Mengenal Lebih Jauh Tentang Psikosis

Psikosis adalah ketidakmampuan seseorang dalam mengenali realita. Dan itu adalah gejala dari gangguan mental yang serius. Orang yang psikosis memiliki halusinasi atau delusi.
1289
psikosis

Orang yang mengalami psikosis juga mungkin memiliki pikiran yang bertentangan dengan kenyataan yang sebenarnya. Pikiran-pikiran ini dikenal sebagai delusi. Beberapa orang dengan psikosis mungkin juga mengalami kehilangan motivasi dan menarik diri dari lingkungan sosial.

Apa Itu Psikosis?

 

Halusinasi adalah pengalaman sensorik yang terjadi karena ketiadaan stimulus pada kenyataan. Misalnya, seseorang yang memiliki halusinasi pendengaran dapat mendengar ibu mereka berteriak padahal  ibu mereka tidak ada di sekitarnya. Atau seseorang yang memiliki halusinasi visual dapat melihat sesuatu, mereka seperti melihat  orang di depannya yang sebenarnya tidak ada.

Pengalaman ini bisa menakutkan. Mereka yang mengidap psikosis dapat melukai diri sendiri atau orang lain. Penting untuk segera konsultasi ke dokter atau bertemu dengan seseorang yang pernah mengalami gejala psikosis.

Mengenal Gejala Psikosis

 

Gejala psikosis termasuk:

– Kesulitan berkonsentrasi
– Suasana hati depresi
– Tidur terlalu banyak atau tidak cukup
– Kegelisahan
– Kecurigaan
– Menarik diri dari keluarga dan teman-teman
– Delusi
– Halusinasi
– Bicara tidak teratur, cepat berubah topik pembicaraan
– Depresi
– Kegelisahan
– Pikiran atau tindakan bunuh diri

Apa Delusi dan Halusinasi?

 

Delusi dan halusinasi adalah dua gejala yang sangat berbeda dan keduanya sering dialami oleh orang-orang dengan psikosis. Dimana delusi dan halusinasi terlihat jelas pada mereka.

  • Gejala delusi

Delusi adalah keyakinan atau kesan palsu yang sangat diyakini dan dianggap benar walaupun bertentangan dengan realitas. Ada delusi paranoia, delusi grandiose (kemegahan), dan delusi somatik.

Orang-orang yang mengalami delusi paranoia mungkin berpikir bahwa mereka sedang diikuti padahal tidak, atau ia merasa ada pesan rahasia yang dikirim hanya kepada mereka. Seseorang dengan delusi kemegahan akan merasa diri penting secara berlebihan. Delusi somatik adalah ketika seseorang percaya mereka memiliki penyakit parah ketika dalam kenyataannya mereka sehat.

  • Gejala halusinasi

Halusinasi adalah sensor persepsi tapi tanpa adanya stimuli dari luar. Itu berarti melihat, mendengar, merasa, atau mencium sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Seseorang yang berhalusinasi mungkin melihat hal-hal yang tidak ada atau mendengar orang berbicara ketika mereka sendirian.

Penyebab Psikosis?

 

Setiap kasus psikosis berbeda dan penyebab pastinya tidak selalu jelas. Namun demikian, ada penyakit tertentu yang menyebabkan psikosis. Ada juga pemicunya seperti penggunaan narkoba, kurang tidur dan faktor lingkungan lainnya. Selain itu, situasi tertentu dapat menyebabkan tipe psikosis tertentu untuk berkembang.

  • Penyakit yang dapat menyebabkan psikosis meliputi:

– Penyakit otak seperti penyakit Parkinson, penyakit Huntington, dan beberapa kelainan kromosom
– Tumor otak atau kista
Ada juga beberapa jenis demensia yang dapat menyebabkan psikosis, seperti:

– Penyakit Alzheimer
– HIV, sifilis, dan infeksi lainnya yang menyerang otak
– Beberapa jenis epilepsi
– Stroke

Faktor Resiko Psikosis Berkembang

 

Saat ini sulit untuk mengidentifikasi  secara tepat siapa yang mungkin dapat terkena psikosis. Namun, penelitian telah menunjukkan faktor genetika memainkan peran yang besar.

Psikosis biasanya akan berkembang pada seseorang dengan anggota keluarga dekat, seperti orang tua atau saudara yang memiliki gangguan psikosis juga.

Anak yang lahir dengan mutasi genetik yang dikenal sebagai sindrom penghapusan 22q11.2 memiliki risiko tinggi untuk berkembangnya psikosis, khususnya skizofrenia.

Jenis Psikosis

 

Beberapa jenis psikosis yang disebabkan oleh kondisi tertentu atau keadaan seperti di bawah ini.

  • Gangguan Psikosis Singkat

Gangguan psikotik singkat kadang disebut psikosis reaktif singkat ini dapat terjadi selama periode stres personal yang ekstrim seperti kematian anggota keluarga. Seseorang yang mengalami psikosis reaktif singkat umumnya akan sembuh dalam beberapa hari sampai beberapa minggu tergantung pada sumber stres.

  • Psikosis dari Narkoba atau Alkohol

Psikosis dapat dipicu oleh penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang termasuk stimulan seperti methamphetamine dan kokain. obat halusinogen seperti LSD sering menyebabkan pengguna untuk melihat hal-hal yang tidak benar-benar ada, tetapi efek ini bersifat sementara. Beberapa obat resep seperti steroid dan stimulan juga dapat menyebabkan gejala psikosis.

Orang yang kecanduan alkohol dan obat-obatan tertentu dapat mengalami gejala psikosis jika mereka tiba-tiba berhenti minum atau mengambil obat yang mereka kecanduan.

  • Psikosis Organik

Sebuah cedera kepala atau terkena penyakit atau infeksi yang mempengaruhi otak dapat menyebabkan gejala psikosis, disebut psikosis organik.

Psikosis Disorder

 

Gangguan psikotik dapat dipicu oleh stres, penggunaan narkoba atau alkohol, cedera, atau penyakit. Mereka juga dapat muncul pada mereka sendiri. Berikut jenis gangguan mungkin memiliki gejala psikotik:

  • Bipolar Disorder

Ketika seseorang memiliki gangguan bipolar, suasana hati berubah-ubah dari sangat tinggi hingga sangat rendah dengan cepat. Ketika suasana hati mereka tinggi dan positif, mereka mungkin memiliki gejala psikosis. Mereka mungkin merasa sangat baik dan percaya bahwa mereka memiliki kekuatan khusus.

Ketika suasana hati mereka tertekan, mereka memiliki gejala psikosis yang membuat mereka merasa marah, sedih, atau takut. Gejala ini termasuk berpikir seseorang sedang mencoba untuk menyakiti mereka.

  • Delusi Disorder

Seseorang yang mengalami gangguan delusional sangat percaya pada hal-hal yang tidak nyata.

  • Depresi Psikotik

Ini adalah depresi berat dengan gejala psikosis

  • Skizofrenia

Skizofrenia adalah penyakit seumur hidup yang umumnya disertai dengan gejala psikosis.

 

psikosis
Psikosis via CPD Event

 

Bagaimana Psikosis Didiagnosa?

 

Psikosis didiagnosis melalui evaluasi psikiatri. Itu berarti dokter akan melihat prilaku seseorang dan bertanya tentang apa yang mereka alami. Tes medis dan sinar-X dapat digunakan untuk menentukan apakah ada penyakit yang mendasari menyebabkan gejala-gejala tersebut.

  • Diagnosa psikosis pada anak-anak dan remaja

Banyak gejala psikosis pada orang dewasa tapi tidak ada pada gejala psikosis pada orang muda. Misalnya, anak-anak kecil sering memiliki teman khayalan dengan siapa mereka berbicara. Ini hanya merupakan permainan imajinatif, yang benar-benar normal untuk anak-anak.

Tetapi jika khawatir tentang psikosis pada anak atau remaja, konsultasikan dan gambarkan prilaku mereka ke dokter.

Pengobatan Psikosis

 

Pengobatan psikosis melibatkan kombinasi antara obat dan terapi. Kebanyakan orang akan mengalami banyak perubahan dari gejala-gejala psikisis jika diobati.

  • Rapid Tranquilization

Kadang-kadang orang yang mengalami psikosis dapat menjadi gelisah dan berisiko menyakiti diri sendiri atau orang lain. Dalam kasus ini, perlu untuk ditenangkan dengan cepat. Metode ini disebut rapid tranquilization (pengobatan cepat). Seorang dokter atau tim medis darurat akan bergerak cepat dengan memberi suntikan obat atau obat cair untuk menenangkan pasien.

  • Obat-obatan psikosis

Gejala psikosis dapat dikontrol dengan obat yang disebut antipsikotik. Obat-obatan ini mengurangi halusinasi dan delusi serta membantu orang berpikir lebih jernih. Jenis obat yang diresepkan tergantung pada gejala.

Dalam banyak kasus, orang hanya perlu mengambil antipsikotik untuk waktu yang singkat untuk mengontrol gejala yang timbul. Orang dengan skizofrenia mungkin harus tergantung dengan obat seumur hidup.

  • Terapi Prilaku Kognitif

Terapi prilaku kognitif berarti bertemu secara rutin dengan konselor penyakit jiwa yang bertujuan untuk mengubah cara berpikir dan prilaku pasien. Pendekatan ini telah terbukti efektif dalam membantu orang membuat perubahan permanen dan lebih efektif dalam proses penyembuhan. Hal ini lebih banyak membantu untuk gejala psikosis tanpa menggunakan obat.

Pandangan Tentang Psikosis

 

Psikosis tidak memiliki banyak komplikasi medis. Namun, jika tidak diobati maka akan menjadi tantangan tersendiri bagi mereka yang mengalami psikosis untuk penyembuhannya. Dapat menyebabkan penyakit lain tidak terobati.

Kebanyakan orang yang mengalami psikosis akan pulih dengan perawatan yang tepat. Bahkan dalam kasus yang parah, pengobatan dan terapi dapat membantu.

Comment 1Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori

Harap diperhatikan bahwa konten pada website sehatly.com tidak bisa untuk menggantikan peran seorang dokter ataupun praktisi kesehatannya. Konten-konten sehatly hanya bertujuan untuk memberikan informasi.