6 Karbohidrat ‘Buruk’ Yang Sebenarnya Bagus Untukmu

Meskipun reputasi mereka buruk, namun makanan berkarbohidrat ini baik untuk kesehatanmu juga lingkar pinggangmu.
798
jagung

Miliki Dan Konsumsi Karbohidratmu

 

 

Berkat popularitas diet rendah karbohidrat, beberapa makanan dengan kandungan karbohidrat tinggi secara tidak adil masuk ke dalam daftar larangan. Tapi tidak ada yang perlu ditakutkan dari kentang atau melarang pisang. Kami akan meluruskan masalah tersebut–jadi makanlah tanpa perasaan bersalah!

Jagung

 

 

Jagung mendapat reputasi buruk karena bahan makanan tersebut sering ditemukan dalam makanan kemasan olahan yang dapat menghilangkan kandungan nutrisinya. Tapi jagung yang nyata dan sesungguhnya merupakan gandum yang sehat, tutur Jessica Levinson, RD, ahli nutrisi yang berbasis di Kota New York. “Jagung merupakan sumber serat yang baik, vitamin C, dan antioksidan lutein dan zeaxanthin, yang dapat meningkatnakn kesehatan penglihatan,” katanya. Panggang jagung pada bagian tongkolnya, panaskan popcorn, atau lengkapi salad dengan biji jagung segar.

Pisang

 

 

Tidak masuk akal untuk berpikir bahwa makanan ringan portabel dari alam yang sempurna ini dicap buruk bagimu, hanya karena mengandung karbohidrat dan manis. “Buah ini merupakan sumber yang baik dari vitamin B6, mangan, kalium, dan serat,” kata Henderson. Dan ketika masih sedikit mentah, pisang juga merupakan sumber yang baik dari pati resisten yang dapat melangsingkan. Konsumsi pisang secara keseluruhan, tambahkan mereka ke dalam campuran smoothie, atau bahkan menggunakan pisang sebagai pengganti lemak dalam memanggang kue.

Sereal Untuk Sarapan

 

 

Kamu tidak perlu untuk menghindari semangkuk penuh dari sereal. Banyak sereal yang terbuat dari gandum saat ini, sehingga mereka dapat menjadi cara yang sehat untuk memulai harimu. Kamu hanya perlu memeriksa label: Carilah daftar bahan makanan yang pendek dengan gandum tertera di bagian atas dan setidaknya 3 gram serat dan tidak lebih dari 10 gram gula per porsinya.

Kentang Putih

 

 

Kita tahu kita seharusnya membatasi roti putih, nasi putih, dan pasta putih. Entah bagaimana kentang juga mendapat larangan yang sama. “Kentang putih sebenarnya sangat baik untukmu,” kata Christian Henderson, RD, ahli nutrisi yang berbasis di Kota New York. “Mereka merupakan sumber kalium dan vitamin C, dan mereka memiliki hampir 4 gram serat tanpa mengupas kulitnya–15% dari kebutuhan harian yang direkomendasikan.” Sebagai alternatif untuk resep klasik kentang panggang dengan olesan krim asam, coba potong kentang dalam bentuk dadu, masak mereka dengan minyak zaitun dan rosemary, dan pangganglah sampai renyah.

Roti Dengan Adonan Asam

 

 

Kamu tidak harus selalu memilih roti gandum. Adonan asam tradisional dibuat melalui proses fermentasi, sehingga mengandung bakteri menguntungkan yang dikenal sebagai probiotik. “Ketika bakteri baik hadir dalam proses pembuatan roti, mereka membantu memecah beberapa gluten, sehingga adonan asam sebenarnya bisa lebih mudah untuk dikonsumsi oleh orang-orang yang tidak bisa menolransi gluten daripada roti lain yang mengandung gluten,” kata Henderson. “Mereka juga menurunkan respon insulinmu dan membuat beberapa nutrisi lebih mudah tersedia untuk pencernaan.”

Kacang Polong

 

 

Tentu saja, mereka lebih tinggi pada kandungan karbohidrat dan gula dibandingkan sayuran tanpa kandungan amilum–mereka bahkan ada pada daftar “makanan untuk dihindari” pada diet rendah karbohidrat. “Namun kacang polong merupakan sumber fitonutrien dengan aktivitas anti peradangan dan antioksidan,” kata Henderson. Salah satu sorotan adalah coumestrol, yang telah terbukti berpotensi dapat melindungi terhadap kanker lambung, tambah Henderson. Secangkir kacang polong matang juga menawarkan lebih dari 7 gram serat yang mengenyangkan. Konsumsi mereka langsung atau sertakan dalam sup atau salad, atau tambahkan kacang polong yang dikeringkan untuk trail mix.

Comment 1Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori

Harap diperhatikan bahwa konten pada website sehatly.com tidak bisa untuk menggantikan peran seorang dokter ataupun praktisi kesehatannya. Konten-konten sehatly hanya bertujuan untuk memberikan informasi.