10 Cara Alami Mengatasi Leher kaku atau Spondilosis Servikal

Salah satu penyebab spondilosis servikal atau leher kaku adalah posisi duduk yang tidak tepat
926
4 (80%) 4 votes
mengatasi leher kaku atau spondilosis servikal ala rumahan

Ada berbagai cara alami untuk mengatasi leher kaku atau spondilosis servikal. Spondilosis servikal, juga dikenal sebagai osteoarthritis serviks dan arthritis leher, adalah suatu kondisi yang berhubungan dengan usia yang sering terjadi yang mempengaruhi sendi leher.

Spondilosis servikal terjadi karena keausan tulang rawan, jaringan dan tulang dari tulang belakang leher. Perubahan ini mungkin termasuk cakram dehidrasi, hernia cakram, gerakan cepat tulang dan ligamen kaku.

Selain usia, faktor risiko lain untuk spondilosis servikal termasuk pekerjaan yang dapat menyebabkan lebih banyak tekanan pada leher, cedera leher tertentu, postur yang salah saat duduk atau berjalan, merokok, kelebihan berat badan, gaya hidup dan faktor genetik.
Spondilosis servikal tidak menimbulkan gejala nyata bagi kebanyakan orang.

Namun, beberapa mungkin mengalami nyeri leher, nyeri ringan dan menahun di sekitar tulang belikat, kekakuan pada leher, kelemahan otot, sakit kepala, nyeri di sepanjang lengan dan jari, dan kesemutan di bahu dan lengan. Kadang-kadang, kita juga mungkin memiliki gejala seperti kehilangan keseimbangan.

Kebanyakan orang di atas usia 65 menderita beberapa tingkat spondilosis servikal. Untungnya, dengan bantuan obat-obatan tertentu, perubahan gaya hidup yang sederhana dan beberapa obat rumahan sederhana, kamu dapat mengontrol gejala dan menjalani hidup bebas rasa sakit. Lakukan pengobatan setiap hari sampai kamu sembuh sepenuhnya.

Berikut adalah 10 obat rumahan untuk mengatasi leher kaku atau spondilosis servikal.

Mengatasi leher kaku dengan olahraga rutin

 

Salah satu penyebab utama dari spondilosis servikal adalah kurangnya olahraga teratur. Oleh karena itu, kamu dapat mengurangi nyeri dan kekakuan pada leher dan bahu dengan memasukkan olahraga fisik secara teratur ke dalam gaya hidupmu.

– Putar kepalamu dengan arah searah jarum jam maupun berlawanan arah jarum, dan anggukkan leher dari sisi ke sisi dan bahu ke bahu lainnya. Lakukan selama 10 menit 2 atau 3 kali sehari. Cara ini akan membantu mencegah nyeri leher agar tidak semakin parah.

– Kamu bahkan dapat memutar lenganmu dengan arah searah jarum jam dan berlawanan arah jarum, dan mengepal dan membuka kepalan tanganmu secara rutin untuk mengontrol rasa sakit

– Juga, lakukan latihan aerobik berdampak rendah seperti berenang atau jalan cepat selama 30 menit setidaknya 5 kali seminggu.

– Kamu juga dapat menikmati bersepeda secara teratur. Namun, pastikan untuk menjaga punggung tetap lurus saat bersepeda.

Catatan: Jika rasa sakit semakin parah saat melakukan olahraga apapun, berhenti melakukannya dan konsultasikan dengan doktermu.

Kompres panas dan dingin untuk meningkatkan sirkulasi darah

 

Cara lain yang mudah untuk mengatasi nyeri leher akibat spondilosis servikal adalah kompres panas dan dingin secara bergantian pada daerah yang terkena. Kompres panas akan meningkatkan sirkulasi darah dan mengendurkan otot sakit. Kompres dingin akan mengurangi pembengkakan dan peradangan.

– Untuk membuat kompres panas, bungkus kantong air panas dengan handuk tipis.

– Untuk membuat kompres dingin, bungkus beberapa es batu dengan handuk tipis.

– Letakkan kompres panas pada daerah yang terkena selama 2 sampai 3 menit.

– Angkat dan letakkan kompres dingin selama 1 menit.

– Ulangi proses ini selama 15 sampai 20 menit.

– Lakukan cara sederhana ini beberapa kali sehari sampai kamu mendapatkan rasa lega.

Catatan: Jangan gunakan kompres panas jika daerah yang terkena merah dan iritasi. Hindari kompres dingin jika kamu memiliki masalah peredaran darah.

Mengatasi leher kaku dengan mandi garam epsom

 

Mandi dengan garam epsom secara teratur adalah obat lain yang baik untuk meredakan gejala yang berkaitan dengan spondilosis servikal. Magnesium dalam garam epsom mengatur kadar pH dalam tubuh, yang kemudian mengurangi kekakuan, peradangan dan nyeri pada leher dan bahu.

– Campurkan sedikit air dalam 1 sampai 2 sendok makan garam epsom untuk membuat pasta kental. Oleskan pada daerah yang terkena selama 15 sampai 20 menit untuk mendapatkan rasa lega yang menenangkan. Lakukan cara ini setiap hari.

– Atau, tambahkan 2 cangkir garam epsom ke dalam bak mandi berisi air hangat. Berendam di dalamnya selama 15 sampai 20 menit. Menikmati mandi santai ini 2 atau 3 kali seminggu.

Catatan: Mereka yang memiliki masalah ginjal, masalah jantung atau diabetes tidak boleh menggunakan obat ini.

Bawang putih untuk mengurangi nyeri pada leher

 

Bawang putih memberikan hasil yang baik jika sudah menyangkut tentang gejala spondilosis servikal. Sifat anti-inflamasi dan analgesik yang dikandungnya membantu mengobati nyeri, pembengkakan dan peradangan pada leher dan sekitarnya.

– Makan beberapa siung bawang putih mentah pada saat perut kosong setiap pagi dengan air. Kamu juga dapat meminum kapsul bawang putih tetapi hanya setelah berkonsultasi dengan dokter.

– Pilihan lain adalah memanaskan 2 sampai 3 siung bawang putih hancur dalam panci dengan sedikit minyak sayur. Biarkan hingga dingin, kemudian gunakan untuk memijat daerah yang nyeri selama 5 sampai 10 menit. Ikuti dengan mandi air hangat. Lakukan cara ini 2 kali sehari.

Lanjutkan salah satu dari cara ini setiap hari sampai kamu sembuh sepenuhnya.

Mengatasi leher kaku dengan bubuk kunyit

 

Karena sifat anti-inflamasi yang dikandungnya, kunyit merupakan obat lain yang populer untuk spondilosis servikal. Selain itu, kunyit meningkatkan sirkulasi darah, yang membantu mengurangi kekakuan dan nyeri otot.

– Campurkan 1 sendok teh bubuk kunyit dalam segelas susu. Panaskan dengan api kecil selama 5 menit. Biarkan hingga dingin, kemudian tambahkan sedikit madu. Minum 2 kali sehari.

– Cara lain, minum kapsul kunyit 3 kali sehari. Konsultasikan dengan dokter untuk dosis yang tepat.

Biji wijen untuk kesehatan tulang leher

 

Salah satu obat Ayurveda populer untuk mengatasi leher kaku atau spondilosis servikal adalah biji wijen. Mereka kaya akan kalsium, magnesium, mangan, tembaga, seng, fosfor dan vitamin K dan D, yang baik untuk tulang dan kesehatan secara keseluruhan. Minyak wijen juga efektif dalam mengurangi nyeri leher.

– Oleskan sedikit minyak wijen hangat pada daerah yang terkena dan pijat selama 10 menit. Kemudian gunakan kompres panas di daerah tersebut. Lakukan 3 atau 4 kali sehari.

– Kamu juga dapat mencampur beberapa tetes minyak lavender dalam minyak wijen hangat dan gunakan untuk memijat daerah leher.

– Pilihan lain adalah mengunyah 1 sendok makan biji wijen putih sangrai sekali sehari di pagi hari, atau campurkan 1 sendok teh biji wijen putih dan sangrai dalam segelas susu hangat dan minum 2 kali sehari. Juga, sertakan biji wijen dalam masakanmu.

Mengatasi leher kaku dengan teh jahe

 

Jahe merupakan obat rumahan lain yang banyak digunakan untuk mengatasi leher kaku atau spondilosis servikal. Tanaman ini kaya akan sifat anti-inflamasi dan meningkatkan sirkulasi darah. Dengan demikian, jahe membantu mengurangi nyeri dan peradangan pada leher dan sekitarnya.

– Minum teh jahe 3 kali sehari. Untuk membuat teh, didihkan 1 sendok makan irisan tipis jahe dalam 2 gelas air selama 10 menit. Saring, tambahkan madu dan minum.

– Atau, buatlah persiapan bubuk menggunakan jahe kering, biji seledri dan biji jintan dengan jumlah yang sama. Tambahkan garam untuk memberi rasa. Makan 1 sendok teh bubuk ini dengan air sebelum tidur.

– Kamu juga dapat memijat daerah yang terkena dengan minyak jahe beberapa kali sehari.

Cuka sari apel untuk meringankan nyeri dan peradangan

 

Kaya sifat anti-inflamasi dan agen pembasa (meningkatkan pH), cuka sari apel juga merupakan obat yang baik untuk spondilosis servikal. Cuka sari apel dapat secara efektif meringankan nyeri dan peradangan di daerah leher.

– Tempatkan handuk kertas yang direndam dalam cuka sari apel di atas daerah yang terkena. Biarkan selama beberapa jam. Lakukan 2 kali sehari.

– Pilihan lain adalah dengan menambahkan 2 cangkir cuka sari apel ke dalam bak mandi berisi air hangat. Berendam di dalamnya selama 10 sampai 15 menit, sekali sehari.

– Kamu juga dapat menambahkan 1 sendok makan cuka sari apel mentah dan organik dan sedikit madu ke dalam segelas air dan minum sekali sehari.

Mengatasi leher kaku dengan cabai rawit

 

Obat rumahan lain yang efektif untuk mengatasi leher kaku atau spondilosis servikal adalah cabai cayenne atau cabai rawit. Cabai rawit mengandung capsaicin, yang memiliki sifat analgesik serta anti-inflamasi yang membantu mengurangi nyeri dan peradangan pada leher.

– Campurkan 1 sendok teh bubuk cabai rawit dan 2 sendok makan minyak zaitun hangat. Oleskan pada daerah yang terkena. Tutup dengan perban dan biarkan selama beberapa jam atau semalam. Lakukan setiap hari.

– Atau, tambahkan 1 sendok teh bubuk cabai rawit ke dalam segelas air hangat. Minum 2 atau 3 kali sehari.

Mimba untuk mengurangi pembengkakan pada leher

 

Lilac India, juga dikenal sebagai mimba, memiliki sifat anti-inflamasi serta penekan nyeri yang dapat mengurangi rasa sakit, peradangan dan pembengkakan pada leher karena spondilosis servikal.

– Tambahkan sedikit air ke dalam 1 sendok makan bubuk mimba untuk membuat pasta kental. Panaskan pasta pada panci tim selama beberapa menit. Oleskan pasta panas ini (lumayan panas) pada daerah yang terkena. Biarkan selama 30 menit, lalu bilas dengan air hangat. Ulangi beberapa kali sehari.

– Pilihan lain adalah dengan merebus beberapa daun dan bunga mimba dalam 1 cangkir air. Saring, biarkan hingga dingin dan minum dua kali sehari.

– Kamu juga dapat memijat daerah yang terkena dengan minyak mimba 2 kali sehari.

Tips tambahan untuk mengatasi leher kaku atau spondilosis servikal

 

– Makan Chebulic myrobalan atau buah ink kecil (Haritaki) setelah makan siang dan makan malam juga akan memberikan rasa lega cepat dari nyeri dan kekakuan.

– Hindari aktivitas fisik. Jangan lakukan apapun yang dapat memperburuk masalah, seperti angkat berat.

– Tidur malam yang baik. Tidur pada satu bantal keras untuk mengurangi ketegangan pada lehermu; jangan menggunakan beberapa bantal. Tidur pada kasur keras, dengan posisi telentang atau miring dengan lutut ditekuk pada sudut kanan batang tubuh.

– Pertahankan postur tubuh yang benar ketika berdiri dan duduk.

– Makan salad yang banyak yang dibuat dengan sayuran mentah seperti tomat, wortel, kubis, mentimun, lobak dan selada.

– Hindari makanan berlemak, pedas, dan gorengan, dadih asam, permen, gula dan kopi.

– Berhenti merokok dan tembakau dalam bentuk lainnya.

– Makan makanan tinggi protein, vitamin C, kalsium dan fosfor.

– Pakai penyangga leher dan ban leher yang lembut untuk jangka waktu yang singkat untuk mendapatkan rasa lega sementara. Jangan memakainya untuk waktu yang lama.

– Paparkan daerah yang terkena pada sinar matahari pagi selama 10 sampai 15 menit setiap hari.

Jika gejala memburuk, atau kamu mengalami mati rasa tiba-tiba, kelemahan atau hilangnya kontrol kandung kemih atau usus maka berkonsultasilah dengan dokter.

Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori

Harap diperhatikan bahwa konten pada website sehatly.com tidak bisa untuk menggantikan peran seorang dokter ataupun praktisi kesehatannya. Konten-konten sehatly hanya bertujuan untuk memberikan informasi.