsi kognitif bisa bermasalah ketika tiroid tidak berjalan dengan baik. Terlalu banyak hormon tiroid (hipertiroid) bisa menimbulkan susah konsentrasi sedangkan hormon yang terlalu sedikit (hipotiroid) dapat membuat penderitanya gampang lupa dan otak menjadi kabur. “Ketika kami merawat pasien dengan hipotiroid, mereka sering kali terkejut dengan betapa cepat kaburnya otak mereka pergi dan seberapa tajam mereka merasakannya,” ujar Dr. Millwe. “Kebanyakan wanita berpikir bahwa ini hanyalah sesuatu yang terjadi bersama menopause padahal sebenarnya adalah tanda masalah tiroid.”

Kamu kehilangan minat pada sex

 

 

Memiliki hasrat yang sedikit atau tidak ada sama sekali bisa jadi merupakan efek samping dari gangguan tiroid (kelenjar gondok). Hormon tiroid yang terlalu sedikit dapat berkontribusi pada rendahnya libido (gairah seksual), tapi dampak gabungan dari gejala hipotiroid –meningkatnya berat badan, energi yang rendah,pegal dan nyeri di badan– juga bisa ikut berperan.

Kamu merasa gugup

 

 

Rasa gugup yang kamu alami bisa jadi adalah palpitasi (detak jantung yang tidak normal). Rasanya bisa seperti kamu saat sedang gugup atau melewatkan satu atau dua detak, atau berdetak terlalu keras atau terlalu cepat. Kamu mungkin menyadari hal ini di bagian dada atau pada titik nadi di tenggorokan atau leher. Kegugupan di jantung atau palpitasi (detak jantung yang tidak normal) bisa menjadi tanda adanya terlalu banyak hormon tiroid yang membanjiri sistemmu (hipertiroid)

Kulit kering

 

 

Kulit yang kering dan gatal dapat menjadi gejala hipotiroid. Perubahan tekstur dan penampilan kulit mungkin terjadi karena metabolisme yang melambat (disebabkan oleh terlalu sedikitnya produksi hormon tiroid), yang dapat mengurangi keringat. Kulit tanpa kelembaban yang cukup dapat dengan cepat menjadi kering dan bersisik. Demikian juga, kuku bisa menjadi rapuh dan dapat menimbulkan gundukan pada kuku.

Perut kamu tidak dapat ditebak

 

 

Orang dengan hipotiroid kadang-kadang mengeluh sembelit atau susah buang air besar. Gangguan pada produksi hormon kemungkinan menyebabkan melambatnya proses pencernaan.

“Tidak hanya ada pergerakan pada ususmu,” kata Dr Miller. “Ini adalah salah satu dari tiga gejala yang paling umum dari hipotiroid yang saya lihat.”

Di sisi sebaliknya, kelenjar tiroid yang terlalu aktif dapat menyebabkan diare atau buang air besar lebih sering, itulah mengapa ini menjadi gejala hipertiroid.

Menstruasimu berubah

 

 

Periode menstruasi yang lebih panjang dengan aliran yang lebih banyak dan kram yang lebih sakit bisa menjadi tanda adanya hipotiroid karena hormon tiroid kekurangan suplai. Menstruasi jadi berdekatan.

Dengan adanya hipertiroid, tingkat TH yang tinggi menyebabkan ketidakteraturan menstruasi dengan cara yang berbeda. Menstruasi yang lebih pendek, jauh terpisah dan mungkin sangat ringan. “Saya selalu bertanya pada pasien saya tentang siklus mereka dan apakah siklusnya teratur,” kata Dr Miller. Dia menemukan hubungan yang kuat antara siklus tidak teratur dan masalah tiroid. Dan jika menstruasinya ekstra-berat, dia memeriksa adanya anemia, juga.

Kaki dan tangan atau otot yang terasa menyakitkan

 

 

Jari kakimu kadang terbentur sesuatu atau berolahraga terlalu keras –rasa sakit seperti itu dapat dijelaskan. Tapi jika kamu mengalami rasa kesemutan atau mati rasa yang misterius dan tiba-tiba –atau memang terasa sakit– di lengan, kaki, atau tangan, bisa berarti itu adalah gejala hipotiroid. Seiring waktu, menghasilkan hormon tiroid yang terlalu sedikit dapat merusak saraf yang mengirim sinyal dari otak dan sumsum tulang belakang ke seluruh tubuhmu. Hasilnya adalah rasa kesemutan dan kedutan yang “tidak dapat dijelaskan”.

Kamu memiliki tekanan darah tinggi

 

 

Tekanan darah tinggi dapat menjadi gejala dari ganggungan tiroid (kelenjar gondok). Hipertiroid dan hipotiroid telah ditunjuk sebagai biang keladinya. Dari beberapa perkiraan, orang-orang dengan hipotiroid memiliki dua sampai tiga kali risiko hipertensi (tekanan darah tinggi). Salah satu teorinya adalah bahwa rendahnya hormon tiroid dapat menurunkan detak jantung, yang dapat mempengaruhi kekuatan memompa dan fleksibilitas pembuluh darah di dinding. Keduanya dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah.

Pengatur suhu tubuhmu berhenti bekerja

 

 

Merasa dingin atau menggigil dikatikan dengan hipotiroid. Sistem yang melambat karena tiroid yang kurang aktif berarti lebih sedikit energi yang dibakar oleh sel. Lebih sedikit energi berarti lebih sedikit panas.

Di sisi lain, tiroid yang telalu aktif membuat sel penghasil energi bekerja terlalu keras. Itulah mengapa seseorang dengan hipertiroid terkadang merasa terlalu panas atau banyak berkeringat.

Kamu serak atau lehermu terasa aneh

 

 

Perubahan dalam suaramu atau adanya gumpalan di tenggorokan dapat menjadi pertanda adanya gangguan tiroid (kelenjar gondok) Salah satu memeriksanya adalah melihat dengan seksama di bagian leher untuk melihat apakah kamu bisa mendeteksi tanda-tanda pembengkakan tiroid (kelenjar gondok). Kamu bisa melakukan tes fisik tiroid (kelenjar gondok) kamu sendiri di rumah dengan arahan dari Asosiasi Endokrinologis Klinis Amerika Berikut ini:

Dengan menggunakan cermin, perhatikan tenggorokanmu saat kamu menelan atau minum air. Kamu mencari adanya tonjolan atau benjolan di area tiroid, yaitu yang terletak di bawah jakun tapi di atas tulang selangka. Kamu mungkin ingin mencoba ini beberapa kali untuk mengetahui di mana letak tiroid (kelenjar gondok) kamu. Jika kamu melihat ada gumpalan atau yang mencurigakan, temui doktermu.

Jadwal tidurmu kacau

 

 

Merasa ingin tidur sepanjang waktu? Bisa jadi itu adalah hipotiroid. Tiroid yang lemah bisa memperlambat fungsi tubuh hingga pada titik bahwa tidur (bahkan di siang hari) terlihat seperti ide yang bagus.

Tidak bisa tidur? Bisa jadi itu adalah hipertiroid. Tiroid yang aktif berlebihan dapat menyebabkan gelisah dan detak jantung cepat, yang membuatmu sulit untuk tertidur atau bahkan akan membangunkanmu di tengah malam.

Berat badan bertambah

 

 

Berat badan naik hingga beberapa ukuran dapat dikarenakan oleh banyak hal sehingga jarang doktermu akan melihat dari sisi peningkatan berat badan saja sebagai potensi gejala gangguan tiroid. Namun, peningkatan berat badan ada di alasan teratas wanita datang ke kantor Dr. Miller untuk pemeriksaan tiroid. “Mereka akan mengatakan padaku bahwa mereka tidak makan lebih banyak dari biasanya, tapi berat badan mereka naik,” ujarnya. “Mereka berolahraga, tapi tidak menghasilkan apa-apa. Mereka tahu tidak bisa menurunkannya.” Hal ini hampir selalu karena tiroid yang kurang aktif, ujarnya.

Di sisi lainnya, berat badan yang tiba-tiba menurun dapat menjadi pertanda adanya hipertiroid.

Rambut semakin tipis dan rontok

 

 

Rambut kering dan rapuh yang patah atau rontok bisa menjadi tanda hipotiroid. Terlalu sedikit hormon tiroid menggangu siklus pertumbuhan rambut dan membuat banyak folikel rambut berada pada mode “istirahat”, mengakibatkan kerontokan rambut — terkadang di seluruh tubuhmu termasuk di luar alismu. “Banyak pasienku datang dan mengatakan bahwa penata rambut mereka yang menyuruhnya datang,” ujar Dr. Miller. “Mereka berkata, ‘penata rambutku mengatakan bahwa rambutku rontok dan aku perlu bertanya pada dokter tentang tiroidku.’ Salon rambut lebih sadar tentang masalah tiroid dari pada beberapa dokter!”

Tiroid yang terlalu aktif juga dapat berpengaruh pada rambutmu. Masalah rambut karena hipertiroid biasanya terlihat sebagai penipisan rambut hanya di kepala.

Kamu kesulitan hamil

 

 

Jika kamu telah mencoba untuk memiliki bayi sejak lama namun tidak berhasil, tiroid yang kurang atau terlalu aktif bisa menjadi faktor penyebabnya. Kesulitan hamil telah dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi dari masalah tiroid yang tidak terdiagnosis.

Baik hipotiroid dan hipertiroid bisa mengganggu ovulasi, yang mengganggu kesuburan. Gangguan tiroid juga dikaitkan dengan komplikasi kehamilan.

Anda memiliki kolesterol tinggi

 

 

Tingginya kadar kolesterol lipoprotein kepadatan rendah (LDL) yang tidak merespon diet, olahraga, atau obat telah dikaitkan dengan hipotiroid. Peningkatan kadar kolesterol “buruk” dapat disebabkan oleh tiroid yang kurang aktif dan perlu menjadi perhatian. Hipotiroid yang tidak diobati dapat menyebabkan masalah jantung, termasuk pembesaran jantung dan gagal jantung.

Periksakan tiroid kamu

 

 

Jika kamu memiliki satu atau lebih gejala-gejala dan curiga bahwa itu karena tiroid kamu, temui dokter dan mintalah tes tiroid stimulating hormone (TSH), Free T3, dan tes Free T4, kata Dr Miller. Berdasarkan hasil pengujian, gejala, dan pemeriksaan fisik, kamu mungkin akan diresepkan hormon sintetis. Pengujian dan mengobati gangguan tiroid membutuhkan sedikit trial-and-error (percobaan) sehingga bersiaplah untuk mengunjungi dokter beberapa kali sebelum mendapatkan dosis yang tepat.

Berusahalah untuk pengobatan tiroid

 

 

Bersiaplah untuk menjadi penasihat sendiri ketika berurusan tentang tiroid kamu. Beberapa dokter mungkin menentang terhadap diagnosis tiroid, meskipun Asosiasi Endokrinologis Klinis Amerika mempersempit rentang TSH untuk fungsi tiroid yang diterima dari 0,5-5,0 ke 0,3-3,04 pada tahun 2003. Itu berarti lebih banyak wanita jatuh ke dalam rentang yang dapat diobati. “Cari dokter yang merawat pasiennya, bukan hanya tes laboratorium,” kata Dr Miller. “Jika kamu merasa lebih baik pada dosis yang tertentu — hal tersebut harus menjadi pertimbangan sebanyak hasil lab.”

Comment 6Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori

Harap diperhatikan bahwa konten pada website sehatly.com tidak bisa untuk menggantikan peran seorang dokter ataupun praktisi kesehatannya. Konten-konten sehatly hanya bertujuan untuk memberikan informasi.