Mengatasi Penyakit Divertikular dan Divertikulitis di Rumah

Divertikular dan divertikulitis adalah masalah yang sangat mengganggu dan membahayakan. Untuk meredakannya ada beberapa perawatan rumahan yang bisa dicoba.
817
Divertikular dan Divertikulitis

Penyakit divertikular adalah kondisi pencernaan yang umum yang terjadi sebagai akibat gejala dari divertikula. Penyakit divertikular dan divertikulitis bisa sangat mengganggu. Divertikula adalah kantong kecil, menggembung yang terbentuk pada lapisan dalam usus besar (kolon).

Kondisi ketika kantung ini terbentuk tapi tidak menimbulkan atau hanya menimbulkan sedikit gejala disebut divertikulosis. Namun, ketika potongan-potongan kecil feses (kotoran) terjebak di dalam kantung, maka kantung menjadi meradang atau terinfeksi dan menyebabkan gejala seperti nyeri perut bagian bawah dan kembung.

Ketika bakteri terperangkap di kantong dan menyebabkan infeksi dengan nyeri yang parah maka kondisi ini disebut divertikulitis. Rasa sakit biasanya di sisi kiri bawah perut.

Tanda-tanda dan gejala lainnya adalah perut nyeri, mual, gas atau kembung, sembelit atau diare, demam, menggigil, dan kehilangan nafsu makan. Dalam kasus yang jarang terjadi, juga bisa menyebabkan perdarahan dubur. Hal itu dapat menyebabkan komplikasi seperti abses (penimbunan nanah), fistula (saluran yang terbentuk dan mungkin terinfeksi antara rektum sampai kulit lubang dubur), peritonitis (peradangan lapisan tipis di dinding bagian dalam perut), dan obstruksi usus (penyumbatan di usus) pada sekitar 25 persen orang yang menderita divertikulitis akut.

Penyebab pasti dari pembentukan divertikula atau kantung kecil tidak diketahui. Namun, para ahli medis percaya bahwa diet rendah serat dapat menjadi alasannya. Tanpa serat untuk menambahkan massa tinja, usus besar harus bekerja lebih keras untuk mendorong tinja. Hal ini dapat menyebabkan kantong terbentuk di titik-titik lemah di sepanjang usus besar.

Selain itu, faktor-faktor seperti merokok, obesitas, kurangnya aktivitas fisik, diet rendah serat, asupan lemak tinggi, obat-obatan tertentu, dan riwayat sembelit berkontribusi pada berkembangnya penyakit divertikular.

Penyakit divertikular dan divertikulitis parah atau sering kambuh mungkin memerlukan obat resep atau bahkan operasi. Anda juga dapat mencoba beberapa pengobatan rumah sederhana dan mengadopsi beberapa perubahan gaya hidup untuk mencegah dan mengendalikan masalah ini.

Berikut adalah 10 pengobatan rumahan terbaik untuk penyakit divertikular dan divertikulitis.

Mengatasi Divertikular dan Divertikulitis dengan Lidah Buaya

 

Lidah buaya adalah obat yang sangat efektif untuk penyakit divertikular dan divertikulitis. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, lidah buaya mengandung sifat pencahar yang membantu menjaga flora usus normal, merangsang dan membantu gerakan usus dan menghilangkan racun tubuh. Lidah buaya juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi peradangan dan pembengkakan.

Cukup minum satu setengah cangkir jus lidah buaya tiga kali sehari selama setidaknya satu bulan.

Slippery Elm Sebagai Penawar Rasa Sakit

 

Karena banyak mengandung lendir, slippery elm adalah obat lain yang efektif untuk masalah ini. Sebagai penawar rasa sakit, tanaman ini melindungi jaringan yang teriritasi, mengurangi peradangan dan nyeri, dan mempercepat penyembuhan.

– Campurkan satu sendok teh bubuk kulit elm licin dalam dua cangkir air mendidih.

– Tambahkan satu sendok teh gula dan sedikit bubuk kayu manis.

– Anda dapat minum 1-2 cangkir larutan ini dua kali sehari.

Meredakan Peradangan Saluran Pencernaan dengan Marshmallow

 

Marshmallow adalah penawar rasa sakit dan pelunak materi dalam usus sehingga sangat berguna dalam pengobatan penyakit divertikular dan divertikulitis. Bahan ini dapat meredakan peradangan di saluran pencernaan dan mendorong gerakan usus yang sehat.

– Tambahkan 5 gram akar marshmallow kering dalam satu cangkir air mendidih. Biarkan selama lima menit dan kemudian saring. Minum teh herbal ini tiga kali per hari.

– Pilihan lainnya adalah dengan menambahkan dua sendok makan akar marshmallow kering dalam satu liter air. Biarkan semalam. Keesokan paginya, saring dan minum cairan beberapa kali sehari.

Catatan: Hindari marshmallow jika Anda memiliki diabetes.

Mengurangi Radang dengan Licorice atau Akar Manis

 

Akar manis atau licorice memiliki sifat anti radang yang membantu mengobati divertikulitis secara alami. Tanaman ini dapat mengurangi kejang dan peradangan pada saluran pencernaan. Selain itu, akar manis membantu dalam menambahkan massa dan melembutkan tinja.

– Tambahkan satu setengah sendok teh bubuk akar licorice (akar manis) dalam secangkir air. Didihkan selama beberapa menit dan kemudian saring. Minum 30 menit sebelum makan. Lakukan pengobatan ini dua atau tiga kali sehari.

– Anda juga dapat minum tablet licorice (380 untuk 1.140 mg per hari), tetapi hanya setelah konsultasi dengan dokter.

Catatan: Mereka yang memiliki tekanan darah tinggi, gagal jantung, penyakit ginjal atau hipokalemia harus minum licorice di bawah pengawasan dokter.

Mengatasi Penyakit Divertikular dan Divertikulitis dengan Probiotik

 

Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang mirip dengan mikroorganisme menguntungkan yang ada dalam usus manusia. Probiotik umumnya adalah “bakteri baik” yang membantu menjaga kesehatan usus dan membantu dalam proses pencernaan.

– Suplemen probiotik seperti Lactobacillus acidophilus, Lactobacillus plantarum dan Saccharomyces boulardii dapat diminum setiap hari antara waktu makan. Dosis yang direkomendasikan adalah 200-250 mg.

– Anda juga bisa makan makanan yang bisa meningkatkan jumlah probiotik seperti yoghurt atau susu kultur dan minuman kedelai.

Membantu Sistem Pencernaan dengan Lemon

 

Lemon memiliki sifat antioksidan dan membantu mengatur keseimbangan pH tubuh. Selain itu, lemon memiliki vitamin C yang tinggi yang membantu sistem pencernaan membuang bahan yang tidak diinginkan dan racun keluar dari tubuh. Lemon juga baik untuk sistem kekebalan tubuh.

– Campur air dari satu buah lemon dalam segelas air hangat.

– Tambahkan sedikit garam dapur dan sedikit madu dan aduk merata.

– Minum pada waktu perut kosong di pagi hari.

Mengobati Penyakit Divertikular dan Divertikulitis dengan Biji Rami

 

Biji rami juga dapat digunakan dalam pengobatan penyakit divertikular. Serat alami yang terkandung dalam biji rami bekerja sebagai pembentuk obat pencahar. Hal ini berarti membantu melunakkan tinja dan membuatnya melewati usus dengan mudah. Selain itu, biji rami merupakan sumber asam lemak omega-3 yang baik yang membantu mencegah peradangan.

– Campurkan satu sendok makan biji rami yang dihaluskan dalam segelas air. Minum sekali sebelum sarapan dan sekali lagi sebelum tidur.

– Juga tambahkan biji rami yang dihaluskan dalam sereal, yoghurt, buah dan makanan sehat lainnya. Anda dapat menggunakan 15 gram biji rami tanah per hari.

Kamomil Mendukung Sistem Pencernaan

 

Sebagai zat karminatif (mengeluarkan udara) di alam, kamomil merangsang sistem pencernaan dan melemaskan perut. Hal ini membuat kamomil menjadi obat yang baik untuk penyakit divertikular.

– Tambahkan 2-3 sendok teh kamomil kering dalam secangkir air panas.

– Tutup dan biarkan selama lima menit.

– Saring dan campurkan satu sendok teh madu.

– Minum hingga tiga cangkir teh kamomil setiap hari.

Catatan: Kamomil tidak dianjurkan bagi mereka yang sedang hamil, minum pil KB atau obat pengencer darah.

Membantu Proses Pencernaan dengan Bawang putih

 

Bawang putih merupakan antibiotik alami dan membantu proses pencernaan, karena itu bawang putih sering dipakai sebagai obat yang baik untuk penyakit divertikular dan divertikulitis.

– Ambil satu siung bawang putih bersihkan kulitnya dan cincang hingga halus sebelum Anda telan. Lakukan tiga kali sehari.

– Atau, Anda dapat minum dua kapsul bawang putih tiga kali sehari. Konsultasikan dengan dokter Anda sebelum minum suplemen bawang putih.

Jahe Memberikan Efek Menenangkan

 

Efek menenangkan jahe pada usus adalah salah satu alasan jahe sangat dianjurkan untuk pengobatan penyakit divertikular dan divertikulitis. Jahe dapat membantu meringankan gas dalam usus, kram dan mual yang terkait dengan masalah ini. Selain itu, dapat mengurangi risiko divertikulitis dengan menjaga usus besar bebas dari mikroba berbahaya.

– Potong jahe seukuran dua inchi menjadi irisan. Didihkan irisan dalam satu cangkir air dengan panas rendah selama 10 menit dan kemudian saring. Minum larutan tersebut sebelum Anda makan. Minum sampai tiga cangkir teh per hari, satu kali sebelum makan.

– Anda juga dapat minum kapsul jahe. Setidaknya minum 2.000 miligram tiga kali sehari. Konsultasikan dengan dokter sebelum minum suplemen herbal.

Tips Tambahan Mengatasi Penyakit Divertikular dan Divertikulitis

 

– Untuk menghilangkan rasa sakit ringan dan kram, Anda bisa gunakan bantal pemanas pada perutmu. Anda juga dapat mencoba teknik relaksasi.

– Berolahragalah secara teratur selama 30 menit untuk membantu fungsi usus normal dan mengurangi tekanan di dalam usus besar.

– Hindari minum kopi serta minuman beralkohol.

– Cobalah untuk tidak tegang saat buang air besar. Jangan terburu-buru dan berikan waktu yang cukup.

– Kurangi daging merah.

– Minum setidaknya delapan gelas air sehari.

– Hindari tembakau dalam bentuk apapun.

– Jauhi makanan dan minuman yang sangat panas atau sangat dingin.

– Sertakan lebih banyak makanan kaya serat dalam diet Anda.

– Minum suplemen vitamin B-kompleks untuk pencernaan.

– Konsumsi suplemen omega-3 asam lemak, 1000 mg atau dua kali sehari setelah berkonsultasi dengan dokter.

Comment 4Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori

Harap diperhatikan bahwa konten pada website sehatly.com tidak bisa untuk menggantikan peran seorang dokter ataupun praktisi kesehatannya. Konten-konten sehatly hanya bertujuan untuk memberikan informasi.