Faktor yang Mempengaruhi Remaja Menyalahgunakan Zat Berbahaya

Ada beberapa faktor yang menyebabkan remaja menyalahgunakan narkoba. Mempelajarinya akan membantu mencegah perilaku berbahaya ini.
805
http://umatter.us/wp-content/uploads/2016/04/Teen-Drug.jpg

Banyak remaja mabuk dengan menyalahgunakan zat-zat mulai dari obat resep yang dialihkan fungsinya hingga obat-obat umum sampai ke obat hirup dan alkohol. Beberapa remaja ini akan masuk ke dalam dunia kehidupan yang kecanduan, menyalahgunakan zat-zat yang semakin berbahaya. Beberapa remaja juga akan mengalami jangka hidup yang lebih pendek, karena penyalahgunaan obat-obatan atau zat lainnya bahkan meski hanya sekali bisa berakibat fatal. Orang tua dan orang dewasa yang peduli dengan hal ini harus memeriksa faktor-faktor yang menyebabkan remaja menyalahgunakan zat-zat berbahaya sebagai usaha untuk mencegah perilaku berisiko ini.

Kecanduan Narkoba karena Tekanan Teman

 

Institut Nasional tentang Penyalahgunaan Narkoba melaporkan bahwa teman punya pengaruh yang besar dalam perilaku penyalahgunaan obat-obatan. Banyak remaja menggunakan narkoba untuk pertama kalinya untuk menghindari stigma dari teman-temannya atau untuk membuat orang lain kagum. Media Kampanye Nasional Remaja Anti Narkoba menyarankan bahwa cara terbaik bagi remaja untuk menghindari ikut-ikutan tekanan teman adalah dengan dipersiapkan terlebih dulu tentang ide-ide seperti apa yang ingin mereka katakan. Orang tua bisa membantu remaja dengan latihan situasi bermain peran. Orang tua berpura-pura menjadi teman yang menggunakan narkoba dan anak belajar bereaksi terhadap tekanan yang diberikan untuk ikut menggunakan narkoba.

Kecanduan Narkoba karena Genetik

 

Menurut Institusi Nasional tentang Penyalahgunaan Narkoba, para ilmuwan mengakui bahwa kecenderungan genetik untuk menyalahgunakan narkoba, tapi mereka belum menentukan gen spesifik yang terlibat dalam hal ini. Hal ini mungkin masih berhubungan dengan zat kimia dopamin pada otak yang memberikan perasaan menyenangkan, dan hubungan seseorang dengan hormon tersebut yang dikendalikan oleh gen. Meski seorang remaja mungkin akan mencoba zat yang menghasilkan efek halusinasi (halusinogen) pada satu waktu, remaja yang secara genetik memiliki kecenderungan untuk memiliki masalah kecanduan kemungkinan akan ingin menggunakannya lagi dan lagi karena secara alami mereka mendapatkan lebih banyak kesenangan dari dopamin atau memang sejak awal kekurangan hormon tersebut. Sementara para ilmuwan mencari tahu tentang semua ini, orang tua harus sangat waspada terhadap remaja yang mungkin memiliki hubungan genetik dengan pecandu narkoba atau alkohol dan menghindari penyalahgunaan zat berbahaya tersebut.

Kecanduan Narkoba karena Keluarga

 

Tumbuh di keluarga yang menekankan “teler” atau mabuk dari zat legal ataupun ilegal bisa menyebabkan para remaja berpikir bahwa menggunakan narkoba adalah hal yang lumrah. Mayo Clinic menjelaskan bahwa pengaruh keluarga yang tidak sehat ini bisa menjadi faktor eksperimen awal remaja terhadap narkoba. Berada bersama anggota keluarga yang langsung mengkonsumsi zat-zat tertentu untuk menyembuhkan setiap rasa sakit atau penyakit dapat menyebabkan remaja melakukan hal yang sama. Para remaja mendapatkan banyak nilai-nilai mereka dari orang tua dan pengaruh orang dewasa lainnya, dan sering kali menirukan apa yang mereka lihat. Tidak ada kata terlambat untuk membangun tradisi keluarga yang lebih sehat dan memberikan contoh yang baik untuk remaja.

Kecanduan Narkoba karena Kecenderungan Mencari Sensasi

 

Remaja yang memiliki kecenderungan untuk mencari sensasi dan dorongan adrenalin kemungkinan memiliki risiko yang lebih tinggi dalam menyalahgunakan narkoba karena perasaan “teler” yang didapatkan dari awal penggunaan zat-zat tersebut. Di saat semua orang menikmati dorongan zat kimia yang memberikan rasa senang dari sumber yang tepat, beberapa remaja mendapatkan perasaan ini dari obat-obatan yang menyebabkan mereka terus menggunakan narkoba meskipun memiliki konsekuensi negatif. Jika orang tua melihat pola perilaku mencari sensasi pada anak, ada baiknya untuk mendiskusikan pengalihan yang aman dan bukannya menggunakan narkoba yang berbahaya.

Kecanduan Narkoba karena Stres

 

Beberapa remaja, seperti halnya beberapa orang dewasa, menggunakan narkoba sebagai upaya untuk menghilangkan stres. Hal ini bisa menjadi akar dari penyalahgunaan narkoba pada remaja dengan kondisi mental yang mendasar seperti gangguan kecemasan umum atau gangguan kecemasan sosial. Kekerasaan pada anak – di masa lalu atau saat ini – bisa menciptakan level stres yang memicu beberapa remaja untuk menyalahgunakan narkoba. Jika anak kita terlihat seperti berada dalam kondisi stres yang tidak semestinya, lakukan evaluasi kesehatan mental dan konseling jika dibutuhkan.

Kecanduan Narkoba karena Rendah Diri

 

Seorang remaja yang rendah diri lebih mungkin untuk terlibat dalam perilaku melukai diri sendiri seperti menggunakan narkoba. Kemungkinan ini akan meningkat jika beberapa faktor yang mempengaruhi yang telah disebutkan tadi juga ada dalam kehidupan remaja. Orang tua dapat membantu anak menemukan ketrampilan unggul yang mereka miliki untuk membantu menghindari atau melawan perasaan rendah diri.

Kecanduan Narkoba karena Keinginan Untuk Meningkatkan Penampilan

 

Menurut Institut Nasional tentang Penyalahgunaan Narkoba, beberapa remaja mulai menggunakan obat-obatan sebagai cara yang salah untuk meningkatkan performa olahraga atau akademis. Remaja ini sering kali memiliki perasaan akan hidup lama dan tidak merasakan efek negative narkoba yang bisa membahayakan mereka. Semua atlet remaja harus dididik tentang bahaya menggunakan obat yang meningkatkan performa dan seluruh siswa harus memahami bahwa yang diperlukan hanyalah melakukan yang terbaik yang mereka bisa dalam tugas sekolah untuk membuat orang tua bangga pada mereka.

Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori

Harap diperhatikan bahwa konten pada website sehatly.com tidak bisa untuk menggantikan peran seorang dokter ataupun praktisi kesehatannya. Konten-konten sehatly hanya bertujuan untuk memberikan informasi.