Manfaat dan Risiko Eritritol Sebagai Pemanis

Eritritol sebagai pemanis memiliki manfaat namun juga risiko tertentu.
938
http://www.lavozdaily.com/wp-content/uploads/2015/01/Eritritol.jpg

Makanan yang terdaftar sebagai “bebas gula” atau “tanpa tambahan gula” mungkin terlihat seperti pilihan yang bagus ketika kamu sedang mengurangi konsumsi gula, memiliki diabetes dan/atau jika kamu sedang mengikuti diet rendah karbohidrat untuk menurunkan berat badan. Makanan ini umumnya diberi pemanis menggunakan gula alkohol seperti eritritol, yang terasa seperti gula tapi mengandung hampir nol kalori, tidak mengurangi lonjakan gula darah dan tidak menyebabkan kerusakan gigi, tapi juga punya beberapa kerugian. Eritritol dapat menyebabkan efek samping seperti diare, sakit kepala, dan sakit perut pada beberapa orang dan/atau ketika dikonsumsi dalam dosis yang besar. Baca lebih lanjut untuk lebih memahami segala risiko dan manfaatnya.

Apa itu Eritritol

 

 

Eritritol adalah gula pengganti yang terlihat dan terasa seperti gula, tapi hampir tidak mengandung kalori. Gula ini tersedia dalam bentuk butiran dan serbuk.

Gula alkohol, eritritol telah disetujui untuk digunakan sebagai bahan tambahan makanan di Amerika Serikat dan banyak negara lainnya. Gula alkohol lainnya yang mungkin pernah kamu dengan lainnya adalah xylitol, maltitol, sorbitol dan laktitol.

 

Dapatkah Eritritol Menyebabkan Gangguan Pencernaan?

 

 

Dalam jumlah kecil, eritritol seharusnya tidak akan menyebabkan gangguan pencernaan dan diare seperti yang terjadi dengan alkohol gula lainnya seperti sorbitol dan xylitol, karena eritritol memiliki molekul yang lebih kecil dan 90 persen dari eritritol diserap dalam usus kecil dan sebagian besar dikeluarkan dengan tidak berubah lewat air kencing.

Ada beberapa orang yang melaporkan efek samping seperti diare, sakit perut, dan sakit kepala setelah mengonsumsi sejumlah eritritol secara teratur dalam makanan atau minuman. Jumlah yang dibutuhkan untuk menyebabkan gejala sangat bervariasi tergantung pada tingkat toleransi individu. Beberapa orang menemukan bahwa bahkan sejumlah kecil gula alkohol membuat perut mereka sakit sementara orang lain dapat mentoleransi jumlah yang lebih besar sebelum mereka mengalami gejala masalah saluran pencernaan.

Mengonsumsi lebih dari 50 gram eritritol dapat mengakibatkan mual atau perut berbunyi keroncongan.

 

Apakah Eritritol Menimbulkan Lonjakan Gula Darah atau Insulin?

 

 

Eritritol dijelaskan memiliki indeks glikemik nol, dan hal tersebut belum ditemukan mempengaruhi tingkat gula darah atau insulin. Untuk alasan ini, eritritol popular di antara orang-orang dengan diet rendah karbohidrat.

Pada tahun 1994, penelitian di Jepang yang diterbitkan di Jurnal Eropa Nutrisi Klinis dengan judul “Tingkat Serum Glukosa dan Insulin dan Keseimbangan Eritritol setelah pemberian Eritritol Secara Oral Kepada Subjek Sehat,” terhadap lima orang sukarelawan pria berusia sekitar 45-58 tahun, mereka menemukan bahwa “Eritritol tidak meningkatkan tingkat serum pada glukosa atau insulin.” Mereka juga menemukan bahwa eritritol tidak menimbulkan efek yang signifikan terhadap tingkat serum dari total kolesterol, triasilgliserol atau asam lemak bebas.

 

Kekhawatiran Tentang Eritritol dan Pemanis Rendah Kalori Lainnya

 

 

Ketika kamu makan, otakmu akan berpikir bahwa kamu sudah makan dan memberikan sinyal pada tubuhmu untuk melepaskan hormon yang menurunkan selera makan. Karena gula alkohol yang melewati tubuh sebagian besar tidak dicerna, kamu tidak akan merasakan sinyal mengenyangkan seperti yang kamu rasakan dengan makanan manis pada umumnya, menurut Jim Smith, penulis “Buku Data Bahan Tambahan Makanan.” Ini artinya kamu mungkin akan tetap merasa lapar dan memilih untuk makan lebih banyak lagi, yang mengalahkan tujuan awal dari makan makanan manis dengan gula alkohol untuk tujuan asupan kalori yang lebih rendah.

 

Eritritol Tidak Menyebabkan Kerusakan Gigi

 

 

Salah satu keuntungan penting dari eritritol adalah bahwa bahan ini tidak menyebabkan kerusakan gigi. Hal tersebut ditunjukkan pada penelitian tahun 1992 yang berjudul “Sifat Tidak Menyebabkan Karies Pada Eritritol Sebagai Substrat (Molekul organik yang berada dalam kondisi segera bereaksi).”

Bakteri berbahaya dalam mulut dapat menggunakan gula sebagai energi yang membantu mereka untuk tumbuh dan berkembang biak serta mengikis gigi. Tapi eritritol berbeda; bahan tersebut tidak dapat dimanfaatkan bakteri di mulut, dan tidak dapat menyebabkan gigi berlubang.

 

Apa yang Terjadi Pada Eritritol di Dalam Tubuh Kita?

 

 

Hanya sekitar 10 persen dari eritritol yang kita konsumsi memasuki usus besar. Kebanyakan eritritol yang dikonsumsi dengan cepat diserap di usus kecil, dan kemudian setelah berjalan melewati aliran darah, 90 persen diantaranya dikeluarkan melalui air kencing, menurut makalah tahun 2005 berjudul “Mikrobiota Usus Manusia Tidak Memfermentasi Eritritol”.

Karena sebagian besar eritritol diserap ke dalam tubuh sebelum sampai ke usus besar, maka umumnya tidak akan menimbulkan efek pencahar seperti yang dialami beberapa individu setelah mengonsumsi gula alkohol lainnya, seperti xylitol dan maltitol.

 

Kesimpulan Akhir Tentang Eritritol

 

 

Kesimpulannya, eritritol memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan gula: eritritol hampir tanpa kalori, tidak menyebabkan kerusakan gigi dan tidak menimbulkan lonjakan gula darah.

Eritritol seharusnya tidak menimbulkan gangguan pencernaan pada kebanyakan orang kecuali dikonsumsi dalam jumlah besar melebihi 50 gram.

Setelah semua penjelasan ini, rekomendasi kami adalah bahwa pembaca masih harus berhati-hati untuk tidak terlalu berlebihan mengonsumsi makanan yang mengandung eritritol. Alasannya adalah karena: kebanyakan makanan yang menggunakan gula alkohol sebagai pemanis masih mengandung jumlah karbohidrat, lemak dan kalori yang signifikan, menurut Asosiasi Diabetes Amerika. Jika kamu memilih makanan dengan pemanis gula alkohol untuk alasan penurunan berat badan, kamu mungkin malah tidak akan mendapatkan manfaat tersebut.

Ketika memilih makanan dengan pengganti gula, periksa label fakta makanan, dan bandingkan dengan informasi nutrisi dengan makanan manis biasa untuk menentukan mana pilihan terbaik untukmu.

Comment 1Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori

Harap diperhatikan bahwa konten pada website sehatly.com tidak bisa untuk menggantikan peran seorang dokter ataupun praktisi kesehatannya. Konten-konten sehatly hanya bertujuan untuk memberikan informasi.