10 Cara Alami untuk Mengatasi Herpes Labialis

Adanya herpes labialis pada bagian tubuh yang terlihat tentu sangat mengganggu penampilan kita.
10742
Mengatasi herpes labialis

Herpes labialis, juga dikenal sebagai lepuh demam, biasanya muncul di sekitar bibir, hidung dan dagu. Kondisi ini sangat umum serta menular. Maka dari itu, mengatasi herpes labialis harus dilakukan segera sebelum semakin memburuk dan menular.

Herpes labialis disebabkan oleh virus herpes simpleks-1 (HSV-1) dan sangat menular, terutama ketika lepuh mengalirkan cairan. Namun, virus tidak selalu menyebabkan luka dan bahkan mungkin tidak aktif secara permanen.

Faktor-faktor seperti stres emosional, kelelahan, perubahan hormonal (terutama saat menstruasi), demam, trauma pada kulit, dan paparan sinar matahari yang kuat cenderung untuk mengaktifkan kembali virus dan berkontribusi untuk wabah.

Virus menyebar melalui kontak langsung dengan individu yang terinfeksi atau melalui air liur, bahkan ketika seseorang tidak memiliki lepuh. Diyakini bahwa sebanyak 90% dari populasi orang dewasa di seluruh dunia terinfeksi virus ini.

Penyakit herpes labialis ditandai dengan lepuh kecil dan menyakitkan di sekitar bibir atau tepi mulut. Mereka juga dapat muncul di bawah hidung. Kamu mungkin mengalami kesemutan atau sensasi terbakar di sekitar bibir atau hidung satu atau dua hari sebelum lepuh meletus. Lepuh akhirnya meletus, mengalirkan cairan, dan kerak di atasnya.

Luka ini biasanya hilang sendiri dalam waktu seminggu atau lebih. Meski demikian, kamu dapat menggunakan beberapa obat rumahan sederhana segera setelah kamu mengalami tanda kesemutan untuk mengurangi durasi wabah dan meringankan ketidaknyamanan.

Berikut adalah 10 obat top  rumahan untuk mengatasi herpes labialis.

Mengurangi pembengkakan dengan es

 

Es membantu mengurangi pembengkakan, kemerahan, dan rasa sakit yang disebabkan oleh herpes labialis.
– Bungkus es batu dengan kain lap yang bersih.
– Letakkan di atas herpes labialis selama 10 sampai 15 menit.
– Ulangi setiap tiga sampai empat jam.

Mengatasi herpes labialis dengan bawang putih

 

Bawang putih memiliki enzim yang bekerja sebagai antibakteri, antivirus dan antijamur yang membantu mengatasi herpes labialis. Selain itu, bertindak sebagai anti-inflamasi dan mengurangi pembengkakan dan peradangan.

– Potong siung bawang putih menjadi dua bagian.
– Hancurkan setengah dan oleskan pada daerah yang terkena.
– Biarkan selama 10 sampai 15 menit.
– Ulangi proses ini tiga sampai lima kali sehari.

Peringatan: Kamu mungkin merasa sensasi terbakar ketika mengoleskan bawang putih mentah pada luka seperti lepuh.

Mengeringkan luka dengan aseton pembersih cat kuku

 

Percaya atau tidak, banyak orang yang telah mencoba obat ini dan bahkan membuktikan efektif. Aseton dipercaya untuk membantu mengeringkan herpes labialis.
– Celupkan bola kapas dalam aseton pembersih cat kuku.
– Oleskan pada herpes labialis.
– Lakukan beberapa kali sehari, sebaiknya sekali satu jam.

Mengatasi herpes labialis dengan hidrogen peroksida (H2O2)

 

Hidrogen peroksida dengan rumus molekul H2O2 sangat bagus untuk desinfektan dan mengeringkan luka.
– Celupkan bola kapas atau kapas dalam larutan hidrogen peroksida 3%.
– Oleskan pada herpes labialis dan biarkan selama beberapa menit.
– Lakukan setiap beberapa jam.

Meminimalkan herpes labialis dengan akar manis

 

Herbal ini mencegah dan mengobati herpes labialis. Akar manis memiliki bahan aktif yang disebut glycyrrhizin dengan sifat antivirus dan anti-inflamasi.

– Campurkan satu sendok makan bubuk akar manis dan setengah sendok teh air. Oleskan pada herpes labialismu menggunakan kapas atau ujung jari (pastikan tanganmu bersih), dan biarkan selama beberapa jam. Lakukan beberapa kali sehari.

– Kamu juga bisa meminum teh atau suplemen akar manis.

Jika kamu rentan terhadap herpes labialis, makan herbal ini secara teratur untuk membantu meminimalkan wabah. Jika kamu memiliki tekanan darah tinggi, hindari minum akar manis karena meningkatkan tekanan darah dan menyebabkan rendahnya kadar kalium.

Mengatasi herpes labialis dengan lisin

 

Studi telah menemukan bahwa minum lisin secara teratur dapat membantu mencegah herpes labialis karena efek antivirus yang dimilikinya. Lisin merupakan asam amino esensial yang menghambat aktivitas asam amino lain yang disebut arginin, yang meningkatkan replikasi virus herpes simpleks.

– Minum suplemen L-Lysine 1.000 hingga 1.500 mg setiap hari untuk membantu menjaga virus herpes tidak aktif. Selama wabah, minum 1.000 mg tiga kali sehari. Kamu juga dapat menggunakan krim, tapi lisin oral dianggap lebih efektif.

– Sertakan daging, susu, yoghurt, keju, kacang kedelai, dan makanan kaya protein lainnya dalam diet mu karena mereka adalah sumber yang baik dari lisin.

Tanaman lemon balm untuk proses penyembuhan

 

Lemon balm (sejenis daun mint), juga dikenal sebagai Melissa officinalis, mempercepat proses penyembuhan, meredakan ketidaknyamanan, dan mencegah infeksi agar tidak menyebar. Tanaman ini berisi tanin dan senyawa polifenol yang berkontribusi dengan efek antivirusnya.

– Rendam 1-2 sendok teh daun lemon balm kering dalam satu liter air panas selama 10 menit. Saring dan minum tiga sampai empat cangkir teh herbal ini setiap hari.

– Atau, kamu dapat menerapkan teh atau minyak esensial lemon balm pada herpes labialis tiga sampai lima kali sehari.

Mengatasi herpes labialis dengan susu dingin

 

Susu utuh mengandung imunoglobulin yang menghambat virus yang menyebabkan herpes labialis. Selain itu, ia memiliki jenis lemak yang dikenal sebagai monocaprin dengan efek antivirus. Selanjutnya, susu dingin meredakan sensasi kesemutan dan ketidaknyamanan.
– Rendam bola kapas dalam susu murni dingin.
– Oleskan pada daerah yang terkena dan biarkan selama sekitar 10 menit.
– Lakukan sekali atau dua kali sehari.

Selain mengoleskan, minum susu juga bermanfaat karena mengandung lisin.

Meningkatkan sistem kekebalan dengan Echinacea

 

Echinacea (tanaman berbunga yang tumbuh di Eropa dan Amerika Utara) adalah herbal kuat yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan memiliki efek antivirus. Sebuah studi oleh Universitas Ottawa menemukan bahwa ekstrak Echinacea aktif terhadap virus herpes simpleks -1.
– Bubuhkan ekstrak cair Echinacea pada daerah yang terkena.
– Kamu juga bisa minum teh Echinacea, atau minum dalam bentuk larutan atau kapsul.

Peringatan: Hindari penggunaan jangka panjang dari herbal ini; jangan minum lebih dari delapan minggu. Echinacea juga dapat berinteraksi dengan obat tertentu, sehingga konsultasikan dengan dokter sebelum minum Echinacea.

Mengatasi herpes labialis dengan tea tree oil

 

Tea tree oil memiliki sifat antivirus yang dapat membantu mengobati herpes labialis dan mempersingkat waktu penyembuhan.

– Encerkan tea tree oil dengan menambahkan tiga bagian air ke dalam satu bagian tea tree oil. Celupkan bola kapas dalam minyak dan oleskan pada herpes labialis tiga kali sehari.
– Atau, kamu dapat menggabungkan tea tree oil dan minyak zaitun dengan jumlah yang sama dan sedikit minyak kayu putih. Oleskan dua sampai tiga kali sehari.

Jika lherpes labialis sering kambuh, tidak sembuh dalam waktu dua minggu, atau kamu mengalami gejala berat atau iritasi di mata, periksakan ke dokter untuk mengatasi herpes labialis tersebut. Lebih sering daripada tidak, herpes labialis sembuh tanpa jaringan parut.

Comment 3Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori

Harap diperhatikan bahwa konten pada website sehatly.com tidak bisa untuk menggantikan peran seorang dokter ataupun praktisi kesehatannya. Konten-konten sehatly hanya bertujuan untuk memberikan informasi.