Nyeri Setelah Cabut Gigi Dapat Diatasi Dengan 10 Cara Ini!

Nyeri setelah cabut gigi biasanya terjadi setelah gigi geraham bungsu dicabut. Penyebabnya ada banyak, mulai dari infeksi bakteri hingga sisa tulang yang ada di dalam luka setelah pencabutan.
45457
nyeri setelah cabut gigi

Nyeri setelah cabut gigi, juga dikenal sebagai alveolar osteitis atau yang dikenal dengan dry socket dalam bahasa Inggris, adalah masalah gigi yang menyakitkan. Hal ini dapat terjadi 4 sampai 5 hari setelah gigi dicabut dan biasanya setelah gigi geraham bungsu dicabut. Oleh sebab itu, mengatasi nyeri setelah cabut gigi ini harus segera dilakukan supaya rasa sakitnya tidak semakin parah.

Setelah ekstraksi gigi, gumpalan darah terbentuk di tempat tersebut untuk melindungi tulang dan ujung saraf. Nyeri setelah cabut gigi terjadi ketika gumpalan darah ini copot atau larut sebelum luka sembuh.

Para ahli tidak tahu penyebab pasti hal ini. Namun, infeksi bakteri, trauma tulang dan jaringan selama pencabutan gigi dan sepotong kecil tulang yang tersisa di dalam luka setelah ekstraksi adalah beberapa kemungkinan penyebabnya.

Faktor-faktor tertentu yang meningkatkan risiko berkembangnya nyeri setelah cabut gigi, termasuk merokok berlebihan dan penggunaan produk tembakau lainnya, memiliki tulang rahang yang padat, mengonsumsi kontrasepsi oral(pil kb), di masa lalu ada riwayat memiliki nyeri setelah cabut gigi atau segala jenis infeksi oral dan penggunaan kortikosteroid.

Orang yang memiliki pengalaman gejala nyeri setelah cabut gigi yang mungkin meliputi cekot-cekot dan di dekat soket, nyeri pada wajah di tempat yang sama karena ekstraksi, tulang terlihat di dalam soket yang sensitif terhadap sentuhan, pembengkakan di dalam jaringan lunak di sekitar soket, bau mulut, rasa tidak enak di dalam mulut, pembengkakan kelenjar getah bening dan demam ringan.

Ini penting untuk mendapatkan pengobatan untuk nyeri setelah cabut gigi supaya meminimalkan nyeri dan rasa tidak nyaman. Kamu dapat membantu meningkatkan penyembuhan dan mengurangi gajala menggunakan pengobatan rumahan. Juga, ikuti petunjuk yang diberikan oleh dokter gigimu.

Berikut ini adaah 10 pengobatan rumahan terbaik untuk nyeri setelah cabut gigi.

Mengatasi Nyeri Setelah Cabut Gigi Dengan Minyak Cengkeh

 

Minyak cengkeh telah terbukti menjadi pengobatan yang efektif untuk nyeri setelah cabut gigi. Sifat anestesi dan analgesiknya membantu mengurangi nyeri nyut-nyutan yang membuatnya sulit bahkan untuk menggerakkan kepalamu.

Minyak cengkeh bekerja dengan bertindak sebagai penghalang fisik antara tulang terpapar bersama dengan ujung saraf terpapar dan lingkungan mulut. Hal itu membantu mengurangi rasa sakit serta mengurangi jumlah kunjungan ke ruang gawat darurat.

• Celupkan kain kapas kecil ke dalam minyak cengkeh.
• Letakkan kain tersebut ke dalam soket selama 1 menit.
• Lepaskan kain dan bilas mulutmu dengan air hangat.
• Lakukan hal ini beberapa kali sepanjang hari.

Kompres Dingin Untuk Mengatasi Nyeri Setelah Cabut Gigi

 

Nyeri pada rahang dan pipi biasa terjadi pada mereka yang menderita nyeri setelah cabut gigi. Kompres dingin adalah pengobatan yang sudah teruji coba yang dapat kamu gunakan dengan mudah di rumah untuk mengurangi rasa sakit. Suhu dingin menyebabkan efek mati rasa pada saraf, yang mengurangi rasa sakit.

• Celupkan handuk tipis ke dalam air dingin dan peras kelebihan airnya.
• Tempatkan handuk dingin tersebut ke wajahmu di area di mana kamu mengalami rasa sakit.
• Tahan selama sekitar 15 menit.
• Ulangi 4 atau 5 kali sehari selama 2 hari.
• Setelah 2 hari, ganti ke kompres hangat untuk membantu mengurangi rasa sakit dan
pembengkakan.

Kumur Air Garam Untuk Mengatasi Nyeri Setelah Cabut Gigi

 

Kumur secara lembut mulutmu dengan air garam hangat 24 jam setelah pencabutan gigi adalah sangat efektif untuk mencegah nyeri setelah cabut gigi. Kehangatan dari larutan tersebut akan membantu mengurangi rasa sakit dan pembengkakan, sedangkan garamnya akan membantu mencegah berbagai infeksi.

Sebuah studi 2014 yang diterbitkan di International Journal of Oral and Maxillofacial Surgery menemukan bahwa kumur air garam bermanfaat dalam pencegahan alveolar osteitis setelah ekstraksi gigi. Penelitian ini menyarankan menggunakan kumur larutan garam 2 kali sehari.

• Campur setengah sendok teh garam meja ke dalam segelas air hangat.
• Aduk dengan baik, sehingga garam larut sepenuhnya di dalam air.
• Gunakan larutan ini untuk kumur mulutmu dengan lembut, 2 atau 3 kali sehari.

Mengatasi Nyeri Setelah Cabut Gigi Dengan Minyak Pohon Teh

 

Minyak pohon teh adalah antiseptik alami yang dapat digunakan untuk menyembuhkan kondisi seperti nyeri setelah cabut gigi. Ia bahkan bisa mencegah infeksi dari gigi dan gusi jika kotoran terjebak di mana tulang mentah terpapar.

Sebuah studi 2007 yang diterbitkan di Brazilian Journal of Pharmacognosy telah menganalisa pengaruh minyak pohon teh pada penyembuhan alveoli gigi yang terinfeksi dan menyimpulkan bahwa hal itu bekerja sebagai pengobatan ajuvan luka yang menjajikan.

• Celupkan kain kapas ke dalam air untuk melembabkannya.
• Masukkan 1 atau 2 tetes minyak pohon teh ke dalamnya.
• Tekan dengan lembut kain tersebut ke area di mana nyeri setelah cabut gigi tersebut timbul.
• Tunggu 5 menit, kemudian bilas dengan air hangat-hangat kuku.
• Lakukan hal ini 2 atau 3 kali sehari sesuai kebutuhan.

Kantong Teh Hitam Untuk Mengatasi Nyeri Setelah Cabut Gigi

 

Kamu bahkan dapat menggunakan kantong teh hitam untuk mengurangi rasa sakit yang disebabkan oleh nyeri setelah cabut gigi. Hadirnya asam tanat di dalam kantong teh hitam bekerja seperti antibiotik alami dan membantu mengurangi rasa sakit dan pembengkakan.

• Celupkan kantong teh ke dalam segelas cangkir air panas.
• Setelah 5 menit, angkat dan peras kelebihan airnya.
• Letakkan kantong teh di dalam lemari es selama 15 menit dan letakkan tehnya di sebelahnya untuk mendinginkannya.
• Selanjutnya, tempatkan kantong teh dingin pada nyeri setelah cabut gigi.
• Gigit kantong tehnya dengan gigimu untuk menjaganya tetap di tempat selama 5 sampai 10 menit.
• Kemudian, gunakan tehnya untuk kumur mulutmu.
• Ulangi seperlunya.

Hindari Menggunakan Tembakau Setelah Cabut Gigi

 

Baik itu merokok atau mengunyah produk tembakau, keduanya dapat meningkatkan risikomu dari nyeri setelah cabut gigi. Bahan kimia berbahaya dan racun di dalam rokok dan bentuk lainnya dari tembakau menghalangi penyembuhan. Mereka bahkan dapat mengkontaminasi tempat yang terkena nyeri setelah cabut gigi dan memperlambat proses penyembuhan.

Selain itu, tindakan merokok atau mengunyah tembakau dapat secara fisik melepaskan gumpalan darah.

Sebuah studi 2011 yang diterbitkan dalam Open Dentistry Journal mencatat bahwa merokok bersamaan dengan trauma operasi dan ekstraksi tunggal merupakan faktor yang mempengaruhi pada terjadinya nyeri setelah cabut gigi.

Oleh karena itu, dianjurkan untuk berhenti merokok sepenuhnya sebelum dan sesudah ekstrasimu. Jika diperlukan, carilah bantuan dari tenaga ahli untuk berhenti secara permanen.

Kunyit Efektif Mengatasi Nyeri Setelah Cabut Gigi

 

Kunyit adalah herbal analgesik dan anti-inflamasi yang dapat membantu mengatasi rasa sakit dari nyeri setelah cabut gigi. Selain mengurangi rasa sakit, kunyit akan mempercepat proses penyembuhan.

• Campurkan setengah sendok teh bubuk kunyit dan sedikit air atau susu untuk membentuk pasta. Gunakan kain kapas untuk mengoleskannya ke area di mana nyeri setelah cabut gigi telah terbentuk. Tunggu 20 menit, kemudian kumur mulutmu dengan air hangat-hangat kuku. Lakukan hal ini 2 sampai 3 kali sehari, sesuai kebutuhan.
• Pilihan lain adalah dengan mencampur 1 sendok teh bubuk kunyit ke dalam segelas air hangat. Gunakan larutan ini untuk kumur mulutmu beberapa kali sehari sampai rasa sakitnya hilang.

Mengatasi Nyeri Setelah Cabut Gigi Dengan Bawang Putih

 

Bawang putih adalah anti-inflamasi dan antibiotik alami, ia juga efektif dalam mengurangi rasa sakit pada gusi dan gigi karena nyeri setelah cabut gigi. Ia bahkan bisa mengurangi risiko infeksi.

• Tempatkan sesiung bawang putih segar ke dalam mulutmu dan hancurkan dengan gigimu. Sari dari bawang putih akan menyebar ke dalam mulutmu, rasa sakitnya akan secara bertahap mereda. Ludahkan siung tersebut setelah 5 menit dan kumur mulutmu dengan air hangat. Lakukan hal ini 2 atau 3 kali sehari atau sesuai kebutuhan.
• Atau, buat pasta dari 2 siung bawang putih segar dan sedikit garam menggunakan lesung dan alu. Oleskan pasta tersebut ke tempat yang dicabut selama minimal 30 menit sebelum membilasnya dengan air hangat-hangat kuku. Ulangi seperlunya untuk menghilangkan rasa sakit.

Mengatasi Nyeri Setelah Cabut Gigi Dengan Cuka Sari Apel

 

Membersihkan mulutmu dengan cuka sari apel dapat membantu mencegah infeksi setelah pencabutan gigi. Berkat sifat antibakteri dan anti-inflamasinya.

• Campurkan cuka sari apel mentah dan air dalam jumlah yang sama. Gunakan itu sebagai kumur mulut 2 atau 3 kali sehari.
• Pilihan lain adalah dengan mencelupkan bola kapas ke dalam larutan yang disiapkan di atas dan tempatkan ke area yang terkena nyeri setelah cabut gigi. Tahan di sana selama sekitar 10 menit. Ulangi 2 kali sehari.

Makan Makanan Lembut dan Tetap Terhidrasi

 

Setelah mendapatkan gigi geraham bungsumu telah dicabut, penting untuk tetap terhidrasi untuk mengurangi risiko nyeri setelah cabut gigi. Kurangnya air di dalam tubuh akan menghentikan migrasi seluler, menurunkan oksigenasi dari darah dan menunda penyembuhan luka.

Selain itu, selama dua hari pertama setelah ekstraksi gigi, kamu perlu berhati-hati tentang apa yang kamu makan.

• Minum air putih secara teratur sepanjang hari. Namun, cobalah untuk minum dari sisi mulut yang berlawanan dari tempat pencabutan sebisa mungkin.
• Makanan padat ke lembut seperti smoothies, yogurt, saus apel, kentang rebus, telur rebus, sup bening dan puding. Setelah lukamu mulai sembuh, ganti dari makanan lembut ke yang semi-lembut.
• Kamu bahkan dapat memakan es krim. Karena dinginnya, akan membantu mengurangi rasa sakit.
• Jangan makan apapun yang dapat meninggalkan partikel sisa makanan di dalam mulutmu selama beberapa hari.
• Hidari makan makanan keras, kenyal, renyah dan pedas selama beberapa hari. Makanan tersebut dapat mengumpul di dalam soket dan menyebabkan iritasi atau infeksi.
• Ketika makan, kunyah pada sisi lain dari mulutmu.

  • Tips Tambahan 1 Mengatasi Nyeri Setelah Cabut Gigi

• Selalu pergi ke dokter gigi atau ahli mulut dengan pengalaman dalam pencabutan gigi.
• Jangan meningkatkan dosis obat resep atau mengonsumsi obat over-the-counter penghilang rasa sakit tanpa konsultasi ke dokter gigimu.
• Kunjungi dokter gigimu sesuai yang dijadwalkan untuk mengganti balutan atau perawatan lainnya. Apabila rasa sakitmu kembali atau memburuk sebelum janji berikutnya, jangan ragu untuk menghubungi dokter gigimu.
• Wanita yang mengonsumsi kontrasepsi oral yang mengharuskan gigi geraham bungsu mereka dicabut harus menjadwalkan hal itu selama minggu terakhir pil KB bulanan mereka. Tingkat estrogen yang tinggi karena kontrasepsi oral dapat meningkatkan risiko nyeri setelah cabut gigi.
• Gunakan obat kumur antibakteri dan pasta gigi sebelum dan setelah operasi.
• Selama beberapa hari setelah operasi pencabutan gigi, hindari sisi yang dicabut tersebut ketika kamu menggosok gigi.

  • Tips Tambahan 2 Mengatasi Nyeri Setelah Cabut Gigi

• Jangan minum minuman beralkohol, berkafein, berkarbonat atau yang panas di 48 jam pertama.
• Selama seminggu setelah operasi, hindari latihan yang ketat dan aktifitas fisik lainnya yang mungkin mengakibatkan pada terlepasnya bekuan darah dari soket.
• Sebelum operasimu, selalu menginformasikan ke dokter gigimu tentang obat resep atau obat tanpa resep atau suplemen apapun yang kamu konsumsi.
• Jangan gunakan sedotan untuk menghirup apapun dalam seminggu pertama ekstraksi untuk mengurangi risiko nyeri setelah cabut gigi.
• Jaga kebersihan mulut secara tepat untuk membantu menyembuhkan nyeri setelah cabut gigi.
• Jangan menyentuh luka dengan jarimu atau benda lainnya.
• Cobalah untuk tidur dengan kepala yang ditinggikan untuk mengurangi rasa sakit.

Comment 0Sort by


Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori

Harap diperhatikan bahwa konten pada website sehatly.com tidak bisa untuk menggantikan peran seorang dokter ataupun praktisi kesehatannya. Konten-konten sehatly hanya bertujuan untuk memberikan informasi.