Cara Masak Nasi Rendah Kalori Hasil Penelitian Terbaru

Nasi merupakan makanan pokok yang dikonsumsi di seluruh dunia. Tentunya, mengetahui cara sederhana untuk memasak nasi rendah kalori baik untuk kesehatan.
956
nasi rendah kalori

Nasi, darah kehidupan dari banyak sekali masakan dari berbagai negara. Nasi mungkin adalah makanan yang paling tersedia di mana pun di dunia. Di Asia, di mana sekitar 90 persen dari seluruh nasi yang dikonsumsi, biji-bijian empuk yang merupakan bagian dari hampir semua waktu makan. Di Karibia, di mana pati sering dicampur dengan kacang, itu pokok juga. Bahkan di Amerika Serikat, di mana orang makan dalam jumlah yang relatif sederhana beras, banyak masih dikonsumsi. Nasi rendah kalori adalah salah satu pilihan yang dapat menjadi pilihan.

Nasi menjadi populer karena lunak–nasi dapat dipasangkan dengan berbagai jenis makanan–dan harganya relatif murah. Tapi seperti makanan yang memiliki banyak kandungan pati lainnya, nasi memiliki satu kecacatan utama: makanan ini tidak sebaik itu untukmu. Konsumsi beras putih, khususnya, telah dikaitkan dengan resiko diabetes yang lebih tinggi. Secangkir gandum matang mengandung dengan sekitar 200 kalori, sebagian besar datang dalam bentuk pati, yang berubah menjadi gula, dan sering setelahnya lemak tubuh.

Tapi bagaimana jika ada cara sederhana untuk mengakali membuat nasi yang sedikit lebih sehat?

Seorang mahasiswa sarjana di Kampus Ilmu Kimia di Sri Lanka dan mentornya telah menguji coba cara baru untuk memasak nasi yang dapat mengurangi kalorinya sebanyak 50 persen dan bahkan menawarkan beberapa manfaat kesehatan lainnya. Metode cerdik, yang pada intinya hanya manipulasi sederhana secara kimia, hanya melibatkan beberapa langkah mudah dalam praktek.
“Apa yang kami lakukan adalah memasak nasi seperti biasa, tapi ketika air mendidih, sebelum menambahkan beras mentah, kami menambahkan minyak kelapa sekitar 3 persen dari berat beras yang akan kamu masak,” kata Sudhair James, yang mempresentasikan penelitian pendahuluan pada Pertemuan Nasional & Pameran dari Komunitas Kimiawi Amerika, pada hari Senin. “Setelah itu siap, kita biarkan dingin di kulkas selama sekitar 12 jam. Itu saja.”

Bagaimana Cara Memasak Nasi Rendah Kalori

 

Untuk memahami apa yang terjadi, kamu perlu memahami sekilas tentang ilmu kimia makanan.

Tidak semua pati, seperti yang terjadi, diciptakan sama. Beberapa, yang dikenal sebagai pati yang dapat dicerna, mengambil hanya sedikit waktu untuk dicerna, dengan cepat berubah menjadi glukosa, dan kemudian glikogen. Kelebihan glikogen berakhir menambahkan ukuran isi perut kita jika kita tidak mengeluarkan energi yang cukup untuk membakarnya hingga habis. Sementara itu, pati lain yang disebut pati resistan, membutuhkan waktu yang lama bagi tubuh untuk diproses, tidak diubah menjadi glukosa atau glikogen karena kita tidak memiliki kemampuan untuk mencerna mereka, dan menambahkan cukup banyak kalori.

Sebuah penelitian tentang pertumbuhan badan, tetapi, telah menunjukkan bahwa ada kemungkinan untuk mengubah jenis pati dalam makanan, dengan memodifikasi bagaimana cara untuk mempersiapkan nasi sebelum dimasak. Setidaknya, kita tahu bahwa ada perubahan yang teramati ketika makanan tertentu dimasak dengan cara yang berbeda.

Kentang, misalnya, cobalah memulai dari mengonsumsi jenis pati yang tepat hingga jenis yang kurang sehat ketika mereka dimasak atau dilupat. Proses pemanasan dan pendinginan dari sayuran tertentu, seperti kacang polong dan ubi jalar, juga dapat mengubah jumlah pati resistan, menurut sebuah studi pada tahun 2009.

Dan nasi, tergantung pada metode persiapan, mengalami perubahan kimia yang dapat diamati. Terutama, nasi goreng dan nasi dengan gaya pilaf memiliki proporsi yang lebih besar dari pati resistan daripada jenis yang paling umum untuk dikonsumsi, nasi kukus, seaneh yang mungkin nampak.

▼ Artikel terkait

Mengurangi Pati Resistan Ciptakan Nasi Rendah Kalori

 

“Jika kamu bisa mengurangi pati yang dicerna menjadi sesuatu seperti nasi yang dikukus, kamu bisa mengurangi kalori,” kata Dr. Pushparajah Thavarajah, seorang profesor yang mengawasi penelitian. “Dampaknya bisa sangat besar.”

Memahami hal ini, James dan Thavarajva menguji delapan resep yang berbeda atas 38 jenis padi yang ditemukan di Sri Lanka. Apa yang mereka temukan adalah bahwa dengan menambahkan lipid (minyak kelapa dalam hal ini, karena itu banyak digunakan di Sri Lanka) ketika memasak nasi, dan kemudian mendinginkan beras dengan segera setelah hal itu dilakukan, mereka mampu mengubah secara drastis komposisinya–dan untuk menjadi lebih baik.

“Minyak berinteraksi dengan pati dalam nasi dan merubah strukturnya,” kata James. “Mendinginkan nasi kemudian akan membantu perkembangan konversi pati. Hasilnya adalah sebuah porsi yang sehat, bahkan ketika kamu memanaskannya kembali.”

Sejauh ini mereka hanya mengukur hasil kimia dari metode memasak yang paling efektif untuk varietas yang kurang sehat dari 38 varietas. Tapi varietas tersebut masih menghasilkan pengurangan 10 sampai 12 persen kalori. “Dengan jenis yang lebih baik, kami berharap untuk mengurangi kalori sebanyak 50 sampai 60 persen,” kata James. Nasi rendah kalori adalah salah satu pilihan yang baik.

Nasi Rendah Kalori Dapat Mengubah Dunia

 

Prospek beras rendah kalori adalah kesempatan yang besar. Tingkat obesitas meningkat di seluruh dunia, khususnya di negara berkembang, di mana orang lebih mengandalkan makanan pokok yang lebih murah. Cina dan India, yang telah melihat adanya peningkatan masalah obesitas, adalah konsumen besar nasi. Nasi, tentu saja, bukan satu-satunya penyebab kenaikan berat badan. Tetapi mengurangi jumlah kalori dalam secangkir beras bahkan hanya sesedikit 10 persen bisa memiliki dampak yang sangat besar bagi generasi mendatang.

“Obesitas telah menjadi masalah di Amerika Serikat untuk beberapa waktu,” kata Thavarajah. “Tapi itu juga menjadi masalah di Asia. Orang-orang mengonsumsi porsi nasi yang semakin besar dan besar, yang merupakan sesuatu yang tidak baik.”

Para peneliti masih harus menguji varietas padi yang tersisa, termasuk Suduru Samba, yang mereka percaya akan menghasilkan pengurangan kalori terbesar. Mereka juga berencana untuk bereksperimen dengan minyak selain minyak kelapa, seperti minyak bunga matahari.

Sebuah dunia di mana penjualan beras secara komersial datang dalam bentuk yang belum dimasak dan dengan kalori yang lebih sedikit mungkin sudah tidak sejauh itu. Orang harus dapat mereplikasi proses di rumah, meskipun James memperingatkan bahwa hasil mungkin bervariasi tergantung pada jenis beras yang digunakan. Dan ada alasan yang baik untuk percaya bahwa ilmu kimia dapat diterapkan untuk berbagai makanan populer tetapi kurang sehat lainnya.

“Ini tentang sesuatu yang lebih daripada nasi,” kata Thavarajah. “Maksudku, apa kita bisa melakukan hal yang sama untuk roti? Itulah pertanyaan yang sebenarnya saat ini.”

 

Comment 2Sort by


user Anonim
2017/08/07 11:49

apa sudah ada alat/pan cookers yg menghasilkan nasi rendah kalori ? dimana saya akan membelinya tks

user Editor
2017/08/07 12:29

Sepertinya tidak perlu alat penanank nasi khusus. justru berasnya yang khusus. berasnya dimasak dengan tambahan minyak kelapa asli 3%, lalu didinginkan dengan segera setelah masak.

Mungkin ini belum bisa diterapkan, karena masih dalam bentuk penelitian.

Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori

Harap diperhatikan bahwa konten pada website sehatly.com tidak bisa untuk menggantikan peran seorang dokter ataupun praktisi kesehatannya. Konten-konten sehatly hanya bertujuan untuk memberikan informasi.