Penyebab Rasa Kram Seperti Menstruasi Pada Kehamilan 33 Minggu

Perut terasa kram seperti saat menstruasi padahal sedang hamil tua? Ternyata ini lho penyebabnya.
10578
penyebab kram seperti menstruasi saat hamil tua

Rasa nyeri di area perut selama kehamilan, termasuk rasa kram seperti saat menstruasi, bisa cukup mengejutkan. Ada beberapa penjelasan yang sangat aman untuk rasa kram pada kehamilan di tahap akhir, seperti yang muncul selama minggu ke-33 ini. Pada beberapa kasus, kram menstruasi pada tahap akhir kehamilan ini bisa menjadi tanda adanya komplikasi serius. Selalu hubungi penyedia layanan kesehatan kamu jika kamu merasakan adanya rasa kram seperti saat menstruasi selama kehamilan, terutama jika terjadi secara terus menerus atau disertai dengan gejala lainnya.

Peregangan Ligamen

 

Pada setiap saat selama dan setelah trimester kedua, seorang wanita mungkin akan merasakan kram ringan hingga sedang di sekitar area perut. Rasanya akan mirip seperti otot yang tertarik, tapi akan hilang setelah beberapa detik atau ketika gerakan dihentikan. Hal ini disebut dengan nyeri ligamen. Ligamen adalah pita jaringan kuat yang terhubung ke otot dan rahim, menurut March of Dimes. Rasa sakit ini muncul ketika wanita bergerak, seperti bangun dari tempat tidur. Rasa sakit mungkin akan mulai terasa di area panggul dan menyebar ke area perut. Ketika rasa sakit mencapai area perut, rasanya akan seperti kram menstruasi. Nyeri ligamen tidak berlangsung terlalu lama. Jika kamu merasakan sakti seperti ini lebih dari beberapa detik atau menit, hubungi doktermu.

Kontraksi Palsu Sebagai Penyebab Kram saat Hamil Tua

 

Kontraksi yang tidak teratur, sering disebut dengan kontraksi Braxton-Hicks, dapat terjadi pada minggu ke 33 kehamilan. Dan kontraksi ini bisa terasa seperti kram seperti saat menstruasi atau kadang tidak terasa sakit. Rahim dan otot-otot di sekitarnya mengencang karena kontraksi. Kram persalinan palsu ini bisa meningkat frekuensi dan intensitasnya sesuai dengan perkembangan kehamilan.

Salah satu cara untuk membedakan kontraksi palsu dengan kontraksi yang sebenarnya adalah dengan berjalan. Berjalan tidak akan mengganggu kontraksi yang asli, tapi kontraksi persalinan palsu mungkin akan berhenti ketika kamu mulai berjalan. Kontrasi melahirkan yang asli akan bisa diprediksi. Menghitung waktunya adalah cara lain untuk menentukan apakah kontraksi tersebut nyata atau palsu. Kontraksi palsu mungkin muncul dengan pola waktu yang tidak teratur. Kontraksi yang asli memiliki jarak menit yang konsisten dan berlangsung dalam waktu yang kurang lebih sama.

Dalam persalinan yang sebenarnya, kontraksi secara bertahap akan terus meningkat waktunya dan jaraknya juga semakin dekat. Jika terjadi di minggu ke-33 dianggap sebagai persalinan prematur, menurut March of Dimes. Sangat penting untuk menghubungi dokter dengan segera jika kamu merasa sedang mengalami kontraksi yang sesungguhnya. Kontraksi yang asli dapat disertai dengan keluarnya cairan atau darah dari vagina, rasa sakit di punggung bawah dan kontraksi yang biasanya mirip seperti kram saat menstruasi.

Terlepasnya Placenta (Sebagian atau seluruhnya)

 

Abruptio placenta adalah kondisi yang sangat serius dan berbahaya yang dapat terjadi di akhir masa kehamilan, termasuk pada minggu ke-33. Abruptio placenta adalah terpisahnya placenta dari rahim, menurut BabyCenter.com. Pemisahannya bisa berupa sebagian atau total. Gejala abruptio placenta dapat bervariasi. Beberapa wanita mungkin akan mengalami pendarahan tiba-tiba secara langsung atau bisa juga secara bertahap. Jika ketuban pecah setelah terjadi abrutio, cairan tersebut bisa mengandung banyak darah. Rasa sakit yang terkait dengan abruptio placenta bisa terasa seperti kram menstruasi yang tidak kunjung selesai. Bayi mungkin akan berhenti bergerak dan kamu akan merasakan nyeri punggung.

Preeklamsia

 

Kasus-kasus preeklamsia serius bisa disertai dengan rasa sakit atau nyeri yang hebat di bagian atas perut, menurut BabyCenter.com. Kebanyakan wanita didiagnosis menderita preeklamsia pada usia kehamilan 20 minggu. Kondisi ini ditandai dengan perubahan dalam pembuluh darah yang dapat mempengaruhi banyak organ dalam tubuh termasuk hati, otak dan plasenta. Tekanan darah tinggi dan protein dalam darah adalah dua ciri-ciri yang akan muncul pada darah wanita yang mengalami preeklamsia. Gejala lain yang menyertai rasa kram antara lain pembengkakan pada wajah, tangan atau kaki dan pergelangan kaki. Gejala yang lebih serius termasuk sakit kepala yang parah, masalah penglihatan (pandangan kabur atau melihat bintik-bintik), mual dan muntah.

Comment 4Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori

Harap diperhatikan bahwa konten pada website sehatly.com tidak bisa untuk menggantikan peran seorang dokter ataupun praktisi kesehatannya. Konten-konten sehatly hanya bertujuan untuk memberikan informasi.