Pada Hari Keberapa Masa Ovulasi Datang Setelah Menstruasi? Cara Menghitung Masa Ovulasi dan Cara Mudah Hamil

Kapan ovulasi terjadi? Bagi yang ingin cepat hamil, sangat penting untuk menentukan masa ovulasi. Di sini dibahas tentang cara menghitung masa ovulasi/masa subur
42828
cara menghitung masa ovulasi

Saya rasa banyak perempuan yang beranggapan bahwa masa ovulasi datang 14 hari setelah menstruasi, namun ada juga yang mengatakan bahwa masa ovulasi adalah satu minggu atau sekitar 10 hari setelah menstruasi. Sebenarnya, cara menghitung masa ovulasi bukanlah dari hitungan hari setelah menstruasi, tetapi hitungan mundur dari perkiraan tanggal menstruasi berikutnya. Pada kenyataannya, masa subur bukanlah saat ovulasi terjadi. Kami akan menjelaskan kepada Anda cara menghitung masa ovulasi dan cara merencanakan kehamilan berdasarkan penghitungan masa ovulasi.

Apakah yang dimaksud dengan masa ovulasi? Apa yang terjadi pada tubuh pada siklus mentruasi?

 

Setiap perempuan pasti pernah mendengar istilah masa ovulasi . Meskipun telah mengetahui hubungan antara ovulasi dengan menstruasi dan kehamilan, pastinya masih banyak pertanyaan tentang apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh, dan kapan masa ovulasi tiba? Artikel ini akan menjawab pertanyaan Anda sekaligus memperkenalkan cara untuk meningkatkan tingkat kepastian kehamilan yang didasari penghitungan masa ovulasi.

  • Cara menghitung masa subur dan apa itu masa subur secara teknis

Secara teknis, masa subur seorang wanita adalah masa di mana dia siap untuk hamil, yaitu saat sel telur dalam ovarium (indung telur) nya sudah dilepas menuju uterus, siap untuk dibuahi.

Jadi, cara menghitung masa subur adalah dengan menghitung proses langkah demi langkah seperti berikut ini:

  • Siklus folikuler, ovulasi, luteal, dan menstruasi

Untuk mengetahui masa ovulasi, penting bagi Anda untuk terlebih dahulu mengetahui perubahan apa yang terjadi di dalam tubuh dalam putaran siklus menstruasi. Siklus mentruasi terbagi menjadi empat fase, semua fase tersebut merupakan fase yang penting dalam mempersiapkan kehamilan. Empat fase itu membentuk satu siklus atau lingkaran yang disebut siklus menstruasi.

Kami akan menjelaskan secara garis besar perubahan yang terjadi di dalam tubuh selama siklus menstruasi. Bagian otak yang bernama kelenjar bawah otak (kelenjar hipofisis) memberikan sinyal perintah ke ovarium untuk mematangkan folikel dan membentuk sel telur. Kemudian dari kelenjar hipofisis akan muncul perintah selanjutnya untuk mengeluarkan sel telur yang sudah diproses pada ovarium ke uterus. Inilah yang disebut dengan ovulasi. Selanjutnya, uterus akan mensuplai nutrisi ke sel telur yang telah matang. Namun jika tidak ada pembuahan, nutrisi yang tidak dibutuhkan akan dikeluarkan sebagai darah. Proses keluarnya darah inilah yang disebut dengan menstruasi.

  • Selisih siklus menstruasi = Selisih fase folikuler

Pada umumnya, siklus menstruasi adalah 27-25 hari. Namun ada juga perempuan yang menstruasinya datang kembali setelah 4 minggu, bahkan ada juga yang siklusnya 5 minggu. Selain itu, saat tubuh tidak fit, siklus menstruasi yang biasanya datang tepat 30 hari bisa terlambat hingga 5 hari.

Perbedaan siklus menstruasi tersebut tergantung pada panjangnya masa ovulasi. Periode yang berubah tergantung dari kondisi dan kesehatan tubuh adalah panjangnya masa ovulasi. Sedangkan lamanya  fase luteal adalah konstan sekitar 14 hari.

  • Fase Folikuler; fase folikel matang menjadi sel telur

Pada fase folikuler, follicle-stimulating hormone (FSH) akan dikeluarkan dari kelenjar bawah otak. Kelenjar ini akan mengirimkan perintah ke ovarium untuk memproses sel telur. Ovarium akan mulai menghasilkan 15-20 folikel primordial sesuai perintah, namun hanya satu folikel yang akan matang dan menjadi sel telur.

Selain itu, kadar hormon estrogen yang dilepaskan dari folikel akan meningkat, dan otak akan mengeluarkan perintah untuk melakukan “persiapan menjaga sel telur yag telah matang”. Dengan perintah tersebut, dinding endometrium yang menjadi nutrisi bagi sel telur yang telah matang akan mengalami penebalan sedikit demi sedikit.

Masa ovulasi umumnya adalah 6 atau 7 hari, namun dapat berubah sesuai kondisi tubuh dan siklus menstruasi itu sendiri. Di dalam 4 fase siklus menstruasi, ini merupakan fase saat perempuan merasakan tubuhnya dalam kondisi paling fit.

  • Fase Ovulasi; Sel telur keluar dari ovarium menuju Uterus

Masa ovulasi adalah periode saat sel telur yang telah matang keluar dari ovarium menuju uterus.

Setelah ovarium membuat sel telur menjadi matang, hormon progesteron akan diturunkan dari kelenjar bawah otak dan mengeluarkan perintah untuk melakukan ovulasi. Sel telur yang telah dibuahi di ovarium akan menuju ke uterus melalui tuba fallopi. Masa ovulasi adalah hari-hari saat terjadinya pembuahan, lamanya sekitar 5 hari.

  • Fase luteal; Periode menunggu Implantasi Sel Telur yang telah dibuahi

Ovarium yang telah melakukan pembuahan akan berubah menjadi corpus luteum, dan akan memproduksi hormon estrogen dalam jumlah sedikit dan hormon progesteron dalam jumlah banyak. Kerja hormon progesteron akan membuat lapisan endometrium menjadi lembut sehingga sel telur yang telah dibuahi mudah untuk diimplantasi.

Bersamaan dengan periode ini suhu tubuh akan naik, sehingga fase luteal juga disebut sebagai fase bertemperatur tinggi. Pada fase ini, suhu basal tubuh akan meningkat, tetapi itu adalah bukti bahwa luteinizing hormone  sedang bekerja. Jika telah dibuahi, akan ada periode menunggu sel telur yang telah matang diimplantasi dalam endometrium.

Fase luteal terjadi selama 14 hari, fase ini tidak terlalu berhubungan dengan perubahan kondisi tubuh maupun kesehatan. Banyak perempuan yang merasakan kondisi tubuhnya kurang baik pada fase ini, seperti mengalami sembelit, edema dan iritasi kulit.

  • Fase menstruasi; keluarnya nutrisi yang sudah tidak lagi diperlukan

Apabila sel telur yang telah matang tidak dibuahi, kadar hormon progesteron dan hormon estrogen akan menurun dan sel telur akan menghilang. Lapisan endometrium yang berfungsi memberikan nutrisi bagi sel telur yang telah matang sudah tidak diperlukan lagi, sehingga lapisan endometrium akan luruh dan dikeluarkan. Inilah yang disebut sebagai menstruasi. Fase menstruasi adalah 3-7 hari, setelah itu tubuh akan menuju siklus berikutnya untuk persiapan ovulasi kembali.

Kondisi tubuh setelah menstruasi

 

  • Perubahan yang disebabkan oleh peningkatan kadar estrogen setelah menstruasi

Fase di saat kadar hormon estrogen meningkat setelah menstruasi selesai disebut fase folikuler. Masa folikuler adalah sekitar 7 hari dari hari setelah menstruasi usai sampai pada periode ovulasi, namun masing-masing orang berbeda.

Pada fase folikuler, peningkatan hormon estrogen akan menekan nafsu makan yang meningkat pada masa sebelum dan selama menstruasi, serta akan memperbarui metabolisme di dalam tubuh. Oleh karena itu, kadar air yang tertimbun pada fase sebelum dan selama menstruasi akan dikeluarkan dan kondisi tubuh yang tidak fit seperti edema pun akan menghilang. Periode ini adalah masa terbaik untuk fisik dan mental karena berat badan dapat turun dengan mudah, kulit menjadi halus, dan perasaan menjadi stabil.

  • Kondisi uterus setelah menstruasi

Setelah menstruasi terjadi, uterus akan melakukan persiapan untuk fase ovulasi berikutnya. Pertama-tama, dari kelenjar bawah otak akan muncul perintah untuk memelihara sel telur dari ovarium, lalu hormon FSH akan diproduksi. Dalam waktu bersamaan, folikel-folikel yang ada di dalam ovarium perlahan-lahan akan tumbuh. Seiring dengan tumbuhnya folikel, lapisan endometrium akan menebal sebagai akibat diprosesnya hormon estrogen, hormon estrogen yang disekresikan dalam kadar maksimal akan mendorong sel telur keluar dari folikel. Inilah yang disebut ovulasi.

Setelah itu, apabila tidak terjadi kehamilan, lapisan endometrium yang tidak dibutuhkan akan luruh dan dikeluarkan dari dalam tubuh bersamaan dengan darah. Ini disebut dengan menstruasi, dan siklus ini berulang setiap bulan di dalam uterus.

  • Masa ovulasi yang datang segera setelah menstruasi

Hari-hari setelah menstruasi berakhir sampai ovulasi terjadi di sebut sebagai fase folikuler. Fase tersebut umumnya terjadi di sekitar tujuh hari setelah menstruasi. Namun, hal ini pun berbeda pada setiap individu. Adakalanya masa ovulasi segera tiba setelah menstruasi. Contohnya, apabila siklus menstruasi adalah 25 hari, dikarenakan pada dasarnya fase luteal terjadi selama 2 minggu, maka lamanya fase luteal dari tanggal mulai menstruasi sampai hari ovulasi menjadi 11 hari. Setelah itupun, apabila menstruasi tetap berlagsung selama satu minggu, maka masa ovulasi terhitung akan segera tiba setelah menstruasi.

Siklus menstruasi 25-38 hari adalah kondisi yang normal, menstruasi yang berlangsung selama 7 hari pun bukanlah sebuah kondisi abnormal, namun apabila siklus seperti itu yang terjadi, maka masa ovulasi akan segera tiba setelah menstruasi. Meskipun masa ovulasi yang datang segera setelah menstruasi bukanlah hal yang umum, namun kasus seperti ini cukup sering terjadi. Jika terjadi pembuahan di masa itu, kemungkinan besar akan hamil. Jadi hati-hati bagi perempuan yang belum ingin segera hamil.

Lima cara memperkirakan masa ovulasi

 

  • Menggunakan metode Rumus Ogino; masa ovulasi adalah 12 sampai 16 hari sebelum hari perkiraan menstruasi

Cara penghitungan masa ovulasi yang dilakukan oleh masyarakat era Taisho disebut sebagai rumus Ogino. Terlepas dari panjangnya siklus menstruasi secara keseluruhan, 5 hari yang ada di antara hari ke-12-16 sebelum hari perkiraan menstruasi berikutnya disebut masa ovulasi. Namun, kapan masa ovulasi terjadi tidak dapat dipastikan secara jelas karena banyak kasus datangnya menstruasi meleset dari hari perkiraan. Oleh karena itu, dalam penghitngan ini mari kita berpikir dengan mengambil periode amannya.

Meskipun fase luteal  datang konstan tanpa ada hubungannya dengan kondisi dan kesehatan badan, namun teori tersebut pasti ada dasarnya. Oleh karena itu, sangat efektif untuk merencanakan kehamilan atau menghindari kehamilan dengan Anda memperkirakan masa ovulasi yang akan datang setiap hari ke-12 sampai 16 sebelum perkiraan menstruasi berikutnya. Namun, karena sulitnya ketepatan prediksi perkiraan hari menstruasi, maka diperlukan cara yang lain yang dapat memperkirakannya secara akurat.

  • Menggunakan metode Rumus Fukusan; memperkirakan ovulasi dengan cara melihat cairan yang keluar dan posisi uterus

Metode Fukusan adalah sebuah metode perkiraan yang telah dipublikasikan dalam website oleh seorang bidan bernama Fukusan. Ini adalah cara memperkirakan hari ovulasi dengan mengecek cairan yang keluar dan letak uterus, serta melihat mulut uterus sendiri. Jika sudah mendekati masa ovulasi, uterus akan turun ke bawah dan biasanya cairan yang keluar dari vagina akan lengket memanjang. Sepertinya cukup sulit jika harus melihat mulut uterus sendiri, namun banyak yang mengaku bisa mengetahui masa ovulasinya dengan metode Fukusan ini.

  • Menggunakan tabel suhu basal tubuh; ovulasi terjadi di sekitar hari saat pergantian fase suhu tubuh rendah ke suhu tinggi

Tabel pengukuran suhu basal tubuh adalah grafik yang memperlihatkan suhu tubuh saat tubuh hanya mengkonsumi energi dalam jumlah minimal. Dikarenakan kita tidak bisa mengukur suhu tubuh sendiri saat tidur, maka suhu tubuh diukur segera saat bangun tidur. Perubahan suhu basal tubuh menandakan sekresi hormon sedang berubah dan masa ini diperkirakan sebagai masa ovulasi.

Ukur suhu tubuh Anda segera sesaat setelah bangun tidur saat masih ada di atas kasur dengan menggunakan termometer khusus pengukur suhu basal tubuh. Lebih baik bila sebelumnya Anda menyiapkan termometer di samping tempat Anda tidur.

Prosedurnya,

  • Masukkan termometer di bawah lidah dengan kondisi Anda tetap di atas tempat tidursegera setelahAnda bangun.
  • Tutup mulut dengan perlahan, ukur suhu badan dengan cara menjaga posisi termometer
  • Tuliskan hasil pengukuran suhu tubuh Anda ke dalam tabel suhu tubuh basal

Di antara perubahan suhu dari suhu rendah ke suhu tinggi akan ada hari saat suhu tubuh menurun drastis. Masa ovulasi diperkirakan  terjadi pada 1, 2 hari sebelum dan sesudah hari disaat suhu tubuh menurun drastis tersebut (termasuk hari itu).

  • Hari-hari awal suhu tubuh naik tidak selalu berarti masa ovulasi

Banyak yang berpikir bahwa hari-hari awal naiknya suhu tubuh adalah masa ovulasi, namun sebenarnya banyak kondisi menyatakan ovulasi terjadi saat kondisi tubuh rendah berakhir. Oleh karena itu, lebih baik dalam memperkirakan hari ovulasi dilangsungkan selama 5 hari yang di dalamnya termasuk 2 hari yang ada di sekitar hari saat suhu tubuh menurun drastis.

  • Pemeriksaan dengan gelombang ultrasonik yang digunakan dalam ilmu kandungan dan kebidanan merupakan metode yang paling tepat untuk menghitung masa ovulasi

Metode tersebut dilakukan dengan cara melihat tabel suhu basal tubuh. Apabila telah mendekati masa ovulasi, besarnya ukuran sel telur dapat diperiksa dengan menggunakan gelombang ultrasonik. Sel telur tumbuh sekitar 2mm per hari. Jika diameternya sudah mencapai sekitar 18 sampai dengan 22 mm, sel telur akan melakukan ovulasi. Oleh karena itu, dengan memeriksa besarnya sel telur dan melakukan penghitungan mundur, maka akan bisa diketahui masa ovulasinya.

Bukan hanya menggunakan tabel suhu basal tubuh, namun perlu juga melakukan konsultasi dengan dokter ahli kandungan dan kebidanan. Dengan begitu, metode untuk memperkirakan masa ovulasi dapat dilakukan secara akurat.

  • Pengecekan juga bisa dengan obat pemeriksaan kesuburan yang dijual di pasaran

Saat ovulasi, hormon korpus luteum (progesteron) akan keluar dalam jumlah yang banyak untuk mempercepat terjadinya ovulasi, atau mempertebal endometrium. Pada saat itu, kandungan hormon korpus luteum akan naik secara drastis, situasi seperti ini dinamakan LH Surge (LH adalah nilai hormon korpusluteum, surge adalah kenaikan secara tiba-tiba).

Ovulasi akan mulai berlangsung dalam waktu 24 jam sejak LH surge, disinilah peran obat pemeriksa ovulasi yang dijual di pasaran untuk memperkirakan masa ovulasi dengan cara mengukur LH surge yang berlangsung. Jika sudah dekat dengan masa ovulasi, pengukuran harus dilakukan 3x sehari. Hal ini mungkin yang membuat orang enggan, namun metode ini bisa dikatakan sebagai metode yang tepat untuk memperkirakan masa ovulasi setelah metode pemeriksaan dengan gelombang ultrasonik.  

Cara lain memperkirakan waktu mudah hamil

 

  • Cara cepat hamil : metoda pemilihan waktu hubungan suami istri

Metode pemilihan waktu berarti melakukan hubungan suami istri dengan cara memilih waktu yang dianggap paling mudah untuk hamil, yaitu 2 sampai dengan 3 hari sebelum masa ovulasi. Sel telur hanya bisa dibuahi dalam waktu 24 jam setelah masa ovulasi, namun sperma bisa beraktivitas secara aktif  selama 1 sampai dengan 3 hari. Apabila sperma berada di dalam vagina wanita sampai dengan masa ovulasi, maka kemungkinan untuk hamilnya tinggi.

Metode pemilihan waktu ini dilakukan sekali dalam 1 bulan. Lakukanlah hubungan suami istri dengan menyesuaikan perhitungan waktu masa ovulasi, setelah itu cek kondisi kehamilannya. Terus lakukan selama 6 bulan sampai dengan 1 tahun. Lakukan kerjasama dengan pasangan Anda, dan carilah waktu yang tepat untuk berhubungan.

  • Obat pemeriksa masa ovulasi

Obat ini memperkirakan masa ovulasi dengan cara bereaksi dengan hormon LH (hormon yang berbentuk jaringam kuning) pada urine. LH merupakan hormon yang selalu ada di dalam tubuh. Tetapi sesaat sebelum ovulasi terjadi, timbul fenomena LH surge yaitu peningkatan jumlah hormon LH secara drastis  yang akan memunculkan reaksi positif saat dilakukan pegecekan.

Obat pemeriksa masa ovulasi ini umumnya akan menunjukkan hasil positif dalam beberapa hari setelah digunakan pada waktu 17 hari sebelum tanggal mulainya menstruasi berikutnya, tetapi apabila ingin mengetahui secara pasti, kami sarankan untuk menggunakannya sejak selesainya menstruasi.

Apabila masa ovulasi sudah diketahui

 

  • Waktu paling mudah hamil adalah 2 hari sebelum masa ovulasi.

Bukan di waktu ovulasi, 2 hari sampai dengan 1 hari sebelum ovulasilah yang merupakan hari-hari paling tinggi kemungkinan untuk hamil. Sebuah penelitian menyatakan bahwa bila dibandingkan dengan saat ovulasi, 2 hari dan 1 hari sebelumnyalah yang memiliki tingkat kemungkinan untuk hamil paling tinggi, bahkan sekitar 4 kali lebih akurat.

Tingkat kemungkinan hamil akan semakin tinggi sejak  4 hari sebelum ovulasi, saat tepat ovulasi terjadi, tingkat kemungkinannya telah menurun. Hubungan suami istri yang dilakukan 6 hari sebelum masa ovulasi, atau 1 hari setelahnya maupun seterusnya, hanya memiliki tingkat kemungkinan hamil yang sangat rendah.

  • Sperma hidup selama 3 hari, namun sel telur hanya bisa hidup 1 hari saja.

Kenapa dikatakan bahwa waktu yang paling mudah untuk hamil adalah 2 sampai dengan 1 hari sebelum masa ovulasi, hal ini dikarenakan waktu tersebut  bertepatan dengan umur sperma dan sel telur yang memungkinkan untuk terjadinya pembuahan.

Bukan berarti pembuahan bisa langsung terjadi setelah sperma masuk ke dalam organ perempuan. Ada masa yang dinamakan masa kemampuan pembuahan, yaitu masa sperma memperoleh kemampuan pembuahan saat menuju ke rahim. Sekitar 5 atau 6 jam setelah sperma masuk ke dalam organ intim perempuan, sperma baru bisa melakukan aktivitas usaha pembuahan, paling lama sperma hidup selama 7 hari, tetapi seiring dengan waktu sperma yang akan menua, maka  tingkat kemungkinan hamilnya akan  menurun.

Masa hidup sel telur kira-kira 1 hari, waktu yang cukup pendek karena masa kemampuan dibuahinya adalah 6 sampai dengan 8 jam. Oleh karena itu, apabila sperma telah menunggu sekitar 2 hari sebelum ovulasi, maka  tingkat suksesnya pembuahan dan kemungkinan hamilnya akan tinggi.

Untuk menaikkan tingkat kemungkinan hamil

 

  • Bagaimanapun juga, hal yang sangat penting adalah memperbanyak frekuensi hubungan suami istri

Walaupun sudah memperkirakan masa ovulasi dengan tepat dan melakukan hubungan suami istri di saat yang mudah untuk hamil, tingkat kemungkinan hamil bagi pasangan sehat yang berumur 20-an tahun sekitar 30%, 30-an tahun sekitar 20%, dan begitu menginjak usia 35 tahun hanya sekitar 10% saja.

Apabila kuantitas hubungan suami istri ditingkatkan, potensi kehamilan juga akan meningkat.  Sebuah laporan penelitian menyatakan bahwa tingkat kemungkinan hamil jika setiap hari melakukan hubungan adalah 37%,  berselang 1 hari 33%, dan satu minggu sekali adalah 15%. Walaupun setiap hari melakukan hubungansuami istri, tidak akan menurunkan kekentalan cairan sperma serta tingkat aktifitasnya. Sebaliknya, apabila tidak ada pelepasan sperma selama lebih dari 5 hari, maka tingkat aktivitas sperma akan menurun.

  • Apabila ingin melakukan program hamil, optimalkan kesehatan tubuh dengan mengurangi aktifitas merokok dan asupan sesuatu yang dingin

Jika peredaran darah kurang lancar, asupan nutrisi dan oksigen yang cukup pada rahim dan indung telur tidak akan terpenuhi. Hal ini dikhawatirkan akan menyebabkan turunnya fungsi reproduksi. Mari kita menghangatkan tubuh kita dengan mandi air hangat, dan mengurangi konsumsi es krim, minuman dingin, dan sejenisnya.

Sebuah laporan yang menyatakan bahwa saat seorang perokok melakukan program Vitro Fertilization (bayi tabung), sel telur yang dihasilkan hanya memiliki rasio terbuahi dan potensi implantasi yang kecil. Merokok akan menyebabkan turunnya fungsi ovulasi pada indung telur, serta turunnya fungsi yang dapat mengikat saluran telur dengan sel telur. Selain itu, sperma yang didapatkan dari seorang perokok tingkat aktifitasnya juga rendah. Saat melakukan program hamil, alangkah baiknya menahan diri untuk tidak merokok.

  • Perasaan tertekan juga bisa menurunkan tingkat kemungkinan hamil

Walaupun pelaksanaan hubungan intim dilakukan 2 hari menjelang datangnya masa ovulasi, ada kalanya jadwal tidak sesuai, atau pasangan kita berada dalam kondisi tertekan.

Pasangan yang sedang melakukan pengobatan untuk mengatasi kemandulan akan menjadi impoten begitu diarahkan untuk berhubungan suami istri dengan perhitungan masa ovulasi. Tekanan perasaan juga bisa mengurangi sperma dan menurunkan tingkat aktifitasnya.

Mulailah melakukan hubungan suami istri semenjak 4 hari sebelum masa ovulasi, jangan terlalu tegang, lakukan dengan perasaan senang dan intim.

Kesimpulan : Masa ovulasi adalah masa mudah hamil,

 

  • Bahaya jika pencegahan kehamilan hanya dilakukan dengan memperkirakan masa ovulasi

Ada pasangan yang mengelompokkan periode ini sebagai “waktu aman” untuk berhubungan karena perhitungan masa ovulasi, namun hal ini tidak kami rekomendasikan. Siklus menstruasi mudah dipengaruhi oleh kondisi badan dan lingkungan, sehingga tidak selalu konstan. Memperkirakan masa ovulasi secara akurat adalah sesuatu yang sulit.

Meskipun batas periode suhu tubuh rendah dan tinggi dapat diketahui dengan melihat tabel suhu basal tubuh, setiap orang akan berbeda masa ovulasinya. Apakah terjadi di saat terakhir periode suhu rendah, atau di saat paling awal periode suhu tinggi. Apabila ingin menggunakan perhitungan masa ovulasi untuk mencegah kehamilan, pastikan juga untuk menggunakan alat kontrasepsi atau obat pencegah kehamilan yang diminum.

  • Bagi pasangan yang melakukan program hamil, perkirakanlah masa ovulasi dan lakukan hubungan suami istri secara intim semenjak 5 hari sebelum datangnya masa ovulasi

Datangnya masa ovulasi dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan menggunakan gelombang ultrasonik atau obat pemeriksa ovulasi, namun sebenarnya dapat diketahui juga dari standart perkiraan waktu dengan cara membuat tabel suhu basal tubuh dan metode penghitungan mundur yang dimulai dari hari perkiraan menstruasi. Bukan hanya memperkirakan tanggal menstruasi dan ovulasi saja, namun juga harus mengetahui kondisi tubuh. Untuk mengawalinya, kami sarankan untuk memulai dari membuat tabel suhu basal tubuh.

Kalau perhitungan/perkiraan masa ovulasi telah dilakukan, akan diketahui bahwa tingkat kemungkinan hamil akan meningkat mulai dari 4 hari sebelum ovulasi, dan terus naik sampai mencapai tingkat maksimal pada 2 hari sampai dengan 1 hari sebelumnya. Oleh karena itu,  usahakan untuk lebih intim bersama pasangan mulai dari 5 hari sebelum masa ovulasi. Dengan begitu kemungkinan hamil akan meningkat seketika.

Bagaimana? Silakan mencoba memanfaatkan informasi di atas untuk memperkirakan masa ovulasi sesuai dengan tujuan yang Anda inginkan.

Comment 7Sort by


user Anonim
2018/10/07 11:26

saya jadi bingung gak tau artikel mana yg betul..ada yg bilang begini ada yg blng begitu

user Editor
2018/10/08 15:01

Baca dengan baik artikel ini, mungkin ada beberapa pendekatan dalam menghitung ovulasi, tapi intinya tetap balik ke tujuannya: keakuratan menentukan waktu ovulasi. masalahnya, tak ada kepastian, info yg ada berdasarkan data yg dikumpulkan. tapi kapan yg pastinya tak ada yg tahu.

tetapi, semua metoda ( yg benar) adalah yg dapat membantu menentukan waktu ovulasi se akurat mungkin. dari pengalaman, metoda di artikel ini cukup efektif

user Anonim
2018/03/08 23:41

Terima kasi dr google kebiasaan bidan menhitung kehamilan setelah 9 hari setelah haid tetapi sering berlawanan dengan tafsiran kelahiran bayi

Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori

Harap diperhatikan bahwa konten pada website sehatly.com tidak bisa untuk menggantikan peran seorang dokter ataupun praktisi kesehatannya. Konten-konten sehatly hanya bertujuan untuk memberikan informasi.