Diet Untuk Ibu Menyusui, 10 Bahan Makanan Paling Baik Untuk Ibu

Diet untuk ibu menyusui tidak boleh sembarangan dan harus seimbang. Untuk diet paling baik, secara seksama. sertakan ke-10 bahan makanan ini di diet Anda.
3893
diet untuk ibu menyusui

Diet untuk ibu menyusui!! Jangan gugup. Sebaliknya, ingatlah aturan pertama –laktasi sehat penting. Karena ASI Anda mengandung semua nutrisi penting untuk kesehatan dan pertumbuhan bayi Anda.

Kareanya, gaya hidup sehat dan pola makanan bergizi seimbang sangat penting bagi Anda. Dengan hadirnya sumber kebahagiaan baru, memastikan pertumbuhan dan perkembangannya yang baik adalah perhatian utama Anda sebagai seorang ibu.

Panduan Prinsip Diet Untuk Ibu Menyusui

 

Prinsip utama untuk diet untuk ibu menyusui yang sehat adalah keseimbangan. Anda perlu makan diet yang seimbang, yang mengandung sejumlah cukup dari semua kelompok makanan.

Gandum – Pilih roti gandum dan beras karena mengandung lebih banyak serat dan nutrisi

Buah-buahan dan sayuran – Pilih yang berwarna cerah karena mereka menawarkan banyak antioksidan dan vitamin. Makanlah buah-buahan dan sayuran mentah lantaran mereka paling bernutrisi.

Protein – Pilih daging tanpa lemak, ikan, telur dan kacang-kacangan karena mereka memberikan protein dalam jumlah tepat yang Anda butuhkan untuk tubuh. Sertakan ikan yang kaya omega-3 seperti salmon.

Vitamin dan Mineral – Susu rendah lemak dan yoghurt diperkaya dengan berbagai vitamin dan mineral.

Apa Yang Harus Dimakan Saat Diet Untuk Ibu Menyusui

 

Meskipun ibu baru diingatkan untuk mengkonsumsi makanan tak pedas demi menjaga ASI aman bagi bayi, ada makanan tertentu yang sangat membantunya sembuh dengan cepat dan menjaga kesehatan yang baik. Inilah beberapa makanan penting yang harus dikonsumsi selama Anda menjalani diet untuk ibu menyusui.

  • Ragam asupan untuk diet untuk ibu menyusui

Sayuran berdaun hijau:

Sayuran berdaun hijau seperti bayam, brokoli, dll, adalah gudang vitamin A, Vitamin C dan zat besi. Mereka adalah makanan terbaik bagi ibu menyusui yang penting bagi pertumbuhan bayi. Sayuran rendah kalori ini juga merupakan sumber kalsium dan antioksidan yang sangat baik, penting bagi Anda dan bayi Anda.

Buah-buahan musiman:

Buah merupakan sumber makanan kaya antioksidan, vitamin dan mineral. Vitamin C membantu penyembuhan luka dan dengan demikian penting bagi ibu baru yang melakukan C- section. Oleh karena itu disarankan meningkatkan asupan buah citrus seperti jeruk, tomat, dll, dalam diet untuk ibu menyusui Anda. Buah-buahan seperti apel dan pisang membantu meningkatkan level energi dalam tubuh dan menunjang agar tetap sehat.

Telur:

Telur adalah sumber makanan yang sempurna untuk memenuhi kebutuhan protein umum tubuh Anda selama diet untuk ibu menyusui. Mereka juga merupakan sumber makanan Vitamin D penting. Mereka bersama-sama mendukung perkembangan, pertumbuhan dan penguatan tulang dan otot bayi Anda dan karenanya harus ada dalam diet untuk ibu menyusui.

Cairan:

Untuk memastikan produksi susu yang tepat dan mempertahankan tingkat energi yang memadai dalam tubuh, Anda perlu tetap terhidrasi dengan baik. Dehidrasi adalah salah satu masalah utama yang dihadapi oleh ibu menyusui yang dapat mengurangi produksi ASI, menyebabkan kelelahan dan penurunan stamina. Anda, sebagai ibu baru, harus minum jus, air, sup, susu, dll, dengan cukup. Minuman berkafein seperti kopi dan teh harus dihindari.

Gandum Utuh:

Sereal gandum seperti oatmeal, beras merah, jelai, dll, diperkaya sumber nutrisi penting seperti protein, vitamin, zat besi dan mineral lainnya. Mereka menyediakan energi dan stamina untuk Anda; membantu  meringankan gejala post partum (jika ada), seraya juga membantu pertumbuhan dan perkembangan bayi secara keseluruhan.

  • Tambahan ini tak kalah penting

Produk Susu Rendah Lemak:

Diet Anda selama menyusui harus mencakup sejumlah banyak produk susu rendah lemak seperti susu, yoghurt, dll. Selain merupakan sumber kaya vitamin B dan D, produk susu adalah salah satu sumber kalsium terbaik. Kalsium diperlukan untuk pengembangan struktur tulang bayi Anda dan sama-sama penting bagi kesehatan ibu. Jika Anda ibu dengan intoleransi laktosa, susu kedelai baik untuk Anda.

Daging Tanpa Lemak:

Daging tanpa lemak dari ikan dan ayam  kaya nutrisi penting. Mereka membantu memberikan DHA dan asam lemak esensial bagi Anda dan membantu mengembangkan sistem saraf bayi serta mendorong pertumbuhan secara keseluruhan. Semua nutrisi lain yang hadir dalam daging tanpa lemak juga mendukung pemulihan dan kesehatan ibu baru secara umum.

Bawang Putih:

Bawang putih telah digunakan selama berabad-abad oleh ibu menyusui untuk meningkatkan produksi susu dalam tubuh mereka. Menambahkan bawang putih ke makanan Anda tidak hanya membuatnya lezat tapi memperkuat sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan laktasi. Anti mikroba dan anti oksidannya membantu melawan infeksi dan meningkatkan pasokan susu di dalam tubuh Anda.

  • Jangan tinggalkan juga dua jenis makanan ini

Wortel:

Wortel diperkaya dengan karbohidrat dan kalium, yang keduanya membantu meningkatkan energi dan stamina pada ibu menyusui. Mereka adalah sumber penting beta karoten yang dibutuhkan oleh Anda selama periode menyusui. Antioksidan dalam wortel juga membantu mengenyahkan berat bayi yang membandel dan dengan demikian harus disertakan dalam diet untuk ibu menyusui.

Kacang-kacangan:

Kacang-kacangan atau pulsa merupakan sumber kaya protein dan kadar besi, terutama bagi ibu-ibu vegetarian/vegan. Biji-bijian, kacang polong, lentil, kacang tanah, kacang merah, alfalfa dan kacang hitam adalah contoh yang baik dari kacang-kacangan. Mereka juga makanan penghasil gas, dan karenanya harus disertakan dengan tidak berlebihan, terutama jika ibu baru melakukan C-section.

 

Sepuluh makanan super di atas dapat dengan mudah dimasukkan ke dalam makanan untuk diet untuk ibu menyusui. Dianjurkan untuk makan makanan rumah yang telah disiapkan dengan rempah-rempah dan aditif minimal, sehingga bayi tidak mengkonsumsi makanan tidak langsung (melalui ASI) dengan terlalu banyak rempah-rempah atau makanan yang kompleks.

▼ Artikel terkait

Bagaimana Memenuhi Kebutuhan Gizi Harian

 

Anda harus mengikuti rutinitas, dan ingat untuk makan makanan sehat. Yang terpenting, pola makan yang seimbang. Makan dengan benar, dan tidak hanya untuk memanjakan perut Anda.

  • Konsumsilah protein (unggas, daging, telur, ikan, susu, kacang-kacangan, biji-bijian dan benih) 2-3 kali sehari.
  • Sertakan 3 porsi sayuran hijau dan kuning tua setiap hari
  • Masukkan 2 porsi buah setiap hari
  • Makanlah biji-bijian seperti roti gandum, sereal, oatmeal dan pasta dalam diet sehari-hari Anda
  • Minum cukup air untuk memuaskan dahaga karena banyak ibu menyusui akan sering merasa haus.
  • Jika Anda seorang vegetarian, pastikan Anda mengambil makanan kaya seng seperti buah kering, kacang kering, susu, biji-bijian dan kacang-kacangan. Besi adalah nutrisi penting, dan Anda harus mempertimbangkan menyertakan besi dalam diet Anda. Makan sayuran berdaun untuk besi. Anda mungkin perlu mengambil suplemen Vitamin B12 untuk menyediakan tingkat kecukupan B12 bagi sang bayi.

Berapa Banyak Makan Diet Untuk Ibu Menyusui

 

Anda membutuhkan kalori ekstra saat menyusui. Berat bayi yang Anda bawa dari kehamilan akan digunakan untuk susu. Setelah semua berat badan bayi berlebihan hilang, Anda mungkin membutuhkan sekitar 500-600 kalori tambahan dari kalori normal, setiap hari. Setelah bayi Anda mulai dari makanan padat sejak usia 6 bulan, Anda akan memproduksi lebih sedikit susu dan dapat mengurangi asupan kalori Anda nantinya.

Bagaimana Kembali Ke Berat Badan Sebelum Kehamilan

 

Menyusui membakar banyak energi, tapi masih dibutuhkan waktu berbulan-bulan untuk kembali ke berat badan normal Anda. Tetapi beberapa tips diet untuk ibu menyusui dapat membantu Anda menurunkan berat badan. Beberapanya adalah:

  • kaserol daging tanpa lemak, unggas dan ikan kukus, panggang, atau bakar
  • Sayuran – 5 porsi sehari
  • Buah – 2 porsi sehari
  • Produk susu rendah lemak
  • Margarin dan mentega dalam jumlah tak berlebihan
  • Olahraga selama setidaknya setengah jam setiap hari

Apa yang harus dihindari:

  • Makanan berlemak tinggi seperti makanan penutup, keripik dan gorengan.
  • Makanan manis seperti jus buah, minuman ringan, kue, dan biskuit manis

Comment 3Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori

Harap diperhatikan bahwa konten pada website sehatly.com tidak bisa untuk menggantikan peran seorang dokter ataupun praktisi kesehatannya. Konten-konten sehatly hanya bertujuan untuk memberikan informasi.